Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL TIARSIE

Pengendalian Persediaan Spare Part Dengan Metode Klasifikasi ABC Pada Perum Damri Cabang Bandung Ghina Novita Sakinah; Leni Herdiani
Jurnal Tiarsie Vol 18 No 2 (2021): Jurnal TIARSIE 18.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v18i2.102

Abstract

Perum DAMRI Indonesia merupakan badan usaha milik negara dibawah naungan kementerian perhubungan yang memberikan pelayanan jasa di bidang transportasi darat. Dalam mengembankan usaha yang dijalani perusahaan membutuhkan laba yang optimal. Persediaan merupakan salah satu elemen yang berpengaruh pada laba karena mempengaruhi pendapatan perusahaan. Pada kondisi saat ini perusahaan belum merencanakan persediaan dengan optimal. Hal tersebut dikarenakan spare parts yang berada di gudang bervariasi dan kebutuhan permintaan yang berfluktuasi bersifat tidak menentu dalam jumlah maupun waktu kedatangan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan dapat mengalami kekurangan persediaan (out of stock). Dari permasalahan tersebut dibutuhkanlah upaya yang diawali dengan melakukan analisis klasifikasi ABC untuk menentukan jenis spare part yang termasuk kedalam kategori A, B dan C dan penentuan kuantitas pemesanan (q), safety stock (SS), Reorder point (ROP) dengan metode probabilistik continuous review system (model Q) lost sales dengan produk A. Lalu, metode probabilistik continuous review system model Q back order dengan produk B dan C. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan produk berdasarkan klasifikasi ABC sehingga produk dapat ditangani dengan lebih efisien dan menentukan kuantitas pemesanan, safety stock, reorder point dan total biaya persediaan yang optimal.
Perancangan Sistem Integrasi Administrasi Dan Keuangan Dalam Pelayanan Tera dan Tera Ulang Timbangan Riska Noviastuty; Leni Herdiani; Arief Ginanjar
Jurnal Tiarsie Vol 16 No 2 (2019): Jurnal TIARSIE 16.2 (edisi ekstra)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2302.718 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v16i2.49

Abstract

Dengan adanya pelimpahan kewenangan urusan kemetrologian dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten/kota berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014, maka banyak bidang atau unit pelaksana kemetrologian yang berdiri di daerah. Tidak terdapat perubahan terhadap pelaksanaan teknis kegiatan tera/tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP), namun setiap pemerintah daerah memiliki regulasi administrasi dan pelaporan keuangan tersendiri. Oleh karena itu sistem administrasi dan pelaporan keuangan lingkup kemetrologian juga perlu untuk dilakukan penyesuaian. Sejak tahun 2017, UPT Metrologi Legal Kota Bandung telah mengadopsi dan melakukan inovasi pelayanan administrasi tera/tera ulang dari pemerintah provinsi. Beberapa prosedur pengadministrasian dokumen yang masih manual telah dikomputerisasi dengan menggunakan Ms.Excel, namun hal tersebut masih dirasa belum cukup. Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut sistem pelayanan administrasi dan keuangan untuk lebih cepat pula, sehingga perlu adanya sebuah sistem informasi untuk mendukungnya. Sistem integrasi administrasi dan keuangan berbasis data internet dirancang untuk membantu meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan adminitrasi dan keuangan tera/tera ulang timbangan di kantor UPT Metrologi Legal Kota Bandung. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa dengan adanya sistem informasi ini dapat mempermudah rekapitulasi administrasi dan sinkronasi pelaporan keuangan. Sehingga dengan adanya sistem informasi ini dapat disusun rekomendasi SOP kegiatan pelayanan administrasi dan keuangan tera/tera ulang yang lebih efektif dan efisien.
Line Balancing Demi Tercapainya Efisiensi Kerja Optimal Pada Stasiun Kerja Leni Herdiani; Rico Syafarudin
Jurnal Tiarsie Vol 15 No 2 (2018): Jurnal TIARSIE 15.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.156 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v15i2.36

