Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Keberagaman Character state Daun Litsea (Lauraceae) Koleksi Cianjur Herbarium Hortus Botanicus Tjibodensis Suherman, Dadang
MANILKARA: Journal of Bioscience Vol 2 No 1 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/manilkara.v2i1.6329.2023

Abstract

Herbarium serves as a storage place for plants that have been preserved, both in the form of dry and wet preserves. The specimen material is useful in determining the taxonomic status or identity of a plant. Litsea is one of the genera of the Lauraceae tribe (kamper-kamperan) which has similar leaf morphological characters among the species in it or even with other genera that are still in one tribe. The study aims to explain the variation of leaf morphological characters of species of Litsea clan members derived from herbarium specimens of the Cianjur Herbarium Hortus Botanicus Tjibodensis (CHTJ) collection. The research method uses direct observation of specimens in a careful, detailed, high concentration, and still refer to the information data contained in the herbarium sheet. The results showed that the petiole length ranged from 0.7 cm to 3 cm, the petiole surface was hairy (glabrescent) and glabrous. Species of the genus Litsea have leaf shape (circumscriptio): oval (ovalis/ellipticus), elongated (oblongus), and lobed (lanceolatus); The leaf tip (apex folii) is pointed (acutus) in 5 species, and tapered (acuminatus) in 4 species, obtuse (obtusus) in 3 species; the leaf base (base folii) is rounded (rotundatus) in 4 species, obtuse (obtusus) in 5 species, and pointed (acutus) in 3 species; while the arrangement of leaf bones (nervatio or venation) is pinnate (penninervis). The species also have flat leaf margins (margo folii) (integer), with the leaf blade (intervenium) being paper-like and parchment-like, the leaf color is green, and the leaf surface has pilosus.
Hubungan Karakteristik Peternak dengan Skala Kepemilikan Sapi Perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Nurdiyansah, Irwan; Suherman, Dadang; Putranto, Heri Dwi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.2.64-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak dan menganalisis hubungan antara karakteristik peternak dengan skala kepemilikan sapi perah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang pada tanggal 5 Juni sampai 31 Juli 2017. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah peternak sapi perah sebanyak 15 responden. Tahapan Penelitian dilakukan Survey terlebih dahulu untuk menentukan lokasi penelitian, surat izin penelitian dibuat oleh Fakultas Pertanian dan kemudian surat izin dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Bengkulu, dan pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati meliputi umur, pendidikan, lama pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan dan kepemilikan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berupa tabel. Analisa data yang digunakan statistik regresi linear berganda. Dari hasil dan pembahasan bahwa luas lahan berpengaruh terhadap kepemilikan ternak sapi perah, semakin luas lahan hijauan pakan ternak maka semakin meningkatkan kepemilikan ternak sapi perah, sebaliknya makin sempit lahan pertanian maka semakin rendah kepemilikan ternak sapi perah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa antara kepemilikan ternak sapi perah dengan faktor umur, pendidikan, lama pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan diperoleh persamaan regresi Y = -4,091 + 0,029X1 + 0,196X2 – 0,395X3 + 0,105X4 + 1,251X5*.
Analisis Finansial Peternakan Sapi Perah Peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.39-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2018 pada usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis finansial dengan kriteria (Return On Invesment, Payback Period, Net Present Value, Benefit Cost Ratio, dan Internal Rate of Return). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Invesment (22,82 %) lebih tinggi daripada tingkat suku bunga deposito (9 %). Jangka waktu pengembalian Payback Period (4 tahun 5 bulan) merupakan hasil periode lebih maksimum yang diperkirakan usaha (10 tahun), Net Present Value (Rp. 25.421.240,00), dan Benefit Cost Ratio (1,45) mempunyai nilai positif dan nilai lebih tinggi (daripada 1), perkiraan nilai Internal Rate of Return (28,45 %) adalah lebih tinggi daripada  tingkat suku bunga kredit 18 %. Hasil kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa  usaha peternakan sapi perah peternak Gapoktan Sumber Mulya dinyatakan layak secara finansial.
Pendapatan dan Curahan Tenaga Kerja Keluarga pada Berbeda Skala Kepemilikan Peternakan Sapi Pedaging Rakyat di Kabupaten Bengkulu Utara Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono; Novan, Novan
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.118-124

Abstract

AbstrakBeternak sapi pedaging dapat menjadi pekerjaan utama, tambahan penghasilan, dan investasi jangka pendek. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada berbeda skala kepemilikan sapi pedaging rakyat di Kecamatan Padang. Sampling. Responden peternak yang memiliki skala kepemilikan kecil (<3 ST) sebanyak 20 orang, skala kepemilikan sedang (3-5 ST) sebanyak  25 orang, dan skala kepemilikan besar (> 5 ST) sebanyak 15 orang. Variabel yang diamati meliputi kepemilikan ternak, biaya tetap, biaya variabel, biaya total, penerimaan, pendapatan, dan curahan tenaga kerja keluarga. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada skala kepemilikan kecil sebesar Rp. 13.173.502/tahun dan sebesar 1671 JKP/tahun, skala kepemilikan sedang sebesar Rp.15.341.647/tahun dan sebesar 2294 JKP/tahun, dan skala kepemilikan besar sebesar Rp. 17.096.969/tahun dan 3158 JKP/tahun. Hasil penelitian dapat disimpulkan, baik pendapatan maupun curahan tenaga kerja keluarga pada usaha peternakan sapi pedaging rakyat yang tertinggi pada skala kepemilikan besar. 
Analisis Ekonomi dan Keberlanjutan Usaha Ternak Puyuh Pada Saat Pandemi Corona Virus Desease (Covid–19) Di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang; Giovani, Alexander
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.8-16

