Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SENSORY PLAY DI RUMAH: MEMBANTU ANAK DENGAN HAMBATAN SENSORI Risna Hayati; Widya Lestari; Mahwar Qurbaniah; Deswita Ayu Namira
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9936

Abstract

Sensory play merupakan intervensi dini berbasis keluarga yang dapat membantu orang tua dalam mengenali dan menangani hambatan sensori anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dalam memahami pemrosesan sensori, mengidentifikasi kebutuhan sensori, dan menerapkan sensory play di rumah. Program dilaksanakan melalui enam sesi pelatihan interaktif kepada 11 orang tua, bekerja sama dengan Klinik Tumbuh Kembang Anak Mandiri Indonesia (AMI) Pontianak, diawali dengan screening dan dievaluasi menggunakan instrumen pre-post test pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan (4,4%), sikap (10,7%), dan keterampilan (22,6%), dengan peningkatan terbesar pada aspek keterampilan. Disimpulkan bahwa pelatihan sensory play efektif meningkatkan kapasitas orang tua sebagai agen intervensi dini dalam mendukung perkembangan anak dengan hambatan sensori.
Effectiveness of Applied Behavior Analysis Therapy Against Decreased Distracted Behavior in Children Attention Deficit Hyperactive Disorder Adela Seftiani; Sri Nugroho Jati; Risna Hayati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9876

Abstract

Epidemiological data indicate that ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) affects the population of children and young adults worldwide by 3.4%. Difficulty in focusing attention is accompanied by an increase in excessive motor activity, one of which is overcome by using the ABA (Applied Behavior Analysis) method of therapy. The purpose of this study is to determine whether ABA therapy reduces distracted behavior in children with ADHD using an experimental design in one participant. Subjects have criteria, namely, children aged 5-6 years and experiencing ADHD problems. This exploration information assortment strategy as perception, meetings, and documentation. The aftereffects of the review expressed that ABA therapy was effective in reducing distracted behavior in children with ADHD. The subject experienced a decrease in distracted behavior withha significance value of 0,043 (p<0,05). Starting from the beginning before being given treatment or the pre-test stage, the frequency of distraction was 112 times, compared to the final stage after being given treatment, the frequency of distraction was 30 times. Data epidemiologi mengindikasikan bahwa ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) mempengaruhi populasi anak dan dewasa muda diseluruh dunia sebesar 3,4%. Kesulitan dalam memusatkan perhatian disertai dengan meningkatnya aktivitas motorik yang berlebihan salah satunya diatasi dengan terapi ABA (Applied Behavior Analysis). Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui efektivitas terapi ABA terhadap penurunan perilaku terdistraksi pada anak ADHD dengan menggunakan experimental design pada satu partisipan. Subjek memiliki kriteria yaitu, anak berusia 5-6 tahun dan mengalami permasalahan ADHD. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa terapi ABA efektif untuk mengurangi perilaku terdistraksi pada anak dengan gangguan ADHD. Subjek mengalami penurunan perilaku terdistraksi dengann nilai signifikansi 0,043 (p<0,05). Terhitung mulai dari awal sebelum diberikan perlakuan atau tahap pre-test frekuensi terdistraksi sebesar 112 kali, dibandingkan dengan tahap akhir setelah diberikan perlakuan frekuensi distraksinya sebanyak 30 kali.
PERAN GENDER TERHADAP RESILIENSI SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Zulfa Rahmadhani; Nur Kur’ani; Risna Hayati
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69421

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana siswa SMA pria dan wanita yang tangguh di Kota Pontianak berbeda satu sama lain. Kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri, mengatasi stres, dan bangkit kembali dari situasi yang sulit atau negatif dikenal sebagai ketahanan. Karena pria dan wanita diharapkan untuk memenuhi peran sosial, nilai-nilai budaya, dan harapan masyarakat yang berbeda, dihipotesiskan bahwa kesenjangan gender memengaruhi bagaimana orang mengembangkan ketahanan. 56 peserta 21 siswa pria dan 35 siswa wanita dipilih melalui pemilihan acak klaster untuk metodologi perbandingan kuantitatif penelitian ini. Skala ketahanan yang telah menjalani uji validitas dan reliabilitas (α = 0,802) digunakan untuk mengumpulkan data. Statistik deskriptif, Uji-T Sampel Independen, uji homogenitas Levene, dan uji normalitas Shapiro-Wilk semuanya digunakan dalam analisis data. Menurut temuan tersebut, data homogen dan terdistribusi secara teratur (Uji Levene Sig. = 0,571 > 0,05). Hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat resiliensi siswa laki-laki dan perempuan, dengan Sig. (2-tailed) = 0,012 < 0,05. Skor rata-rata siswa laki-laki lebih tinggi (M = 65,29) dibandingkan dengan siswa perempuan (M = 61,17). Berdasarkan hasil ini, siswa laki-laki lebih mungkin untuk bersikap fleksibel dan resiliensi saat berada di bawah tekanan dibandingkan siswa perempuan. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa gender, yang dipengaruhi oleh konstruksi sosial dan budaya di lingkungan mereka, merupakan faktor signifikan dalam menentukan resiliensi remaja.
The Influence of Religiosity on Self-Control among Out of Town Students in Pontianak Mira Audina; Risna Hayati; Riszky Ramadhan
The Future of Education Journal Vol 4 No 8 (2025): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i8.1023

Abstract

Students who live away from home or are separated from their parents often face difficulties in self-control. The contributing factors include themselves, their living environment (boarding houses), academic surroundings, social interactions, peer groups, and religiosity, which can also influence self-control. Students who lack religious guidance and direction in their lives may experience behaviors that deviate from religious teachings, leading to actions that are prohibited by their religion. The purpose of this study is to provide factual data to demonstrate the influence of religiosity on self-control among out-of-town students in Pontianak. The research method used is quantitative, with purposive sampling as the sampling technique. The subjects of this study consisted of 100 out-of-town students in Pontianak. Data analysis was conducted using simple linear regression analysis with the IBM SPSS Statistics v.25 program. The results showed a regression coefficient of 0.030 with a significance value of 0.03<0.05, indicating a positive influence on self-control. Religiosity contributes 7.9% effectively to self-control, while the remaining 92.1% is influenced by other factors not explored in this study.