Claim Missing Document
Check
Articles

Ekologi Media pada Generasi Z (Studi Kasus Penggunaan Instagram Mahasiswa Universitas di Jakarta Barat) Steven Steven; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10674

Abstract

Instagram is a social media that offers digitization, convergence, interactivity, and development of network related to the creation and dissemination of its messages. Instagram is currently one of the most popular social media for generation Z. This study aims to determine the media ecology of students studying at universities in West Jakarta by focusing on the habit of using social media Instagram. This research uses the ecological theory of media and social media. The research approach used in this research is qualitative with the case study method. Researchers collected data by conducting in-depth interviews with eight resource persons who were university students and female students and literature study. The conclusion of this study is that the researchers found that McLuhan's assumption of media ecology is still valid today. The influence of Instagram on young people and female students at universities is still very large because in addition to using Instagram to interact with other people, entertainment, students also use Instagram as the dominant source of information from Instagram.Instagram merupakan media sosial yang menawarkan digitization, convergence, interactivity, dan development of network terkait pembuatan dan penyebaran pesannya. Instagram saat ini merupakan salah satu media sosial yang paling digemari oleh masyarakat generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ekologi media dari mahasiswa yang berkuliah di universitas di Jakarta Barat dengan berfokus pada kebiasaan menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan teori ekologi media dan media sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam dengan delapan orang narasumber yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti menemukan bahwa asumsi ekologi media dari McLuhan masih berlaku hingga saat ini. Pengaruh dari Instagram pada anak muda dan mahasiswa mahasiswi di universitas masih sangat besar karena selain memanfaatkan Instagram untuk berinteraksi dengan orang lain, hiburan, mahasiswa juga menggunakan Instagram sebagai sumber informasi dominan dari Instagram.
Analisis Komunikasi Organisasi pada Tempat Pelatihan Bulu Tangkis Candra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC) Vincent Vincent; Eko Harry Susanto; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3945

Abstract

Salah satu cara untuk berinteraksi dengan individu lain adalah komunikasi. Setiap situasi dalam kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi. Komunikasi organisasi menjadi aspek penting dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Dengan komunikasi organisasi dapat mencegah terjadinya pertentangan di antara anggota organisasi. Penelitian ini membahas tentang analisis komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aliran informasi dan budaya organisasi yang terdapat di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan narasumber, observasi non partisipan, studi pustaka dan data online. Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi yang sama diterapkan oleh anggota organisasi mencegah munculnya pertentangan.
Interaksi Simbolik dan Ekologi Media Dalam Proses Keterlibatan Sebagai Roleplayer Meydhita Stevanny; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6505

Abstract

Roleplayer is a game that played by acting as a certain character. Also in roleplaying there is a use of language, symbols and words to interact with each other and human dependence on the use of media when playing is one of the interests for researchers. This study aims to determine the role of symbolic interaction and media ecology in roleplaying games by focusing on out of character on twitter, the theory used in this study is symbolic interaction theory, media ecology theory. The research approach used is qualitative description with ethnographic methods. Researchers collected data by conducting participant observation, in-depth interviews with several roleplayer players out of character and library studies. The conclusion of this study is that individuals are involved in several stages in the process of involvement of someone roleplayer, namely: introduction, finding information, determining character, and starting to play. In roleplayer there is the use of language, certain words and symbols, expectations (Pygmalion effect), and rules in play. Roleplayer adalah permainan yang dimainkan dengan berperan sebagai karakter tertentu. Permainan roleplayer menggunakan bahasa, simbol serta kata-kata untuk saling berinteraksi serta ketergantungan manusia dalam penggunaan media ketika bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran interaksi simbolik dan ekologi media dalam permainan roleplayer dengan berfokus pada out of character di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan ekologi media. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan metode etnografi. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan beberapa pemain roleplayer out of character dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu terlibat dalam beberapa tahapan dalam proses keterlibatan seseorang permainan roleplayer yaitu: perkenalan, mencari informasi, menentukan karakter, dan mulai bermain. Di dalam roleplayer terdapat penggunaan bahasa, kata-kata serta simbol-simbol tertentu, harapan-harapan (pygmalion effect), dan peraturan-peraturan dalam bermain.
Proses Interaksi Simbolik Dalam Budaya Organisasi Pembentukan Grup (Studi Etnografi JKT48) Natalia Natalia; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6620

