Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kualitas Spermatozoa dan Hormon Testosteron Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Meloxicam Putu Mila Ayustina; Ni Made Rai Suarni; Ni Gusti Ayu Manik Ermayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i02.p03

Abstract

Meloxicam adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAIDs) yang diberikan pada manusia dan hewan untuk mengobati peradangan paling banyak diresepkan. Penggunaan meloxicam yang tidak sesuai dengan ketentuan dosis dan dalam jangka panjang akan menimbulkan efek toksisitas dari meloxicam. Meloxicam dapat memicu stress oksidatif dan memiliki mekanisme kerja menghambat sintesis prostaglandin yang dapat mempengaruhi proses regulasi hormonal dan fungsi reproduksi jantan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kualitas spermatozoa dan kadar hormon testosteron jantan tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi Meloxicam. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis (RAL) Rancangan Acak Lengkap terdiri dari tiga perlakuan dan dua kontrol dengan 6 ulangan. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Meloxicam diberikan dosis 8,4 mg/kg BB dan ekstrak etanol daun kelor dosis 200 mg/kgBB/hari (P1), 400 mg/kgBB/hari (P2), dan 600 mg/kgBB/hari (P3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor dosis 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB berpotensi meningkatkan berat organ reproduksi, motilitas, viabilitas, jumlah spermatozoa, dan meningkatkan kadar hormon testosteron secara signifikan (P<0,05).
Morfologi Dan Rasio Spermatozoa X : Y Mencit (Mus Musculus) Yang Diberi Ekstrak Buah Juwet (Syzygium Cumini) Setelah Terpapar Asap Rokok Yoseph Raymond Irawan; NI Nyoman Wirasiti; Ni Made Rai Suarni; A.A.S.A Sukmaningsih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p10

Abstract

Buah Juwet merupakan buah dengan antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak buah juwet terhadap morfologi dan rasio spermatozoa X dan Y setelah terpapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu K-, K+ (pemberian 1 batang rokok komersil/hari), P1 (diberi ekstrak buah juwet 1,8mg/g BB dan satu batang rokok komersil/hari), P2 (diberi ekstrak buah juwet 1,8mg/g BB) dan P3 (pemberian satu batang rokok dengan filter bubuk ekstrak buah juwet/hari) dan setiap perlakuan terdapat 4 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah spermatozoa dengan morfologi abnormal dan rasio X : Y spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase spermatozoa abnormal antara kelompok kontrol dan perlakuan. Pada penelitian ini ekstrak buah juwet tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rasio spermatozoa X dan Y. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah juwet mampu menurunkan resiko munculnya kelainan morfologi pada spermatozoa setelah terpapar asap rokok. Namun ketiga metode tersebut belum mampu secara efektif mempengaruhi rasio spermatozoa X dan Y setelah terpapar asap rokok. Kata kunci: ekstrak juwet, mencit, radikal bebas, rasio spermatozoa, rokok.