Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Komunikasi Terapeutik Melalui Pendidikan Kesehatan tentang Lifestyle pada Penderita Hipertensi Sudarsih, Sri; Santoso, Windu; Taqiuddin, Muhammad Hafidh; Fadhilah, Khoirunnisa Nurul
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol4No1.pp1-5

Abstract

Hypertension sufferers need to be fully aware of the importance of lifestyle modification in controlling high blood pressure as well as the need for comprehensive health education and health promotion programs for hypertension sufferers. This community service activity aims to apply therapeutic communication through health education about lifestyle for hypertension sufferers. Community service activities were carried out by the team on July 22 2023 regarding the implementation of therapeutic communication through lifestyle education for hypertension sufferers at Posbindu in the Kedungsari area, Mojokerto City. This community service activity is in collaboration with cadres and people in charge of the Kedundung Community Health Center, Mojokerto City. Most of the participants' knowledge increased in the good category, 16 participants (67%) and the sufficient category, 33 participants (33%). This community service activity is an implementation of therapeutic communication through education that goes according to plan and the evaluation results show an increase in participants' knowledge after being provided with education. Educational activities implementing therapeutic communication need to be continued and programmed for students as an effort to improve their ability to apply therapeutic communication.
Education On The Quality of Work Life as a Basis Preparing a Strategy for Handling Turnover Intention Santoso, Windu; Sudarsih, Sri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol4No1.pp76-80

Abstract

Quality of work life (QWL) is needed to maintain the workforce so that there is no desire to change work places. In health services, the transfer of nurses to another workplace (turnover) can have a negative impact on providing patient care. The purpose of this service activity is to provide education about the quality of work life as a basis for developing strategies for handling turnover intention. The problem found is that educational activities about the quality of work life are very important to help nursing managers to retain nurses in the workplace. Many nurses are still not satisfied with their QWL so this will have an impact on turnover intentions and increased nurse turnover in several hospitals. This service activity is carried out in two stages, namely the preparation stage and the implementation stage. This education was provided to service participants consisting of nursing managers in several hospitals in the East Java region, totaling 13 nurses. Activities are carried out online via the zoom meeting room. The agreed strategy for handling treatment complications is: providing a minimum reward in accordance with the employee's minimum wage, in employee recruitment it is necessary to consider male nurses as a priority, considering the domicile and marital status as well as the prospective husband's/husband's place of work. The agreed strategy can be implemented in hospitals as an effort to reduce intensity turnover.
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASA PANDEMI COVID - 19 Santoso, Windu; Sudarsih, Sri
Viva Medika Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v14i02.578

