Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

LEMARI PENGERING PAKAIAN DENGAN SENSOR DHT11 BERBASIS ARDUINO UNO Sutan Reka Nasrul Azis Harahap; Mulkan Iskandar Nasution; Nazaruddin Nasution
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v9i1.23426

Abstract

Lemari pengering pakaian otomatis berbasis arduino uno merupakan alat yang mampu mengeringkan pakaian secara otomatis tanpa membutuhkan bantuan panas matahari yang dipengaruhi oleh cuaca sehingga dengan menggunakan lemari pengering pakaian otomatis berbasis arduino uno masyarakat dapat mengeringkan pakaian dengan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja dari lemari pengering pakaian serta penerapannya dalam mengeringkan pakaian dinilai dari parameter yang di analisis (kelembaban, suhu, dan waktu pengeringan pakaian) guna dalam memberi informasi terkait tentang kondisi kekeringan pakaian setiap jenis pakaian. Lemari pengering pakaian ini menggunakan sensor DHT 11 dalam menganalisa serta memantau tingkat kekeringan pakaian. Hasil penelitian menunjukkan lemari pengering pakaian efektif dalam memberikan informasi tentang kondisi pengeringan pakaian dimana waktu pengeringan pakaian selama 50 menit hingga 70 menit, nilai kelembaban 91 % RH hingga 66 % RH, nilai suhu 29oC hingga 37,4oC.
Pengaruh Doping Yttrium terhadap Kinerja Penyerapan Gelombang Mikro pada Barium Heksaferrit M Ridwan; Nazaruddin Nasution
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.28639

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh doping Yttrium (Y³⁺) terhadap karakteristik struktur, morfologi, dan kemampuan penyerapan gelombang mikro pada material Barium Heksaferrit (BaFe₁₂O₁₉) yang disintesis menggunakan metode solid state reaction. Variasi doping Yttrium diterapkan untuk mengetahui perubahan sifat elektromagnetik, khususnya kinerja penyerapan gelombang pada rentang frekuensi X-band (8–12 GHz). Karakterisasi struktur kristal dilakukan dengan X-Ray Diffraction (XRD), analisis morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), sedangkan performa elektromagnetik diukur melalui Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel mempertahankan struktur heksagonal tipe-M, namun doping Yttrium memberikan pengaruh signifikan terhadap intensitas resonansi dan nilai Reflection Loss (RL). Sampel dengan konsentrasi optimum menghasilkan RL minimum sebesar –23 dB pada sekitar 11,05 GHz dengan bandwidth efektif 0,7 GHz, menunjukkan kemampuan penyerapan lebih dari 99,5%. Peningkatan penyerapan dikaitkan dengan pencocokan impedansi yang lebih baik dan sinergi antara rugi magnetik serta rugi dielektrik. Temuan ini menegaskan bahwa doping Yttrium pada BaFe₁₂O₁₉ mampu meningkatkan performa material sebagai penyerap gelombang mikro, sehingga berpotensi untuk aplikasi EMI shielding dan radar absorbing material (RAM).
Pengaruh Penggerusan Terhadap Struktur dan Ukuran Partikel dari Pasir Besi Sungai Alam Jaya Kabupaten Deli Serdang Alfia Delmi Siregar; Nazaruddin Nasution; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.27468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir besi dari Sungai Alam Jaya, Kabupaten Deli Serdang, serta pengaruh proses penggerusan terhadap ukuran partikel dan kemurnian material. Sampel pasir besi diambil langsung dari lokasi penelitian kemudian melalui tahap preparasi berupa penjemuran, pemisahan menggunakan magnet permanen, pencucian dengan larutan HCl dan NH₄OH, serta pengeringan dalam oven pada suhu 200°C. Proses karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa utama pasir besi adalah magnetit (Fe₃O₄) dengan struktur kristal kubik yang stabil. Berdasarkan hasil PSA, ukuran partikel rata-rata menurun dari 5,33806 µm menjadi 2,27004 µm setelah penggerusan, yang menunjukkan peningkatan kehalusan dan homogenitas partikel. Analisis XRF memperlihatkan bahwa kadar unsur Fe meningkat dari 76,577% menjadi 80,048%, sedangkan unsur pengotor seperti Si, Al, dan Mg mengalami penurunan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasir besi dari Sungai Alam Jaya memiliki kadar Fe tinggi, struktur kristal stabil, serta ukuran partikel yang halus, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar material magnetik maupun logam.
Analisis Fase, Morfologi dan Kandungan Mineral, serta Sifat Magnetik Pasir Besi Sungai Siguluan Samosir Marzuki Naibaho; Nazaruddin Nasution; Masno Ginting
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.26264

