Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Puitika

Pengantar Editor Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 20 No. 3 (2024): Edisi Khusus Pemetaan dan Pendokumentasian Warisan Tambang Batu Bara Ombilin S
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i3.617

Abstract

Temuan potensi deposit tambang batu bara Ombilin pada 1868 oleh Willem Hendrik De Greve membawa harapan baru bagi pemerintah kolonial Belanda. Meskipun lokasinya susah untuk diakses, Belanda bersikeras untuk membangun kawasan tambang batu bara tersebut. Peralatan berteknologi tinggi menjadi tantangan untuk mengeksplorasi deposit batu bara. Diperlukan waktu sekitar sepuluh tahun untuk membangun infrastruktur tambang bawah tanah. Selain keberhasilan dalam mengeksplorasi batu bara di Sawahlunto, sumber energi tersebut juga telah menghidupkan berbagai mesin produksi dan transportasi di daerah lain. Selain menciptakan peluang baru seperti lapangan pekerjaan, profesi baru, interaksi budaya, mobilitas barang dan manusia, keberadaan tambang batu bara Ombilin merupakan contoh dari upaya manusia untuk mewujudkan ide dan gagasan dengan bantuan teknologi bagi kepentingan hidupnya.
Warisan Tambang Batu Bara Ombilin-Sawahlunto: Empat Tahun Setelah Penetapan Warisan Dunia dan Ingatan Kolektif Lainnya Sudarmoko, Sudarmoko; Putra, Heru Joni
Puitika Vol. 20 No. 3 (2024): Edisi Khusus Pemetaan dan Pendokumentasian Warisan Tambang Batu Bara Ombilin S
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i3.618

Abstract

The Ombilin coal mine in Sawahlunto, West Sumatra, is one of the sites designated as a UNESCO World Heritage Site in 2019. The designated objects and attributes include not only the coal mining area but also the railway network spanning seven districts and cities, as well as the warehouse at Silo Gunung in Padang City. This article provides an update on the current condition of several designated objects and attributes, particularly regarding managing this World Heritage Site, which was newly designated during the COVID-19 pandemic. Several objects and attributes have received little attention regarding activation and maintenance efforts, compounded by the absence of a management body or integrated management system with the authority to design and implement strategic management programs for WTBOS. Additionally, this article analyzes the impact of high technology introduced by the development of the Ombilin coal mine and its connection to the culture of West Sumatra. Collective memory, as recorded in literary works, travelogues, and biographies, is also explored to illustrate how the community perceives and experiences the presence of WTBOS and its railway network. These collective memories are essential to uncover as a complement to the information and data already presented in the WTBOS nomination dossier for World Heritage status.
Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari: Kajian Psikologi Sastra Nabila, Aisyah Fitri; Sudarmoko, Sudarmoko; Yusuf, M.
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.52-65.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena kejiwaan yang tampak pada tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari yang disebabkan oleh faktor keyakinan. Fenomena kejiwaan tersebut terjadi ketika tokoh utama berusaha mencapai aktualisasi dirinya. Untuk mencapai aktualisasi diri itu, tokoh utama berusaha mencari kebahagiaannya dengan berusaha membuat ajaran Ahmadiyah dapat diterima dan diakui oleh masyarakat. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Menjelaskan proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari.Untuk menganalisis aktualisasi diri pada tokoh utama, diperlukan unsur instrinsik yang berhubungan dengan kejiwaan yang dialaminya yaitu: 1) Tokoh dan penokohan, 2) Latar, dan 3) Alur. Terkait dengan kejiwaan tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari, digunakan kajian psikologi sastra dengan didukung oleh teori kebutuhan bertingkat yang dikemukakan oleh Abraham Maslow untuk menganalisis proses pencapaian aktualisasi dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penelitian berupa: 1) Pengumpulan data, 2) Analisis data, dan 3) Penyajian hasil analisis data yang bersifat deskriptif berupa kata-kata tertulis.Dari hasil analisis disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Maryam karya Okky Madasari telah gagal dalam mencapai aktualisasi dirinya terlihat dari beberapa persoalan kejiwaan yang ia alami yaitu rasa: 1) Gelisah, 2) Takut, dan 3) Ragu dalam menghadapi sikap masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyah. Ajaran-ajaran dalam Ahmadiyah berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya sehingga menyebabkan ajaran tersebut tidak diakui oleh masyarakat. Maryam juga tidak dapat memenuhi ciri-ciri orang yang mengaktualisasikan diri ditandai dengan: 1) Karakternya yang emosional, 2) Pilihan pasangan dalam rumah tangga jauh lebih buruk, 3) Merasa ragu dalam memutuskan sesuatu serta 4) Selalu dicemari oleh rasa cemas dan takut.
Intertekstualitas Puisi "Negeri Para Bedebah" Karya Adhie Massardi Terhadap Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Telaah Intertekstual Julia Kristeva Ainun, Nur; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.49-60.2022