Abstract

At this time, Indonesia is preparing to enter a new normal life phase in the face of the Corona Virus pandemic. Several forms of changes or new transformations which later gave birth to the term "New Normal or New Habit Adaptation", namely changes in behavior to continue carrying out normal activities but with the addition of implementing health protocols to prevent transmission of the corona virus. The purpose of this study was to determine the readiness of the community in implementing adaptation. new habit. The research design used was a survey research design with a sample of 403 respondents in the district and city of Mojokerto. Data collection was carried out using a questionnaire which was distributed via google form. The data analysis used is descriptive analysis with frequency distribution. The results showed that a small proportion of respondents who were ready to implement the adaptation of new habits were 39.0% while those who were not ready were 30.8%. Every individual must have the desire to return to normal activities, be able to return to work, school, and interact with one another and do other activities in order to remain productive during a pandemic. We can do this if we can adapt to new habits, namely by applying the discipline of healthy living to each of us. The community's unpreparedness is due to not being used to new behaviors so that adaptation needs to be improved. Adaptation of new habits is an obligation for every individual and is a collective concern to break the chain of Covid-19 transmission.
2. Hubungan antara Kejadian Ketuban Pecah Dini dengan Partus Prematur di Ruang (VK) Bersalin Bapelkes RSD Swadana Jombang Tahun 2005 Sri Sudarsih
MEDICA MAJAPAHIT Vol 1 No 1 (2009): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan partus prematur. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah responden sebesar 334 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total jumlah sampel sebesar 334 pasien yang mengalami partus prematur yang disebabkan KPD yaitu sebesar 98 (29,34%), 89 (36,65%) pasien yang mengalami KPD tapi tidak disertai partus prematur, 97 (29,04 %) pasien yang mengalami partus prematur namun tidak mengalami KPD, dan 50 (14,97%) pasien tidak mengalami KPD serta tidak mengalami partus prematur. Hasil chi square dari penelitian ini didapat bahwa X2 hitung > X2 tabel (6,24>3,84) sehingga H1 diterima. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan partus prematur di ruang bersalin Bapelkes RSD Swadana Jombang
Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Dengan Diabetes Melitus Di RS Gatoel Mojokerto Anton basuki; Sri Sudarsih
MEDICA MAJAPAHIT Vol 4 No 2 (2012): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pasien di RS. Gatoel Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan nonequivalent time sample design dengan populasi pasien Diabetes Mellitus sebanyak 15 subyek yang diseleksi menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling sebagai teknik samplingnya. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian senam diabetes terhadap kadar gula darah. Senam diabetes dapat mengakibatkan dampak yang baik terhadap kadar gula darah penderita diabetes mellitus yakni semakin menurunkan kadar gula darah apabila rutin melakukannya.
Hubungan Antara Pendapatan Keluarga Dengan Status Gizi Balita Usia 36-60 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gondang Mojokerto Sri Sudarsih; Pipit Bayu Wijayanti
MEDICA MAJAPAHIT Vol 5 No 2 (2013): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah yang multidimensi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pendapatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam tercapainya status gizi yang baik, karena ketidakmampuan dalam keuangan menyebabkan kurangnya kemampuan keluarga untuk memenuhi asupan gizi balita sesuai dengan standar kesehatan. Kondisi ini menyebabkan status gizi balita cenderung menurun dan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan balita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan Retrospektif Study. Responden dalam penelitian ini adalah ibu balita dan balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Gondang Kabupaten Mojokerto. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan pengukuran status gizi menggunakan timbangan, KMS. Data diolah menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Pearson correlation didapatkan nilai p = 0,187 dan ( p > 0,05) berarti tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita.Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Gondang Kabupaten Mojokerto, dapat disimpulkan bahwa dari 17 responden yang pendapatan keluarganya < UMK sebagian besar status gizinya baik sebesar 10 balita (33,4%). Sedangkan dari 13 responden yang pendapatan keluarganya ≥ UMK sebagian besar status gizinya buruk sebesar 5 balita (16,5%)
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Status Gizi Balita Di Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Sri Sudarsih
MEDICA MAJAPAHIT Vol 6 No 1 (2014): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita merupakan salah satu kelompok umur di masyarakat yang rawan gizi dan rawan penyakit. Pemberian makan balita sangat tergantung pada ibu. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik, kemungkinan akan memberikan gizi yang cukup bagi anaknya. Selain itu sikap ibu merupakan hal yang sangat penting dalam pemberian makan pada anak. Maka dari itu penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang status gizi balita di Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancang bangun cross sectional. Variabel independennya pengetahuan dan sikap ibu dan variabel dependennya status gizi balita. Populasinya seluruh ibu dan balita sebanyak 53 ibu dan balita dan diambil 41 orang sebagai sampel menggunakan purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan lembar observasi, timbangan sertaKK atau KMS balita. Selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman’s rhotest dan Chi square test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang tentang gizi balita yaitu sebanyak 26 orang (63%), sebagian besar memiliki sikap negatif tentang gizi balita yaitu sebanyak 23 orang (56%), dan sebagian besar status gizi balitanya kurang yaitu sebanyak 26 orang (63%). Hasil Spearman’s rho test menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang status gizi balita di Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. pada nilai p (0,007) < α (0,05) dan hasil Chi square test menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang status gizi balita di Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. pada nilai p (0,000) < α (0,05). Pengetahuan dan sikap merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan asupan gizi pada balita yang pada akhirnya mempengaruhi status gizi balita. Tenaga kesehatan khususnya perawat dapat meningkatkan program kerja dalam peningkatan gizi balita dengan memberikan contoh menu yang seimbang pada ibu balita, mengadakan lomba balita sehat, mengadakan lomba memasak makanan balita yang menarik dan bervariasi, serta memberikan tips cara mengatasi kesulitan makan pada balita.
Pola Asuh Orang Tua Pada Remaja Yang Memiliki Perilaku Merokok Di Smpn I Mojoanyar Jabon Mojokerto Sri Sudarsih
MEDICA MAJAPAHIT Vol 8 No 1 (2016): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal yang sangat memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang semakin hari semakin muda dan kebanyakan dimulai pada usia anak – anak atau remaja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan menggambarkan pola asuh orang tua pada remaja yang memiliki perilaku merokok. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII di SMPN 1 Mojoanyar Jabon Mojokerto yang merokok yang berjumlah 69 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di SMPN I Mojoanyar Jabon Mojokerto pada bulan Mei 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pola asuh orang tua adalah permisif yaitu sebanyak 43 responden (76,81%). Pola asuh permisif membuat hubungan anak-anak dengan orang tua penuh dengan kasih sayang, tapi menjadikan anak agresif dan suka menuruti kata hatinya. Secara lebih luas, kelemahan orang tua dan tidak konsistennya disiplin yang diterapkan membuat anak-anak tidak terkendali, tidak patuh, dan akan bertingkah laku agresif di luar lingkungan keluarga. dapat disimpulkan sebagai bahwa sebagian besar pola asuh orang tua pada remaja yang memiliki perilaku merokok adalah pola asuh permisif. Tenaga kesehatan atau khususnya perawat dapat memberikan pendidikan dan informasi melalui penyuluhan tentang pentingya pola asuh yang diberikan kepada anak sebagai upaya untuk mencegah anak terjerumus kepada perilaku merokok.
Vaksin Kolera Di Tanah Kolonial: Upaya Pengendalian Penyakit Di Kota-Kota Besar Di Jawa, 1910-1912 Faishal Sahru Rhamadan, Faishal; Rochwulaningsih, Yety; Sudarsih, Sri
PURBAWIDYA Vol. 14 No. 2 (2025): 14(2) November 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2025.11245

