Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image terhadap Minat Beli Produk Kecantikan Innisfree Devita Agustin Santoso; Rezi Erdiansyah; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3589

Abstract

Tren kecantikan korea mulai memasuki pasar global, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Innisfree, brand produk kecantikan korea yang menjual perawatan kulit dan kecantikan dengan menggunakan bahan-bahan alami dari Pulau Jeju. Innisfree meluncurkan gerai resmi di pasar Indonesia pada tahun 2017 di Central Park Mall. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh brand awareness dan brand image terhadap minat beli produk kecantikan Innisfree. Responden penelitian adalah pengguna produk kecantikan Innisfree, dengan jumlah 100 responden. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data quota sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Koefisien Determinasi, Uji Koefisien Korelasi, Uji Regresi Linier Berganda, Uji F, dan Uji T. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara bersama-sama brand awareness dan brand image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli produk kecantikan Innisfree.
Interaksi Simbolik sebagai Pembentukan Perencanaan Komunikasi Pemasaran (Studi Etnografi pada PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi) Bella Sisyadi; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6433

Abstract

Integrated marketing communication is an activity to increase the sales, and to introduce a brand to people in an effective way using a consistent message for the appropriate target audience. PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi is an advertising agency in Indonesia that implements integrated marketing communication to reach client’s objective. PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi has its own step of integrated marketing communication which is different compared to other advertising agencies. Symbolic interactionism takes an important role in creating the integrated marketing communication of PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi. The research uses qualitative methodology with ethnography method. The data is obtained from participant observation, in depth interview with the team, and document analysis. The results concluded that PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi has nine steps in the integrated marketing communication planning process that includes the following steps: OZIM, Brand and Competitor Analysis, Target Audience Research, to find ‘Benang Merah’ of client, Set Umbrella Communication, Set the integrated marketing communication strategy, Pitching with Client, Execute the Integrated Marketing Communication, and Monitoring. Symbolic interactions are found during the integrated marketing process such as rules, language of use, up to the company expectations.  Kegiatan komunikasi pemasaran terpadu dilakukan untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan sebuah merek kepada masyarakat dengan cara menetapkan cara terefektif dan pesan yang konsisten untuk target audience yang sesuai. PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi adalah perusahaan periklanan di Indonesia yang menerapkan komunikasi pemasaran terpadu untuk memenuhi objektif klien. PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi memiliki cara tersendiri dalam pembentukan perencanaan komunikasi pemasaran yang berbeda dengan perusahaan periklanan lainnya. Interaksi simbolik berperan penting dalam perencanaan komunikasi pemasaran PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tim PT. Inti Ozzigeno Nara Solusi, dan analisis dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat 9 tahapan perencanaan komunikasi pemasaran terpadu yang terdiri dari OZIM, Analisis Merek dan Kompetitor, Riset Target Audience, Menemukan ‘Benang Merah’ dengan klien, Menetapkan Umbrella Communication, Menetapkan Strategi Komunikasi Iklan, Pitching dengan Klien, Eksekusi Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu, dan Monitoring. Pada tahapan tersebut terjadi interaksi yang mengandung simbol-simbol seperti peraturan, penggunaan bahasa, hingga harapan para tim perusahaan
Perencanaan Komunikasi Pemasaran: Studi Kasus Tim Marketing Asuransi PT ASWATA Timotius Sema Teguh; Farid Rusdi; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2392

Abstract

 Komunikasi Pemasaran digunakan oleh perusahaan untuk mempromosikan perusahaan kepada masyarakat. Salah satunya adalah perusahaan jasa. Perusahaan jasa tidak menjual produk yang berbentuk fisik kepada masyarakat, melainkan pelayanan atau non-fisik. Penelitian ini membahas bagaimana perusahaan asuransi melakukan proses Perencanaan Komunikasi Pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Penulis mengambil objek penelitian di PT ASWATA Cabang Karawaci Tangerang. Penelitian ini menggunakan teori Perencanaan Komunikasi Pemasaran dan Brand image. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Dengan metode ini, penulis mengumpulkan data melalui obeservasi non-partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan proses perencanaan komunikasi pemasaran di Aswata terdiri dari analisis situasi, strategi, implementasi, dan evaluasi.
Interaksi Simbolik dalam Perencaaan Komunikasi Pemasaran (Studi kasus brand Cocopi) Arnelia Lie; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10155