Abstract

Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya. Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Kabar Buruk Dari Langit Karya Muhidin M. Dahlan (Tinjauan Strukturalisme Genetik) Syuryani, Nabila; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.61-75.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel, (2) latar belakang sosial dan budaya pengarang, (3) pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari Langit, untuk mengetahui hubungan struktur cerita dengan struktur masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Strukturalisme genetik merupakan analisis struktur yang memberi perhatian terhadap asal-usul karya sastra. Strukturalisme genetik menghubungkan antara struktur karya sastra dengan masyarakat yang menghasilkannya. Dalam penelitian ini, menggunakan metode diakletik dengan prinsip kerjanya adalah pengetahuan mengenai fakta-fakta kemanusiaan yang dihubungkan dengan mengintegrasikannya ke dalam keseluruhan. Langkah kerja dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca dan memahami objek serta mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa (1) struktur yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari langit, dalam novel ini terdapat satu tokoh utama yaitu Kau, juga beberapa tokoh tambahan seperti Jibril, Zora, Ibnu Suja’I, Kiai Djukriyah, Kiai Kudhori, Sasi Amicta, dan Suster Burni. Latar tempat yang digunakan meliputi Kota Kudus, Bukit Makrifat dan Aceh. Latar waktu yang digunakan adalah merujuk pada kisaran abad ke-19 Masehi atau sekitaran tahun 1900-an. Latar sosialnya adalah pada masa penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Nusantara, (3) latar belakang sosial dan budaya pengarang yang mempengaruhi pandangan dunianya dalam menciptakan novel ini adalah organisasi yang pernah ia ikuti seperti, Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta buku-buku bacaanya yang lebih banyak mengenai agama dibandingkan dengan buku sastra, (3) pandangan dunia Muhidin M Dahlan dalam novel Kabar Buruk dari Langit adalah kritikannya terhadap orang-orang yang menjual nama agama demi kepentingan pribadinya sendiri, dan menegaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang berhak menghakimi seseorang atas dosanya, hanya Tuhan yang berhak menilai seorang berdosa, dan pantas dihakimi atau tidak.
Masalah Ibu dalam Kumpulan Cerpen Rumah Ibu Karya Harris Effendi Thahar: Tinjauan Sosiologi Sastra Adi Putra, Try Julian; Syafril, Syafril; Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.23-35.2021

Abstract

Skripsi ini membahas tentang bentuk-bentuk masalah ibu dalam kumpulan cerpen “Rumah Ibu” karya Harris Effendi Thahar dengan tinjauan sosiologi sastra. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. yaitu pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Metode kualitatif digunakan dalam melakukan proses penyediaan data. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber dan data yang didapat dari kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap data yang telah didapat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk masalah ibu yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ditemukan bentuk-bentuk masalah ibu dalam kumpulan cerpen Rumah Ibu karya Harris Effendi Thahar sebagai berikut: (1) Masalah ibu yang didurhakai anaknya, (2) Masalah ibu yang tidak disayangi oleh anaknya, (3) Masalah ibu yang anak-anaknya tidak mengerti situasi dan kondisi ibunya, (4) Masalah ibu yang dikecewakan oleh anaknya.
Masalah Sosial dalam Buku Kumpulan Cerpen Ramuan Penangkal Kiamat Karya Zelfeni Wimra: Tinjauan Sosiologi Sastra Alfarizi, Muhammad; Fadlillah, Fadlillah; Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.197

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sosial yang ada pada lima cerpen dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra. Penelitian ini mengkaji bagaimana permasalahan sosial dan penyelesaian permasalahan sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra?Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif deskriptif. Terdapat tiga yang digunakan dalam proses penelitian ini, yaitu teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, permasalahan sosial yang ditemukan yaitu 1) masalah kemenakan dari seorang Datuak yang dipenjara karena dituduh membuka praktik menggugurkan kandungan; 2) Masalah Kucing Lapar yang mencuri di Rumah Besar; 3) Masalah Peperangan kaum adat dengan kaum agama; 4) Masalah “Siapa Si Mas yang pendusta?”; 5) Masalah Langang yang sudah meminum air tanah abang.Kata Kunci: cerpen, kumpulan cerpen, masalah sosial, Rumah Berkucing Lapar, Zelfeni Wimra