Claim Missing Document
Check
Articles

Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran PT. WOW Komunindo (Studi Etnografi pada Produk Marcopolo) Nisrina Rahmanita; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6356

Abstract

Marketing communication planning is carried out in order to increase sales and introduce the brand of a product to the audience by conveying effective messages and in accordance with the target audience. PT. Wow Komunindo is one of the advertising companies in Indonesia that carries out marketing communications to meet the wishes of its clients. PT. Wow Komunindo has its own way of planning marketing communications. The role of symbolic interaction and organizational culture is very important in the planning of PT marketing communications. Wow Komunindo. This research uses a qualitative approach with ethnographic methods. Data collection applied was by participant observation, in-depth interviews with employees of PT. Wow Komunindo, as well as document analysis. The conclusion of this study is that there are 6 stages of marketing communication planning which consists of Briefing, Brainstorming, Pre-Production Meeting, Production, Post Production Meeting, and Media Placement. From these stages, interactions occur that contain symbols such as rules, expectations, and organizational culture such as duty rituals and social rituals are created.Perencanaan komunikasi pemasaran dilaksanakan agar meningkatkan penjualan serta memperkenalkan merek sebuah produk kepada khalayak dengan cara menyampaikan pesan yang efektif dan sesuai dengan target audience. PT. Wow Komunindo adalah salah satu perusahaan periklanan di Indonesia yang melakukan komunikasi pemasaran untuk memenuhi keinginan klien. PT. Wow Komunindo mempunyai caranya sendiri dalam merencanakan komunikasi pemasaran. Peran interaksi simbolik serta budaya organisasi sangat lah penting dalam perencanaan komunikasi pemasaran PT. Wow Komunindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data yang diterapkan adalah dengan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan karyawan PT. Wow Komunindo, serta analisis dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat 6 tahapan perencanaan komunikasi pemasaran yang terdiri dari Briefing, Brainstorming, Pre-Production Meeting, Production, Post Production Meeting, dan Media Placement. Dari tahapan-tahapan tersebut terjadi interaksi yang mengandung simbol-simbol seperti peraturan, harapan, dan juga tercipta budaya organisasi seperti ritual tugas maupun ritual sosial.
Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran Ben Gong’s Tea selama Covid-19 Jordan Liunardi Sugiarto; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10254

Abstract

The purpose of marketing communications is to introduce a product and increase sales. Ben Gong's Tea is a line of business with franchises from abroad. In Indonesia it already has 5 branches. Management of this business is very interesting because in the conditions of the COVID-19 pandemic they are still doing business. In doing business Ben Gong's Tea has a strategy to keep visitors busy. Researchers used a qualitative methodology using the case study method, and this data collection used non-participant observation, in-depth interviews, documentation, and archival records. Research manages data such as data reduction and data presentation. The results showed that there were interactions that had symbols that t strengthened their business, such as regulations and the use of language in daily activities to attract consumers' attention and comfort in purchasing these products.Tujuan komunikasi pemasaran adalah memperkenalkan sebuah produk dan meningkatkan penjualan. Ben Gong’s Tea adalah suatu bidang usaha dengan franchise dari luar negeri. Di Indonesia ia sudah memiliki 5 cabang. Pengelolaan bisnis ini sangat menarik dikarenakan pada kondisi pandemi COVID-19 mereka masih tetap menjalankan bisnisnya. Dalam melakukan bisnisnya Ben Gong’s Tea memiliki strategi agar konsumen tetap melakukan pembelian. Peneliti menggunakan pendekaan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Sedangkan untuk pengumpulan data digunakan observasi non partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, rekaman arsip. Penelitian mengelola data seperti reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan adanya simbol-simbol tertentu dalam interaksi dalam Ben Gong’s Tea. Hasil interaksi ini adalah peraturan yang dapat memperkuat bisnis. dan penggunaan bahasa dalam kegiatan sehari-hari untuk menarik perhatian dan kenyamanan konsumen.
Interaksi Simbolik dalam Word of Mouth Untuk Mengenalkan Iphone di Kalangan Persahabatan (Studi Etnografi Teori Peran Pengambilan Keputusan dalam Lingkungan Persahabatan) Daniel Christofer; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8075

