Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Usabilitas Aplikasi Mobile eTourism Objek Wisata di Bali Berbasis Location Based Services Bagus Made Sabda Nirmala; I Gede Suardika; I Wayan Ardiyasa
Jurnal Explore Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.372 KB) | DOI: 10.35200/explore.v9i1.275

Abstract

Pariwisata merupakan sektor ekonomi utama bagi masyarakat Bali. Dengan pengaruh perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin maju, ranah pengembangan digital untuk pariwisata wajib dilakukan. eTourism merupakan digitalisasi, shifting pariwisata konvensional ke bentuk digital, terutama yang belum tersentuh teknologi informasi pada proses bisnis, value chain dan consumer journey. Perkembangan etourism di Bali memiliki tantangan tersendiri khususnya daerah wisata alam dan cagar budaya di Bali. Tantangan ini mencakup perkembangan infrastruktur teknologi informasi yang belum merata, pengelolaan informasi terkait tempat wisata di Bali yang masih belum baik hingga promosi informasi wisata alternatif yang belum terpublikasi, terutama pada rural area yang susah dijangkau oleh sinyal telekomunikasi. Lokasi wisata yang berada di rural area ini jarang mendapatkan expose informasi sehingga sedikit wisatawan mengunjunginya. Selain itu, masih banyak wisatawan yang mengunjungi suatu tempat wisata tidak mengetahui terdapat tempat wisata alternatif lain yang ada di sekitarnya. Wisatawan perlu menanyakan ke masyarakat lokal untuk mengetahuinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis usabilitas pada aplikasi mobile localguide yang berbasis LBS. Aplikasi localguide berbasis android mampu memberikan informasi point-of-interest (PoI) berdasarkan lokasi user berada. Location based services (LBS) merupakan teknologi layanan berbasis lokasi memanfaatkan teknologi GPS yang mampu menentukan posisi perangkat tersebut. LBS dimanfaatkan untuk mengetahui lokasi wisatawan saat berkunjung di Bali. LBS mendukung pemanfaatan informasi lokasi user untuk menghadirkan value add informasi kepada user. Pemanfaatan LBS mampu menghadirkan informasi tempat wisata alternatif berdasarkan lokasi user. Analisis Usabilitas penelitian ini merupakan analisis tingkat kualitas sistem untuk kemudahan digunakan oleh user dengan mengukur aspek learnability, efficiency, memorability, errors dan  satisfaction. Hasil analisis usabilitas menunjukkan sebanyak 79,3 % pengguna mudah dalam menggunakan aplikasi mobile localguide ini.
Purwarupa Smart Home menggunakan MQTT Broker untuk Memonitor Kondisi Abnormal Perangkat Listrik Made Liandana; Bagus Made Sabda Nirmala; Ni Putu Nanik Hendayanti; Made Satria Wibawa; Dewa Gede Bayu Krisna Putra
Jurnal Explore Vol 12, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.011 KB) | DOI: 10.35200/explore.v12i1.545

Abstract

Smart home telah berkembang pesat, salah satu fitur yang banyak dimiliki oleh sistem smart home adalah untuk melakukan pengontrolan dan monitoring perangkat listrik yang ada di rumah. Pengontrolan bertujuan untuk menyalakan atau mematikan perngkat listrik, sedangkan monitoring bertujuan untuk mengetahui kondisi dari perangkat listrik apakah sudah menyala atau belum. Selain untuk memonitoring perangkat listrik, fokus dari penelitian ini adalah untuk memonitoring perangkat listrik yang gagal menyala karena mengalami kerusakan atau perangkat terputus dengan sumber tegangannya, dalam penelitian ini disebut dengn istilah abnormal atau anomali. Purwarupa dari smart home yang telah dikembangkan menggunakan protokol MQTT, sensor arus ACS712, NodeMcu, dan aplikasi web. Purwarupa smarthome telah dapat melakukan monitoring dan pengontrolan perangkat listrik dan memberikan informasi jika perangkat gagal menyala. Waktu yang diperlukan untuk menyalakan atau mematikan perangkat listrik berkisar dari 1.4 detik hingga 1.5 detik.
Wearable Device untuk Merekam Data Akselerasi Aktivitas Fisik Menggunakan Sensor Accelerometer Made Liandana; Bagus Made Sabda Nirmala
Jurnal Explore Vol 10, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.359 KB) | DOI: 10.35200/explore.v9i1.263

