Hidayat Hidayat
Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Skrining Katarak Dan Edukasi Penyakit Hipertensi Sebagai Upaya Pencegahan Katarak Di Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Hidayat Hidayat; Primalia Sulistiowati; M. Azzaky Bimandama; Marhani Yunita
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.25190

Abstract

Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan berhubungan dengan berbagai faktor risiko, salah satunya hipertensi. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai hubungan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak, terutama pada individu dengan hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining katarak serta memberikan edukasi mengenai hipertensi sebagai upaya pencegahan katarak di Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan mata. Sebanyak 66 orang peserta mengikuti pemeriksaan. Hasil menunjukkan bahwa 16 orang (24,25%) menderita katarak dan 42 orang (63,6%) menderita hipertensi. Secara rinci, 15 orang (22,7%) mengalami katarak disertai hipertensi, 1 orang (1,5%) mengalami katarak tanpa hipertensi, dan 27 orang (41%) mengalami hipertensi tanpa katarak. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kasus katarak berkaitan dengan hipertensi (93,7%). Skrining rutin dan edukasi kesehatan penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan deteksi dini serta kesadaran masyarakat dalam pencegahan katarak.
Hubungan Jumlah Virus Terhadap Infeksi Oportunistik Pada Pasien Human Immmunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome Aina Audrieas; Hidayat Hidayat; Neno Fitriyani Hasbie; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21843

Abstract

Infeksi oportunistik merupakan faktor penyumbang utama angka kesakitan dan kematian pada penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/AIDS, yang terjadi akibat penurunan fungsi sistem imun. Salah satu faktor yang memengaruhinya ialah jumlah virus dalam tubuh pasien. Studi ini bertujuan guna melihat korelasi antara jumlah virus dengan insidensi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Studi ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel mencakup 111 penderita HIV yang melaksankan terapi dan sesuai kriteria inklusi. Data berasal dari rekam medis meliputi jumlah virus dan jenis infeksi oportunistik, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil studi mendapatkan jika sebanyak 62 pasien (55,8%) mengalami infeksi oportunistik, dengan jenis infeksi terbanyak yaitu tuberkulosis  paru (45,2%), kandidiasis (21,0%), dan sifilis (16,1%). Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara jumlah virus dengan kejadian infeksi oportunistik (p = 0,039). Ditinjau dari studi ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara jumlah virus dan infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, pemantauan viral load secara berkala penting dilakukan guna mendeteksi dini risiko infeksi oportunistik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Sex, Brinkman Index, And Pleural Glucose Levels As Predictors Of Pleurodesis Outcome In Malignant Pleural Effusion: Evidence From Rsud Jenderal Ahmad Yani Metro (2023–2024) Fransisca TY Sinaga; Fitriyah Shahab; Achmad Gozali; Retno Ariza S Soemarwoto; Muhammad Junus Didiek Herdarto; Andreas Infianto; Apri Lyanda; Hidayat Hidayat
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (In Press)
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v20i1.12348

Abstract

Malignant pleural effusion (MPE) is a frequent complication of advanced adenocarcinoma, leading to dyspnea and impaired quality of life. Pleurodesis is the standard palliative approach, but outcomes vary. This study evaluated the association of sex, smoking exposure (Brinkman Index), and pleural glucose with pleurodesis success. An observational analytic study was conducted at RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Lampung, from July 2023 to July 2024. Thirty-eight patients with adenocarcinoma-related MPE were recruited; six were excluded, leaving 32 eligible subjects who underwent bleomycin pleurodesis. Outcomes were categorized as complete response (CR), partial response (PR), or failure. Associations between predictive factors and pleurodesis outcomes were analyzed using the Chi-Square test. Pleurodesis success correlated significantly with sex (p = 0.042), Brinkman Index (p = 0.027), and pleural glucose (p < 0.001). Females achieved higher CR rates (53.8%) than males (15.8%). Lower Brinkman Index values were linked to better outcomes, while pleural glucose >60 mg/dL strongly predicted success. Conclusion: Sex, smoking exposure, and pleural glucose may predict pleurodesis outcomes in adenocarcinoma-related MPE. Female sex, lower smoking burden, and higher pleural glucose were associated with improved pleural adhesion, supporting their role in guiding treatment.
Uji Validitas Metode Immunochromatographic Test ANTI-HCV Dalam Skrining Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah: Studi Cross-Sectional Di UDD PMI Provinsi Lampung Mutiara Salsabila; Mulat Muliasih; Zulhafis Mandala; Hidayat Hidayat; Akhmad Kheru Darmawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25762

Abstract

Hepatitis C Virus (HCV) merupakan agen IMLTD utama yang menyebabkan penyakit hati kronis hingga sirosis dan karsinoma hepatoseluler. Permenkes RI No. 91 Tahun 2015 menetapkan standar minimal sensitivitas 99,5% dan spesifisitas 98% untuk metode skrining IMLTD. Penelitian observasional diagnostik cross-sectional ini menganalisis 100 sampel darah donor secara consecutive sampling di UDD PMI Provinsi Lampung (Desember 2025–Maret 2026). CLIA menggunakan Roche Cobas e402 sebagai standar baku; ICT menggunakan kit Biocare Combo 4 dilakukan oleh peneliti yang di-blinding terhadap hasil CLIA. CLIA mendeteksi 8 sampel reaktif (8,0%; 95% CI 4,1–15,0%); ICT hanya mendeteksi 1 (1,0%), berbeda bermakna secara statistik (uji eksak McNemar, p = 0,016). Validitas ICT: sensitivitas 12,5% (95% CI: 2,2–47,1%), spesifisitas 100% (96,0–100%), NPP 100%, NPN 92,9%, LR− 0,875, akurasi 93,0%. Seluruh 7 negatif palsu memiliki titer S/CO CLIA 1,09–8,55, mencerminkan keterbatasan analitik inheren visualisasi membran nitroselulosa dibandingkan amplifikasi photomultiplier CLIA. ICT tidak memenuhi ambang batas sensitivitas regulasi dan tidak dapat digunakan sebagai metode tunggal skrining IMLTD; transisi ke CLIA atau EIA sangat direkomendasikan.