Abstract

The purpose of introducing the Iphone to friends in an environment of friendship is to influence an environment so that there is a common use of the product. The Iphone itself is one of the best mobile phones in its class compared to other competitors. Iphone users who are satisfied will be a promotional medium with word of mouth theory and will try to influence the environment so that they are like themselves. Consumers who have positive feedback according to role theory will act as initiators and influencers who will try to incorporate thoughts as Iphone users into their environment. The initiator himself tries to do one of the symbolic interaction theories, namely the pygmalion effect where a thinker turns into a reality. This research was conducted with the aim to find out how much the role of social interaction that occurs in an environment can influence the purchase decision of a product or service. This research is different from previous studies because on this occasion symbolic interactions were examined through word of mouth.Tujuan mengenalkan Iphone kepada para sahabat dalam lingkungan persahabatan adalah untuk memengaruhi sebuah lingkungan agar terjadi kesamaan penggunaan produk. Iphone sendiri merupakan salah satu handphone terbaik di kelasnya dibanding kompetitor lainnya. Para pengguna Iphone yang merasa puas akan menjadi media promosi dengan teori word of mouth, dan akan mencoba untuk memengaruhi lingkunga nya agar seperti dirinya. Konsumen yang memiliki feedback positif menurut teori peran akan bertindak sebagai initiator dan juga influencer yang akan mencoba memasukkan pemikiran sebagai pengguna Iphone ke dalam lingkungannya. Initiator sendiri mencoba melakukan salah satu teori interaksi simbolik yaitu pygmalion effect dimana sebuah pemikirin berubah menjadi sebuah kenyataan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui peran interaksi sosial yang terjadi di sebuah lingkungan dalam memengaruhi keputusan pembelian sebuah produk maupun jasa. Penelitian kali ini berbeda dari penelitian terdahulu karena pada kesempatan kali ini interaksi simbolik yang dikaji melalui word of mouth.
Perencanaan Komunikasi Pemasaran Starbucks Selama Covid-19: Studi Kasus Interaksi Simbolik Starbucks di Perumahan Citra Enam Febriyanto Febriyanto; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8120

Abstract

Marketing communication is important especially in determining the success of a product. Starbucks that must be able to struggle in the midst of the COVID-19 pandemic that attacks many economic sectors in the world must set their marketing communication plans to match their initial targets. Although there are many considerations in determining planning in the midst of COVID-19. Starbucks image branch 6 establishes in advance the business objectives, strategy, tactics, rules, monitoring, and evaluation. In this research has a very important role. Determination of the right strategy and also how they set business goals in the midst of a pandemic virus will have an effect on their sales, of course after that they must also carry out monitoring and evaluation to see what they have set. This research uses a qualitative methodology with a case study method. Collecting data in this method by means of in-depth interviews, documentation, archival records and participant observation. In this research, there is an interaction that uses symbols such as regulations and the use of language in daily activities at Starbucks, the sixth image branch, especially in the midst of this co-19 pandemic.Komunikasi pemasaran merupakan hal yang penting terlebih dalam menentukan keberhasilan dari sebuah produk. Starbucks yang harus dapat berjuang di tengah masa pandemic COVID- 19 yang menyerang banyak sektor perekonomian di dunia harus menetapkan perencanaan Komunikasi pemasaran mereka agar sesuai dengan target awal mereka. Walaupun banyak pertimbangan dalam menentukan perencanaan di tengah COVID-19 ini.Starbucks cabang Citra 6 menetapkan terlebih dahulu Tujuan bisnis, Strategi,Taktis, Aturan, Monitoring, dan Evaluasi . Dalam penelitian ini memiliki peran yang sangat penting.Penentuan Strategi yang tepat dan juga bagaimana mereka menetapkan tujuan bisnis di tengah pandemi virus ini akan memberikan dampak ke penjualan mereka, tentu setelah itu mereka harus juga melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat apa yang telah mereka tetapkan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dalam metode ini dengan cara wawancara mendalam, dokumentasi, rekaman arsip dan observasi partisipan. Dalam penelitian ini terjadi adanya interaksi yang menggunakan simbol-simbol seperti peraturan dan adanya penggunaan bahasa dalam kegiatan sehari-hari di Starbucks cabang Citra Enam terlebih di tengah pandemi covid-19 ini.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kuliner Para Followers Akun @Jktfoodbang Devita Lusiana; Widayatmoko Widayatmoko; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1991

Abstract

Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang telah menumbuhkan pengaruh bagi masyarakat dalam berkomunikasi. Dari perkembangan teknologi ini, masyarakat dapat berkomunikasi menggunakan media sosial Instagram. Di Indonesia, penggunaan Instagram menempati peringkat ketiga media sosial yang paling banyak diakses. Kegunaan Instagram saat ini tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi Instagram telah menjadi sarana media promosi dan bahkan menjadi sarana informasi khususnya untuk para pencinta kuliner. Hal ini ditandai dengan munculnya akun kuliner @jktfoodbang yang banyak diikuti oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial instagram (X) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner (Y) para followers akun @jktfoodbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori penggunaan media sosial Instagram, dengan dimensi context, communication, collaboration, dan connection. Ditambah dengan teori pemenuhan kebutuhan informasi dengan dimensi cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs dan escapist needs. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @jktfoodbang dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden, menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling insidental. Dari penelitian diperoleh hasil persamaan regresi linear Y = 8,426 + 0,747 X dan nilai signifikasi 0,000 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial Instagram terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner para followers akun @jktfoodbang.
Fenomena Ciong Pada Budaya Penganut Konghucu Rizki Tanto Wijaya; Suzy S. Azeharie; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3934

