Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA KELAS X MIPA 2 MAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Hidayah, S. N.; Pujani, N. M.; Sujanem, R.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20575

Abstract

Studi awal menunjukkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X MIPA 2 MAN Buleleng rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar, (2) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIPA 2 (34 orang). Objek penelitian adalah model PBL, aktivitas belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan tanggapan siswa. Instrumen penelitian adalah lembar observasi aktivitas belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan angket tanggapan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) skor rata-rata aktivitas belajar siswa siklus I sebesar 17,7 dengan kategori tinggi dan siklus II sebesar 19,8 dengan kategori sangat tinggi, (2) nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah fisika siswa siklus I sebesar 77,5 dengan ketuntasan klasikal 88,2% dan siklus II sebesar 85,3 dengan ketuntasan klasikal 100%, (3) skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran fisika sebesar 82,1 (SD = 4,2) dengan kategori positif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X MIPA 2 MAN Buleleng. Kata Kunci: aktivitas belajar, kemampuan pemecahan masalah fisika, model PBL
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X BKP 1 SMK NEGERI ., AMANDA NURUL FAUDILA; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Rai Sujanem, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.19818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar fisika siswa kelas X jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) 1. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X BKP 1 sebanyak 33 siswa yang terdiri dari 28 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Data prestasi dikumpulkan dengan tes dan tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar fisika kelas X BKP 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata tes adalah 60,15 dengan ketuntasan klasikal 59% dan meningkat pada siklus II dengan skor rata-rata tes adalah 70.11 dengan ketuntasan klasikal 88%. Hasil penerapan pada siklus kedua sangat baik dan siswa memberi tanggapan positif terhadap model Discovery Learning berbantuan kuis interaktif.Kata Kunci : Discovery Learning, kuis interaktif, prestasi This research is motivated by the low physics learning achievement of class X Construction and Property Business Department (BKP) 1 students. This study aimed at improving the student’s physics learning achievement and describing the students' responses to the Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model in physics learning. This type of this research was classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consisted of 4 stages, namely planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subjects of this study were 33 students of class X BKP 1 consisting of 28 males and 5 females. Performance data were collected by tests, and students’ responses were collected by using a questionnaire. Data were analyzed descriptively. The results show that the application of Interactive Quizzes Assisted Discovery Learning model can improve student’s physics learning achievement in class X BKP 1 of SMKN 3 Singaraja. In the first cycle, the average score of the test is 60.15 with 59% its classical completeness is 59%, and increase in the second cycle with its average test score is 70.11 with classical completeness is 88%. The results of the implementation in the second cycle are very good and the students give positive responses to the Interactive Quiz assisted Discovery Learning model.keyword : Discovery Learning, Interactive Quiz, Achievement
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA KELAS XI MIPA 4 SMAN TAHUN AJARAN 2018/2019 NKA, Ayuningtias; Yasa, Putu; Sujanem, R.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20647

Abstract

Tinjauan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Untuk memecahkan masalah tersebut dilakukan intervensi tindakan berupa penerapan model CTL. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil prestasi belajar fisika siswa, dan aktivitas belajar siswa serta mendeskripsikan respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL. Penelitian ini penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Singaraja. Jumlah siswa sebagai objek adalah 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data hasil belajar fisika siswa dikumpulkan dengan tes objektif. Aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL dikumpulkan dengan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsitif. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 73,5 dan KK di siklus I sebesar 75%, dan ratarata aktivitas belajar siswa sebesar 21,5 dengan kategori sangat positif (2) skor rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 88,3 dan KK di siklus II sebesar 91,6%, dan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 21,8 dengan kategori sangat positif. Respon tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran fisika memiliki rata-rata skor 83,805 dengan kategori sangat positif. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model CTL dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa, dan (2) model CTL dapat meningkatkan aktivitas belajar fisika siswa, dan (3) siswa menunjukkan rsepon sangat positif terhadap penerapan model CTL. Kata Kunci: Model pembelajaran CTL, hasil belajar fisika siswa, respon tanggapan siswa
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN EFIKASI DIRI DAN PRESTASI SISWA SMA ., Ni Komang Lilik Handayani; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Rai Sujanem,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11277