Abstract

Tanpa adanya keseimbangan lintasan dalam stasiun kerja maka proses produksi tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. Dalam proses produksinya, PT. MANDIRI dihadapkan pada permasalahan keseimbangan lintasan yaitu kurangnya efisiensi pada stasiun kerja, sehingga direncanakan untuk menentukan lintasan produksi yang optimal sehingga pembebanan pada setiap stasiun kerja akan lebih merata dan mengurangi kegiatan yang berhubungan dengan unsur waste atau kegiatan tidak produktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran waktu kerja dengan alat bantu stop watch dan metode Ranked Positional Weight. Data yang dianalisis adalah waktu yang diperlukan oleh operator untuk menyelesaikan produksi Spare Part dan output rate untuk produk rata-rata yang dihasilkan untuk menetapkan waktu siklus ideal. Kedua data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode RPW, hingga didapatkan waktu produksi dan efisiensi lintasan yang optimal serta stasiun kerja yang optimal pula. Hasil analisis menyatakan bahwa dengan penggunaan metode keseimbangan lintasan, perusahaan dapat mencapai efisiensi lintasan sebesar 92% dan mengurangi balance delay sebesar 17,48% dari 73,48% menjadi 56% Dan target produksi sebanyak 240 box/hari dapat terpenuhi secara maksimal.
Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness Guna Mengurangi Six Big Losses dan Upaya Perbaikan Dengan Pendekatan Kaizen 5S Rd Roro Dian Rahayu; Hennie Husniah; Leni Herdiani
Jurnal Tiarsie Vol 17 No 2 (2020): Jurnal TIARSIE 17.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v17i2.75

Abstract

KHSTEX saat ini sedang menghadapi kendala pada kualitas produk kain greyyang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. hal ini dapat berdampak buruk pada perusahaan sehingga akan menyebabkan ongkos produksimeningkat, keuntungan menurun, dan loyalitas pelangganpun ikut menurun apabila kualitas produk tidak diperhatikan oleh perusahaan. Dari perhitungan OEE tingkat efektivitas mesin palet menurut standart wordclass bisa dikatakan belum baik hal ini bisa dilihat dari perolehan nilai OEE dengan rata-rata persentase sebesar 71,8% dimana menurut standar word class dianggap efektif apabila berada diatas 85%, artinya kinerja dari mesin palet pada bulan september belum maksimal. Jenis Six Big Losses yang dominan pada mesin palet yaitu defect losses dan reduced speed losses. defect losses memiliki nilai sebesar 11,49% dan persentase terhadap losses lain yaitu sebesar 84,29%. Sedangkan reduce speed losses memiliki nilai sebesar 13,79 % dan persentase terhadap losses lain sebesar 45,97%.
Perancangan Voice Of Customer yang Efektif Sebagai Pendukung Kegiatan Customer Relationhip Management Leni Herdiani; Arief Ginanjar; Fajar Firmansyah
Jurnal Tiarsie Vol 17 No 4 (2020): Jurnal TIARSIE 17.4
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v17i4.95

Abstract

Perusahaan AUTO 2000 Asia Afrika Bandung adalah jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota. Pesatnya perkembangan bisnis yang mengadaptasi teknologi informasi, mendorong terjadinya persaingan bisnis. Setiap pelaku bisnis berlomba-lomba bersaing untuk merebut pasar dan juga meraih customer agar menggunakan produk atau jasa mereka. Untuk dapat bersaing di era teknologi ini, perlu sebuah konsep yang dapat membuat hubungan antara pihak dealer dan customernya selalu terjalin dengan baik yaitu dengan konsep Customer Relationship Management. AUTO 2000 Asia Afrika memiliki sistem yang mendukung kegiatan customer relationship management, salah satunya yaitu Voice of Customer (VOC), yang dimana VOC tersebut merupakan cara yang di lakukan oleh toyota agar suara konsumen di jadikan sebagai media untuk melakukan pengembangan terus menerus, terhadap segala bentuk layanan yang bersentuhan langsung dengan customer. Voice of Customer menjadi penting untuk memberikan pengalaman memiliki kendaraan terbaik bagi customer. VOC akan memahami keinginan dan mendengarkan setiap kritik, masukan, serta saran customer dalam setiap proses yang berjalan di dealer. Hanya saja VOC pada saat ini belum berjalan dengan baik dikarenakan sulitnya customer yang ikut berpartisipasi dalam pengisian VOC tersebut, oleh karena itu perlu merancang sistem informasi tersebut agar dapat berjalan efektif sehingga terciptanya kegiatan CRM yang di harapkan.
Penentuan Supplier Terbaik untuk Bahan Baku Paving Block dengan Metode Analytical Hierarchy Process Gani, Muhammad; Herdiani, Leni; Widjajani, W
Jurnal Tiarsie Vol 21 No 1 (2024): Jurnal TIARSIE 21.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v21i1.243