Abstract

Bagian etnis Tionghoa yang masih kental dengan unsur budaya ialah etnis Tionghoa penganut agama Konghucu. Feng Shui merupakan salah satu warisan budaya yang masih tetap eksis hingga saat ini. Pemanfaatan Feng Shui kian diterapkan oleh penganut Konghucu dalam menjalankan sektor kehidupan dalam hal memperoleh keharmonisan dan kemakmuran hidup. Dibalik kepercayaan penganut Konghucu terhadap Feng Shui, penganut Konghucu mengenal budaya Ciong yang niscaya dapat membawa mara bahaya dalam hidup. Budaya Ciong kerap ditakuti oleh penganut Konghucu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya Ciong pada penganut Konghucu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tujuh narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penganut Konghucu di Jakarta sejak dahulu telah meyakini bahwa Ciong merupakan unsur budaya yang diwariskan oleh nenek moyang.  Ciong kerap dikaitkan dengan berbagai hal yang berbau mitos dan mistis.
Ekologi Media pada Generasi Z (Studi Kasus Penggunaan Instagram Mahasiswa Universitas di Jakarta Barat) Steven Steven; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10674

Abstract

Instagram is a social media that offers digitization, convergence, interactivity, and development of network related to the creation and dissemination of its messages. Instagram is currently one of the most popular social media for generation Z. This study aims to determine the media ecology of students studying at universities in West Jakarta by focusing on the habit of using social media Instagram. This research uses the ecological theory of media and social media. The research approach used in this research is qualitative with the case study method. Researchers collected data by conducting in-depth interviews with eight resource persons who were university students and female students and literature study. The conclusion of this study is that the researchers found that McLuhan's assumption of media ecology is still valid today. The influence of Instagram on young people and female students at universities is still very large because in addition to using Instagram to interact with other people, entertainment, students also use Instagram as the dominant source of information from Instagram.Instagram merupakan media sosial yang menawarkan digitization, convergence, interactivity, dan development of network terkait pembuatan dan penyebaran pesannya. Instagram saat ini merupakan salah satu media sosial yang paling digemari oleh masyarakat generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ekologi media dari mahasiswa yang berkuliah di universitas di Jakarta Barat dengan berfokus pada kebiasaan menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan teori ekologi media dan media sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam dengan delapan orang narasumber yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti menemukan bahwa asumsi ekologi media dari McLuhan masih berlaku hingga saat ini. Pengaruh dari Instagram pada anak muda dan mahasiswa mahasiswi di universitas masih sangat besar karena selain memanfaatkan Instagram untuk berinteraksi dengan orang lain, hiburan, mahasiswa juga menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dominan dari Instagram.
Analisis Komunikasi Organisasi pada Tempat Pelatihan Bulu Tangkis Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) Vincent Vincent; Eko Harry Susanto; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3945

Abstract

Salah satu cara untuk berinteraksi dengan individu lain adalah komunikasi. Setiap situasi dalam kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi organisasi menjadi aspek penting dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Dengan komunikasi organisasi dapat mencegah terjadinya pertentangan di antara anggota organisasi. Penelitian ini membahas tentang analisis komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aliran informasi dan budaya organisasi yang terdapat di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan narasumber, observasi non partisipan, studi pustaka dan data online. Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi yang sama diterapkan oleh anggota organisasi mencegah munculnya pertentangan.
Interaksi Simbolik dan Ekologi Media Dalam Proses Keterlibatan Sebagai Roleplayer Meydhita Stevanny; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6505

Abstract

Roleplayer is a game that played by acting as a certain character. Also in roleplaying there is a use of language, symbols and words to interact with each other and human dependence on the use of media when playing is one of the interests for researchers. This study aims to determine the role of symbolic interaction and media ecology in roleplaying games by focusing on out of character on twitter, the theory used in this study is symbolic interaction theory, media ecology theory. The research approach used is qualitative description with ethnographic methods. Researchers collected data by conducting participant observation, in-depth interviews with several roleplayer players out of character and library studies. The conclusion of this study is that individuals are involved in several stages in the process of involvement of someone roleplayer, namely: introduction, finding information, determining character, and starting to play. In roleplayer there is the use of language, certain words and symbols, expectations (Pygmalion effect), and rules in play. Roleplayer adalah permainan yang dimainkan dengan berperan sebagai karakter tertentu. Permainan roleplayer menggunakan bahasa, simbol serta kata-kata untuk saling berinteraksi serta ketergantungan manusia dalam penggunaan media ketika bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran interaksi simbolik dan ekologi media dalam permainan roleplayer dengan berfokus pada out of character di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan ekologi media. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan metode etnografi. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan beberapa pemain roleplayer out of character dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu terlibat dalam beberapa tahapan dalam proses keterlibatan seseorang permainan roleplayer yaitu: perkenalan, mencari informasi, menentukan karakter, dan mulai bermain. Di dalam roleplayer terdapat penggunaan bahasa, kata-kata serta simbol-simbol tertentu, harapan-harapan (pygmalion effect), dan peraturan-peraturan dalam bermain.
Proses Interaksi Simbolik Dalam Budaya Organisasi Pembentukan Grup (Studi Etnografi JKT48) Natalia Natalia; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6620