Abstract

In 2011 JKT48 was present in the entertainment world in Indonesia and debuted as a singing group with JPop (Japan Pop) music, and successfully loved the existence of boyband and girlband that did not last long. Having not a few group members with many differences from each other, JKT48 has been able to be a strong group to date. This research aims to deepen and understand how the symbolic interaction process in organizational culture forms a JKT48 group, so that the JKT48 group is strong and survives to the present. In this study using qualitative methodology. The results of the study said that JKT48 has three stages of forming JKT48 members, including audition and quarantine, trainees or academics, and team members. At this stage of course the things in it found the process of symbolic interaction in organizational culture. Pada tahun 2011 JKT48 hadir di dunia hiburan di Indonesia dan memulai debutnya sebagai grup penyanyi beraliran musik JPop (Japan Pop), dan sukses menyaingi eksistensi boyband dan girlband yang tidak bertahan lama. Kelompok ini memiliki anggota grup dalam jumlah besar yang memiliki perbedaan satu sama lain, JKT48 mampu menjadi grup yang kuat hingga saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperdalam dan memahami terkait bagaimana proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi terbentuknya sebuah grup JKT48 sehingga tetap  bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa JKT48 memiliki tiga tahapan pembentukan anggota yaitu audisi dan karantina, trainee atau academy, serta anggota tim. Pada tahapan tersebut ditemukan proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi.
STUDI RUANG KERJA PADA TEMPAT PELATIHAN PROSES BATIK STUDI KASUS: RUMAH BATIK PALBATU, JAKARTA Augustina Ika Widyani; Maitri Widya Mutiara; Muhammad Adi Pribadi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.11732.2021

Abstract

Rumah Batik Palbatu is the center of activities for Palbatu community in learning batik which is located in Jakarta. Until now, Rumah Batik Palbatu has been actively carrying out various programs to preserve and revive the image of batik, especially among young people. Rumah Batik Palbatu Jakarta serves every day from 09.00-16.00. With various activities taking place at Rumah Batik Palbatu Jakarta, the manager stated that the activities could not run optimally due to limited space and facilities. Therefore, this research on batik training workspace is intended to give advice for managers so that activities can run optimally. This study uses the Triangulation Method, that is used to review problems from various points of view, several sources of information and several forms of data, as well as several researchers to analyze in a broad perspective, especially those related to space or interior. The spatial arrangement at Rumah Batik Palbatu is based on the activity pattern. Grouping the types of activities is the main consideration to optimize the activities. Thus the activities do not overlap each other, especially in the implementation of training activities as the main activity of Rumah Batik Palbatu. The results of this study are in the form of an alternative workspace idea design for the manager of the Palbatu Batik House, as well as a cafe procurement plan that will be used for users. Rumah Batik Palbatu adalah pusat aktivitas masyarakat Palbatu dalam belajar membatik yang berlokasi di Jakarta. Hingga saat ini Rumah Batik Palbatu telah aktif melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan dan mengangkat kembali citra batik terutama di kalangan anak muda. Rumah Batik Palbatu Jakarta beroperasi setiap hari dari jam 09.00-16.00. Dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di Rumah Batik Palbatu Jakarta, pengelola menyatakan bahwa kegiatan belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan ruang dan fasilitasnya. Oleh sebab itu penelitian ruang kerja pelatihan membatik ini ditujukan untuk memberikan masukan bagi pengelola agar kegiatan dapat berjalan dengan lebih optimal. Penelitian ini menggunakan Metode Triangulasi yang menerapkan beberapa metode digunakan untuk meninjau permasalahan dari berbagai sudut pandang, beberapa sumber informasi dan beberapa bentuk data, serta beberapa orang peneliti untuk memberikan analisis yang memiliki perspektif luas, terutama terkait studi ruang atau interior. Penataan ruang di Rumah Batik Palbatu disusun berdasarkan pola aktivitasnya. Pengelompokan jenis kegiatan merupakan pertimbangan utama agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Dengan demikian kegiatan tidak saling tumpang tindih, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan sebagai kegiatan utama Rumah Batik Palbatu. Hasil dari penelitian ini adalah berupa alternatif rancangan ide Ruang Kerja bagi pengelola Rumah Batik Palbatu, serta usulan pengadaan kafe yang akan digunakan bagi para pengguna.
Peran Interaksi Simbolik Pengguna Apilkasi Shopee (Studi Kasus Shopee COD) Calvin NG; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 1 No. 3 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i3.15879

