Articles
Komunikasi Interpersonal antara Pembina dan Anak Jalanan dalam Memotivasi di Bidang Pendidikan dan Mengubah Perilaku di Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta (Studi pada anak jalanan di Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta)
Dyah Rachmawaty Utami;
Christina Rochayanti;
Edwi Arif Sosiawan
Jurnal Paradigma Vol 16, No 1 (2012): JANUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/paradigma.v16i1.2459
Homeless boy emerged because of the low of economy, lack of attention and affection from their parents. Many things that the public did not know about the street children’s life had something interested to be observed. Their education and behavior became a major problem to note. As the condition above Rumah Singgah Anak Mandiri tried motivate the street children in the education filled and change their behavior. Based on the background, the problem of this research was “how do the interpersonal communication between founder and the street children in the field of education motivation and the attitude changing at Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta?”. The aims o this research were to know the interpersonal communication between founder and the street children in Rumah Singgah Anak Mandiri. The subjects of this research were founder, street children, and the manager of Rumah Singgah Anak Manandiri Yogyakarta.This research was descriptive qualitative design. The data were taken, analyzed quantitatively and presented by detail and systematic description. The result of this research shows that interpersonal communication between founder and the street children in motivating them in the education field and changing the children’s behavior is not effective enough. It is based on the result of observation can be seen from the aspect of interpersonal communications which cannot be applied maximally are understandings, positive and same vision attitude. Sometimes the process of communication does not receive perfect feedback from communicant. As the reason of that, the researcher feels the interpersonal communication that conducted between fonder and the street children need to be improved the quality and quantity.
Pornography Manifestation in Internet Media ( Content Analysis on Popular Local Porn Websites in Indonesia )
Edwi Arif Sosiawan
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/ijcs.v2i2.1336
Pornografi yang semula hanya berupa tulisan saat ini berkembang dalam berbagai macam manifestasi seperti gambar, cerita pendek, video , film, lagu dan sebagainya. Bahkan pornografi di internet bukan lagi hanya pekerjaan orang iseng tetapi menjadi komoditi bisnis di dunia maya. Inilah yang menjadi penyebab menjamurnya situs porno di Internet. Pada sisi lain pornografi di internet juga dicap sebagai penyulut adanya kejahatan seksual, penyimpangan seksual dan bisnis seksual. Namun hingga saat ini belum ada fakta ilmiah yang mencoba untuk menggali tentang pornografi di internet. Oleh karena itu maka penelitian ini mencoba mengambil satu rumusan masalah yaitu : “Bagaimana manifestasi pornografi di internet dalam bentuk situs web site ? “ Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode content analysis, yaitu jenis metode yang menguraikan kecenderungan suatu fenomena melalui bantuan unit analisis dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs yang digunkan lebih banyak menggunakan situs blog agar tidak terkena pemblokiran oleh pihak pemerintah. Visualisasi yang dimunculkan adalah gambar foto serta file 3gp. Secara keseluruhan jenis hardcore lebih banyak dipapangkan di internet. Fakta lain menunjukkan uptoditas materi pornografi tersebut bersiklus mingguan. Secara sifat maka pornografi yang terjadi bersifat vulgar dan sedikit sekali yang bersifat erotisme. Dari kesimpulan yang ada maka penutupan situs porno adalah hal yang sulit dilakukan mengingat jumlah situs yang banyak disertai dengan beralihnya pengelola situs porno ke domain websites publik sehingga sulit bagi aparat untuk menutupnya. Oleh karenanya keaktifan pribadi dan kesadaranlah yang mampu untuk menggerakkan agar pornografi tidak meluas di internet.
TANTANGAN DAN HAMBATAN DALAM IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI INDONESIA
Edwi Arief Sosiawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengembangkan pelayanan publik melalui Teknologi komunikasi dan informasi (TIK/ICT) yang disebut dengan e-government. Tetapi ada tiga hal persoalan mendasar di dalam penyelenggaran e-government tersebut yaitu ; inisiatif dan pemaknaan implementasi e-governmentoleh pemerintah daerah otonom masih bersifat sendiri-sendiri. Kedua, implementasi melalui situs web daerah tersebut belum didukung oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan, prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia. Ketiga, banyak pemerintah daerah meng-identikkan implementasi e-government hanya sekadar membuat situs web pemda saja (web presence), sehingga penyelenggaraan e-government hanya berhenti ditahappematangan saja dari 4 tahap yang harus dilalui.