Abstract

A marketing communication aims to introduce a product, field or service in order to increase sales. Cocopi is one of the beverage businesses that has been located in various places in Jakarta, especially in Muara Karang Pluit. Cocopi is loved by many people from offices, school children to the elderly, so Cocopi is active in the Go-Food application. At the time of covid-19, managing a business is very difficult because of the many obstacles faced. So many things that must be re-planned and changed to keep employees and cocopi customer healthy and safe, then a lot of experience that can be taken in this situation and condition at the time of covid-19. And one way to survive during covid-19 used by cocopi is to promote through Go-Food, so that it is safe for everyone and still runs according to the rules. This research uses qualitative methodology with case study strategy. This data collection method with in-depth interviews by Cocopi Manager as well as documentation, non-participant observations, the conclusion of this research is an interaction process that has meaning or symbol in daily activities in Cocopi Muara Karang PluitSebuah komunikasi pemasaran bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk, bidang atau jasa agar meningkatkan penjualan. Cocopi merupakan salah satu usaha minuman yang telah berada di berbagai tempat di Jakarta, terutama di Muara Karang Pluit. Cocopi di gemari banyak orang baik perkantoran, anak-anak sekolah sampai lansia, sehingga Cocopi aktif dalam aplikasi Go-Food. Pada saat covid-19, mengelola bisnis sangatlah sulit karena banyak sekali kendala yang dihadapi. Begitu banyak hal yang harus di rencanakan ulang dan di ubah agar karyawan dan kostumer cocopi tetap sehat dan aman, lalu banyak sekali pengalaman yang bisa diambil dalam situasi dan kondisi pada saat covid-19 ini. Dan salah satu cara agar tetap survive selama covid-19 yang digunakan cocopi adalah mempromosikan lewat Go-Food, sehingga aman bagi semuanya dan tetap berjalan sesuai aturan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan strategi studi kasus. Metode pengumpulan data ini dengan wawancara mendalam oleh Manager Cocopi serta dokumentasi, observasi non partisipan, kesimpulan dari penelitian ini adalah proses interaksi yang mempunyai makna atau simbol dalam kegiatan sehari-hari di Cocopi Muara Karang Pluit.
Interaksi Simbolik dalam Kegiatan After Sales di Dealer Nissan (Studi Kasus PT. Wahana Wirawan) Alanwari Bulan Putra; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6453

Abstract

Symbolic interactions are interactions with others where communication and participation play a very important role. Symbolic interaction theory focuses on the importance of self-concepts and perceptions of individuals based on interactions with other individuals. Symbolic interactionism plays an important role in After Sales activities. After sales is one of the activities to satisfy customers on a product. The purpose of After Sales Activities at PT. Nissan Motor Indonesia aims to increase customer satisfaction and add Company Profit. After Sales plays a very important role in the automotive world, because After Sales can maintain good relations in the long run between the Company and Customers. After Sales is in the form of service, warranty and others. PT. Nissan Motor Indonesia is one of the automotive companies that have excellent After Sales. In carrying out activities After Sales Theory of symbolic interaction of mind, self, and society plays an important role. This study uses a qualitative methodology with the Case Study method. Data collection was done by in-depth interviews with a team from PT. Wahana Wirawan,, participant observation, Documentation and archive record. The conclusion of this research is in conducting After Sales activities, PT. Nissan Motor Indonesia has 8 stages consisting of Proactive Contact Program (PCP), Appointment, Reception, Job Progress Control, Service Work, Quality Control, Vehicle Submission, and Follow Up. At this stage there is the Symbolic Interaction theory of Mind, Self, and Society. This After Sales activity or process is to increase Customer Satisfaction.Interaksi Simbolik adalah interaksi dengan orang lain dimana komunikasi dan partisipasi memegang peranan sangat penting. Teori interaksi simbolik berfokus kepada pentingnya konsep diri dan persepsi yang dimiliki individu berdasarkan interaksi dengan individu lainnya. Interaksi simbolik berperan penting dalam kegiatan After Sales. After sales adalah salah satu kegiatan untuk memuaskan pelanggan pada suatu produk. Tujuan Kegiatan After Sales pada PT. Nissan Motor Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menambahkan profit perusahaan. After Sales berperan sangat penting di dalam dunia Otomotif, karena After Sales ini dapat menjaga hubungan baik dalam jangka panjang antara Perusahaan dengan Pelanggan. After Sales ini berupa pelayanan Service, Garansi, dan lain-lain. PT. Nissan Motor Indonesia adalah salah satu perusahaan otomotif yang memiliki After Sales sangat baik. Dalam melakukan kegiatan After Sales Teori Interaksi simbolik mind, self, dan society berperan penting. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode Studi Kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan tim dari PT. Wahana Wirawan, Observasi partisipan, Dokumentasi, dan Rekaman Arsip. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam melakukan kegiatan After Sales, PT. Nissan Motor Indonesia memiliki 8 tahapan yang terdiri dari Proactive Contact Program (PCP), Appointment, Penerimaan, Job Progress Control, Pekerjaan servis, Kontrol kualitas, Penyerahan kendaraan, dan Follow Up. Pada tahapan tersebut terdapat teori Interaksi Simbolik dari Mind, Self, dan Society. Kegiatan atau proses After Sales ini untuk meningkatkan Kepuasan Pelanggan.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran di Masa Pandemi (Studi Kasus Kedai Minuman Longtang) Novi Tandriawan; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10202