Abstract

The purpose of this research is to find out what is the role of symbolic interaction in online shopping, especially on Shopee company, how was the COD (Cash On Delivery) new feature. The theory that researchers used in this research was symbolic interaction theory. The main objective for using this theory is because this theory explains how people think and how they interact with their society. The connections between the symbolic interaction theory and the COD feature was on the user of Shopee applications. The method of this research is a qualitative method. The main objective of using this method is to understand deeply about social interactions in society. The subject in this research is the users of Shopee COD feature users. The result of this research are the role of symbolic interactions in the use of Shopee COD feature in terms of consumer decision making, the characteristic of the feature and social interactions can be bulit from this symbolic interactions. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran interaksi simbolik di dalam sebuah proses berbelanja daring atau online, pada e-commerce Shopee, khususnya pada bagaimana peran fitur COD (Cash On Delivery) atau yang biasa disebut sebagai pembayaran di tempat  dari Shopee Indonesia. Teori komunikasi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. Tujuan penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dikarenakan teori ini membahas mengenai pola pikir seorang individu dan interaksinya dengan lingkungan sosial. Kaitan antara teori interaksi simbolik dan penelitian ini adalah bagaimana teori interaksi simbolik menjelaskan peran fitur Shopee COD pada pengguna aplikasi Shopee. Metodologi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metodologi penelitian kualitatif dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai lingkungan sosial yang ada di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah para pengguna  fitur Shopee COD. Hasil dari analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah adanya peran interaksi simbolik dalam penggunaan fitur Shopee COD dalam hal pengambilan keputusan konsumen, ciri khas dari fitur tesebut dan juga bagaimana sebuah lingkungan sosial bisa terbentuk melalui adanya interaksi simbolik.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran Produk di PT Aroma Abadi Nusantara (Studi Kasus Gleeair) Devin Tjong; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 1 No. 3 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i3.15885

Abstract

This study aims to determine the role of symbolic interaction in product marketing communication planning at PT Aroma Abadi Nusantara (GLEEAIR Case Study). The theory used in this research is Symbolic Interaction Theory from George Herbert are Mead Mind, Self, Society and marketing communication planning theory. Developments in the world of technology and information make promotion through the internet popular in this era, marketing opportunities through the internet are bigger and wide open marketing can be done by making advertisements on various social networks. The research method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The research subjects were 7 people, 1 person was the owner of PT Aroma Abadi Nusantara. While the other 6 people are consumers of PT. GLEEAIR. Methods of data collection using interviews and observation. Data processing and analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusions. The technique of validating the data, the researcher will ask again the results of his research to the informant. The results show that symbolic interactions in product marketing communication planning at PT Aroma Abadi Nusantara (GLEEAIR Case Study) play an important role in achieving GleeAir's business goals, one of which is to get big profits and achieve marketing targets. There are 6 GleeAir marketing communication plans including: determining business goals, determining strategy, determining tactics, implementing activities, monitoring implementation, and conducting evaluations. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran interaksi simbolik dalam perencanaan komunikasi pemasaran produk di PT Aroma Abadi Nusantara (Studi Kasus GleeAir). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead yaitu Mind, Self, Society dan teori perencanaan komunikasi pemasaran. Perkembangan dunia teknologi dan informasi membuat promosi melalui internet menjadi sesuatu yang diminati oleh individu. Era sekarang ini, dalam hal pemasaran memiliki peluang yang lebih besar atau bahkan lebih luas jika melalui internet. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 7 orang, 1 orang merupakan pemiliki PT Aroma Abadi Nusantara. Sementara 6 orang lainnya merupakan konsumen PT.GleeAir. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan validasi data dan kemudian keabsahan data akan menanyakan kembali hasil penelitiannya kepada narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik dalam perencanaan komunikasi pemasaran produk di PT Aroma Abadi Nusantara (Studi Kasus GLEEAIR) berperan penting dalam mencapai tujuan usaha GleeAir salah satunya yaitu mendapatkan keuntungan yang besar dan mencapai target pemasaran. Terdapat 6 perencanaan komunikasi pemasaran GleeAir diantaranya: menentukan tujuan bisnis, menentukan strategi, menentukan taktis, implementasi kegiatan, monitoring pelaksanaan, dan melakukan evaluasi.
Interaksi Simbolik Penggunaan Merek Secondate di Kalangan Konsumen dalam Menciptakan Brand Loyalty (Studi Kasus Penggunaan Produk Secondate di Kalangan Generasi Milenial) Kelly Meliana; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 1 No. 4 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i4.15888