Model Ideal Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Operasional Penanganan Bencana Alam
Edwi Arief Sosiawan
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 17, No 2 (2015): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (861.276 KB)
|
DOI: 10.33164/iptekkom.17.2.2015.175-188
Model ideal manajemen TIK dalam operasional penanggulangan bencana mensyaratkan adanya penambahan Bagian Urusan Teknologi dalam struktur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bagian ini nantinya akan memiliki dua seksi, yakni Seksi Operasional Administrasi dan Seksi Operasional Lapangan. Penelitian ini bermaksud untuk membuktikan efektivitas model tersebut melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan TIK yang menambahkan bidang TIK pada struktur BPBD terbukti memiliki kehandalan pada masa aman, masa bencana dan masa pascabencana. Kata Kunci : Manajemen, Teknologi Komunikasi Informasi, Kehandalan model
Model Komunikasi Kepelatihan untuk Peningkatan Prestasi Atlet
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i3.4734
Kemampuan teknis kecabangan umumnya pasti dikuasai oleh pelatih karena mereka yang berprofesi pelatih adalah mantan atlet atau person yang sudah memiliki sertifikasi kepelatihan dari berbagai macam penataran, training dan coaching clinic. Namun kemampuan melakukan komunikasi dalam kepelatihan belum tentu sepenuhnya dikuasai oleh kebanyakan pelatih.. Ttjuan penelitian ini adalah menambah pengembangan teoritis terhadap kajian komunikasi kepelatihan olah raga terutama dalam proses pelatihan fisik dan mental atlet dalam meningkatkan prestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi kepelatihan di antara empat cabang olah raga yang berbeda antara pelatih dan atlet berkembang dalam proses pelatihan dan diluar pelatihan. Bentuk komunikasi kepelatihan selama pelatihan dan di luar pelatihan umumnya adalah bersifat langsung tatap muka. Metode yang digunakan dalam komunikasi kepelatihan adalah menggunakan ceramah, dan demonstrasi serta juga melibatkan media video untuk lebih memberikan stimuli motivasi prestasi kepada masing-masing atlet. Pendekatan yang dilakukan dalam komunikasi kepelatihan adalah pendekatan keterbukaan, kekeluargaan dan personal dengan metode ceramah dan demonstrasi serta pemanfaatan video. Pemilihan metode dan pendekatan komunikasi kepelatihan tersebut sudah terbukti mampu memotivasi dan membangun kepercayaan diri atlet serta atlet dapat menerima dan menfsirkan pesan instruksional yang disampaikan dan diinginkan oleh para pelatih. Saran dan rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah pada sertifikasi pelatih pada masing-masing pelatih cabang olah raga.
Penggunaan Situs Jejaring Sosial sebagai Media Interaksi dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v9i1.3416
Komunikasi menggunakan situs jejaring sosial memiliki keutamaan yaitu memfasilitasi komunikasi dan interaksi secara virtual tanpa batas ruang dan waktu serta potensi untuk menjadikan komunikasi dan interaksi yang harmonis. Salah satu kelompok yang memerlukan dukungan social adalah mahasiswa yang masih berada pada tataran masa remaja. Mahasiswa membutuhkan dukungan yang semakin meningkat terutama ketika menghadapi situasi-situasi baru dan tantangan. Situasi ini dapat dialami ketika seorang remaja sebagai mahasiswa merantau ketempat atau daerah lain. Rumusan masalah yang diambil adalah :”Bagaimana Penggunaan situs jejaring social sebagai media interaksi dan komunikasi dalam memenuhi kebutuhan dukungan sosial di kalangan pengguna mahasiswa yang berada di lokasi Kelurahan Condong Catur dan Catur Tunggal Kabupaten Sleman? “Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bermaksud memberikan gambaran dan identifikasi tentang proses interaksi dan komunikasi dalam situs jejaring sosial beserta aspek psikologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diperoleh oleh subjek pengguna meliputi aspek rasa penghargaan yang diterima oleh informan pengguna dari links friends mereka. Banyaknya jumlah list friends merupakan bentuk dari perupaan jaringan komunikasi yang dibentuk oleh pemilik akun. Dalam konteks penelitian ini maka terbukti bahwa informan mendapat dukungan social dari sisi keterlibatannya dalam kelompok baik dalam konteks interaksi maupun dalam konteks komunikasi.
Model Manajemen Bisnis dan Komunikasi Pemasaran Stasiun Radio di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0
Sadeli Sadeli;
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v17i3.3774
Persaingan bisnis siaran radio semakin membuncah karena kondisi persaingan kanal yang rapat di Yogyakarta disertai dengan kondisi perubahan sosial akibat adanya revolusi 4.0. Digitalisasi dari revolusi industri 4.0 turut menurunkan jumlah pendengar radio karena lebih mudah mendapatkan informasi dan musik yang selama ini diperoleh hanya dari radio. I-Radio Jogja sebagai radio berjaringan tentunya memiliki tantangan dalam bersaing dengan pemain lama bisnis radio di Yogyakarta selain radio baru lainnya. Penelitian ini bertujuan menemukan model manajemen bisnis dan komunikasi poemasaran stasiun radio di era disgitgalisasi revolusi 4.0. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model manajemen bisnis radio harus mengedepankan konten lokal dengan menggabungkan antara acara musik dan informasi. Waktu prime time untuk kalangan muda sebagai pendengar adalah saat pagi dan sore hari. Dari sisi klien model manajemen yang ideal adalah menggunakan penawaran diskon dan mempertimbangkan keseimbangan keuntungan kedua belah pihak dengan penawaran terintegrasi dengan jaringan radio lainnya.