Abstract

In 2011 JKT48 was present in the entertainment world in Indonesia and debuted as a singing group with JPop (Japan Pop) music, and successfully loved the existence of boyband and girlband that did not last long. Having not a few group members with many differences from each other, JKT48 has been able to be a strong group to date. This research aims to deepen and understand how the symbolic interaction process in organizational culture forms a JKT48 group, so that the JKT48 group is strong and survives to the present. In this study using qualitative methodology. The results of the study said that JKT48 has three stages of forming JKT48 members, including audition and quarantine, trainees or academics, and team members. At this stage of course the things in it found the process of symbolic interaction in organizational culture. Pada tahun 2011 JKT48 hadir di dunia hiburan di Indonesia dan memulai debutnya sebagai grup penyanyi beraliran musik JPop (Japan Pop), dan sukses menyaingi eksistensi boyband dan girlband yang tidak bertahan lama. Kelompok ini memiliki anggota grup dalam jumlah besar yang memiliki perbedaan satu sama lain, JKT48 mampu menjadi grup yang kuat hingga saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperdalam dan memahami terkait bagaimana proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi terbentuknya sebuah grup JKT48 sehingga tetap  bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa JKT48 memiliki tiga tahapan pembentukan anggota yaitu audisi dan karantina, trainee atau academy, serta anggota tim. Pada tahapan tersebut ditemukan proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi.
Co-Authors Abdul Malik Adi Satria Alanwari Bulan Putra Alessandro Angelo Tedjo Alfari Josita Andre Wijaya Angelia Febricha Angeline, Daniella Anggraini, Yofani Anthony Chandra Aprianto Tantra Aprila, Velissa Arnelia Lie Augustina Ika Widyani Bagus Susila, Anwen Bella Putri Wijaya Bella Sisyadi Bianca Michelle William Budi Utami Cahyadi, James Calvin NG Catherina Siena Christopher, Ervinn Clinton Nadeak Daniel Christofer Darmadi, Rifanny Devin Tjong Devita Agustin Santoso Devita Lusiana Djuan Tandy Eko Harry Susanto Eric Gautama Fahlevy, Erlangga Putra Farid Rusdi Febridianti, Dayang Gasani Aqila Febriyanto Febriyanto Fitrah, Imelda Aimar Flegon Gamaliel Friska, Sella Gabriela Emanuella Hendra Gerry Hadi Putra Ginting, Geby Enzelica Br Halim, Evelyn Halim, Regina Aurelia Hanaka, Febrina Hardianto, Aldi Ilhan Noor Hafizh Adijaya Ivan Sebastian Jason Harley Hartono Jessia, Sharon Jordan Liunardi Sugiarto Justine, Sheane Karl Vincent Kelly Meliana Kendi Wikasa Tikta Kevin Kevin Kevin Kurniawan Hari Siswoko Kurniawan Hari Siswoko Lianny Lianny Lukmanto, Silvia Marcella Riady, Fransisca Martin, Helice Melse, Melse Meydhita Stevanny Mutiara, Maitri Widya Nada, Naquita Natalia Natalia Nisrina Rahmanita Novi Tandriawan Nurfiyadi, Indra Sim Ori Bagaskara, Hieronimus Patricia Michelle Wijaya Pranata, Yogi Vernando Pratama, Cindy Angelina Ramadhan, Daffananda Okto Ramadhanti, Azizah Ayu Renwarin, Angie Veronica Rezi Erdiansyah Riady, Aldo Ricardo Silenzie Ricky Susanto Rizki Tanto Wijaya Sampras Nugroho Shafa Shabryna Gunadi Sherly Margaretha Siregar, Dewi Mega Lestari Siswoko, Kurniawan Hari Siswoko, Kurniawan Hari Steven Steven Sumbaha, Wahyu Asmaraman Suzy Azeharie, Suzy Tan, Audrey Kirsten Tasya Fitriyani Thommy Timotius Sema Teguh Tiovannie, Angelline Vincent Vincent Widayatmoko, Widayatmoko Widyatmoko widyatmoko Wijaya, Endrio Chandra Winarso, Sebastian Raynaldi Wundira, Trisha Yoedtadi, M. Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yolanda, Vania Yuliana Yuliana Zakiya, Ryza Nur