Abstract

Public awareness for the importance of supporting local products is one of the reasons for increasing sales of local products in e-commerce. One of the beauty influencer, Titan Tyra with her partner Gitta Amelia build a beauty brand. The name of the brand is Secondate. Release its first product which is Milky Gel Lip Tint. Other than that, now Secondate already had many product, and the product is antibacterial hand sanitizer cream, eyeshadow pallete, lip gloss, and eyebrow. The purpose of this research is researcher want to know about symbolic interaction when using Secondate product on consumer in millennial generation in creating brand loyalty. The research approach that used in this research is qualitative research with case study method from Yin. Case study has been done on consumer in the millennial generation. When collecting data, the sources were obtained from interviews with seven consumers that using Secondate product, participant observation, and documentation. The result of this research indicate that from the three concepts of symbolic interaction according to Mead, emergence the brand loyalty where the consumer who are initially aware of the Secondate brand eventually start buying and using the product and from the consumer's personal experience they become loyal to the Secondate brand. In making a purchase, the influence of other people in general and other people in particular, makes a consumer become interested in buying Secondate products.   Kesadaran masyarakat kepada pentingnya mendukung produk lokal menjadi salah satu alasan meningkatnya penjualan produk lokal pada e-commerce. Salah satu beauty influencer, Titan Tyra bersama rekannya Gitta Amelia membangun sebuah brandkecantikan dengan nama Secondate. Produk pertama Secondate yaitu Milky Gel Lip Tint. Selain itu, Secondate juga mengeluarkan produk antibacterial hand sanitizer cream, eye shadow pallete, lip gloss, dan eyebrow. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang Interaksi Simbolik dalam menggunakan produk Secondate pada kalangan konsumen di generasi milenial dalam menciptakan brand loyalty. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada konsumen Secondate pada generasi milenial. Dalam mengumpulkan data, sumber didapatkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Dalam melakukan wawancara, peneliti melakukan wawancara terhadap tujuh narasumber yang merupakan para pengguna produk Secondate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga konsep interaksi simbolik menurut Mead, membuat munculnya brand loyalty dimana konsumen yang awalnya sadar adanya merek Secondate akhrinya mulai membali dan menggunakan produk tersebut dan dari pengalaman pribadi konsumen tersebut membuatnya menjadi loyal pada merek Secondate. Dalam melakukan pembelian, adanya pengaruh dari orang lain secara umum dan orang lain secara khusus, membuat seorang konsumen mulai tertarik untuk membeli produk Secondate.
Peran Interaksi Simbolik dalam Komunikasi Pemasaran Melalui Facebook (Studi Kasus Forum Jual Beli Game Online) Aprianto Tantra; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 1 No. 4 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i4.15894