Abstract

Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika, (2) mendeskripsikan efikasi diri siswa, (3) mendeskripsikan prestasi siswa, dan (4) Keterkaitan strategi pembelajaran guru fisika sebagai upaya pengembangan efikasi diri dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja dengan melibatkan seorang guru fisika dan siswa kelas X MIPA 7 tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 orang. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan atau verification data. Keabsahan data dilakukan melalui uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian ini menunjukkan, yaitu: (1) Guru menerapkan tujuh aspek strategi pembelajaran dari sepuluh aspek strategi pembelajaran, yaitu: membuka pembelajaran, menyampaikan materi pelajaran, menggunakan sumber dan media pembelajaran, dan meningkatkan partisipasi siswa, (2) siswa mampu menampilkan sikap efikasi diri pada pembelajaran yang meliputi memiliki semangat tinggi, dapat belajar dari pengalaman, dan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki, (3) prestasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan karena 60,26 % siswa memeroleh nilai di bawah KKM dan ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa sebesar 39, 74% dari standar ketuntasan klasikal yang ditentukan sebesar 85%, dan (4) strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat mengembangkan efikasi diri siswa, namun belum dapat mengembakan prestasi belajar fisika secara maksimal. Kata Kunci : strategi pembelajaran, efikasi diri, dan prestasi belajar. This study aimed at (1) describing the learning strategy of the physics teacher , (2) describing the students' self efficacy, (3) describing the student’s learning achievement, and (4) describing the linkage of learning strategy of the physics teacher as an effort to develop self efficacy and student's learning achievement. This research was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja involving a physics teacher and 39 students of class X MIPA 7 in academic year. The design of this research was a qualitative research. Data collection of this research were collected by using observation, interview, and document review. Data were analysed through three stages, namely data reduction, data display, and conclusion drawing or data verification. The validity of data was determained through a credibility, transferbility, dependability, and confirmability. The results of this research indicates that (1) the teacher applied seven aspects of learning strategy from ten aspects of learning strategy, such as opening lesson, giving lesson materials, using learning resources and media, and increasing student participation, (2) the students are able to show self efficacy attitude in learning which includes to have high morale, to be able to learn from experience, and to be confident of the ability, (3) Student learning achievement still needs to be improved because 60. 26% of student get the value below KKM and classical completeness obtained by student which is equal to 39. 74% from classical completion standard determined which is equal to 85%, (4) the learning strategy used by teacher has been able to develop Self efficacy of students, but not able to explain physics learning achievement maximally.keyword : learning strategies, self-efficacy, and learning achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI KELAS X SMAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Sugiman, I. M. Harry; Suma, K.; Sujanem, R.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22105

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memcari perbedaan pengaruh model learning cycle 7E terhadap literasi sains peserta didik di kelas X SMAN 1 Banjar, tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian one way posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X SMAN 1 Banjar tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 131 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas XMIA1 sebagai eksperimen dan kelas XMIA3 sebagai kelas kontrol. Data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 25 butir dan angket sikap pada materi getaran harmonis sederhana sebanyak 20 butir angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis rata-rata skor tes literasi sains, diketahui bahwa rata-rata skor tes literasi sains siswa pada kelas eksperimen adalah 73,37 dan rata-rata skor literasi sains siswa pada kelas kontrol adalah 59,96. Hasil uji-t diperoleh         lebih besar dari        (8,13>1,66724). Sehingga terdapat pengaruh literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model learning cycle 7E dan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction.   Kata kunci: learning cycle 7E, direct instruction, literasi sains
IMPLEMENTASI MODEL SELF REGULATED E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN FISIKA SISWA Dewi, N W. Rai Utari; Yasa, I P.; Sujanem, Rai
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v10i1.26722

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model self regulated e-learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek dalam penelitian adalah 35 orang siswa kelas X MIPA 2 SMAN 1 Kuta Selatan. Objek penelitian, yakni model self regulated e-learning, keterampilan berpikir kritis, dan aktivitas belajar siswa. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis, data aktivitas belajar diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar, dan data tanggapan siswa diperoleh dari angket tanggapan siswa. Hasil penelitian: (1) nilai keterampilan berpikir kritis siklus I 73,7 (KK 77,1%) dan siklus II 86,3 (KK 100%), (2) skor aktivitas belajar siklus I 20,5 dan siklus II 25,4 dan, (3) skor tanggapan siswa sebesar 78,1. Penelitian ini menunjukkan: (1) implementasi model self regulated e-learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa, serta (2) siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap implementasi model self regulated e-learning. Kata Kunci: model self regulated learning, e-learning, keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA ., Ni Putu Eriawati; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Rai Sujanem,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11279