Abstract

With the existence of Covid 19, the business of growing drinks and food is hampered. This makes business people at the beverage shop experience a loss. Therefore, business people must see how to plan in doing marketing properly in order to overcome this and produce good results. Marketing communication can be done in various media. The development of technology today makes it easy and fast for people to get what they are looking for, especially for business people, this is very important and there are no longer obstacles for them to do marketing of their products. In this marketing research, symbolic interaction and communication become interrelated so that one another must work together to facilitate marketing communication. This study uses symbolic interaction theory and the concept of marketing communication. The approach used in this research is qualitative research with a case study strategy. The data was collected by using in-depth interviews, documentation and direct observation. In this study, interactions occur in longtang marketing products because of the interaction and planning of marketing communications that are able to reach consumers to buy.Dengan adanya covid 19 ini, bisnis pertumbuhan minuman dan makanan menjadi terhambat. Hal ini membuat pelaku bisnis pada kedai minuman mengalami kerugian. Maka dari itu, pelaku bisnis harus melihat bagaimana perencanaan dalam melakukan pemasaran dengan benar agar dapat mengatasi hal tersebut dan memberikan hasil yang baik. Komunikasi pemasaran dapat dilakukan dalam berbagai media. Semakin berkembangnya teknologi yang ada di jaman sekarang, membuat masyarakat menjadi mudah dan cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dicari, apalagi bagi pelaku bisnis hal tersebut sangatlah penting dan sudah tidak ada lagi penghambat bagi mereka untuk melakukan pemasaran terhadap produk yang dimiliki. Dalam penelitian pemasaran ini, interaksi simbolik dan komunikasi menjadi saling berkaitan sehingga satu dengan yang lainnya harus saling bekerja sama untuk memperlancar komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan konsep komunikasi pemasaran. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi langsung. Dalam penelitian ini terjadi interaksi interaksi dalam produk pemasaran longtang karena adanya interaksi dan perencanaan komunikasi pemasaran yang mampu mengjangkau konsumen untuk membeli.
Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran PT. Microad Indonesia (Studi Etnografi: Systema Solution di Media Sosial) Andre Wijaya; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6712

Abstract

Marketing communication activities carried out to be able to increase sales and introduce a brand to the wider community, in the current technological era social media plays an important role in conducting marketing communication. Lots of people use social media, this is an opportunity to do marketing communication through social media. PT. MicroAd Indonesia is an advertising company engaged in digital. PT. MicroAd Indonesia has its own way of marketing communication that is different from other advertising companies. Symbolic interactions also affect the marketing communication of PT. MicroAd Indonesia. This research uses a qualitative methodology with ethnographic methods. Data collection was carried out using participant observation, in-depth interviews with several teams at PT. MicroAd Indonesia, and also document analysis. The conclusion of this study is that there are several stages of marketing communication planning consisting of first meeting with clients, Kick Off, Doing research such as searching for key messages, Content Pillar and Content Mapping and then creating content for on social media such as Instagram, Facebook and Twitter to the final stage that is Monitoring.Kegiatan komunikasi pemasaran dilakukan untuk dapat meningkatkan penjualan dan memperkenalkan sebuah merek kepada masyarakat luas, di era teknologi saat ini media sosial sangat berperan penting dalam melakukan komunikasi pemasaran, Banyak sekali orang-orang yang menggunakan media sosial, ini merupakan suatu kesempatan untuk melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial. PT. MicroAd Indonesia adalah suatu perusahaan periklanan yang bergerak dibidang digital. PT. MicroAd Indonesia memiliki cara tersendiri untuk melakukan komunikasi pemasaran yang berbeda dengan perusahaan periklanan lainnya. Interaksi simbolik juga mempengaruhi komunikasi pemasaran PT. MicroAd Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan beberapa tim di PT. MicroAd Indonesia, dan juga analisis dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa tahapan perencanaan komunikasi pemasaran yang terdiri dari pertemuan pertama dengan klien, Kick Off, Melakukan riset seperti mencari key message, Content Pillar dan Content Mapping lalu pembuatan konten untuk di media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter hingga ketahap akhir yaitu adalah Monitoring.
Interaksi Simbolik Dalam Sales Promotion Menciptakan Brand Loyalty (Studi Kasus Pengguna Kartu Starbucks Di Jakarta) Catherina Siena; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6476