Abstract

This study examines the implementation of cholera vaccination programs in Java between 1910 and 1912 through a qualitative historical approach based on a comprehensive review of primary and secondary sources, verified both internally and externally. It explores the development and administration of cholera vaccines among the population of the Dutch East Indies in the early twentieth century. The findings indicate that Java were highly vulnerable to cholera outbreaks, recording 72,013 cases and 56,309 deaths (73.7%) in 1910, primarily in major urban centers such as Semarang, Surabaya, Batavia, and Pasuruan. A.H. Nijland, Director of the Pasteur Institute, significantly advanced cholera vaccine research and advocated mass immunization as a governmental public health strategy. Following his recommendation, the colonial administration launched a large-scale vaccination campaign across endemic areas beginning in 1910. This initiative effectively reduced both incidence and mortality, with reported cases decreasing to approximately 9,500 and a mortality rate of 56.5% by 1911. The study concludes that mass vaccination represented a pivotal epidemiological intervention in mitigating cholera transmission and improving public health outcomes in the Dutch East Indies.
Assistance in Developing Role Play Videos to Improve Therapeutic Communication Skills of Nursing Students Sudarsih, Sri; Santoso, Windu; Taqiuddin, Muhammad Hafidh
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i2.1843

Abstract

While still students, nurses are required to possess advanced communication skills to build effective relationships with the individuals they serve and provide quality care. This program will be implemented with a participatory and interactive approach, consisting of several stages: preparation, implementation, evaluation, and reporting. As an effort to improve nursing students' therapeutic communication skills, the Community Service activity focused on creating role play videos. This activity was carried out through four core stages: preparation, implementation, evaluation, and reporting. The results of measuring therapeutic communication skills through observations of students during the role play video preparation showed that all 26 items were completed by students during the role play. The mentoring activity for creating experience-based therapeutic communication role play videos was effective in improving students' therapeutic communication skills. The process of creating scenarios, assigning roles, and conducting role plays provided a hands-on learning experience that enabled students to better understand the concept of therapeutic communication.