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika, (2) mendeskripsikan kecerdasan emosional siswa, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa, dan (4) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan kecerdasan emosional dan prestasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Singaraja. Penelitian meng- gunakan rancangan penelitian kualitatif. Sumber data ialah seorang guru fisika kelas X dan melibatkan siswa kelas X MIPA 1 yang berjumlah 35 orang serta siswa X MIPA 3 yang berjumlah 38 orang. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian dan dibantu dengan instrumen berupa pedoman observasi strategi pembelajaran guru dan kecerdasan emosional siswa, pedoman wawancara strategi pembelajaran untuk guru dan siswa, serta dokumentasi nilai siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2016). Hasil penelitian menunjukkan, (1) guru menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dengan menerapkan dimensi strategi pembelajaran, yaitu penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan interaksi belajar mengajar, dan penilaian prestasi belajar siswa: (2) kecerdasan emosional siswa muncul pada kelima dimensi, yaitu: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial, namun tidak semua indikator pada dimensi tersebut muncul, (3) prestasi belajar siswa masih sangat rendah, siswa X MIPA 1 hanya 5,7% yang mencapai KKM dan siswa X MIPA 3 hanya 1,4% yang mencapai KKM, dan (4) strategi pembelajaran yang diterapkan ada relevansinya dalam pengembangan kecerdasan emosional, namun belum mampu mengakomodasi perkembangan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : ekspositori, kecerdasan emosional, prestasi, relevansi This study aimed at (1) describing the learning strategy of physics teacher, (2) describing the students’ emotional intelligence, (3) describing the students’ learning achievement, and (4) describing the relevancy of learning strategy of physics teacher in developing emotional intelligence and students learning achievement. This study was conducted at SMA Negeri 2 Singaraja. The design of this study was qualitative. Data of this study was a physics teacher and 35 students of class X MIPA 1 and 38 students of class X MIPA 3. The researcher was a key instrument in this study and aided by a observation guidance for physics teacher in teaching learning strategy, observation guidance for students’ emotional intelligence, interview guidance of learning strategy for teacher and students, and the documentation of students’ daily learning achievement. The collection of data was done through a passive participation observation, semi structured interview, and document study. Data were analyzed using Miles and Huberman analysis model (in Sugiyono, 2016). The result of this study reveals that, (1) the teacher uses the expository learning strategy by applying the learning strategy dimention, namely: preparation of lesson plans,implementation of teaching learning interaction, and assessment of student achievement, (2) the students’ emotional intelligence reflects the five predetermined dimensions, namely: self-awareness, self-regulation, motivation, emphaty, and social skills, but not all indicators on that dimention can appears, (3) the students’ learning achievement is still low, students of class X MIPA 1 only get 5.7% from KKM and students of class X MIPA 3 only get 1.4% from KKM, (4) learning strategy applied by the teacher able to have relevancy in development of students’ emotional intelligence, but not able yet for learning achievement. keyword : expository, emotional intelligence, achievement, relevancy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA D. A. P., Putri; Sujanem, Rai; Yasa, Putu
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22103

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa kelas X MIPA SMAN 2 Kuta yang belajar dengan model pembelajaran group investigation berbantuan mind map, model pembelajaran group investigation, dan model pembelajaran direct instruction. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan oneway non-equivalent pretest-posttest control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random assignment. Data penelitian dikumpulkan dengan instrumen tes esai dan dianalisis menggunakan statistik analisis varian satu jalur. Hasil penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis secara signifikan berbeda pada siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map, siswa yang belajar dengan model group investigation, dan siswa yang belajar dengan model direct instruction. Hasil uji lanjut Scheffe didapatkan siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map menunjukkan keterampilan berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan model group investigation dan siswa yang belajar dengan model direct instruction.   Kata kunci: grup investigasi, peta pikiran, keterampilan berpikir kritis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Tumanggor, Yosica Veronika; Sujanem, Rai; Mariawan, Made
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20636

