Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Anti-Bacterial Effectiveness Test of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L.) Against Escherichia coli Halijah Halijah; Haerul Mutiah; Nur Fatiha Syam
Journal of Biological Science and Education Vol 3, No 1 (2021): June
Publisher : Journal of Biological Science and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jbse.v3i1.1441

Abstract

Test the Effectiveness of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L). Against Bacteria Escherichia coli aims to know the ability of basil leaf extract (Ocimum basilicum L).deadly or inhibit escherichia coli bacteria. This research is qualitative experimental research.Basil leaves are extracted using maceration method using entanol solvent 96%. Antibacterial tests are conducted by administering treatment to bacteria with three types of concentrations, namely concentrations of 40%, 60%, 80%, positive control, and negative control.Antibacterial test results of coarse extract of basil leaves (Ocimum basilicum L) have the ability to inhibit escherichia coli bacteria at concentrations of 40%, 60%, and 80% with each halo zone diameter of 1.96 cm, 1.11 cm, 0.89 cm, 1.50 cm, 0.00 cm.Coarse extract of basil leaves (Ocimum basilicum L) has the ability to inhibit bacteria (bacteriostatic) with the most strong halo zone diameter at a concentration of 40 % with a halo zone diameter of 1.96 cm. Key word: maceration, E.coli, halo zone.
Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Andi Yurni ulfa; Halijah; Fauzan Akbar; Haerul Mutiah; Suhartini Azis
JURNAL PTI (PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA "YPTK" PADANG Vol. 9 (2022) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpti.v9i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Think Pair Share untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIB MTs Sehati Ulutedong. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah 24 orang siswa kelas VIIB. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data dalam peneli­ti­an ini menggunakan teknik tes dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang ditunjukkan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian secara bersiklus maka pada siklus I hasil belajar siswa yang hasil belajarnya tuntas dari siklus I (37,5%) ke siklus II (100%) dan yang tidak tuntas menurun dari siklus I (62,5%) ke siklus II (0%) Ketuntasan hasil belajar pada siklus II mencapai 100% dan telah memenuhi nilai ketuntasan klasikal yaitu 85%.Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I adalah 66,45 berada pada kategori rendah dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 85,20 berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIB.
Efektivitas Pembelajaran Daring Zoom, Google Classroom, Whatsapp Selama Pandemik di Universitas Muhammadiyah Bulukumba H. Halijah; Azrini Khaerah; Andi Yurni Ulfa
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102262192021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom, Google Classroom dan WhatsApp pada masa pandemik COVID -19 di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Mahasiswa kelas Biologi 18, Biologi 19, dan Biologi 20. Instrumen penelitian ini adalah peneliti menjadi key instrument. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Zoom kurang efektif dilaksanakan karena harus berada dalam jaringan yang kuat dan stabil, pemborosan kuota dan harga kuota yang mahal. Aplikasi Google Classroom efektif untuk mengumpulkan tugas, UTS dan UAS. Aplikasi WhatsApp paling efektif digunakan dalam pembelajaran daring karena mudah di akses oleh mahasiswa yang tinggal di pedesaan.Kata kunci: Efektivitas, Pembelajaran Daring, Masa PandemikThis study aims to determine the effectiveness of online learning using the zoom application, google class room, and whatss app during the Covid 19 pandemic at the University of Muhammadiyah Bulukumba. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach. the source of data in this study were students of biology class 18,19,20. The instrument of this research was the researcher being the key instrument.  The data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used the Miles & Huberman model. The results showed that learning by using the Zoom application was less effective for collecting assignments, UTS and UAS. The Whatts App was the most effective application used in online learning because easily accessible to students living in rural areas. Keyword: Effectiveness, Online Learning, Pandemic
Perbandingan Total Mikroba Kombucha dengan Variasi Jenis Teh dan Lama Fermentasi Azrini Khaerah; Halijah Halijah; Nurhilmi Nawir
bionature Vol 21, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v21i2.16537

Abstract

Abstract. Kombucha is a fermented beverage made from tea and sugar. This fermentation is a work of bacteria and yeast consorsia that make a powerful symbiosis cooperation resulting kombucha with quality chemically increased. This kombucha is a healthful beverage for its consumer. Fermentation process can change the tea phisically, such as its taste, colour and flavor. During the fermentation period, the total cell of bacteria and yeast also change. In this research, kombucha is made from 4 different tea, such as black tea, green tea, oolong tea and white tea. As a result, found that the tea as a substrate and also the fermentation period affect the total of colony and cell of bacteria and yeast. In white tea and black tea kombucha perform decreased of total cell bacteria and yeast by the fermentation period, while in green tea and oolong tea kombucha increased. Keywords. kombucha, fermentation, total microbes, SCOBY, haemacytometer
Anti-Bacterial Effectiveness Test of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L.) Against Escherichia coli Halijah Halijah; Haerul Mutiah; Nur Fatiha Syam
Journal of Biological Science and Education Vol 3, No 1 (2021): June
Publisher : Journal of Biological Science and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.35 KB) | DOI: 10.31327/jbse.v3i1.1441