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk merakam akselerasi sebagai akibat dari aktivitas fisik. Nilai akselerasi sebagai akibat dari suatu aktivitas memiliki pola tertentu sesuai dengan gerakan atau aktivitas yang dilakukan, pola dari akselerasi tersebut selanjutnya dapat diolah atau dikalkulasi untuk mengetahui jenis aktivitas yang dilakukan. Sebelum melakukan pengolahan data akselerasi maka diperlukan proses perekaman data, pada penelitian ini perekaman dilakukan dengan memasang perangkat wearable device pada pinggang sebelah kiri kemudian mengirimkan data tersebut ke komputer yang digunakan untuk merekam pola aktivitas. Wearable device yang dirancang terdiri dari: sensor accelerometer dengan menggunakan modul ADXL345, pembaca nilai sensor dengan menggunakan board Lilypad Arduino, pengirim data dengan menggunakan modul Bluetooth HC-05, dan komputer penerima. Fungsi pengiriman data akselerasi, menampilkan nilai akselerasi, dan perekaman pola akselerasi untuk aktivitas berjalan, duduk, dan berdiri sudah dapat berfungsi dengan baik.
Sistem Kandang Ayam Petelur Otomatis Dengan Memanfaatkan Open-Source Hardware Krsna Elian Panji Restu; Made Liandana; I Komang Agus Ady Aryanto; Bagus Made Sabda Nirmala
JuSiTik : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jusitik.v5i2.656

Abstract

In general, laying hen farms still provide feed using a conventional system by sprinkling the feed in the feeding area along the cage and moving from one cage to another. Laying hens' manure that is still cleaned by dredging the manure is then collected in sacks or by spraying water, as well as collecting eggs manually by picking up eggs along the length of the cage. This activity is still not effective in maintaining and maintaining the cage because it still requires a lot of work. Therefore we need a facility for laying hens that can work automatically. This automatic laying hen cage can help laying hen breeders in providing feed, cleaning manure, collecting chicken eggs automatically and calculating egg yields easily and can monitor the temperature and humidity of the layer hen coops in real time. This system uses modules and sensors that are linked and connected to a microcontroller which can be monitored by the user through the Blynk application on the user's smartphone. The system is built using existing components in the form of sensor modules that are easy to get on the market at an affordable price, namely the use of Arduino Atmega2560 as a microcontroller, LCD to display the results of data obtained in the cage, Relays for motorbike manure switches and egg collection , the motor driver Ln298 as a motor control regulator, Esp8288 for wifi networks, DHT22 for temperature and humidity measurements in the enclosure, and RTC DS3231 for digital timing in the enclosure. These tools are built not too complex so that breeders or users can easily use and carry out maintenance if one of the components of the tool is damaged so that it is easy to replace.
PENGKAJIAN USABILITAS: PENERAPAN DESIGN THINKING DAN DESIGN SPRINT PADA USER INTERFACE APLIKASI MOBILE RENTBIKEBALI Bagus Made Sabda Nirmala
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 9 No. 4 (2023): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata Indonesia meluncurkan inisiatif Go Digital sebagaistrategi untuk mengatasi pertumbuhan jumlah wisatawan milenial dalam negeri. Wisatawan generasimuda ini memiliki pola konsumsi wisata yang berbeda, dengan pembelian tiket, pemesanan akomodasi,dan pemilihan paket wisata yang semuanya dilakukan secara digital. Mereka dikenal sebagai individuyang mandiri dan cenderung mengandalkan teknologi digital dalam kegiatan traveling mereka.Golongan wisatawan ini sering disebut sebagai free independent traveler (FIT) yang umumnya terdiridari kaum muda sekitar 21 – 36 tahun. Terkait dengan pariwisata di Bali dan potensi dari pasarwisatawan FIT ini, semakin banyak FIT yang mengunjungi Bali. Mereka mendapatkan rekomendasidestinasi dari media sosial. Kebutuhan informasi pariwisata melalui media sosial banyak tersebarmelalui akun-akun traveling di Bali melalui social media Instagram dan tiktok. Namun, terdapatkendala-kendala dalam situasi ini. Beberapa masalah yang dihadapi oleh FIT meliputi kesulitan dalammenemukan kendaraan yang sesuai dengan anggaran mereka. Biasanya, mereka hanya mencaripenyewaan di sekitar tempat menginap, dan berusaha mencari layanan sewa motor terdekat untukdigunakan dalam menjelajahi tempat-tempat wisata di Bali. Namun, seringkali FIT mengalami kesulitan menemukan motor yang sesuai dengan standar mereka. Oleh karena itu, mereka kesulitan menemukantempat sewa motor yang dapat diandalkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam konteks ini,aplikasi berbasis mobile yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan menjadi prototipe yangdapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh FIT. Pada tahap perancangan, aplikasi inimenggunakan metodologi design thinking dan kerangka kerja design sprint. Dalam tahappengembangan, model arsitektur Model-View-ViewModel (MVVM) digunakan. Pada tahap akhir,dilakukan analisis atau kajian usablitas terhadap aplikasi mobile rentbikebali untuk mengevaluasipengalaman pengguna, efektivitas dan usabilitas aplikasi rentbikebali yang dikembangkan dalampenelitian ini. Dari kajian usabilitas didapatkan bahwa sebanyak 77,3 % atau skala 3,87 aplikasi inisudah memenuhi aspek usabilitas: Learnability, Satisfaction, memorability, error frequency, efficiencyof use.
Purwarupa Smart Home menggunakan MQTT Broker untuk Memonitor Kondisi Abnormal Perangkat Listrik Made Liandana; Bagus Made Sabda Nirmala; Ni Putu Nanik Hendayanti; Made Satria Wibawa; Dewa Gede Bayu Krisna Putra
Explore Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/ex.v12i1.94