Abstract

Marketing communication of a product is done to improve product quality and introduce products to consumers. Starbucks is a famous coffee shop in Indonesia. This research aims to determine the process of symbolic interaction in the formation of brand loyalty among Starbucks card users. This research uses symbolic interaction theory, brand loyalty and sales promotion. Symbolic interactions play a very important role in increasing consumer brand loyalty. This research uses a qualitative methodology. Data collection in this research was conducted by in-depth interviews and participant observation. The analytical method used in this research is a case study. The results showed that consumer loyalty to Starbucks, so they want to use Starbucks cards occurs because of the quality and promotion of Starbucks. And symbolic interaction is very influential in the process of brand loyalty formation such as promotions, rules and language used. Komunikasi Pemasaran terhadap sebuah produk dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkenalkan produk kepada konsumen. Starbucks adalah sebuah kedai kopi ternama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses interaksi simbolik dalam pembentukkan brand loyalty diantara para pengguna kartu Starbucks. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik, brand loyalty dan sales promotion. Interaksi simbolik berperan sangat penting dalam meningkatkan brand loyalty konsumen. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipan. Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keloyalitasan konsumen terhadap Starbucks, sehingga mereka mau menggunakan Starbucks card terjadi karena kualitas dan promosi di Starbucks. Dan interaksi simbolik sangat berpengaruh pada proses pembentukkan brand loyalty itu sendiri seperti promosi, peraturan dan bahasa yang digunakan.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran BRE Global (Studi Kasus BRE Global Edukasi dan Karir) Ivan Sebastian; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.8166

Abstract

The large number of unemployed in Indonesia was mostly dominated by high school graduate and a university graduate. The government also encourages various breakthroughs, one of which is conducting training (training) or internships (internship) to improve human resources and employment. PT.BRE Global Education and career is a consultant engaged in the field of education, where the consultants will help find a way out and provide advice to prospective candidates who want to go abroad either to study or work through training and learning programs owned by companies through social media such as Facebook and Whatsapp as communication media. The author uses a qualitative methodology with strategies and case studies in this research. The purpose of this report is to find out and see how Symbolic Interactions play a role in marketing communication planning carried out by Educational Consultants from PT.BRE Global Education and Careers and the conclusions of this research BRE Global uses 4 stages in its marketing communication planning namely advertising, promotion, sales direct and interactive marketing through the media carried out between consultants and clients and then added to the 5 communication plans starting from Business Objectives, Strategy, Tactical, Monitoring where all stages contain Symbolic Interactions.Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia sebagian besar didominasi oleh lulusan SMK, lulusan SMA, dan lulusan universitas. Pemerintah pun mendorong berbagai terobosan, salah satunya adalah melakukan pelatihan (training) atau magang (intership) untuk meningkatkan sumber daya manusia dan ketenaga kerjaan. PT.BRE Global Edukasi dan karir merupakan konsultan yang bergerak di bidang edukasi, dimana para konsultan akan membantu mencari jalan keluar dan memberikan saran kepada para calon kandidat yang ingin pergi ke luar negeri baik untuk belajar atau pun bekerja. Perusahaan memberikan program pelatihan dan pembelajaran melalui media sosial seperti Facebook dan Whatsapp sebagai media komunikasi. Penulis menggunakan metodologi kualitatif dengan strategi dan studi kasus dalam penelitian ini. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana interaksi simbolik berperan dalam perencanaan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Konsultan Edukasi dari PT.BRE Global Edukasi dan Karir. Kesimpulan dari penelitian ini BRE Global menggunakan empat tahapan dalam perencanaan komunikasi pemasarannya yaitu periklanan, promosi, penjualan langsung dan pemasaran interaktif melalui media yang dilakukan antara konsultan dengan klien lalu di tambah dengan 5 perencanaan komunikasi dimulai dari Tujuan Bisnis, Strategi, Taktis, Monitoring dimana seluruh tahapannya mengandung Interaksi Simbolik.
Analisis Persepsi Konsumen Terkait Rebranding Logo Carvil Sampras Nugroho; Widyatmoko widyatmoko; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6248

