Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PENCAHAYAAN DAN RIWAYAT MEROKOK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TEMINDUNG KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 Apriyani Apriyani; Eko Mujianto; Muhammad Habibi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.461

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia.Indonesia menempati urutan kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia pada tahun 2016 setelah India.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik rumah dan riwayat merokok terhadap kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Case Control dengan total sampel sebanyak 48 responden dimana kelompok kasus sebanyak 24 responden dan kelompok kontrol sebanyak 24 responden. Hasil analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan (p=0,023) dengan OR=4,048 dan riwayat merokok (p=0,009) dengan OR=3,244. Dapat disimpulkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit tuberkulosis adalah tingkat pencahayaan dan riwayat merokok.Diharapkan masyarakat dapat melakukan kebiasaan membuka jendela setiap pagi hari untuk menjaga pencahayaan, kelembaban dan suhu dalam keadaan optimal serta meningkatkan pengetahuan mengenai syarat dan manfaat rumah sehat, tuberkulosis dan bahaya merokok melalui penyuluhan yang dilakukan oleh puskesmas.
Implementasi Peraturan Walikota Samarinda Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Kelurahan Teluk Lerong Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda (Studi Koordinasi Wilayah Pokmas II) Muhammad Wendy; Muhammad Habibi; Ahmad Yani; Abdul Rofik
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 11 No. 1 (2026): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PROBEBAYA) merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Kota Samarinda yang bertujuan meningkatkan pembangunan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis Rukun Tetangga (RT). Implementasi program ini diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala, seperti kurang optimalnya komunikasi antar pelaksana program, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum maksimalnya keterlibatan masyarakat dan lembaga terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Peraturan Walikota Samarinda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PROBEBAYA) di Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan model implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PROBEBAYA di Kelurahan Teluk Lerong Ulu telah berjalan cukup baik. Komunikasi antar pelaksana program telah dilakukan melalui sosialisasi dan koordinasi, sumber daya yang tersedia cukup mendukung pelaksanaan program, disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang baik, serta struktur birokrasi telah berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah daerah, pendanaan program, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, waktu penyusunan laporan yang terbatas, dan belum optimalnya koordinasi antar pihak terkait.
SOSIALISASI PEMBENTUKAN BANK SAMPAH DI RT 33 KELURAHAN LOA BAKUNG, KECAMATAN SUNGAI KUNJANG, KOTA SAMARINDA Ahmad Yani; Muhammad Habibi; Trisna Waty Riza Eryani; Deasy Khairunnisa; Riski Syahril Ramadhan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di RT 33 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta mengurangi kualitas kebersihan permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong terbentuknya Bank Sampah sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, diskusi bersama warga untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang dimiliki lingkungan setempat, pendampingan teknis terkait pemilahan sampah, serta pembentukan struktur organisasi Bank Sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, disertai terbentuknya kepengurusan Bank Sampah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi. Keberadaan Bank Sampah diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan, kehidupan sosial, dan nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan di lingkungan lain.
Efektivitas Program Rehabilitasi Sosial bagi Anak Jalanan di Kota Samarinda Trisna Waty Riza Eryani; Konita Turaina; Firdayanti Ayu Nurunda; Ahmad Yani; Abdul Rofik; Muhammad Habibi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5810

Abstract

Street children are children aged 5–18 years who spend a significant portion of their time in public spaces, particularly on the streets. Samarinda, as the capital of East Kalimantan Province, continues to face complex social problems related to the presence of street children despite the existence of regulatory measures. Samarinda City Regional Regulation Number 7 of 2017 prohibits people from giving money to beggars, street children, and homeless individuals in public places. However, in practice, street children are still frequently found, especially at traffic intersections. This condition is influenced by several factors, including family economic pressure, limited rehabilitation facilities or shelters, and the influence of the street environment that encourages children to remain involved in street activities. This study aims to analyze the effectiveness of the social rehabilitation program implemented by the Samarinda City Office of Social Affairs and Community Empowerment in improving the behavior and living conditions of street children. This research employed a qualitative method with an exploratory approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive data analysis model proposed by Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, and Johnny Saldana. The results show that the social rehabilitation program for street children in Samarinda is relatively effective. A total of 28 street children participated in vocational skills training such as welding, beauty services, cooking, and baking. These activities help change the mindset of street children and encourage them to engage in more productive activities. However, the program still faces several obstacles, including limited rehabilitation facilities, family economic pressure, and the influence of the street environment that often encourages children to return to street life.
Peran Koperasi Kelurahan Merah Putih Lempake Sebagai Percontohan Di Kalimantan Timur: Penelitian Arbainah Saidi; Muhammad Habibi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.424

Abstract

Kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Asta Cita atau 8 (delapan) Cita atau Misi Pembangunan sebagai upaya perwujudan Visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, dimana salah satu cita-cita tersebut adalah Swasembada Pangan Berkelanjutan. Untuk itu diperlukan Sebagai strategi untuk melaksanakan amanah pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan, maka Presiden menerbitkan Instruksi Presiden (inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk pemerataan ekonomi melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi di desa/kelurahan. Inpres tersebut ditujukan kepada para Menteri dan Kepala Badan terkait serta Para Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia untuk mengambil konkret membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan salah satunya adalah Kelurahan Merah Putih (KKMP) Lempake Kota Samarinda yang dengan segala kesiapan ditetapkan sebagai Koperasi Merah Putih (KMP) Mock up (percontohan) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis eksploratif untuk menggali dan menjelaskan secara mendalam mengenai Peran Koperasi Kelurahan Merah Putih Lempake Sebagai Percontohan Di Kalimantan Timur, dengan berfokus pada Manajemen Koperasi (KDKMP) yang di ideal, Model ideal yang bisa di replikasi ke seluruh wilayah, dan Dukungan penguatan oleh pemerintah daerah. KKMP Lempake di dirikan sesuai dengan Instruksi Presiden (inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk pemerataan ekonomi melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi di desa/kelurahan. Para perjalanannya, setelah didirikan para pengurus KKMP Lempake segera mengurus legalitas sebagaimana persyaratan sah keberadaan koperasi di Indonesia. Semangat melaksanakan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 dan kelengkapan administrasi pendirian, dasar hukum berupa Akta Notaris, Keputusan Menteri Hukum, hingga kelengkapan dokumen perijinan berusaha OSS memberi penghargaan berupa ditetapkannya KKMP Lempake sebagai KDKMP percontohan untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Penetapan tersebut juga memandang bahwa KKMP Lempake sebagai KDKMP dengan manajemen yang ideal untuk menjadi percontohan. Selain itu KKMP Lempake memiliki semangat juang dalam membangun KMP dengan memadukan unit bisnis mandatory dan unit bisnis berbasis potensi lokal sehingga menjadi model yang ideal yang dapat direplikasi ke seluruh KDKMP se-Kalimantan Timur. Sebagai KDKMP yang menjadi percontohan tentu saja berhak atas dukungan penguatan kelembagaan dari Pemerintah Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur.