Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI ANALOGIS BENTUK ARSITEKTURAL DAN MUSIK BAROK Roni Sugiarto
MEDIA MATRASAIN Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v16i1.25260

Abstract

Di samping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengar bentuk dan melihat bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat melihat ruang (spatiality).  Meski bahasa yang dipergunakan arsitektur dan musik berbeda, namun kedua bidang ini memiliki karakter berkesenian yang sama yaitu pencarian makna keindahan yang tiada akhir, untuk memenuhi kerinduan manusia akan nilai-nilai puitis yang tertanam dalam lubuk sanubarinya. Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi setiap orang keindahannya berbeda-beda karena ada „lagu‟ dalam setiap komposisi arsitektur yang dinikmati secara visual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif. Melalui penjelajahan imajinatif dan perseptif karya seni Barok, penelitian ini mencoba mencari analogi antara sensasi auditory (berupa nada, irama, ritme, tempo, dinamika) dengan manifestasi wujud arsitektur (bentuk, material, tekstur, struktur, hirarki, sikuens) dengan bantuan pendekatan konsep representatif dan analogis. Melalui kajian dengan penelusuran dengan membandingkan secara analogis (yang bersifat atributif) telah membuktikan adanya keterkaitan dan kesenambungan unsur bentuk antara arsitektur serta musik Barok. Sistem representasi menjadi kunci dalam menghantarkan visi arsitektur serta musik Barok yang bersifat imajinatif dan ekspresif ke dalam perwujudan bentuk atau suatu manifestasi.
PENDOKUMENTASIAN GAMBAR TERUKUR CAGAR BUDAYA OMAH GEDE DAN WITANA BUYUT TRUSMI CIREBON herwindo, Rahadhian P; Arif, Kamal A; Dewi, Mira; Sugiarto, Roni; Purnama, Mimie; Purnama, Iwan; Hidayah, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i01.427

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan wilayah di pesisir Jawa Barat yang memiliki kekayaan cagar budaya termasuk dalam wujud arsitekturnya. Secara garis besar, upaya pelestarian cagar budaya dilakukan melalui upaya perlindungan, pemeliharaan, dan dokumentasi. Upaya perlindungan dilakukan melalui penyelamatan, pengamanan. Upaya pemeliharaan dilakukan melalui konservasi dan pemugaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung Upaya dokumentasi dilakukan melalui perekaman data dan publikasi. Adapun perekaman data, merupakan rangkaian kegiatan pembuatan dokumen tentang cagar budaya yang dapat memberikan informasi atau pembuktian keberadaannya. Kegiatannya berupa pemotretan, penataan, penggambaran, survey. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut untuk mendukung Pemerintah Daerah Cirebon dan masyarakat dalam pendokumentasian Cagar Budaya. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal kepekaan dan pemahaman mengenai bangunan cagar budaya di wilayah Jawa Barat. Selain itu materinya dapat dikembangkan untuk menunjang penelitian dan abdimas berikutnya. Metode Dokumentasi ini dilaksanakan dengan pendekatan measured drawing dilakukan pada Bale Gede dan Witana Trusmi melalui pengukuran keseluruhan kondisi eksisting bangunan sedemikian adanya. Hasilnya digunakan sebagai dokumen referensi dalam melakukan penelitian ataupun pemugaran/renovasi bangunan kedepannya apabila terjadi kerusakan/ kehancuran pada bangunan yang bersangkutan.
TELAAH PENGUKURAN SOUNDSCAPE SEBAGAI KRITIK TERHADAP ELEMEN ARSITEKTURAL DI TAMAN FILM BANDUNG SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KUALITAS RUANG KOTA Sugiarto, Roni; Wijaya, Nadya Gani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Although in Indonesia has a standard rules about the level of noise in the region and the environment according to the decree of the Minister of Environment No. KEP-48/MENLH/11/1996, but the evaluation and control done to an area is still lacking. Soundscape is an environmentally acoustics part that is closely related to the quality perception of region noise. The purpose of this research is to critically study how architectural elements of the Bandung Film Park, are able to effectively and optimally contribute to the quality of environmental auditory, while also discovering the soundscape benefits as one of the analytical tools in designing. By implementing a qualitative approach with direct observation data retrieval techniques and merge into the phenomenon, the research can be an example of strategic implementation in the creation of good environmental sound quality. In other respects, a soundscape research can be a necessity to raise human awareness or designer in particular to environmental sounds as an aspirational and evaluative means to a sustainable city and community order.Kata Kunci: Soundscape, City Park, Architectural ElementAbstrak: Walaupun di Indonesia memiliki aturan standar tentang tingkat kebisingan dalam kawasan dan lingkungan, menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-48/Menlh/11/1996, namun evaluasi dan kontrol yang dilakukan terhadap suatu kawasan masih kurang dilakukan. Soundscape merupakan bagian akustika lingkungan yang terkait erat dengan kualitas persepsi kenyamanan bunyi kawasan. Tujuan penelitian ini adalah secara kritis menelaah bagaimana elemen arsitektural pembentuk Taman Film Bandung mampu secara efektif dan optimal dalam memberi kontribusi yang baik terhadap kualitas audial lingkungan, sekaligus menemukan manfaat soundscape sebagai salah satu alat analisis dalam perancangan. Dengan menerapkan pendekatan yang bersifat kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi langsung serta melebur dengan fenomena yang terjadi, maka penelitian dapat menjadi contoh penerapan strategis dalam penciptaan kualitas suara lingkungan yang baik. Di lain hal, penelusuran soundscape dapat menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran manusia atau perancang secara khusus terhadap suara-suara lingkungan sebagai sarana aspiratif dan evaluatif menuju tatanan kota dan masyarakat yang berkelanjutanKata Kunci: Soundscape, Taman Kota, elemen Arsitektur
PENDOKUMENTASIAN GAMBAR TERUKUR CAGAR BUDAYA OMAH GEDE DAN WITANA BUYUT TRUSMI CIREBON herwindo, Rahadhian P; Arif, Kamal A; Dewi, Mira; Sugiarto, Roni; Purnama, Mimie; Purnama, Iwan; Hidayah, Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i01.427