Abstract

Potensi pasir besi alam sebagai material bernilai tambah masih belum dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk aplikasi lanjutan di bidang kemagnetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik struktural, morfologi, komposisi mineral, dan sifat magnetik pasir besi alam dari Sungai Siguluan, Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, sebagai upaya awal pemanfaatan material lokal dalam aplikasi magnetik. Sampel pasir besi dipisahkan menggunakan magnet permanen neodymium, digerus hingga ukuran 100 mesh. Kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD untuk identifikasi fase, SEM-EDS untuk analisis morfologi dan komposisi, serta VSM untuk pengukuran sifat magnetik (Ms, Mr, dan Hc). Hasil XRD menunjukkan bahwa magnetit (Fe3O4) merupakan fase utama, dengan fasa minor hematit (α-Fe2O3), maghemit (γ-Fe2O3), dan senyawa lain seperti Al2O3, SiO2, TiO2, dan CaO dengan total kandungan sekitar 5% berat. Analisis SEM-EDS mengonfirmasi dominasi unsur Fe dan O dengan persentase masing-masing 38,22 wt% dan 37,16 wt%. Pengukuran VSM menunjukkan nilai saturasi magnetik (Ms) 55,31 emu/g, remanensi (Mr) 6,22 emu/g, dan koersivitas (Hc) 118,39 Oe. Secara keseluruhan, hasil ini mengonfirmasi bahwa pasir besi alam dari lokasi tersebut memiliki karakteristik magnetik yang cukup baik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai material dasar dalam aplikasi magnetik berbasis magnetit.
MONITORING ARUS DAN TEGANGAN PANEL SURYA BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) Nur Anisah Fitri Daulay; Nazaruddin Nasution; Mulkan Iskandar Nasution
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitekfisitek.v10i1.29767

Abstract

Listrik merupakan aspek yangsangat penting dalam kehidupan, karena hamper semua rumah menggunakan energi listrik untuk menyalakan alat elektronik dirumahnya. Monitoring arus dan tegangan panel surya pada sistem hibrida bebasis IOT (Internet of Things) yang bertujuan untuk Membuat rancang bangun sistem monitoring arus dan tegangan panel surya berbasis Internet of Things (IoT), Menganalisa kinerja sistem monitoring arus dan tegangan panel surya berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini menggunakan panel surya sebagai pengganti Listrik PLN komponen pendukung seperti Solar Charge Controler sebagai pengatur arus searah yang diisi ke baterai agar tidak terjadi kelebihan tegangan pada saat pengisian ke baterai, baterai berfungsi sebagai penyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya, serta Node MCU dengan menggunakan esp8266 yang berfungsi untuk menjalankan fungsi mikrokontroler dan juga koneksi internet (Wi-Fi). Pengukuran arus menggunakan sensor arus (Acs712), pengukuran tegangan menggunakan sensor tegangan (DC), data yang diperoleh dibaca oleh esp8266 dan dikirim ke aplikasi Blynk sebagai melalui jaringan internet. Error sensor arus (Acs712) sebesar 12,89%. Error sensor tegangan (DC) sebesar 2,97%. Waktu yang dibutuhkan dalam pengiriman pembacaan sensor tegangan sebesar 3 detik. 
Reaktor Hidrogen Menggunakan Panel Surya Monocrystalline 50wp Putra Bagas Trie Ardiansyah; Mulkan Iskandar Nasution; Nazaruddin Nasution
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 4 (2026): Agustus, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/g3tajz43

