Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA KELAS X MIPA 2 MAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 S. N. Hidayah; N. M. Pujani; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20575

Abstract

Studi awal menunjukkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X MIPA 2 MAN Buleleng rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas belajar, (2) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIPA 2 (34 orang). Objek penelitian adalah model PBL, aktivitas belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan tanggapan siswa. Instrumen penelitian adalah lembar observasi aktivitas belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan angket tanggapan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) skor rata-rata aktivitas belajar siswa siklus I sebesar 17,7 dengan kategori tinggi dan siklus II sebesar 19,8 dengan kategori sangat tinggi, (2) nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah fisika siswa siklus I sebesar 77,5 dengan ketuntasan klasikal 88,2% dan siklus II sebesar 85,3 dengan ketuntasan klasikal 100%, (3) skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran fisika sebesar 82,1 (SD = 4,2) dengan kategori positif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa kelas X MIPA 2 MAN Buleleng. Kata Kunci: aktivitas belajar, kemampuan pemecahan masalah fisika, model PBL
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Yosica Veronika Tumanggor; Rai Sujanem; Made Mariawan
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20636

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian inibertujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan hasil belajar fisika, dan (3)mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalam pembelajaran fisika.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah model tipe Jigsaw,motivasi belajar, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model tipe Jigsaw dalampembelajaran fisika. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui observasi pada setiap pertemuan,Data hasil belajar fisika diperoleh melalui tes hasil belajar tiap akhir siklus. Selain itu, data tanggapansiswa diperoleh melalui angket pada akhir siklus kedua. Data yang diperoleh dianalisis secaradeskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika hasil belajar siswa mencapai minimal ketuntasanklasikalnya (KK) = 68%, motivasi belajar minimal berkategori tinggi, dan tanggapan siswa minimalberkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar, hal iniditunjukkan dari skor rata-rata motivasi belajar = 119,73 pada siklus I dan rata-rata motivasi belajar =119,49 pada siklus II. Hasil motivasi belajar pada kedua siklus berkategori tinggi. Pencapaian hasilbelajar siswa pada siklus I, nilai rata-rata aspek kognitif = 71,47 dengan KK = 72,73%, nilai rata-rataaspek psikomotor = 76,52, dan nilai rata-rata aspek afektif = 76,99. Siklus II, nilai rata-rata aspekkognitif = 77,45 dengan KK = 90,91%, nilai rata-rata aspek psikomotor = 79,08, dan nilai rata-rataaspek afektif = 81,06. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran tipe Jigsawberkategori sangat positif dengan skor rata-rata = 83,30.Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar fisika, model tipe Jigsaw
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X MIPA 2 SMAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 N. Rinesti; Putu Yasa; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20645

Abstract

ujuan penelitian adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 2 SMAN 4 Singaraja. Jumlah siswa sebagai partisipan adalah 36 orang. Objek penelitian adalah model Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir kritis, aktivitas belajar, dan tanggapan siswa. Instrumen penelitian adalah tes esai kemampuan berpikir kritis, lembar observasi aktivitas belajar, dan angket tanggapan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis siswa siklus I berada pada kategori baik (76,27) dengan ketuntasan 77,78% dan siklus II juga berada pada kategori baik (81,37) dengan ketuntasan 91,67%, (2) aktivitas belajar siswa siklus I berada pada kategori tinggi (19,9) dan siklus II berada pada kategori sangat tinggi (22,5), (3) tanggapan siswa berada pada kategori sangat positif (81,50). Simpulan penerapan ini adalah model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Kata Kunci: Aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, problem based learning.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA KELAS XI MIPA 4 SMAN TAHUN AJARAN 2018/2019 Ayuningtias NKA; Putu Yasa; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20647

Abstract

Tinjauan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa. Untuk memecahkan masalah tersebut dilakukan intervensi tindakan berupa penerapan model CTL. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil prestasi belajar fisika siswa, dan aktivitas belajar siswa serta mendeskripsikan respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL. Penelitian ini penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Singaraja. Jumlah siswa sebagai objek adalah 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data hasil belajar fisika siswa dikumpulkan dengan tes objektif. Aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data respon tanggapan siswa terhadap penerapan model CTL dikumpulkan dengan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsitif. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 73,5 dan KK di siklus I sebesar 75%, dan ratarata aktivitas belajar siswa sebesar 21,5 dengan kategori sangat positif (2) skor rata-rata hasil belajar pada siklus II sebesar 88,3 dan KK di siklus II sebesar 91,6%, dan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 21,8 dengan kategori sangat positif. Respon tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran fisika memiliki rata-rata skor 83,805 dengan kategori sangat positif. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model CTL dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa, dan (2) model CTL dapat meningkatkan aktivitas belajar fisika siswa, dan (3) siswa menunjukkan rsepon sangat positif terhadap penerapan model CTL. Kata Kunci: Model pembelajaran CTL, hasil belajar fisika siswa, respon tanggapan siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Putri D. A. P.; Rai Sujanem; Putu Yasa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22103

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa kelas X MIPA SMAN 2 Kuta yang belajar dengan model pembelajaran group investigation berbantuan mind map, model pembelajaran group investigation, dan model pembelajaran direct instruction. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan oneway non-equivalent pretest-posttest control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random assignment. Data penelitian dikumpulkan dengan instrumen tes esai dan dianalisis menggunakan statistik analisis varian satu jalur. Hasil penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis secara signifikan berbeda pada siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map, siswa yang belajar dengan model group investigation, dan siswa yang belajar dengan model direct instruction. Hasil uji lanjut Scheffe didapatkan siswa yang belajar dengan model group investigation berbantuan mind map menunjukkan keterampilan berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan model group investigation dan siswa yang belajar dengan model direct instruction.   Kata kunci: grup investigasi, peta pikiran, keterampilan berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI KELAS X SMAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 I. M. Harry Sugiman; K. Suma; R. Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i2.22105

