Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sensory and physicochemical properties of threadfin bream (Nemipterus nemurus) meatballs from breadfruit and tapioca flour formulations: Sifat sensori dan fisikokimia bakso ikan kurisi (Nemipterus nemurus) dari formulasi tepung sukun dan tapioka Fadhallah, Esa Ghanim; Navisa, Putri; Susilawati, Susilawati; Sugiharto, Ribut
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i11.56669

Abstract

Bakso ikan memerlukan bahan pengisi untuk menghasilkan kualitas produk akhir yang baik. Tapioka sering digunakan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan bakso, namun memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Tepung sukun dapat digunakan sebagai alternatif tambahan bahan pengisi bakso karena mengandung amilosa dan amilopektin yang tinggi serta serat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi bakso ikan kurisi dengan penambahan tepung sukun dan tapioka terbaik berdasarkan sifat sensori, fisik, kimia dan kesesuaian dengan SNI 7266:2014. Formulasi tepung sukun dan tapioka yang digunakan terdiri dari 6 perlakuan (%), yaitu (0:15); (3:12); (6: 9); (9:6); (12:3); dan (15:0). Parameter yang dianalisis meliputi uji sensori, kadar abu, air, hardness, springiness, dan cohesiveness. Perlakuan terbaik dilanjutkan analisis kadar protein dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung sukun dan tapioka berpengaruh nyata terhadap sifat sensori, fisik dan kimia bakso ikan kurisi. Formulasi terbaik adalah perlakuan tepung sukun 3% dan tapioka 12% dengan skor ketampakan 7,62 (permukaan halus, tidak berongga, cerah), aroma 7,75 (khas ikan), rasa 8,00 (khas bakso ikan), tekstur 7,83 (padat, kompak, kenyal), rasa secara hedonik 7,63 (sangat suka), penerimaan keseluruhan 7,39 (suka), kadar air 68,02%, abu 2,22%, serat kasar 0,71%, dan protein 11,38% yang sesuai dengan SNI 7266:2014. Formulasi ini juga menghasilkan nilai hardness 295,50 N, nilai springiness 12,57 mm, dan nilai cohesiveness 1,22 mm. Makin tinggi konsentrasi tepung sukun makin menurunkan nilai sensori dan fisik.
PENGARUH PENAMBAHAN METANOL DAN METIL ESTER TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE DARI BUAH SAWIT LEWAT MATANG Sugiharto, Ribut; Adiningrum, Safitri; Achmad, Novall C.; Yuliandari, Puspita; Fadhallah, Esa G.; Subeki, Subeki
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah sawit lewat matang merupakan sumber ekstrak kasar enzim lipase yang potensial sebagai biokatalis produksi biodiesel. Aktivitas enzim lipase dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah pelarut organik, seperti metil ester dan metanol. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan metanol dan metil ester dalam penghambatan aktivitas enzim lipase kasar yang berasal dari buah sawit lewat matang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang disusun secara faktorial dalam 3 ulangan. Penelitian disusun dalam 2 faktor; faktor pertama adalan konsentrasi metil ester (E) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan faktor kedua adalah konsentrasi metanol (M) yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4%, dan 6%). Pengamatan yang dilakukan adalah aktivitas ekstrak kasar enzim lipase. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis sidik ragam untuk memperoleh penduga ragam galat dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar perlakuan. Kemudian, diuji lebih lanjut dengan analisis Ortogonal Polinomial untuk mengetahui pola hubungan perlakuan dengan hasil pengamatan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan metil ester dan metanol ke dalam substrat sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekstrak kasar enzim lipase dari buah sawit lewat matang (over ripe). Peningkatan konsentrasi metil ester dan metanol masing masing menurunkan aktivitas enzim lipase secara linier. Kombinasi metil ester dan metanol dalam substrat mempunyai daya hambat aktivitas ekstrak kasar enzim lipase lebih besar dibandingkan dengan bila metil ester dan metanol ditambahkan secara terpisah.