Abstract

Abstrak - Hidrogen merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun reaktor hidrogen berbasis elektrolisis air dengan memanfaatkan panel surya monocrystalline sebagai sumber energi terbarukan. Sistem terdiri dari panel surya 50 Wp, sensor arus ACS712, sensor gas MQ-8, rangkaian pembagi tegangan, Arduino Uno, dan LCD sebagai media monitoring. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, dan konsentrasi gas hidrogen. Hasil pengujian menunjukkan tegangan keluaran panel berkisar 3,1–7,2 V dengan arus 1,0–2,7 A. Daya maksimum yang dihasilkan mencapai 32,11 W pada intensitas matahari optimum. Konsentrasi hidrogen meningkat dari 120 ppm menjadi 197 ppm seiring kenaikan arus listrik. Hubungan arus dan produksi hidrogen bersifat linier sesuai Hukum Faraday, di mana jumlah gas berbanding lurus dengan arus. Efisiensi sistem dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari dan resistansi rangkaian elektrolisis. Kata kunci : Monokristal; Elektrolisis Air; Hidrogen; Arus Listrik; Efisiensi; Abstract - Hydrogen is an alternative energy source that is environmentally friendly and has strong potential to replace fossil fuels. This study aims to design and develop a hydrogen reactor based on water electrolysis powered by a monocrystalline solar panel as a renewable energy source. The system consists of a 50 Wp solar panel, ACS712 current sensor, MQ-8 gas sensor, voltage divider circuit, Arduino Uno, and an LCD for monitoring. The observed parameters include voltage, current, power output, and hydrogen gas concentration. Experimental results show that the panel output voltage ranges from 3.1 to 7.2 V with a current of 1.0–2.7 A. The maximum power achieved was 32.11 W under optimal solar intensity. Hydrogen concentration increased from 120 ppm to 197 ppm as the current increased. The relationship between current and hydrogen production is linear in accordance with Faraday’s Law. System efficiency is influenced by solar radiation intensity and electrolysis circuit resistance.. Keywords: Monocrystalline; Water Electrolysis; Hydrogen; Electric Current; Efficiency;
RANCANG BANGUN ALAT SORTIR BUAH JERUK MADU BERBASIS ARDUINO UNO ATMEGA328 Nurhaliza Maharani; Nazaruddin Nasution; Ratni Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2147

Abstract

Jeruk madu merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di negara-negara yang memiliki iklim tropis, termasuk negara Indonesia. Salah satu daerah yang banyak membudidayakan jeruk madu itu terdapat di daerah Berastagi, Sumatera Utara. Untuk pemilahan buah jeruk madu yang akan diproduksi masih digunakan secara manual dengan bantuan manusia dan memakan banyak waktu. Seiring berkembangnya teknologi, maka diciptakanlah alat pemilah buah yang bisa membedakan warna, bentuk, ukuran dan berat. Dengan alat sortir buah yang berbasis arduino uno yang akan mengontrol sensor TCS3200, sensor Load Cell dan juga sensor Infrared, akan menghasilkan alat sortir buah jeruk madu yang akan memilah berdasarkan warna, massa dan menghitung jumlah buah yang disortir. Dimana jeruk madu yang akan disortir dengan alat ini memiliki 4 keadaan, yaitu jeruk madu hijau berat, jeruk madu hijau ringan, jeruk madu kuning berat dan jeruk madu kuning ringan. Hasil pembacaan dari pemilahan warna TCS3200 yang berupa nilai RGB dari setiap buah dan hasil pembacaan sensor load cell yang memiliki deviasi rata-rata sebesar 0,52%.
ANALISIS KEMAMPUAN PENYERAPAN GELOMBANG MIKRO PADA BARIUM HEKSAFERIT (BaFe₁₂O₁₉) DENGAN VARIASI DOPING LANTANUM MELALUI UJI VECTOR NETWORK ANALYZER (VNA) Kinanty Desiva Natasya; Nazaruddin Nasution; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4367