Abstract

Puyuh merupakan jenis unggas dan masyarakat sudah lama membudidayakan untuk memproduksi telur dan daging. Pemeliharaan bertujuan untuk mata pencaharian dan pendapatan rumah tangga. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap usaha peternakan, terutama dalam memperoleh input produksi dan penjualan produk ternak. Menurunnya pendapatan masyarakat menyebabkan menurunnya pembelian produk peternakan. Penelitian ini menganalisis ekonomi dan keberlanjutan peternakan puyuh saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu. Lima peternak digunakan dalam penelitian ini, yang dipilih dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dikumpulkan pada penelitian ini adalah produksi telur, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C (Revenue/Cost), dan BEP (Break Even Point). Dari penelitian diperoleh hasil bahwa jumlah puyuh yang dipelihara adalah 2200/ekor/peternak, produksi telur adalah 71,14%, konsumsi pakan adalah 26,96 kg/ekor/hari, dan konversi pakan adalah 3,41. Pendapatan peternak adalah Rp 4.777.021,70/peternak/bulan, dengan nilai R/C 1,51; BEP unit 31.314 butir telur, dan BEP harga Rp 200,09/butir. Dapat disimpulkan bahwa usaha ternak puyuh masih untung dan  layak dilanjutkan pada saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Kata kunci: Ekonomi, Keberlanjutan, Puyuh, Pandemi Covid-19
Analisis Profit dan Payback Period Pada Budidaya Ternak Perah Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.17-23

Abstract

Penelitian ini menganalisis “profit” dan “payback period” peternakan Sumber Mulya yang mengusahakan sapi perah. Sumber Mulya terletak di Desa Sukasari, Kabawetan, Kepahiang. Pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan dengan menggunakan alat bantu berupa kuesioner, buku catatan perusahaan, alat tulis, alat transportasi, dan kamera. Sumber data dan informasi yang diperoleh dari peternak, buku catatan, dan pekerja di pertanian. Untuk memperoleh data dilakukan observasi langsung, wawancara dan pengisian kuesioner; yang meliputi data aspek teknis dan keuangan meliputi data investasi, biaya produksi, pendapatan usaha, pendapatan, produksi air susu, dan jumlah sapi induk laktasi selama satu tahun (Juli 2017 hingga Agustus 2018). Data diolah dan ditabulasi kemudian dihitung laba dan periodenya dan dibahas secara deskriptif. Hasil analisis diperoleh nilai keuntungan rata-rata sebesar Rp. 5.427.176,71/bulan, rata-rata sapi laktasi 7 ekor,  dan  biaya total  Rp. 10.032.823,29/bulan, dan “Payback period” tercapai untuk jangka waktu 3 tahun 4 bulan. Disimpulkan bahwa beternak sapi perah masih menguntungkan dan biaya investasi dapat dilakukan dalam waktu singkat. Kata  kunci : Payback period, peternakan sapi perah, profit,
Analisis Profitabilitas Usaha Penangkaran Murai Batu di Kota Bengkulu Putranto, Heri Dwi; Muslim, Alven Syahril; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.26-31

Abstract

The research objective was to analyze the income and profitability of the Murai Batu bird breeding business. The implementation starts from February to March 2019 in the Murai Batu captivity. The object used was the Murai Batu breeder in Bengkulu City, Bengkulu Province. The research method used purposive sampling. Data obtained through interviews. Data was calculated for 1 year regarding technical and financial aspects. Data were analyzed descriptively. The Murai Batu breeding business earned an income of Rp. 532,701.76/pair/breeder/year with an average number of Murai Batu of 7 pairs. Production cost was Rp. 2,957,656.37/pair/breeder/year. The profitability achieved was 18.01%. In conclusion, the Murai Batu captive breeding business was profitable.   Key words: Murai Batu, income, profitability   ABSTRAK Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan profitabilitas usaha penangkaran burung Murai Batu. Pelaksanaan dimulai  bulan Februari hingga Maret 2019 di penangkaran burung Murai Batu. Obyek yang digunakan adalah penangkar burung Murai Batu di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara. Data dihitung selama 1 tahun mengenai aspek teknis dan keuangan. Data dianalisis secara secara deskriptif. Usaha penangkaran burung Murai Batu memperoleh pendapatan sebesar Rp. 532.701,76/pasang/penangkar/tahun dengan jumlah burung Murai Batu rata-rata 7 pasang. Biaya produksi  sebesar Rp. 2.957.656,37/pasang/penangkar/tahun. Profitabilitas yang dicapai sebesar 18,01 %. Dapat dismpulkan usaha penangkaran Murai Batu adalah profitable   Kata kunci: Murai Batu, Pendapatan, Profitabilitas.
Performa Reproduksi dan Perkembangan Populasi Keturunan dari Ayam Hutan Merah pada Masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari; Soetrisno, Edi; Brata, Bieng Brata; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.55-62