Abstract

Test the Effectiveness of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L). Against Bacteria Escherichia coli aims to know the ability of basil leaf extract (Ocimum basilicum L).deadly or inhibit escherichia coli bacteria. This research is qualitative experimental research.Basil leaves are extracted using maceration method using entanol solvent 96%. Antibacterial tests are conducted by administering treatment to bacteria with three types of concentrations, namely concentrations of 40%, 60%, 80%, positive control, and negative control.Antibacterial test results of coarse extract of basil leaves (Ocimum basilicum L) have the ability to inhibit escherichia coli bacteria at concentrations of 40%, 60%, and 80% with each halo zone diameter of 1.96 cm, 1.11 cm, 0.89 cm, 1.50 cm, 0.00 cm.Coarse extract of basil leaves (Ocimum basilicum L) has the ability to inhibit bacteria (bacteriostatic) with the most strong halo zone diameter at a concentration of 40 % with a halo zone diameter of 1.96 cm. Key word: Effectiveness Test, Ocimum basilicum L., Escherichia coli
Pengaruh Pembelajaran Blended Learning melalui Virtual Syncronous dan Live Syncronous pada Mahasiswa Andi Yurni ulfa; Halijah; Suhartini Azis; Fauzan Akbar; Haerul Mutiah; Satnawati
JURNAL PTI (PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI) FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITA PUTRA INDONESIA "YPTK" PADANG Vol. 10 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpti.v10i1.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh virtual syncronous (maya/daring) dan pengaruh live syncronous (tatap muka langsung/luring) dalam sistem pembelajaran blended learning pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi pada mahasiswa Biologi 21 Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 29 orang mahasiswa kelas Bio 21. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman pertanyaan wawancara. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis Miles and Huberman dan teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah standar kredibilitas, standar transferabilitas, standar depandibilitas dan standar konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring pada sistem blended learning secara virtual syncronous (sinkron maya/daring) dan live syncronous (sinkron langsung/luring) pada mata kuliah strategi belajar mengajar Biologi tidak berpengaruh baik pada jaringan dan cuaca. Pengaruh sistem pembelajaran blended learning secara live syncronous (sinkron langsung/luring) pada mata kuliah strategi belajar mengajar Biologi membuat mahasiswa menjadi aktif, inovatif dan kreatif berpengaruh baik pada tingkat daya serap mahasiswa baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik, kemandirian dalam belajar, terciptanya interaksi sosial, problem solving yang baik, tanggung jawab dan kolaborasi tim yang solid menjadikan pembelajaran ini menjadi konseptual, faktual dan bermakna.
EFFECT OF USING TONGUE TWISTER ON STUDENTS’ VOWEL PRONUNCIATION SKILLS AT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BULUKUMBA; INDONESIAN VILLAGE LEARNER CONTEXT Sri Wahyuni Thamrin; Andi Anugrah M; Halijah Halijah; Haerul Mutiah
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 12, No 2 (2023): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v12i2.12762

Abstract

Pronunciation is one of the speaking elements that must be mastered by foreign learners. However, students still found difficulties when pronouncing English words. Therefore, tongue twister was thought to be one effective technique to help students articulate the English words. The research applied pre-experimental design with only one experiment class. The class consisted of 15 participants from English Education Departement Program of Universitas Muhammadiyah Bulukumba and was chosen through purposive sampling technique. Statistical technique was applied to confirm the hypotheisis. Based on the test of significance result, it was found out that t test value is higher than the t table value (2.0351.708). This indicates that students’ pronunciation skills improved after students learnt with tongue twister which was combined with some other methods. Furthermore, it is also informed that there were some kinds of pronunciation errors made and the dominant errors found is phonetic errors due to the effect of students’ native language systems. 
WUJUD PEMBELAJARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Wahyu Ningsih; Nur Khadijah Razak; Halijah H
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.084 KB) | DOI: 10.56959/jpss.v7i2.53