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi meningkatkan Electromagnetic Interference (EMI), sehingga diperlukan material penyerap gelombang mikro yaitu Radar Absorbing Material (RAM). Barium heksaferit (BaFe₁₂O₁₉) berpotensi sebagai RAM karena sifat magnetik dan stabilitas kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan penyerapan gelombang dengan doping Lantanum (La) melalui metode solid state reaction pada variasi x = 0,00; 0,01; 0,03; dan 0,05. Proses sintesis dilakukan dengan kalsinasi pada suhu 600 °C dan sintering pada suhu 1200 °C, kemudian dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa doping 0,05 memberikan Reflection Loss (RL) terbaik sebesar −10,45 dB pada frekuensi 8,95 GHz dengan persentase penyerapan 90,98%, sehingga memenuhi kriteria penyerap efektif. Dengan demikian, doping La³⁺ terbukti meningkatkan kinerja BaFe₁₂O₁₉ sebagai material penyerap gelombang untuk mitigasi EMI dan aplikasi radar.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA SISTEM DETEKSI FORMALIN PADA IKAN MENGGUNAKAN SENSOR MQ-138 BERBASIS ARDUINO Sri Lestari; Mulkan Iskandar Nasution; Nazaruddin Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/pkddvr88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat pendeteksi kadar formalin pada ikan segar dan ikan asin berbasis mikrokontroler Arduino Uno menggunakan sensor MQ-138. Penelitian dilakukan melalui tahap perancangan perangkat keras, pemrograman sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian dan analisis data. Pengujian pada sampel ikan segar dengan variasi konsentrasi formalin 1–3% menunjukkan hasil pembacaan sensor sebesar 0,090–0,120 mg/m³, sedangkan alat standar menunjukkan nilai 0,099–0,121 mg/m³ dengan deviasi maksimum 9,09%. Pada sampel ikan asin dengan konsentrasi yang sama, sensor mendeteksi kadar formalin sebesar 0,080–0,100 mg/m³, sedangkan alat standar 0,081–0,106 mg/m³ dengan deviasi lebih kecil, yaitu 1,23%–5,66%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor MQ-138 mampu mendeteksi kadar formalin dengan tingkat akurasi yang cukup baik dibandingkan alat standar. Sistem yang dilengkapi LED dan buzzer juga berhasil memberikan peringatan visual dan audio ketika kadar melebihi ambang batas yang ditetapkan.
SISTEM PROTEKSI GENERATOR HIDROGEN MENGGUNAKAN SENSOR GAS HIDROGEN MQ-8 BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) Rendy Agung Pratama; Mulkan Iskandar Nasution; Nazaruddin Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6343

Abstract

Abstract: This study aims to develop and evaluate a microcontroller-based hydrogen gas monitoring system using the MQ-8 sensor. The research includes sensor calibration, sensor performance testing, and protection system testing. Results show that the MQ-8 sensor can detect hydrogen concentration changes in real time, while the protection system effectively provides warnings and activates safety controls when dangerous gas levels are detected. The system can therefore be used as an effective monitoring and protection tool for hydrogen generator safety.  Keywords: Internet of Things, Microcontroller, MQ-8 Sensor, Calibration, Hydrogen Protection, Air Monitoring Abstrak: Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring serta proteksi gas hidrogen berbasis mikrokontroler menggunakan sensor MQ-8. Penelitian meliputi kalibrasi sensor, pengujian sensor, dan pengujian sistem proteksi. Hasil menunjukkan bahwa sensor MQ-8 mampu mendeteksi perubahan konsentrasi hidrogen secara real-time, sementara sistem proteksi dapat memberikan peringatan dan mengaktifkan mekanisme pengamanan saat kadar hidrogen melebihi batas aman. Sistem yang dikembangkan terbukti efektif sebagai alat monitoring dan proteksi untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan lingkungan.   Kata Kunci: Internet of Things, Mikrokontroler, Sensor MQ-8, Kalibrasi, Proteksi Hidrogen, Monitoring Udara