Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STRATEGI PEREMPUAN PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI KELUARGA (Studi Kelurahan Wandaka Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara) Alina Masrawati; Sulsalman Moita; Aryuni Salpiana Jabar
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.38

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan perempuan pembudidaya rumput laut untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga di Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, serta dampak positif dan negatif dari strategi ini terhadap kesejahteraan sosial dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga. Penelitian kualitatif digunakan. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk memilih informan. Informan yang dipilih untuk penelitian ini termasuk kepala desa, kader senior, anggota masyarakat, wanita lanjut usia, dan wanita lanjut usia. Data primer dan data sekunder adalah sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data melibatkan pengumpulan, pengurangan, penyampaian, dan penarikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di kelurahan Wandaka menggunakan Strategi Aktif, yang berarti mereka memanfaatkan setiap kemungkinan keluarga mereka. Strategi Pasif, yang berarti menghemat uang rumah tangga, dan Strategi Jaringan, yang berarti bergantung pada lingkungan sekitar. Dampak Positif Perempuan Nelayan Rumput Laut Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga adalah mereka meningkatkan status keluarga dan menambah penghasilan rumah tangga. Dampak Negatif Perempuan Nelayan Rumput Laut Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Keluarga adalah mereka harus mengubah kapasitas pekerjaan rumah mereka, tidak memberikan perhatian yang cukup kepada suami dan anak mereka, dan memiliki lebih sedikit waktu untuk berkumpul dengan masyarakat dan keluarga.
PEMBERDAYAAN PETANI TANPA LAHAN DALAM EKONOMI PEDESAAN: STRATEGI ADAPTIF TERHADAP KRISIS AGRARIA DAN KETIMPANGAN AKSES TANAH Syaifudin Suhri Kasim; Aryuni Salpiana Jabar; Megawati A. Tawulo; Bakri Yusuf; Lutfiana Nur Azizah; Nada Kusuma
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemberdayaan petani tanpa lahan dalam konteks ekonomi pedesaan yang diwarnai oleh krisis agraria dan ketimpangan akses terhadap sumber daya tanah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali strategi adaptif yang dikembangkan petani tanpa lahan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka di tengah keterbatasan aset produksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kebijakan agraria, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan transformasi sosial menuju tata kelola sumber daya yang inklusif dan berkeadilan. Petani tanpa lahan membangun jaringan solidaritas ekonomi, mengembangkan usaha mikro berbasis komunitas, serta memperkuat peran perempuan dalam kegiatan produktif. Selain itu, kelembagaan lokal seperti koperasi desa dan kelompok tani berperan penting dalam memperluas akses terhadap modal, teknologi, dan pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan petani tanpa lahan merupakan bentuk resistensi struktural terhadap ketimpangan agraria dan menjadi fondasi bagi pembangunan pedesaan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan. Reformasi kebijakan agraria yang partisipatif dan berkeadilan menjadi prasyarat utama bagi transformasi ekonomi pedesaan yang sejati.