Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Android Bagi Guru-Guru Fisika SMA Sujanem, Rai; Suswandi, Iwan; Yasa, Putu
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.792 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i4.22551

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat penerapan Ipteks ini, yaitu: (1) guru-guru fisika dapat memproduksi media pembelajaran fisika berbasis android (mpfiba), dan (2) mpfiba tersebut dapat diimplementasikan di kelas. Mitra pengabdian ini adalah 10 orang guru fisika SMA di kecamatan Kuta dan Kuta Utara kabupaten Badung. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan, penugasan, dan pendampingan. Pada saat pelatihan, para peserta dibekali konsep dasar mpfiba, dan latihan membuat mpfiba. Pada saat penugasan, peserta diberikan form isian untuk merancang media yang dilengkapi tema atau topik, landasan teori, video, simulasi, dan soal kuis. Pada saat pendampingan, peserta mendiskusikan rancangan yang telah dibuat, narasumber mengklarifikasi, dan memberikan bimbingan dalam pembuatan mpfiba sampai terwujud media mpfiba yang siap untuk diimplementasikan. Pada saat implementasi mpfiba di kelas, narasumber melakukan observasi dan evaluasi untuk dianalisis sejauhmana efektivitas mpfiba dalam menunjang proses belajar mengajar Fisika. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh, yaitu: (1) para peserta pelatihan telah dapat memproduksi mpfiba dengan kriteria sangat baik sebanyak 20%, dan kriteria baik sebanyak 80%. (2) peserta telah dapat mengimplementasikan mpfiba di kelas. Dengan demikian, peserta pelatihan telah dapat memproduksi mpfiba serta pemanfaatan mpfiba untuk diimplementasikan dalam pembelajaran fisika. Kata Kunci: Media Pembelajaran Fisika, Android
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE” Sujanem, Rai
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.099 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v2i1.9134

Abstract

Desa Nagasepaha merupakan pusat berbagai kerajinan seperti kerajinan perak, kayu, seruling, tenun, “saab mote”, dan lukisan kaca. Dari sejumlah kerajinan tersebut, kerajinan “saab mote” dan lukisan kaca merupakan “ciri khas yang unik” dan sekaligus kerajinan andalan Desa Nagasepaha. Produk kerajinan lukisan wayang kaca banyak diminati para seniman karena keunikan lukisan wayang Nagasepaha ini. Keunikannya yang terletak pada unsur kepribadian Buleleng gaya dekoratif dan naturalistiknya. Lukisan wayang kaca tidak saja diminati oleh para seniman, tetapi juga diminati oleh para kolektor seni baik dari dalam Negeri maupun dari manca negara. Untuk kerajinan “saab mote” banyak dipesan untuk hiasan dinding dan cindra mata. Masalah utama dalam bidang produksi dan managemen. Untuk bidang produksi wayang kaca dan “saab mote” adalah berkaitan dengan fasilitas penunjang produksi yang mencakup meja standar, aneka warna, alat pemotong kaca, dan aneka kuas, dan variasi desain. Untuk kerajian saab mote, permasalahan yang dihadapi yaitu masalah kain bludru, daun lontar, aneka warna, aneka baut, dan variasi bentuk. Dalam bidang managemen masalah yang dihadapi adalah belum tersusunnya pembukuan dengan baik, serta masalah dalam pemasaran produksinya. Untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada pengerajin ini, maka dilaksanakan kegiatan IbM Kerajinan Wayang Kaca dan “Saab Mote”. Melalui kegiatan IbM ini, beberapa alat dan bahan penunjang produksi seperti meja standar, aneka warna, alat pemotong kaca, dan aneka kuas, dan variasi desain. Untuk kerajinan “saab mote“, telah diadakan kain bludru, daun lontar, aneka warna, aneka baut, dan variasi bentuk. Setelah pengadaan bahan dat alat penunjang bidang produksi, selanjutnya dilakukan pembinaan dan pelatihan pembuatan berbagai disain kerajinan. Dalam bidang managemen telah diberi pembinaan pembuatan pembukuan dengan baik. Di samping telah dibuatkan sebuah website dengan alamat http://lukisan.kaca-nagasepaha.com. Pada website tersebut ditampilkan produk kerajinan wayang kaca dan “saab mote”. Website ini sekaligus digunakan sebagai sarana promosi dan sekaligus pemasaran produk kerajinan wayang kaca dan “saab mote”.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN E-MODUL FISINBERMA BERBANTUAN PHET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA Sujanem, Rai
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v15i1.80650

