Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Implementassi Pembelajaran Daring Bagi Siswa Tunanetra di Sekolah Dasar Hermanto Hermanto; Asep Supena
Jurnal Basicedu Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pertama mengetahui pelaksanaan pembelajaran secara daring bagi siswa tunanetra di SDN Inklusi Sangiang pulau, kedua mengetahui peran guru dan orang tua dalam pembelajaran daring bagi siswa tunanetra, ketiga mengetahui solusi yang dilakukan oleh Guru dan Orang Tua dalam pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Selanjutnya data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan triangulasi. Temuan dalam penelitian ini adalah guru melaksanakan pembelajaran daring menggunakan media whatsaap dengan membuat video dan rekaman untuk menunjang pembelajaran siswa tunanetra. Guru dan orang tua siswa membangun komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung pembelajaran siswa tunanetra serta kerjasama antara guru, orang tua dan siswa dalam pembelajaran daring tersebut.
Studi Kebijakan Kepala Sekolah Dalam Pembelajaran Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar di Era New Normal Pada Masa Pandemik Covid-19 Hermanto Hermanto; Arita Marini; Mohamad Syarif Sumantri
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan kepala sekolah dalam melaksanakan pembelajaran daring bagi siswa selama masa pandemik di era new normal dengan harapan peserta didik mendapatkan pendidikan yang efektif dan kondusif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan. Analisis data model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan sumber data kepala sekolah, guru, orang tua dan siswa. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepala sekolah SDN Inpres Sangiang Pulau telah memiliki kebijakan dalam pelaksanaan belajar mengajar dengan menerapkan tatap muka melalui pembatasan jumlah siswa sesuai dengan protokol kesehatan. Kepala sekolah, guru, wali kelas, dan orang tua wali siswa serta masyarakat setempat ikut serta mensukseskan kebijakan tersebut.
Membangun Sekolah Sebagai Organisasi Belajar Muhammad Japar; Hermanto Hermanto; Djunaidi Djunaidi; Moch. Sukardjo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4238

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat di abad 21 mendorong manusia untuk berfikir dan bertindak mengikuti perkembangan zaman. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus bisa menyesuaikan keadaan agar tetap berkembang sebagai organisasi pembelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Model organisasi belajar dalam membangun sekolah; dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar. Metode penelitian yang digunakan studi literatur (literatur review) dengan teknik pengumpul data: 1) pengumpulan data berupa artikel jurnal internasional maupun nasional yang terindeks, buku, serta reverensi lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian, 2) pemeriksaan data, 3) mengorganisasi data, dan 4) menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) model organisasi belajar untuk membangun sekolah dengan mengembangkan lima displin organisasi belajar antara lain: Berfikir sistem (System Thinking), Belajar Tim (Team Learning), Model Mental (Mental Model), Pengontrolan Diri (Personal Mastery), dan Visi Bersama (Shared Vision); dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar dapat diwujudkan dengan empat pilar pendidikan yaitu : 1) Learning To Know, 2) Learning To Do, 3) Learning To Be, danĀ  4) Learning To Live Together. Membangun sekolah sebagai organisasi belajar agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemajuan zaman serta dapat mengoptimalkan individu agar terus belajar secara efektif dalam menghadapi tantangan global.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Pada Siswa Dyscaculia di Sekolah Dasar Hermanto, Hermanto; Supena, Asep
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pertama mengetahui pelaksanaan pembelajaran matematika bagi siswa dyscalculia, kedua peran guru dan orang tua membantu siswa dyscalculya dalam pembelajaran daring, ketiga dampak strategi pembelajaran bagi siswa dyscalkulia pada pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data guru, orang tua dan siswa. Analisis data model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah guru melaksanakan pembelajaran matematika menyiapkan Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP), silabus dan catatan khusus materi siswa diskalkulia. tiga pendekatan guru dalam membantu siswa diskalkulia; pendekatan langsung, kelompok, dan serta pendekatan individu. Dampak dari strategi guru membelajarkan siswa diskalkulia yaitu: pada aspek kognitif, aspek afektif, dan psikomotorik