Abstract

Carvil adalah merek sendal yang sudah ada sejak tahun1978. Masyarakat telah mengenal baik tentang carvil dari harga dan kualitas semua dipuji oleh masyarakat. Dengan perkembangan jaman dan perubahan fashion yang meningkat. Carvil melakukan rebranding logo untuk bisa mengikuti perkembangan jaman dan fashion. Permasalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana persepsi masyarakat terkait rebranding logo Carvil. Penulis melakuka penelitian ini untuk mengetahui persepsi konsumen terkait rebranding logo Carvil. Jenis teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi konsumen, dan rebranding. Jenis penelitian yang digunakan dalam khasanah ruang kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan dari penelitian ini adalah persepsi konsumen terhadap rebranding logo Carvil adalah Carvil tidak terkesan kuno dan ingin mengikuti trend yang ada, dan dapat bersaing dengan pesaingnya. Hasil dari penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa persepsi yang diterima oleh konsumen sesuai dengan yang diinginkan Carvil dimana para konsumen mempersepsikan bahwa Carvil melakukan perubahan logo dengan alasan ingin terlihat trend dan ingin mengikuti perkembangan jaman.
Co-Authors Abdul Malik Adi Satria Alanwari Bulan Putra Alessandro Angelo Tedjo Alfari Josita Andre Wijaya Angelia Febricha Angeline, Daniella Anggraini, Yofani Anthony Chandra Aprianto Tantra Aprila, Velissa Arnelia Lie Augustina Ika Widyani Bagus Susila, Anwen Bella Putri Wijaya Bella Sisyadi Bianca Michelle William Budi Utami Cahyadi, James Calvin NG Catherina Siena Christopher, Ervinn Clinton Nadeak Daniel Christofer Darmadi, Rifanny Devin Tjong Devita Agustin Santoso Devita Lusiana Djuan Tandy Eko Harry Susanto Eric Gautama Fahlevy, Erlangga Putra Farid Rusdi Febridianti, Dayang Gasani Aqila Febriyanto Febriyanto Fitrah, Imelda Aimar Flegon Gamaliel Friska, Sella Gabriela Emanuella Hendra Gerry Hadi Putra Ginting, Geby Enzelica Br Halim, Evelyn Halim, Regina Aurelia Hanaka, Febrina Hardianto, Aldi Ilhan Noor Hafizh Adijaya Ivan Sebastian Jason Harley Hartono Jessia, Sharon Jordan Liunardi Sugiarto Justine, Sheane Karl Vincent Kelly Meliana Kendi Wikasa Tikta Kevin Kevin Kevin Kurniawan Hari Siswoko Kurniawan Hari Siswoko Lianny Lianny Lukmanto, Silvia Marcella Riady, Fransisca Martin, Helice Melse, Melse Meydhita Stevanny Mutiara, Maitri Widya Nada, Naquita Natalia Natalia Nisrina Rahmanita Novi Tandriawan Nurfiyadi, Indra Sim Ori Bagaskara, Hieronimus Patricia Michelle Wijaya Pranata, Yogi Vernando Pratama, Cindy Angelina Ramadhan, Daffananda Okto Ramadhanti, Azizah Ayu Renwarin, Angie Veronica Rezi Erdiansyah Riady, Aldo Ricardo Silenzie Ricky Susanto Rizki Tanto Wijaya Sampras Nugroho Shafa Shabryna Gunadi Sherly Margaretha Siregar, Dewi Mega Lestari Siswoko, Kurniawan Hari Siswoko, Kurniawan Hari Steven Steven Sumbaha, Wahyu Asmaraman Suzy Azeharie, Suzy Tan, Audrey Kirsten Tasya Fitriyani Thommy Timotius Sema Teguh Tiovannie, Angelline Vincent Vincent Widayatmoko, Widayatmoko Widyatmoko widyatmoko Wijaya, Endrio Chandra Winarso, Sebastian Raynaldi Wundira, Trisha Yoedtadi, M. Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yoedtadi, Muhammad Gafar Yolanda, Vania Yuliana Yuliana Zakiya, Ryza Nur