Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengabdian Kepada Masyarakat Patient Safety (PKMPS) :Peningkatan Pengetahuan Bagi Perawat Tentang Keselamatan Pasien Anggreini, Yunita Dwi; Kirana, Wahyu; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/twxbge90

Abstract

Implementasi keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting karena hal tersebut merupakan salah satu indikator mutu rumah sakit. Implementasi dari setiap sasaran keselamatan pasien yang kurang optimal dapat berdampak pada kejadian yang tidak diharapkan dan berdampak pada kualitas perawatan dan lama hari rawat pasien disebuah rumah sakit. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang sasaran keselamatan pasien dan implementasinya di rumah sakit. Desain yang digunakan adalah PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu pelaksanaan kegiatan dimulai menyusun desain, instrumen, pengumpulan data, pengolahan, dan analisis data. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan ini yang teridiri dari 50% perawat vokasi dan 50% perawat profesional (ners). Peserta dibagi kedalam empat kelompok dan diberikan modul keselamatan pasien yang disertai kasus pemicu, yang dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan serta diskusi selama 90 menit. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 65% pengetahuan tentang implementasi keselamatan pasien di rumah sakit meningkat.
Optimalisasi Terapi Bermain (Puzzle) untuk Mengurangi Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Sari, Lintang; Kirana, Wahyu; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/9kbj8p49

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan tahapan penting dalam kehidupan manusia yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Dalam beberapa kasus, fase ini dapat terganggu oleh kejadian buruk seperti penyakit, nyeri, prosedur invasif, trauma dan rawat inap. Hospitalisasi adalah kondisi krisis yang terjadi pada anak saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Apabila anak tidak bisa beradaptasi dengan baik, maka akan menyebabkan munculnya rasa takut dan cemas yang berdampak pada perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, penting untuk melakukan intervensi sederhana yang dapat mengurangi kecemasan dan stress sebagai bentuk reaksi hospitalisasi pada anak. Intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi bermain (puzzle) yang telah terbukti efektif mengurangi dampak hospitalisasi. Kegiatan bermain puzzle merupakan kegiatan yang tidak memerlukan energi besar sehingga cocok dilakukan oleh anak yang menjalani hospitalisasi. Pengabdian kepada masyarakan ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode yang digunakan adalah terapi bermain menggunakan puzzle. Hasil yang didapatkan diantaranya anak-anak menjadi lebih ceria dan tenang setelah diberikan terapi bermain puzzle. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle efektif mengurangi kecemasan pada anak usia prasekolah yang di rawat di ruang anak Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak.
Internalized Stigma pada Penderita Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.19974

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a long-lasting condition and most patients experience relapse during their illness. One of the most significant predictors of relapse in people with schizophrenia is internalized stigma. This study aims to identify internalized stigma in schizophrenia patients at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. This type of research is quantitative with a descriptive analytic design used to provide an overview of internalized stigma in schizophrenia patients. This research was conducted at the Outpatient Clinic of the West Kalimantan Provincial Mental Hospital in January-February 2025. The population in this study were families and schizophrenia patients who performed outpatient care in the polyclinic room of the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. Data collection used the standardized internalized stigma of mental illness inventory scale (ISMI-9) instrument. This instrument includes five aspects namely alienation, stereotype endorsement, perceived discrimination, social withdrawal and stigma resistance consisting of 4 Likert scales. The results showed that most respondents experienced internalized stigma in the mild category. Patients with mental disorders, especially schizophrenia, are at high risk of experiencing internalized stigma which can have adverse effects. Keywords: Internalized Stigma, Schizophrenia  ABSTRAK Skizofrenia adalah kondisi yang berlangsung lama dan sebagian besar pasien mengalami kekambuhan selama menderita penyakit tersebut. Salah satu prediktor yang paling signifikan terhadap kekambuhan pada penderita skizofrenia adalah internalized stigma atau stigma terinternalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi internalized stigma pada penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain descriptive analytic yang digunakan untuk memberikan gambaran internalized stigma pada penderita skizofrenia. Penelitian ini dilakukakan di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Januari-Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dan pasien skizofrenia yang melakukan rawat jalan di ruang poliklinik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Pengumpulan data menggunakan instrumen internalized stigma of mental illness inventory scale (ISMI-9) yang sudah baku. Instrumen ini mencakup lima aspek yaitu alienation, stereotype endorsement, perceived discrimination, social withdrawal dan stigma resistance yang terdiri dari 4 skala likert. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami internalized stigma kategori ringan. Penderita gangguan jiwa terutama skizofrenia berisiko tinggi mengalami internalized stigma yang dapat menimbulkan dampak buruk. Kata Kunci: Internalized Stigma, Skizofrenia
EFEKTIVITAS MANAJEMEN DIRI TERHADAP RESILIENSI REMAJA Florensa, Florensa; Nurul Hidayah; Fajar Yousriatin; Lintang Sari; Wahyu Kirana
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 12: Juli 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai tekanan psikologis. Resiliensi menjadi kemampuan penting yang perlu dikembangkan untuk menghadapi tantangan perkembangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui peningkatan manajemen diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen diri terhadap resiliensi remaja di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-test post-test with control group. Sampel terdiri dari 80 remaja SMP yang dibagi secara acak ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen (n=40) yang mendapatkan pelatihan manajemen diri, dan kelompok kontrol (n=40) yang tidak mendapatkan intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala resiliensi yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor resiliensi remaja kelompok eksperimen setelah intervensi (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan. Perbandingan antara kelompok juga menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik. Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen diri berkontribusi positif dalam meningkatkan resiliensi remaja. Pelatihan manajemen diri dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam penguatan mental dan sosial remaja di lingkungan pendidikan.
Hubungan Perilaku Caring Perawat dalam Konteks Islam dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Fajar Yousriatin; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Diena Juliana; Dewin Safitri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10054

