Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON 1.0038 AKIBAT PERBEDAAN AYUNAN ELEKTRODA PENGELASAN SMAW Peri Irawan; Jasman Jasman; Delima Yanti Sari; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.076 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v3i1.181

Abstract

Kekuatan sambungan hasil pengelasan pengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah ayunan elektroda. Ayunan elektroda memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menyambungkan kedua sisi baja dengan diberi penetrasi disaat elektroda mencair, tetapi setiap ayunan elektroda memiliki kekuatan sambungan yang berbeda. Tujuan penilian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi ayunan terhadap sambungan las SMAW pada baja 1.0038. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode eksperimen. Penilitian ini menggunakan jenis sambungan kampuh V, Variasi ayunan yang digunakan yaitu ayunan spiral, segitiga, dan zig zag. Spesimen yang digunakan adalah plat baja 1.0038 dengan ketebalan 8 mm serta menggunakan elektroda E7018 diameter 3,2 mm. Arus yang digunakan yaitu 80 A dalam pengelasan filler dan capping, 60 A untuk pembuatan root. Hasil penilitian ini adalah spesimen kontrol memiliki hasil rata-rata tegangan 446,2 N/Mm2, regangan 32 %, modulus elastisitas 1,40 Kn/Mm2, baja dengan ayunan spiral memiliki hasil 438,9 N/Mm2, 28,06 %, 1,57 Kn/Mm2, ayunan segitiga 441,73 N/Mm2, 26,93 %, 1,64 Kn/Mm2, ayunan zig-zag 444,4 N/Mm2, 27,3 %, 1,63 Kn/Mm2. Sambungan hasil pengelasan didominasi oleh variasi ayunan, kuat arus, akurasi pengelasan, penembusan dan polaritas listrik. Variasi ayunan dalam penyambungan logam mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan las. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengelasan dengan menggunakan ayunan zig-zag menghasilkan nilai kekuatan tarik yang paling tinggi dari seluruh spesimen pengujian yang diberi perlakuan pengelasan yaitu 444,4 N/Mm2 serta hasil penetrasi yang baik.
Peningkatan Layanan Pendidikan Anak-Anak Melalui Program Bimbingan Belajar Di Desa Batu Gana Imbalo Hasibuan; Peri Irawan; Anisa Sabila; Cahaya Cahaya; Hidia Fitri; Iqrima Sahuro; Mhd Ilham Nasution; Rosila Rosila; Vivit Felia Putri; Ali Jusri Pohan
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i1.2507

Abstract

Students are not only required to be able to memorize but also have to understand and be interested, because if children are interested in the lesson they will naturally find out what they don't know. For this reason, learning using the learning while playing method is implemented so that it can motivate students in learning to become more creative individuals and also active in thinking and solving problems. Tutoring plays a very important role in children's learning development, because what children get is not only from school, with tutoring it can help children's difficulties while at school. Non-formal education is expected to increase students' interest or interest in learning. In non-formal education, students are invited to learn using different methods to formal education in general, non-formal education is more relaxed and fun by introducing something new or interesting things that they don't understand, different from formal education, learning is more fun by playing games. on the sidelines of learning when the child seems to be getting bored with learning.
Inovasi Dalam Pembelajaran Untuk Mewujudkan Pusat Sumber Belajar Yang Efektif Tika Widiyan; Muhammad Robi Purwanto; Muhammad Khoirul Imam; Husni Waskito; Endrizal; Peri Irawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran inovasi pembelajaran dalam pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB) yang efektif di era digital. Menggunakan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengevaluasi metode inovatif seperti blended learning, flipped classroom, dan integrasi teknologi dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran mampu mentransformasi PSB menjadi lingkungan belajar digital yang interaktif dan memperluas akses pendidikan di luar ruang kelas tradisional. Penerapan model pembelajaran inovatif terbukti meningkatkan efektivitas PSB melalui penyajian materi yang dipersonalisasi, pemantauan perkembangan belajar secara real-time, serta peningkatan keterlibatan siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan digital, dan kesiapan pendidik masih menjadi hambatan. Solusi yang disarankan meliputi pemerataan akses teknologi, pelatihan guru berkelanjutan, dan pengembangan materi belajar yang dapat diakses secara luring. Dengan demikian, inovasi pembelajaran menjadi kunci dalam menciptakan PSB yang adaptif, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMANFAATKAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN Puspa Indah Hayati; Juni Erpida Nasution; Muli Prima Aldi M; Lestari; Muhammad Robi Purwanto; Peri Irawan; Silvia Zunita
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi AR mampu menghadirkan visualisasi interaktif yang mempermudah mahasiswa memahami konsep abstrak berbasis nilai-nilai Islam, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR ke dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi strategi efektif untuk memaksimalkan manfaat AR. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis pendidik, penerapan AR berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa MPI, menciptakan lulusan yang kompeten, serta relevan dengan kebutuhan era digital.
Supervisi Kolaboratif Di Era Digital: Strategi Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Administrasi Muli Prima Aldi M; Leni Fitrianti; Muhammad Khoirul Imam; Juli Resdianto; Husni Waskito; Endrizal; Peri Irawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3090

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong perubahan mendasar dalam sistem manajemen pendidikan, khususnya pada penyelenggaraan layanan administrasi yang dituntut semakin efisien, transparan, dan akuntabel. Meskipun demikian, pelaksanaan supervisi administrasi di berbagai lembaga pendidikan masih cenderung mengandalkan pendekatan konvensional yang bersifat hierarkis dan belum sepenuhnya responsif terhadap perkembangan digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, permasalahan, serta strategi implementasi supervisi kolaboratif berbasis digital sebagai pendekatan alternatif yang menekankan kemitraan profesional, komunikasi dua arah, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian, kerangka teoretis, dan praktik implementatif terkait supervisi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas supervisi kolaboratif digital dipengaruhi oleh tingkat kompetensi digital sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur teknologi, budaya kerja yang partisipatif, serta dukungan kebijakan kelembagaan. Kajian ini menawarkan kontribusi konseptual dengan memposisikan supervisi kolaboratif digital sebagai model integratif yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas dan inovasi dalam tata kelola administrasi pendidikan. Temuan ini menegaskan urgensi transformasi budaya organisasi dan penguatan kapasitas digital pengawas guna mewujudkan manajemen administrasi pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.