Abstract

Smart home telah berkembang pesat, salah satu fitur yang banyak dimiliki oleh sistem smart home adalah untuk melakukan pengontrolan dan monitoring perangkat listrik yang ada di rumah. Pengontrolan bertujuan untuk menyalakan atau mematikan perngkat listrik, sedangkan monitoring bertujuan untuk mengetahui kondisi dari perangkat listrik apakah sudah menyala atau belum. Selain untuk memonitoring perangkat listrik, fokus dari penelitian ini adalah untuk memonitoring perangkat listrik yang gagal menyala karena mengalami kerusakan atau perangkat terputus dengan sumber tegangannya, dalam penelitian ini disebut dengn istilah abnormal atau anomali. Purwarupa dari smart home yang telah dikembangkan menggunakan protokol MQTT, sensor arus ACS712, NodeMcu, dan aplikasi web. Purwarupa smarthome telah dapat melakukan monitoring dan pengontrolan perangkat listrik dan memberikan informasi jika perangkat gagal menyala. Waktu yang diperlukan untuk menyalakan atau mematikan perangkat listrik berkisar dari 1.4 detik hingga 1.5 detik.
Sistem Informasi Marketplace Penyewaan Kendaraan Berbasis Website Di Nusa Penida, Bali Nirmala, Bagus Putu Wahyu; Utami, Nengah Widya; Nirmala, Bagus Made Sabda
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.641 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i2.11598

Abstract

Pulau Bali merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang sangat populer di Indonesia. Salah satu destinasi wisata alam yang populer yang ada di pulau Bali saat ini adalah Nusa Penida yang memiliki potensi untuk di kembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi e-tourism yang berupa sistem informasi marketplace penyewaan kendaraan berbasis website ini dapat di akses secara luas oleh masyarakat melalui halaman website. Aplikasi yang akan dikembangkan dapat digunakan untuk membantu wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida untuk mencari penyewaan kendaraan sebagai sarana transportasi dalam perjalanan berlibur selama di Nusa Penida. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sarana informasi dalam mencari penyewaan kendaraan sesuai dengan tipe kendaraan yang diinginkan di objek wisata Nusa Penida.
Model Pengembangan Wisata Spa & Wellness Berbasis Komoditas Rumput Laut Di Nusa Lembongan, Provinsi Bali Wahyu Nirmala, Bagus Putu; Putu Eka Wirawan; Bagus Made Sabda Nirmala; I Wayan Darya Kartika
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 14 No. 1 (2023): December 2023
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v13i2.276