Audit Komunikasi Media Sosial di Masa Krisis COVID-19
Chusnina Dwi Saputri;
Puji Lestari;
Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v19i1.4720
Komunikasi krisis sektor pariwisata terjadi akibat oleh adanya pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit proses komunikasi pada akun media sosial Instagram @kemenparekraf.ri milik Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di masa krisis COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi dengan menggunakan pendekatan audit komunikasi. Desain audit komunikasi pada penelitian ini menggunakan lima tahapan utama pendekatan Npower Northwest. Hasil dari audit komunikasi menyatakan bahwa proses komunikasi yang dilakukan oleh Kemenparekraf melalui platform Instagram sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam melakukan komunikasi publik, meskipun ada beberapa kekurangan-kekurangan yang terjadi. Secara keseluruhan permasalahan tersebut lebih dominan pada kurangnya instrumen kebijakan, optimalisasi proses, konsistensi aktivitas, koordinasi internal organisasi, dan tidak adanya instrumen monitoring evaluasi dalam rangka pengelolaan media sosial Instagram secara konsisten. Rekomendasi yang diberikan dari penelitian ini kepada Kemenparekraf diharapkan melakukan pengelolaan akun instagram melalui kajian kebijakan secara spesifik, optimalisasi proses, pemberian saran, koordinasi dalam organisasi, melakukan aktivitas monitoring dan evaluasi secara periodik, serta menciptakan dan mengelola komunikasi dua arah untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Analisis Model Manajemen Teknologi Komunikasi Terpadu yang Digunakan Jajaran Pemerintah Provinsi DIY dalam Mendukung Operasional Pemerintahan dan Penanganan Bencana Alam
Edwi Arief Sosiawan;
Arif Rianto Budi Nugroho;
Susilastuti Susilastuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v10i2.121
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam fenomena penggunaan dan pemanfaatan jaringan teknologi komunikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY dengan rumusan masalah “Bagaimana model manajemen teknologi komunikasi terpadu yang digunakan jajaran Pemerintah Provinsi DIY dalam mendukung operasional pemerintahan dan penanganan bencana alam ?” Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan berbagai temuan di lapangan dan menganalisis struktur jaringan teknologi komunikasi yang digunakan dalam penanggulangan bencana alam di DIY. Dari hasil yang diperoleh dibuat model jaringan teknologi komunikasi yang dapat digunakan sebagai sarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Hasil penelitian menunjukkan adanya lembaga atau organisasi yang menangani masalah bencana alam yang dalam pengelolaanya memiliki eselon yang sama dan berada pada organisasi teknis yang khusus menangani masalah yang spesifik. Dalam pengelolaan bencana alam masing-masing lembaga tersebut melalui kebijakan pimpinan daerah memiliki kewenangan yang luas dan mampu langsung mengakses ke wilayah publik yang menjadi korban bencana atau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Dengan demikian ke tiga pemda yang diteliti telah memenuhi amanat UU 24/2007 dan Permendagri Nomor 21/2011 dalam membentuk badan atau institusi penanggulangan bencana daerah.
Model Komunikasi Pembelajaran Pedagogik Pada Sekolah Menengah Pertama Dalam Pembelajaran Daring Pandemi COVID-19
Edwi Arief Sosiawan;
Ratnawati Ratnawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v21i1.6475
Dampak pandemi COVID-19 menjadikan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus menjaga jarak danseluruh penyampaian materi harus tetap disampaikan di rumah. Salah satu pilihan proses pembelajaranselama pandemi COVID-19 yang paling umum dipilih adalah pembelajaran daring yang dianggap efektifdan efisien, namun pada praktiknya banyak kendala yang muncul dalam banyak hal mulai dari kegagapanhingga disparitas dalam akses jaringan internet dan kepemilikan teknologi. Penelitian ini bertujuan untukmenemukan model komunikasi pedagogik dalam proses pembelajaran daring selama pandemi COVID-19.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha mengungkap praktik dan faktadi lapangan proses komunikasi pedagogik pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMPN4 Depok Sleman melaksanakan komunikasi pedagogik pada aspek antisipasi didaktis secara inovatif denganmenambahkan materi pembelajaran yang berasal dari berbagai sumber digital berbentuk e-modul dan handout,sedangkan aspek didaktis pedagogik dipenuhi melalui penyediaan materi pada aplikasi pembelajaran daringmelalui pendekatan personal kemampuan siswa. Kontribusi penelitian ini memberikan model pembelajaranpedagogik pada pembelajaran daring sinkronis dalam bentuk brainstorming dan penugasan serta project basedlearning agar partisipasi aktif siswa dapat dilakukan dan memacu kompetensi siswa yang menyentuh aspek4C (Creativity, Collaboration, Critical Thinking, dan Communication) sebagai arah pembelajaran abad 21.