Abstract

Pemilihan supplier adalah aspek penting dalam proses pembelian bahan baku oleh perusahaan. Proses ini melibatkan berbagai kriteria, baik kuantitatif maupun kualitatif, sehingga menjadi masalah multi-kriteria yang kompleks. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu pemilihan supplier adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kriteria yang digunakan dalam proses pemilihan supplier dan menentukan supplier terbaik yang akan dijadikan pemasok oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang digunakan dalam pemilihan supplier meliputi kualitas, pengiriman, kuantitas, ketersediaan, harga, dan layanan. Berdasarkan hasil akhir prioritas, supplier terbaik yang dipilih adalah CV. Putra Mandiri dengan nilai tertinggi sebesar 0,359, diikuti oleh CV. Padmas dengan nilai 0,264, CV. Tiara dengan nilai 0,199, dan CV. Sribayu dengan nilai 0,178.
Efisiensi Biaya Persediaan Aluminium Sulfat dengan Komparasi Metode Pengendalian Persediaan Unit SPAM Regional Bansel Adiputra, Ryana Abdillah; Herdiani, Leni; Widjajani, W
Jurnal Tiarsie Vol 21 No 1 (2024): Jurnal TIARSIE 21.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v21i1.244

Abstract

Pengelolaan persediaan yang optimal akan berpengaruh pada efisiensi biaya persediaan. PT. Tirta Gemah Ripah unit SPAM Regional Bansel terkendala pada perencanaan dalam mengelola persediaan bahan baku koagulan diindikasikan dengan terjadinya stock out pada bahan baku koagulan. Tujuan penelitian mengusulkan pengelolaan persediaan bahan baku koagulan aluminium sulfat yang paling efisien dengan menggunakan metode LFL, EOQ, POQ, dan JIT. Hasil analisis dilakukan komparasi sesuai kebutuhan yang optimum menurut perusahaan yaitu minimasi biaya LFL (14%), minimasi biaya EOQ (8%), minimasi biaya POQ (9%), minimasi biaya JIT (9%)
Analisis Pemilihan Lokasi Ruang Produksi dan Gudang Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Brown-Gibson untuk Menghindari Risiko Banjir Herdiani, Leni; Syaputra, Gusti Dhio; Silitonga, Roland Y. H.; Suwandi, Florence
Jurnal Tiarsie Vol 21 No 3 (2024): Jurnal TIARSIE 21.3
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v21i3.257

Abstract

Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) adalah lembaga di bawah Kementerian Perindustrian yang bergerak di bidang penelitian, pengujian, sertifikasi, dan kalibrasi. Sering menghadapi masalah banjir di ruang produksi dan gudang saat musim hujan, yang menyebabkan kerusakan bahan baku serta mesin produksi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan lokasi baru untuk ruang produksi dan gudang penyimpanan guna melindungi aset dan menjaga kelancaran operasi. Metode Brown-Gibson digunakan dalam proses pemilihan lokasi baru. Metode ini menggabungkan faktor objektif dan subjektif dalam pengambilan keputusan, sehingga memberikan solusi optimal berdasarkan berbagai alternatif yang tersedia. Tujuan utama metode ini adalah untuk menentukan lokasi terbaik untuk lokasi pembangunan pabrik baru dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditetapkan, termasuk efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan operasional.