Abstract

pengolahan rumput laut yang mendukung spa & wellness tourism dihadapkan pada beberapa kendala. Hal ini menyebabkan pemanfaatan hasil olahan oleh industri hilir tidak optimal dan banyak rumput laut kering yang diekspor. Dibutuhkan peran pengambil kebijakan untuk merealisasikan spa & wellness tourism di Nusa Lembongan. Pemerintah Daerah perlu memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan model wisata ini serta korelasinya dengan kesiapan infrastruktur fisik, pembangunan suprastruktur serta SDM petani dan stakeholders. Penelitian ini mencoba mengangkat permasalahan pengembangan model wisata dengan pendekatan model hubungan kausal dalam metode dinamika sistem. Penelitian ini berlokasi di Nusa Lembongan yang memiliki potensi rumput laut tinggi di Provinsi Bali. Model yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan dibutuhkan sinergi antara empat subsistem yaitu subsistem pengolahan rumput laut, subsistem budidaya rumput laut, subsistem spa & wellness tourism, dan subsistem desa wisata. Adanya pemahaman terkait subsistem ini diharapkan membantu pengambil kebijakan dalam pengembangan pariwisata Lembongan menuju pariwisata berkualitas.
PELATIHAN APLIKASI KEPENDUDUKAN: LANGKAH SISTEMATIS MENINGKATKAN EFISIENSI DESA DI KABUPATEN BULELENG Putu Wahyu Nirmala, Bagus; Made Sabda Nirmala, Bagus; Darsana, I Made; Astrama, I Made
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 2 No. 3 (2023): Artikel Pengabdian bulan Oktober-Desember 2023
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v2i3.1780

Abstract

Pelatihan aplikasi kependudukan di 60 Desa Kabupaten Buleleng menunjukkan langkah-langkah sistematis dan kolaboratif untuk meningkatkan pemahaman operator desa. Identifikasi kebutuhan masyarakat menjadi dasar perancangan program yang terfokus, melibatkan tim multidisiplin dari kampus dan dukungan Tim Programer aplikasi. Kolaborasi erat dengan pihak terkait, terutama pemerintah daerah, memastikan dukungan holistik. Metodelogi pelatihan penggunaan aplikasi kependudukan di 60 Desa Kabupaten Buleleng dimulai dengan identifikasi kebutuhan masyarakat melalui survei dan wawancara. Hasil identifikasi menjadi dasar perancangan program pelatihan yang terfokus, melibatkan tim multidisiplin dari kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional serta dukungan Tim Programer aplikasi. Pelatihan bertahap di kampus, fokus pada operator desa, dengan presentasi materi interaktif. Evaluasi berkala dan monitoring menunjukkan dampak positif, dengan peningkatan signifikan dalam kemudahan akses administrasi kependudukan dan literasi teknologi. Forum diskusi sukses membahas relevansi program untuk pengembangan masyarakat dan pemerintahan efisien. Penyusunan laporan hasil dan diseminasi melalui seminar menjadi langkah kunci dalam menyampaikan temuan dan rekomendasi secara ringkas kepada pihak terkait.
DESAIN ULANG LOGO DAN CITRA: UPAYA REBRANDING DAYA TARIK WISATA JATILUWIH, KABUPATEN TABANAN Putu Wahyu Nirmala, Bagus; Made Sabda Nirmala, Bagus; Agung Permata Sari, Putri
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 3 No. 2 (2024): Artikel Pengabdian bulan Juli-September 2024
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v3i2.2286

Abstract

Pengabdian masyarakat desain ulang logo dan citra di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan menjadi sebuah upaya Manajemen Operasional (MO) DTW Jatiluwih untuk melakukan rebranding atraksi yang sudah terkenal lebih dari 2 dekade tersebut serta telah menyandang sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dari UNESCO. Desain ulang atau redesign logo dan citra ini melibatkan tim multidisiplin dari kampus dan dukungan tim desain profesional. Metodelogi redesign dimulai dengan identifikasi yang menjadi daya tarik wisata di Jatiluwih, dilanjutkan dengan wawancara Bapak Manajer DTW Jatiluwih, Sekretaris MO DTW Jatiluwih serta bagian promosi dan pemasaran MO DTW Jatiluwih. Selanjutnya dilakukan observasi literatur dan studi komparasi logo-logo daya tarik wisata lain yang ada di Indonesia dan di luar Indonesia. Hasil dari kegiatan identifikasi, wawancara dan studi komparasi tersebut menghasilkan sketsa dan formasi logo yang diadaptasi dari konsep kearifan lokal Hindu di Bali yaitu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan manusia dalam hidup). Logo ini kemudian diaplikasikan pada media digital, media cetak serta atribut operasional MO DTW Jatiluwih seperti seragam, name tag dan lainnya. Diharapkan perubahan logo DTW Jatiluiwh menjadi upaya rebranding dengan identitas yang kental kearifan lokal serta memiliki semangat pembaharuan menuju pariwisata berkelanjutan namun tetap mengikuti modernisasi dan digitalisasi.