Abstract

This study evaluates the reproductive performance and population development of red junglefowl offspring in communities in Seluma District, Bengkulu. Fifty respondents obtained by snowball sampling method used in this study. Data obtained through interviews, filling out questionnaires, and observation; includes rearing techniques, egg and chick production, as well as population. As a result, chicken population based on age and sex structure consisting of roosters (85 individuals), hens (67 individuals), chicks (63 individuals), and young chickens (122 individuals); and a total of 337 chickens. Chickens are raised by the community with 3 systems, namely (1) caged during the day and night, (2) released during the day and night, caged at night and released during the day. Egg production 5–15 eggs/hen/period, average 10.07±2.3 eggs/head/period, 8.6 ± 1.83 eggs were incubated by the hen, and eggs hatched 6.17±1.6 eggs/hen/period (72.78%), and and produced 6.17 chicks (61.26% of total egg production). Population development was slow, the initial population was 96 and the final population was 337 or an increase of 241 individuals (259.14%), the length of time of rearing was 7.47 years, so the increase rate was 32.26 individuals/year or 33.60% from the initial population. In conclusion, the descendants of the red jungle fowl are local chickens that genetically have good reproductive performance. Population growth is slow and is thought to be due to poor chickens rearing management.   Key words: Red Jungle Fowl, Offspring, Reproduction, Population   ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi performa reproduksi dan perkembangan populasi ayam hutan merah dan keturunannya pada masyarakat di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Lima puluh responden diperoleh dengan metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh  melalui wawancara, pengisian kuesioner, dan observasi;  meliputi teknik pemeliharaan, produksi telur dan anak ayam, serta populasi. Hasil, populasi ayam terdiri dari ayam jantan (85 ekor ayam), ayam betina (67 ekor ayam), anak ayam (63 ekor anak ayam), dan ayam muda (122 ekor ayam), sehingga total ayam 337 ekor ayam. Ayam dipelihara dengan 3 sistim yaitu : dikandangkan  siang  dan malam hari, dilepas siang dan malam hari, dikandangkan pada malam hari dan dilepas pada siang hari. Produksi telur 5–15 butir/induk ayam/periode, rata-rata 10,07±2,3 butir/ekor/periode, jumlah telur dieram 8,6±1,83 butir/induk ayam/periode, dan telur yang menetas 6,17±1,6 butir/induk ayam/periode (72,78%). Produksi anak ayam sebanyak 6,17 ekor/induk ayam/periode (61,26% dari total produksi telur). Perkembangan populasi lambat, populasi awal adalah 96 ekor dan populasi akhir sebanyak 337 ekor atau naik 241 ekor (259,14%), dengan lama pemeliharaan adalah 7,47 tahun, sehingga angka kenaikkan adalah 32,26 ekor/tahun atau 33,60% dari populasi awal. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam hutan merah keturunan dipelihara sebagai ayam lokal yang secara genetik memiliki kemampuan reproduksi cukup baik. Perkembangan populasi lambat yang diduga disebabkan menajemen pemeliharaan yang kurang baik.   Kata kunci: ayam hutan merah, keturunan, reproduksi, populas
DEVELOPMENT OF LOCAL POULTRY, BURGO CHICKEN TO IMPROVE FOOD SECURITY IN BENGKULU Sutriyono, Sutriyono; Brata, Bieng; Suherman, Dadang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.39

Abstract

ABSTRACTThis study aims to evaluate the production, population, and develop scenarios for the development of burgo chicken. The research was conducted for 3 months in Bengkulu Tengah, Bengkulu Province. Thirty-eight respondents were selected by the snowball sampling method used in this study. Data obtained through interview. filling out questionnaires, and observing; covering the identity of respondents, rearing management, production, and population; then a population development scenario is prepared. Research result, the purpose of raising chickens for food production, business, hunting chickens, and ornamental chickens. Chickens are housed during the day and night, released during the day and night, and a combination. Egg production 6-12 eggs/hen/period, an average of 8.64 eggs/hen/period; egg laying period 2-6 times/year, average 3.14. Total egg production per year is 2946, incubated is 90.98%, egg hatchability is 80.17%; and produced 2148 chicks. The population of burgo chickens was 357 (hens 29.97%, roosters 25.21%, chicks 29.41%, and young chickens 15.41%). The highest selling value of burgo chicken is IDR 800000 (decorated chicken) and the lowest is IDR 50000. In conclusion, burgo chicken has high productivity and selling value which is able to support food security through the provision of animal food and people's purchasing power increases, and population development is slow due to poor management. Recommendations, population development by multiplying hens, improving rearing and hatchery management, increasing egg laying period, reducing mortality, and preventing predators.Â