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan wilayah di pesisir Jawa Barat yang memiliki kekayaan cagar budaya termasuk dalam wujud arsitekturnya. Secara garis besar, upaya pelestarian cagar budaya dilakukan melalui upaya perlindungan, pemeliharaan, dan dokumentasi. Upaya perlindungan dilakukan melalui penyelamatan, pengamanan. Upaya pemeliharaan dilakukan melalui konservasi dan pemugaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung Upaya dokumentasi dilakukan melalui perekaman data dan publikasi. Adapun perekaman data, merupakan rangkaian kegiatan pembuatan dokumen tentang cagar budaya yang dapat memberikan informasi atau pembuktian keberadaannya. Kegiatannya berupa pemotretan, penataan, penggambaran, survey. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut untuk mendukung Pemerintah Daerah Cirebon dan masyarakat dalam pendokumentasian Cagar Budaya. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal kepekaan dan pemahaman mengenai bangunan cagar budaya di wilayah Jawa Barat. Selain itu materinya dapat dikembangkan untuk menunjang penelitian dan abdimas berikutnya. Metode Dokumentasi ini dilaksanakan dengan pendekatan measured drawing dilakukan pada Bale Gede dan Witana Trusmi melalui pengukuran keseluruhan kondisi eksisting bangunan sedemikian adanya. Hasilnya digunakan sebagai dokumen referensi dalam melakukan penelitian ataupun pemugaran/renovasi bangunan kedepannya apabila terjadi kerusakan/ kehancuran pada bangunan yang bersangkutan.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pengalaman Soundscape Di Taman Dewi Sartika Bandung Aldo Golfana Topan Rachardjo; Roni Sugiarto
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.59672

Abstract

This research aims to explore the extent to which the Covid-19 pandemic with all kinds of restrictions that occur affects the soundscape experience, and explores the extent to which an audial study was created at Taman Dewi Sartika Bandung as a thematic city park in the center of Bandung City. This is deemed necessary so that practical and theoretical contributions are not only limited to visual goals but also give meaning to audial experience. The soundscape approach has not been widely applied in the architectural design process, especially in urban parks in the city center in Indonesia, particurarly in Bandung. This research was conducted by using observations at Dewi Sartika Park, and used a qualitative and quantitative approach, accompanied by an exploratory literature review on soundscapes, city parks as part of public space, and human perception. Through this research, it was found that the presence of the COVID-19 pandemic has changed the soundscape experience and shifted the existence of the park from being very cultural, namely domination in aspects of activity and place, to being very natural which is "sacred".
Transforming Cultural Iconography into Design Principles for Heritage Area Landmarks: A Case Study of the Cirebon Palace and Chinatown Corridors Nita Dwi Estika; Puspaningrum Puspaningrum; Dimaz Attariqsyah; Valencia Liandy; Jason Stevenson; Mira Dewi Pangestu; Rahadhian Prajudi Herwindo; Nancy Yusnita Nugroho; Roni Sugiarto; Nurhidayah; Yovita Adriani
Jurnal Riset Arsitektur Vol 10 No 2 (2026): Jurnal RISA (Riset Arsitektur)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v10i2.%p

Abstract

The Cirebon Palace and Chinatown areas possess a wealth of cultural iconography that represents the acculturation of various traditions. However, its use in the design of heritage area landmarks tends to be visual rather than grounded in systematic design principles. This study aims to formulate design principles for heritage-area landmarks by translating cultural iconography into design knowledge. The study employed a qualitative approach based on design research through literature review, field observations, visual documentation, and focused discussions with stakeholders. Analysis was conducted through the identification, interpretation, and synthesis of cultural iconography into design principles. The research results yielded five principles: regional legibility, symbolic transformation, contextual identity, visual acculturation, and contemporary adaptation. These principles were then implemented in the design of the Ariodinoto Street Monument, the Chinatown Gate, and the Pulasaren Street Landmark. This research contributes by offering a conceptual framework that bridges cultural values ​​with design decisions, thus making it applicable to landmark design in other heritage areas.