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memcari perbedaan pengaruh model learning cycle 7E terhadap literasi sains peserta didik di kelas X SMAN 1 Banjar, tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian one way posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X SMAN 1 Banjar tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah 131 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas XMIA1 sebagai eksperimen dan kelas XMIA3 sebagai kelas kontrol. Data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 25 butir dan angket sikap pada materi getaran harmonis sederhana sebanyak 20 butir angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis rata-rata skor tes literasi sains, diketahui bahwa rata-rata skor tes literasi sains siswa pada kelas eksperimen adalah 73,37 dan rata-rata skor literasi sains siswa pada kelas kontrol adalah 59,96. Hasil uji-t diperoleh         lebih besar dari        (8,13>1,66724). Sehingga terdapat pengaruh literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model learning cycle 7E dan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction.   Kata kunci: learning cycle 7E, direct instruction, literasi sains
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA N W. Rai Utari Dewi; I P. Yasa; Rai Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.26704

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model self regulated e-learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek dalam penelitian adalah 35 orang siswa kelas X MIPA 2 SMAN 1 Kuta Selatan. Objek penelitian, yakni model self regulated e-learning, keterampilan berpikir kritis, dan aktivitas belajar siswa. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis, data aktivitas belajar diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar, dan data tanggapan siswa diperoleh dari angket tanggapan siswa. Hasil penelitian: (1) nilai keterampilan berpikir kritis siklus I 73,7 (KK 77,1%) dan siklus II 86,3 (KK 100%), (2) skor aktivitas belajar siklus I 20,5 dan siklus II 25,4 dan, (3) skor tanggapan siswa sebesar 78,1. Penelitian ini menunjukkan: (1) implementasi model self regulated e-learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa, serta (2) siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap implementasi model self regulated e-learning. Kata Kunci: model self regulated learning, e-learning, keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar
IMPLEMENTASI MODEL SELF REGULATED E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN FISIKA SISWA N W. Rai Utari Dewi; I P. Yasa; Rai Sujanem
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v10i1.26722

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi model self regulated e-learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek dalam penelitian adalah 35 orang siswa kelas X MIPA 2 SMAN 1 Kuta Selatan. Objek penelitian, yakni model self regulated e-learning, keterampilan berpikir kritis, dan aktivitas belajar siswa. Data keterampilan berpikir kritis diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis, data aktivitas belajar diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar, dan data tanggapan siswa diperoleh dari angket tanggapan siswa. Hasil penelitian: (1) nilai keterampilan berpikir kritis siklus I 73,7 (KK 77,1%) dan siklus II 86,3 (KK 100%), (2) skor aktivitas belajar siklus I 20,5 dan siklus II 25,4 dan, (3) skor tanggapan siswa sebesar 78,1. Penelitian ini menunjukkan: (1) implementasi model self regulated e-learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa, serta (2) siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap implementasi model self regulated e-learning. Kata Kunci: model self regulated learning, e-learning, keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar
PENGARUH MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS I SMA Rai Sujanem
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan, yaitu: 1) mendeskripsikan dan menganalisis profil pengetahuan awal dan miskonsepsi siswa sebelum dan setelah perlakuan, 2) menjelaskan perbedaan pengaruh antara modul fisika kontekstual interaktif berbasis web (MKIW) dan modul kontekstual konvensional (MKK) terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) menjelaskan perbedaan pengaruh antara MKIW dan MKK terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian kuasi eksperimen untuk menguji keunggulan komparatif produk. Rancangan penelitian ini menggunakan model unequivalence pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa-siswa kelas I SMA di kota Singaraja pada semester I tahun 2008/2009. Pengambilan sampel eksperimen dilakukan dengan teknik random kelompok bertahap. Instrumen yang digunakan dalam eksperimen adalah tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, Multivariat analysis of covariance (MANCOVA). Tehnik analisis menggunakan program SPSS 16.0 FW dengan pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian seperti berikut. 1) Profil pengetahuan awal siswa terhadap konsep-konsep kinematika dan dinamika sebagian besar masih diwarnai miskonsepsi (52% untuk model MKIW dan 61% untuk model MKK). Setelah eksperimen, profil miskonsepsi siswa mengalami penurunan menjadi 28% untuk kelompok model MKIW dan 46% untuk kelompok MKK. 2) Terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kelompok MKIW dan MKK. Nilai rata-rata pemahaman konsep kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK. 3) Terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MKIW dan MKK. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK.
EFEKTIVITAS MODEL PRO-BHL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMA Rai Sujanem; Budi Jatmiko; Sri Poedjiastoeti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Pro-BHL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Fisika siswa SMA Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika. Model Pro-BHL adalah model Problem based-hybrid learning atau pembelajaran hybrid berbasis masalah. Pembelajaran hybrid adalah pembelajaran kombinasi tatap muka dan online. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah model Pro-BHL yang diujicobakan kepada siswa kelas X SMAN 4 Singaraja. Efektivitas model Pro-BHL digambarkan berdasarkan data peningkatan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre-test dan post-test. Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dilakukan dengan uji-t berpasangan dan gain ternormalisasi (N-gain). Penggunaan uji-t berpasangan dimaksudkan untuk mengetahui signifikansi peningkatan tersebut, sedangkan penggunaan N-gain dimaksudkan untuk mengetahui kategori peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui uji-t berpasangan, model Pro-BHL secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa termasuk kategori sedang dengan N-gain = 0,50. Berdasarkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa, dapat disimpulkan bahwa model Pro-BHL efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika. Kata kunci: model Pro-BHL, kemampuan pemecahan masalah