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian inibertujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan hasil belajar fisika, dan (3)mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalam pembelajaran fisika.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah model tipe Jigsaw,motivasi belajar, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalampembelajaran fisika. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan,Data hasil belajar fisika diperoleh melalui tes hasil belajar tiap akhir siklus. Selain itu, data tanggapansiswa diperoleh melalui angket pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secaradeskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika hasil belajar siswa mencapai minimal ketuntasanklasikalnya (KK) = 68%, motivasi belajar minimal berkategori tinggi, dan tanggapan siswa minimalberkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar, hal iniditunjukkan dari skor rata-rata motivasi belajar = 119,73 pada siklus I dan rata-rata motivasi belajar =119,49 pada siklus II. Hasil motivasi belajar pada kedua siklus berkategori tinggi. Pencapaian hasilbelajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata aspek kognitif = 71,47 dengan KK = 72,73%, nilai rata-rataaspek psikomotor = 76,52, dan nilai rata-rata aspek afektif = 76,99. Siklus II, nilai rata-rata aspekkognitif = 77,45 dengan KK = 90,91%, nilai rata-rata aspek psikomotor = 79,08, dan nilai rata-rataaspek afektif = 81,06. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran tipe Jigsawberkategori sangat positif dengan skor rata-rata = 83,30.Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar fisika, model tipe Jigsaw
ANALISIS DESKRIPTIF STRATEGI PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU RELEVANSINYA TERHADAP DISIPLIN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ., Ni Nyoman Dita Tri Pramida; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Drs. Rai Sujanem,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11628

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: strategi pengelolaan kelas guru fisika, disiplin belajar siswa, prestasi belajar siswa, relevansi strategi pengelolaan kelas oleh guru fisika terhadap disiplin belajar siswa, dan relevansi strategi pengelolaan kelas oleh guru fisika terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu guru fisika yang mengajar di kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Negara dengan jumlah siswa sebanyak 9 orang. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menemukan: (1) strategi pengelolaan kelas yang dilakukan guru sudah memunculkan berbagai aspek, yaitu: pengaturan dan penataan lingkungan fisik kelas, menciptakan kondisi sosio-emosional, menciptakan kondisi belajar yang optimal, dan pengembalian kondisi belajar yang optimal; (2) disiplin belajar siswa dalam pembelajaran fisika di kelas XI MIPA 3 cukup baik, dengan dimensi sikap mental siswa terhadap pelajaran yang diajarkan guru, cara-cara belajar yang digunakan oleh siswa demi meraih prestasi belajar yang baik, dan sikap mandiri siswa dalam belajar; (3) prestasi belajar siswa kelas XI MIPA 3 berkualifikasi cukup; (4) terdapat relevansi antara strategi pengelolaan kelas guru dengan disiplin belajar siswa; (5) terdapat relevansi antara strategi pengelolaan kelas guru dengan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi pengelolaan kelas, disiplin belajar, dan prestasi belajar. TThis research aimed at describing: the physics teacher classroom management strategy, the student's learning discipline, the student's learning achievement, the relevance of classroom management strategy by physics teacher towards the student learning discipline, and relevance of classroom management strategies by physics teachers towards the student’s achievement. The type of this research was qualitative descriptive research. The subjects of this research was one physics teacher who taught in grade XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Negara with 9 students. The subjects were chosen by purposive sampling. Data collection techniques used in this research were observation, interviews, questionnaires, and achievement tests. Data analysis was done with several steps, namely: data reduction, data presentation, data verification, and data validity test. The results of this research find that: (1) the classroom management strategy done by the teacher has brought up various aspects aspects namely of arranging and structuring the classroom physical environment, creating socio-emotional conditions, creating optimal learning conditions, and returning the optimum learning conditions; (2) student’s learning discipline in physics learning at class XI MIPA 3 is good enough, with the dimension of students mental attitude towards the lesson taught by the teacher, the ways of learning used by the students in order to achieve good learning achievement, and the students' independent attitude in learning; (3) student’s achievement of class XI MIPA 3 is qualified fair; (4) there is a relevance between teacher classroom management strategy and the student’s learning discipline; (5) there is a relevance between the teacher’s classroom management strategy and the student’s learning achievement.keyword : classroom management strategy, learning discipline, and learning achievement.