Abstract

This research aimed at: 1) analysis of literature studies: essential concepts, characteristics of problem-based interactive physics (probinphys) e-modules assisted by PhET; 2) Field studies: essential concepts, facilities and infrastructure, references, learning methods, and obstacles in learning. The research subjects were class X students of SMAN Singaraja. The data collection method was by providing a checklist, making observations, and interviews. The results of the need analysis are: 1) Literature study products: (a) list of essential concepts of quantities, units, and measurements, (b) characteristics of the probinphys e-module: problem presentation, theoretical basis, example questions and exercises. 2) Field study products: (a) list of essential concepts; (b) laboratory equipment, ICT, internet access, and PhET simulations are available; (d) the methods applied by teachers are discussion, lecture, and PBL methods, not yet using probinphys teaching materials, (e) the obstacles are time problem, difficulty preparing ill-structure problems, and slow internet access. Keywords: probinphys e-module, hots
Systematic Systematic Literature Review: Model Predict-Observe-Explain (POE) dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Jenjang Sekolah Menengah Pertama: Indonesia Gusti Ayu Dewi Wismayani; Rai Sujanem; Ni Made Pujani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 4 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i4.14397

Abstract

Natural Sciences (IPA) plays an important role since elementary school as a foundation in developing students' logical, critical, and creative thinking skills. This study aims to examine the learning outcomes of science and the types of research used with the Predict–Observe–Explain (POE) learning model at the Junior High School (SMP) level through the Systematic Literature Review (SLR) method. The SLR method was carried out by searching scientific articles published between 2020 and 2025 through the Crossref and Scopus databases related to science learning outcomes and the types of research used in the application of the POE model. Inclusion criteria included articles discussing the implementation of the POE model in science learning at the junior high school level. Based on the analysis of the 13 articles reviewed, it can be concluded that the POE model can be implemented in various types of research, such as experiments, Classroom Action Research (CAR), Research and Development (R&D), and quantitative descriptive research. The results of the study indicate that the POE model contributes to science learning at the junior high school level, especially in improving students' scientific literacy and critical thinking skills. In addition, the POE model has also been proven effective in improving science learning outcomes, developing creative and analytical thinking skills, increasing learning motivation and improving students' communication skills.
PENGARUH MODEL PBL BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Meriantari; Rai Sujanem; Ina Yuliana
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika SMA pada materi gelombang bunyi antara kelas yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbasis TPACK dan PBL konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment research dengan desain one-way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan terdiri atas 5 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 177 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 69 siswa yang tersebar pada kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol sebanyak 34 siswa. Instrumen keterampilan berpikir kritis yang digunakan yaitu tes esai sebanyak 10 soal. Hasil pretest-posttest dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Secara deskriptif, rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji ANCOVA menujukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa ( ; p ) serta kontribusi sebesar 40,6%. Dengan demikian, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berbasis TPACK dan siswa yang belajar menggunakan PBL konvensional.. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa integrasi teknologi yang didukung oleh pedagogik dan konten dalam pembelajaran berbasis masalah mampu mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, khususnya pada pembelajaran fisika yang bersifat abstrak.
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan PhET Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Pembelajaran Fisika: Penelitian Tessalonika Lumbanbatu; Rai Sujanem; I Nengah Edi Budiarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing dengan bantuan PhET dan siswa yang belajar dengan model konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one way pretest-posttest non-equivalent control group design. Target populasi terdiri dari 356 siswa kelas X di SMA Negeri 4 Singaraja. Sampel diambil dengan menggunakan teknik pengambilan acak sederhana yang menghasilkan 70 siswa dan dibagi menjadi dua kelompok. Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dilaksanakan menggunakan metode deskriptif dan statistik. Uji hipotesis dilaksanakan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelompok yang menerapkan model inkuiri terbimbing dengan bantuan PhET berada di kategori tinggi (M = 82,6; SD = 5,27), sedangkan kelompok yang belajar dengan model konvensional berada di kategori cukup (M = 57,6; SD = 6,74). Hasil pengujian hipotesis menggunakan ANAKOVA memperlihatkan nilai sebesar 314,092 dengan tingkat . Penelitian menunjukkan variasi keterampilan berpikir kritis antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan PhET dan siswa yang diajarkan dengan model konvensional. Sehingga, model pembelajaran inkuiri terstruktur dengan bantuan PhET memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran fisika.