Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Model Sfae untuk Peningkatan Kemampuan Komunikasi dan Simulasi Matematika Pada Mahasiswa PGSD FIP Undiksha Suarjana, Made
Journal of Education Technology Vol. 4 No. 1 (2020): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v4i1.24077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan komunikasi dan simulasi matematika mahasiswa setelah diterapkan pembelajaran model SFAE pada mata kuliah Pendidikan Matematika di Kelas Tinggi dan (2) Kedala-kendala yang dialami mahasiswa dalam penerapan komunikasi dan simulasi matematika dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester IV kelas F PGSD FIP Undiksha. Penelitian ini dilakukan di Prodi PGSD FIP Undiksha. Penerapan pembelajaran berbasis SFAE dilakukan setelah mahasiswa mengikuti tes tengah semester (TTS). Hasil tes sebelum penerapan perangkat pembelajaran berbasis SFAE rata-rata 77.20 Setelah diterapkan perangkat pembelajaran berbasis SFAE maka dilakukan tes akhir semester (TAS) diperoleh hasil rata-rata 88.41. Hasil TTS dan TAS menunjukkan adanya peningkatan dari sebelum penerapan perangkat berbasis SFAE dengan setelah penerapan perngkat berbasis SFAE. Hasil komunikasi dan simulasi matematika mahasiswa memperoleh rata-rata 79.32. 
Pengaruh Penggunaan Mind Mapping berbantuan Alat Peraga Tangga Garis Bilangan terhadap Hasil Belajar Matematika Arsana, I Komang; Suarjana, Made; Arini, Ni Wayan
International Journal of Elementary Education Vol 3 No 2 (2019): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v3i2.18511

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Equivalent post test only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 40 orang siswa, 22 orang siswa kelas IV SD No 4 Sukasada sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 18 orang siswa kelas IV SD No 3 Ambengan sebagai kelompok kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar Matematika dilakukan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(2,111) > ttab(2,021), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, terdapat pengaruh terhadap hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan dan siswa yang belajar tanpa  menggunakan mind map berbantuan alat peraga tangga garis bilangan pada kelas IV gugus IV Sukasada. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mind mapping berbantuan alat peraga tangga garis bilangan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV Gugus IV Sukasada Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018
Analisis Sensitivitas Struktur Anjungan Lepas Pantai di Bawah Kedalaman Gerusan yang Bervariasi Suarjana, Made; Kiesin, Willy
Jurnal Teknik Sipil Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v20i1.6788

Abstract

Several offshore platforms operating in the Java Sea have reported experiencing scour at varying depths, raising concerns about the safety and integrity of these structures. Scouring, an erosion phenomenon that occurs around these offshore platform structures due to their presence, is one of the most common issues encountered. The presence of scour can have a significant impact on the safety of these structures. To comprehend the implications of scour on structural safety, sensitivity analysis proves to be an invaluable tool. Sensitivity analysis establishes a relationship between changes in the safety parameters of the structure, obtained through linear analysis, and the depth of scour. By investigating this connection, sensitivity curves can be generated, enabling a conservative prediction of alterations in the strength parameters of the structure due to scour. In this study, a four-legged jacket platform structure underwent linear analysis under storm and seismic conditions using the SACS software. The scour phenomenon was simulated by adjusting the mudline's elevation beneath the structure, modifying the pile coordinates, reducing the length of piles beneath the mudline, and accounting for soil characteristics at each scour depth in the model. The sensitivity analysis revealed that the safety factors of the upper structural components, connections, and piles decrease at varying rates corresponding to each component type as the scour depth of the platform increases. By implementing these sensitivity curves, engineers and operators can make informed decisions regarding the maintenance and retrofitting of offshore platform structures to ensure their ongoing safety and structural integrity in the face of scour-related challenges. This research provides valuable insights into the critical relationship between scour depth and structural safety, enhancing our ability to protect offshore operations in the Java Sea and similar environments.
Sambungan Balok-Kolom Baja Pemikul Momen Dengan Mekanisme Kuncian Teknik Sipil, Jurnal; Sukma Yuana , Prima; Moestopo, Muslinang; Kusumastuti, Dyah; Suarjana, Made
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.1

Abstract

Abstrak Dua pendekatan dalam desain sambungan tahan gempa telah digunakan sejauh ini. Pertama memanfaatkan balok sebagai sekering, berikutnya adalah melibatkan elemen tambahan sebagai sekering. Tuntutan untuk struktur berkelanjutan, membuat sistem struktur harus mudah dan cepat diperbaiki setelah gempa bumi. Sudah banyak dikembangkan penggunaan elemen tambahan pada komponen sambungan sebagai sekering. Beberapa mekanisme sambungan masih bisa dikembangkan lebih lanjut, salah satunya adalah sistem kuncian. Namun dari keseluruhan penelitian, mekanisme disipasi energi masih dipusatkan pada elemen balok yang dimodifikasi dengan kuncian. Kebaruan dan orisinalitas penelitian ini adalah mengembangkan sistem sambungan dengan kuncian sebagai sekering yang dapat diganti. Model yang diusulkan menunjukkan perilaku seismik yang cukup baik. Sambungan berhasil diatur sehingga kegagalan hanya terjadi pada elemen sekering, elemen balok dan kolom masih pada rentang elastis. Penelitian dilakukan dengan membuat model numerik menggunakan program berbasis elemen hingga Abaqus/Standard. Evaluasi dilakukan pada sistem sambungan berdasarkan kriteria dalam AISC 341 menggunakan pola pembebanan monotonik dan siklik. Parameter yang dianalisis antara lain pola keruntuhan sambungan, kemampuan deformasi, perilaku histeresis beban vs perpindahan, karakteristik kekuatan, karakteristik kekakuan, dan kapasitas disipasi energi. Penyerapan energi pada elemen kuncian berhasil membuat kerusakan hanya terpusat pada elemen sekering, sehingga sesuai dengan keunggulan utama dari sistem ini yaitu kemudahan dalam penggantian elemen sekering yang rusak akibat gempa. Kata-kata Kunci: Sambungan, balok-kolom, sekering, kuncian, penyerapan energi Abstract Two approaches in earthquake-resistant steel beam-column joints have been utilized, one involves using the beam as a fuse, while the other involves additional members as sacrificial elements. The current demand for sustainable structures requires systems that must be easily and quickly repaired after an earthquake. Various types of connections have been developed. Several connection mechanisms can still be developed further, interlock mechanism is one of them. However, from the entire research, the energy dissipation mechanism is still focused on beam elements modified with interlocking. The novelty and originality of this research is to develop a connection system with an interlock as a replaceable fuse element. The proposed model shows quite good seismic behavior. The connection was successfully arranged so that failure only occurred in the fuse element, the beam and column elements were still in the elastic range. The research was carried out by creating a numerical model using the Abaqus/Standard and the evaluation based on the criteria in AISC 341 using monotonic and cyclic loading. The parameters analyzed included connection failure patterns, deformation capability, load vs displacement hysteresis behavior, strength characteristics, stiffness characteristics, and energy dissipation capacity. Keywords: Connection, joint, beam-column, fuse, interlock, replaceable, energy dissipation