Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimasi kondisi proses pada pelapisan logam nikel dekoratif (elektroplating) untuk meningkatkan kualitas produk industri kecil pelapisan logam R. Sudigdo S; Enang Suma A; Agus Solehudin
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.55

Abstract

Elektroplating dilakukan dengan maksud memberi perlindungan terhadap bahaya korosi, membentuk sifat keras permukaan, dan sifat teknis atau mekanis tertentu, serta memberikan nilai dekoratif terhadap logam dasar. Pada kenyataannya kondisi optimum proses pelapisan logam, khususnya nikel dekoratif, belum diperhatikan oleh sebagian industri kecil. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari kondisi optimal proses pelapisan nikel dekoratif, sehingga ongkos produksi menjadi rendah dan laba perusahaan menjadi tinggi. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan bahan alteratif pengkilat yang diuji coba kan pada logam- logam sampel adalah NaCI dan NH4CI. Langkah percobaan meliputi variasi konsentrasi NaCI dan NH4CI terhadap variasi waktu proses pelapisan. Sedangkan kondisi temperatur, pH dan rapat arus pada kedua bahan pengkilat diambil konstan dengan masing- masing 20 - 30 °C, 3 dan 3 A/dm2. Hasil yang diperoleh adalah dari hasil percobaan dan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum proses pelapisan nikel dengan menggunakan campuran bahan pengkilat alternatif NaCI dan NH4CI adalah masing-masing dengan konsetrasi 20 g/lt, nikel sulfat NiSO4 120 g/lt, dan asam boric H3BO3 15 gr/lt pada waktu proses pelapisan 30 menit pada tempperatur kamar, pH 3 dan rapat arus 3 A/dm2.
Minat usaha masyarakat usia produktif pada teknik elektroplating dekoratif di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah Agus Solehudin; Ida Hamidah; Enang Suma; Agus Setiawan; Sulaeman Sulaeman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36631

Abstract

Salah satu bidang ilmu yang mempunyai orientasi pada wirausaha dan industri kecil (home industry) bagi masyarakat usaha adalah teknik pelapisan logam dekoratif atau disebut pernekel. Proses pelapisan logam dekoratif dengan menggunakan arus listrik searah atau yang lebih dikenal di lingkungan masyarakat dengan istilah elektroplating mempunyai peranan penting dalam industri baik industri yang berskala besar maupun industri yang berskala kecil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat wirausaha teknik pelapisan pada masyarakat di perkotaan melalui model simulasi wirausaha dengan jumlah peserta 15 orang. Kegiatan dimulai dari penyusunan instrumen, pelaksanaan pre-test minat wirausaha, dilanjutkan dengan pemberian materi pelatihan dan simulasi wirausaha, dan diakhiri dengan pelaksanaan post-test. Materi instrumen mencakup semua indikator minat dan motivasi wirausaha. Jumlah pertanyaan masing-masing sebanyak 34 dan 36 butir soal. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil pre-test terhadap para peserta pelatihan adalah 62,8. Kemudian hasil post-test terhadap para peserta adalah 112,86. Hasil ini membuktikan bahwa model simulasi wirausaha yang diterapkan melalui pelatihan dapat meningkatkan minat wirausaha.
Mechanical Engineering Students' Perceptions and Experiences with Team-Based Project Learning: a Comprehensive Investigation Hendri Sulistyo; Agus Solehudin; Mumu Komaro
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v11i1.37461

Abstract

Team-Based Project (TBP) learning has gained prominence in engineering education as a means to develop both technical competencies and professional skills through collaborative engagement. Despite extensive documentation of TBP outcomes, limited research has explored the qualitatively different ways in which students understand and experience TBP, particularly within the distinct context of mechanical engineering education programs that integrate technical and pedagogical preparation. This study employs a phenomenographic research design to investigate mechanical engineering education students' qualitatively different ways of experiencing TBP. Data were collected through semi-structured interviews with 63 students at various academic stages across two universities in Indonesia. Analysis followed phenomenographic principles, identifying categories of description that capture qualitative variation in students' understanding, rather than reporting frequency distributions. Findings reveal four qualitatively distinct categories of description: (1) TBP as task completion, (2) TBP as collaborative skill-building, (3) TBP as professional preparation, and (4) TBP as transformative learning. These categories form an outcome space in which more sophisticated conceptions encompass awareness of collaborative processes, professional relevance, and critical reflection. Persistent structural challenges particularly inequitable workload distribution and coordination difficulties feature differently across categories. The study contributes context-specific insights into how TBP is understood in a technically and pedagogically hybrid engineering program, with implications for curriculum design, team formation, and instructor support strategies.