Abstract

Activities of marketing communication can not be separated from the role of symbolic interaction. One of the social media used by business people to carry out marketing or product promotion activities is Facebook. The All Game Indonesia Sale and Purchase Forum is a forum that becomes a place or means to market products related to games. This study was conducted to examine the role of symbolic interaction in marketing communications conducted by the All Game Indonesia Buying and Selling Forum through Facebook. The theory used in this research is the theory of symbolic interaction and marketing communication. The research method used is qualitative with a case study approach. The results of the study found that information received by consumers through forums and messages via chat with admins felt that there were still some shortcomings in terms of interaction between admins and consumers in delivering less detailed information in responding to chats from consumers. Integrated communication planning in marketing improvement activities of online game products through symbolic interaction is the determination of improvement strategies from consumer input, namely improving the quality of service and also detailing information about products that are implemented into sales solutions to promote attractive online game products for buyers and potential consumers. to be more interactive in carrying out the process of marketing activities and evaluations at the All Online Game Buying and Selling Forum Indonesia. Kegiatan dari komunikasi pemasaran tidak terlepas dari peran interaksi simbolik. Salah satu media sosial yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan pemasaran atau promosi produk adalah Facebook. Forum Jual Beli All Game Indonesia merupakan forum yang menjadi tempat atau sarana untuk memasarkan produk yang berhubungan dengan game. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran dari interaksi simbolik dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Forum Jual Beli All Game Indonesia melalui Facebook. Teori yang digunakan didalam penelitian ini yakni teori interaksi simbolik dan komunikasi pemasaran. Metode penelitian yang dipakai yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian menemukan informasi yang diterima oleh konsumen melalui forum maupun pesan melalui chat bersama admin yang dirasakan masih adanya beberapa kekurangan dalam hal interaksi antara admin dengan konsumennya dalam penyampaian informasi yang kurang detail dalam menanggapi chat dari konsumen. Perencanaan komunikasi terpadu dalam kegiatan peningkatan pemasaran dari produk Game Online melalui interaksi simbolik adalah penentuan strategi perbaikan dari masukan para konsumen yakni memperbaiki kualitas dari pelayanan dan juga mendetailkan informasi mengenai produk yang diterapkan menjadi solusi penjualan untuk mempromosikan produk Game Online yang menarik bagi pembeli dan calon konsumen agar lebih interaktif dalam melakukan proses kegiatan pemasaran serta evaluasi pada Forum Jual Beli All Game Online Indonesia.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran Digital (Studi Kasus pada Instagram @digitalsuplaiindonesia) Eric Gautama; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15899

Abstract

The development of the digital industry in the last decade has led to business actors being carried away by digitalization in all fields of business, from food, tourism, transportation, to even services. This phenomenon has made digital marketing communications increasingly widespread lately. Almost all levels of society use the internet to find out the product they are looking for. For practitioners in the world of marketing, of course this is a bright way to be able to market the company's products more effectively through the internet. However, the problem is whether the marketing communications carried out have considered several important aspects such as the Symbolic Interaction aspect which is the essence of social life. It is undeniable that humans live based on symbols that have been recognized and their meanings agreed upon together. The diversity of meanings and interpretations of each person is sometimes a barrier in communication. The research method used is an exploratory case study research method. Data was collected by means of in-depth interviews with several credible sources. The purpose of this study is to find out how Symbolic Interaction plays a role in the marketing communication planning process carried out by a company. The results showed that Symbolic Interaction played a significant role in planning digital marketing communications, described through a brainstorming process, considering self-reflection through other people's views, the use of colors and symbolic logos. Perkembangan industri digital dalam satu dekade terakhir berujung pada pelaku usaha yang ikut terbawa arus digitalisasi dalam segala bidang usaha, mulai dari bidang makanan, pariwisata, transportasi, hingga jasa sekalipun. Fenomena ini yang menjadikan komunikasi pemasaran digital semakin marak akhir-akhir ini. Hampir seluruh lapisan masyarakat menggunakan internet untuk mencari tahu produk yang sedang dicari. Bagi praktisi dalam dunia pemasaran, tentu hal ini menjadi suatu jalan terang untuk dapat memasarkan produk perusahaan lebih efektif melalui internet. Namun yang menjadi permasalahan adalah apakah komunikasi pemasaran yang dilakukan apakah sudah mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti aspek Interaksi Simbolik yang merupakan esensi daripada kehidupan bermasyarakat. Tak dapat dipungkiri bahwa manusia hidup berdasarkan simbol-simbol yang telah diakui dan disepakati makna nya secara bersama-sama. Keberagaman makna dan interpretasi tiap orang ini yang terkadang menjadi hambatan dalam komunikasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian studi kasus eksploratoris. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber yang kredibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Interaksi Simbolik berperan dalamproses perencanaan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi Simbolik berperan signifikan dalam perencanaan komunikasi pemasaran digital, terdeskripsi melalui adanya proses brainstorming,mempertimbangkan refleksi diri melalui pandangan orang lain, penggunaan warna dan logo simbolis.