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is one indicator of the success of hospital services. Patient satisfaction, especially those who are Muslim is influenced by several factors including Islamic caring behavior shown by nurses. This study aims to determine the relationship between caring behavior of nurses in the islami context and patient satisfaction. The research method used a cross-sectional study. The research was conducted at YARSI General Hospital (RSU) with a total of 88 patients as respondens. Data collection used research instruments consisting of an Islamic behavior questionnaire to measure caring behavior in an Islamic context, and a RATER questionnaire (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) to measure patient satisfaction. The result of statistical test with Spearman-rank correlation showed that there was a positive relationship between nurse caring behavior in the Islamic context and patient satisfaction with a significance value of 0.0005 (p value 0.05). The better the nurse’s caring behavior in the Islamic context, the patient’s satisfaction will increase Keywords: Caring behavior, Nurse, Islam, Patient’s satisfaction  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien terutama yang beragama islam dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat dengan memperhatikan nilai-nilai islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak dengan jumlah responden sebanyak 88 pasien. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner perilaku islami untuk mengukur perilaku caring dalam konteks islam, dan kuesioner RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, Responsiveness) untuk mengukur kepuasan pasien. Hasil uji statistik dengan korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,005 (p 0,05).Semakin baik perilaku caring perawat dalam konteks islam maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Kata Kunci: Perilaku Caring, Perawat, Islam, Kepuasan Pasien
Determinants of Relapse Among Schizophrenia Patients in West Kalimantan: A Cross-sectional Study Wahyu Kirana; Dewin Safitri; Yunita Dwi Anggreini
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 3 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i3.26541