Abstract

Abstract: This study discusses the form of learning to the principles of language politeness in the Indonesian Language and Literature Education Study Program Students, Universitas Muhammadiyah Makassar. This research was conducted in two stages, namely the data collection stage and the data analysis stage. The data collection stage was carried out through field research to obtain primary data using observation techniques and notes on the data card, while at the data analysis stage the authors used qualitative descriptive analysis. This analysis is used to obtain an overview of the form of maximizing the application of student conversations. The results obtained show that adherence to the principles of politeness is still a concern of students when speaking well with fellow students, especially towards lecturers. This indicates that the supporting factors for the realization of good communication are well understood and realized. The supporting factors are the conversation situation, the object being discussed, the individual language users involved, being able to see the appropriateness and accuracy of the use of vocabulary in the conversation. The use of maxims in conversation through the principles of language politeness put forward by Leech, including the maxim of wisdom, the maxim of acceptance, the maxim of generosity, the maxim of humility, the maxim of agreement and the maxim of sympathy.
Menganalisis Kemampuan Berbahasa Baku dan Berbahasa Tidak Baku bagi Siswa SMP Negeri 32 Bulukumba Kaharuddin Kaharuddin; Halijah; Erni
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2022): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.052 KB) | DOI: 10.47178/elementary.v5i2.1701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penggunaan bahasa baku dan non baku pada siswa SMP NegeriI 32 Bulukumba. Sumber data pada penelitian ini adalah berupa arsip-arsip dalam bentuk tertulis maupun visual yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian yaitu berupa jurnal. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan adalag teori penggunaan bahasa baku dan non baku. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti meneliti dengan menggunakan tehnik analisis interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses penggunaan bahasa baku dan non baku pada siswa SMP 32 Bulukumba cenderung menggunakan bahasa yang non baku. Hal ini ditandai dengan banyaknya penggunaan bahasa Indonesia yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku. Data yang tidak baku itu berupa (1) penyimpangan kaidah pembentukan kata, yang tampak dalam pemakaian imbuhan yang tidak tepat, pelepasan imbuhan, pemakaian bentuk dasar yang tidak baku, termasuk ketidak tepatan pemakaian kata ganti, (2) pemakaian unsur dari bahasa daerah, (3) pemakaian dialek konjo, (4) pemakaian hesitasi. Implementasi penggunaan bahasa baku dan non baku bagi siswa SMP 32 Bulukumba. Pada masa sekarang ini pengaruh globalisasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memengaruhi kehidupan masyarakat terutama kalangan remaja. Mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, sampai bahasa yang digunakanpun banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa. Bahkan banyak remaja yang malu jika menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan sesuai dengan aturan. Padahal, bahasa adalah identitas bangsa yang menjadi salahsatu penghargaan bagi Negara ini. Seharusnya sebagai generasi muda harus mampu untuk menjunjung tinggi bahasaIndonesia sebagai bentuk pengabdian kepada Negara. Penggunaan bahasa yang tidak baku seringkali kita temui dilingkungan sekitar kita, dan ironisnya hal tersebut sudah dianggap lumrah. Salah satu penyebab pudarnya penggunaan bahasa Indonesia yang baku adalah pengaruh dari bahasa luar atau modernisasi. Hal ini memicu munculnya istilah bahasa gaul dikalangansiswa SMP khususnya SMP Negeri 32 Bulukumba. Kemunculan bahasa gaul inilah yang menjadi penyebab tergesernya bahasa Indonesia yang baku. Para siswa SMP yang terbiasa menggunakan bahasa yang gaul, dalam pembicaraan formal pun mereka akan lupa untuk berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka, hal ini benar-benar memerlukan perhatian khusus dan tindakan nyata dari semua pihak yang peduli dengan eksistensi penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para generasi penerus bangsa ini bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus kita utamakan penggunaannya.
Perkembangan Teknologi dan Praktik Kesantunan Berbahasa Di Sekolah Dasar Kaharuddin Kaharuddin; Halijah; A. Andriani Asra
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2024): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/3heghy35

Abstract

Tujuan peneltian ini untuk membahas tentang praktik kesantunan berbahasa di Sekolah Dasar dan kaitannya terhadap perkembangan teknologi seperti media sosial dan platform digital. Menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan studi fenomenologi. Penelitian ini hendak menjawab perkembangan teknologi dan praktik kesantunan berbahasa di Sekolah Dasar baik tuturan guru dengan peserta didik serta tuturan antar peserta didik berdasarkan teori kesantunan berbahasa menurut Leech (1993). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik terkadang menggunakan bahasa yang sedang tren di media sosial yang tuturannya dapat menjadi tuturan yang mematuhi dan melanggar prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech (1983) yang meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kesetujuan, dan maksim kesimpatisan.