Abstract

Relapse can affect functional impairment, rehospitalization, readmission, and long-term disability among schizophrenia patients. Although several factors, such as medication adherence, internalized stigma, and family support, are recognized as determining factors, there is still limited evidence from the Indonesian context, especially in West Kalimantan. This study aimed to evaluate the factors associated with relapse among schizophrenia patients. A quantitative, cross-sectional design was conducted at a mental hospital in West Kalimantan. A total of 63 patients and their families participated in this study, selected using a consecutive sampling technique. The MMAS-8, ISMI-9, and family support questionnaires were used to collect the data; patients completed the MMAS-8 and ISMI-9 questionnaires directly, whereas their&#8194;families completed the family support questionnaire using a Google Form. The patients' medical reports were used to identify the relapse rate. Data were analyzed using Fisher's exact test and multivariate logistic regression.? Fisher's exact test showed that medication adherence was significantly associated with relapse (p = 0.02, p < 0.05), while internalized stigma and family support were not associated (p = 0.21; p = 0.12, p > 0.05). Medication adherence was the strongest factor associated with relapse, with an Adjusted Odds Ratio (AOR) of 2.091. This finding suggests that schizophrenia patients with a low level of medication adherence were over two times more likely to experience a lifetime relapse compared to those with a higher level of medication adherence?Keywords: ?Family Support, Internalized Stigma, Medication Adherence, Relapse, Schizophrenia
PERAN SERTA ORANG TUA DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Lintang Sari; Dewin Safitri; Wahyu Kirana; Florensa Florensa; Fajar Yousriatin; Yunita Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan mental emosional sangat penting bagi perkembangan anak baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang, sehingga diperlukan perhatian khusus dalam mendeteksi kondisi mental emosional serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan masalah perkembangan yang terjadi. Peran orangtua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan mental emosional anak usia dini. Peran serta atau keterlibatan orangtua merupakan faktor yang paling krusial karena orangtua adalah sosok yang menciptakan lingkungan aman dan nyaman serta menumbuhkan rasa sayang dan empati pada anak. Selain itu, orangtua juga mempunyai kewajiban untuk membimbing anak dalam mengenali, memahami dan mengungkapkan emosi yang dirasakan secara benar.Perkembangan mental emosional anak merupakan faktor yang memengaruhi kualitas hidup anak baik di masa kini maupun masa akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua terkait pentingnya peran serta orangtua dalam pemantauan perkembangan mental emosional anak usia dini. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode partisipatif yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan edukasi, pendampingan, evaluasi dan umpan balik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 08 Juli 2025 di Posyandu RW 5 wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Setelah diberikan edukasi mengenai pentingnya peran serta orangtua dalam pemantauan perkembangan mental emosional anak usia dini, 80% peserta menyampaikan sudah memahami terkait perkembangan mental emosional anak usia dini. Perkembangan mental emosional setiap anak bervariasi. Masa usia dini merupakan golden age atau masa keemasan dalam hidup seseorang, yang mencakup seluruh aspek perkembangan, diantaranya perkembangan fisik, kognitif, mental, sosial dan emosi. Pada tahap ini, otak anak berada dalam kondisi optimal untuk menyerap dan memproses informasi, sehingga setiap rangsangan atau stimulasi yang diberikan kepada anak akan mempengaruhi hidup mereka di masa akan datang.
OPTIMALISASI PENCEGAHAN STROKE MELALUI SKRINING SKOR RISIKO STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR SERASAN PONTIANAK Dewin Safitri; Nurpratiwi Nurpratiwi; Lintang Sari; Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan skor risiko stroke merupakan Tindakan pencegahan efektif yang secara signifikan dapat mengurangi kejadian dan dampak stroke dengan mengidentifikasi individu berisiko tinggi sejak dini serta memungkinkan intervensi tepat waktu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mencegah kejadian stroke dengan cara mengidentifikasi kelompok risiko tinggi stroke melalui skrining skor risiko stroke. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tanggal 11 Juli 2025 di Posyandu Mawar RW 3 yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Hasil skrining didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, usia < 60 tahun, mayoritas menderita hipertensi, frekuensi nadi teratur, tidak menderita diabetes melitus dan hiperkolesterol, bukan perokok, kadang-kadang berolahraga, indeks massa tubuh ideal dan tidak mempunyai riwayat keluarga dengan stroke. Dari hasil tersebut, faktor-faktor yang paling signifikan adalah faktor yang dapat dimodifikasi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, 13 partisipan (65%) termasuk dalam kategori risiko rendah dan 7 partisipan (35%) kategori risiko tinggi. Partisipan yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi memerlukan manajemen diri yang baik sehingga pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan.
Peningkatan Pengetahuan Perawat tentang Keselamatan Pasien di Fasilitas Layanan Kesehatan Berbasis Video Pembelajaran: Pengabdian Kepada Masyarakat: Penelitian Yunita Dwi Anggreini; Wahyu Kirana; Hendra Priyatnanto; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5532

Abstract

Kesalahan penggunaan obat tidak hanya terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga di rumah saat pasien atau pengasuh menyiapkan atau mengonsumsi obat. Prevalensi kesalahan pengobatan di rumah yang berakibat fatal berkisar antara 2–33%. Oleh karena itu, perawat memerlukan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar patient safety, baik di rumah maupun di fasilitas kesehatan. Pengetahuan tersebut dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan dengan media audiovisual. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di fasilitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal) berbasis kebutuhan masyarakat, dengan sasaran petugas kesehatan di Puskesmas yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 dan diikuti oleh 30 peserta. Sebelum kegiatan, peserta mengisi kuesioner pretest tentang keselamatan pasien, kemudian mengikuti pembelajaran melalui video dan diskusi selama 30–45 menit, serta dilanjutkan dengan posttest. Data pengetahuan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pembelajaran, sebagian besar peserta (80%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan video efektif meningkatkan pengetahuan peserta tentang keselamatan pasien.
Pemberdayaan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Kekambuhan Penderita Skizofrenia: Pengabdian Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5140

Abstract

Schizophrenia is a mental health problem with a high relapse rate, influenced in part by the family's ability to care for the patient. Families, as primary caregivers, play a crucial role in preventing relapse in schizophrenia patients. This community service activity aims to empower families in efforts to prevent relapse in schizophrenia patients. The method used was educational counseling and mentoring through interactive discussions with 20 families accompanying schizophrenia patients undergoing outpatient treatment at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital. The activity was carried out on November 17, 2025, using leaflets containing information about schizophrenia, signs and factors of relapse, and the role of families in patient care. Evaluation was carried out through observation and discussion. The results of the activity showed an increase in family understanding regarding relapse prevention, medication adherence, and increased family confidence in carrying out their role as caregivers.