Taufina Taufina
Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Bagi Siswa Sekolah Dasar Rahmadani Rahmadani; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.465

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan CD Multimedia Interaktif berbasis model PBL yang dapat digunakan siswa kelas V SD Islam YAAK Ampang Kuranji, Kabupaten Dharmasraya sebagai media pembelajaran. Mengetahui kualitas dari CD multimedia interaktif berbasis model PBL tersebut dilakukan uji validitas, pratikalitas, dan efektifitas. Berdasarkan uji validitas penilaian yangdilakukan oleh ahli media, ahli materi dan pembelajaran, Model pengembangan yang digunakan adalah 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu, Define (pembatas), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Pengembangan CD Multimedia ini dimulai dengan cara analisis kebutuhan siswa, analisis standar Isi dilanjutkan dengan pengumpulan referensi media kemudian penyusunan rancangan media, dan membuat CD multimedia interaktif. Multimedia interaktif yang telah dibuat dikonsultasikan dan dinilaikan kepada para pakar yaitu ahli materi pembelajaran, ahli media, ahli bahasa, dan siswa kelas besar
LITERASI MEMBACA MENINGKATKAN KARAKTER POSITIF SISWA SEKOLAH DASAR Nang Suarni; Taufina Taufina; Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.12 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.215

Abstract

Penggunaan Cerita Rakyat telah banyak dikembangkan diseluruh dunia terutama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menentukan apakah literasi membaca dengan menggunakan cerita rakyat yang dilakukan membentuk karakter positif (2) dan durasi efkenya . Tiga puluh siswa kelas V SD yang berpatisipasi penelitian ini. Hasil untuk anak-anak yang mengikuti kegiatan membaca literasi membaca menggunakan cerita rakyat untuk membentuk karakter positif, tetapi dalam minggu pertama kurang tampaknya efek karakter positif siswa. Minggu ketiga siswa diajak kembali untuk berpatisipasi mengikuti literasi membaca dengan menggunakan cerita rakyat. Jumlah anak-anak yang menunjukan karakter positif meningkat setelah mengikuti kegiatan pada minggu ketiga. Hasilnya menunjukan bahwa (1) Kegiatan literasi membaca berdampak positif pada pembentuk karakter siswa, (2) durasi efek pembentukan karakter positif berlangsung bisa singkat. 
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Tematik dengan Menggunakan Metode Visual Storytelling di Sekolah Dasar Syahda Puspita Husada; Taufina Taufina; Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar tematik dengan metode storytelling untuk pendidik kelas V yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalidan dilhat dari segi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 85. % dengan kategori valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 90 % respon peserta didik 90 %.  Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar tematik menggunakan metode visual storytelling yang dikembangkan layak digunakan di kelas V SD.
Pengaruh Quantum Teaching Kerangka TANDUR Terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar Abdika Alhakiki; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.395

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah  Quantum Teaching Kerangka TANDUR berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas III SD Negeri 20 Sitiung. Jenis penelitian ini yaitu Quasi Experimental Design, dan desain penelitian “Non-Equivalent Group Post-Test Only Design”. Data-data dikumpulkan melalui tes dan observasi, kemudian dilakukan uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis. Sampel penelitian diambil dari seluruh anggota populasi yang berjumlah 57 orang, kelas III A sebanyak 30 orang sebagai kelas eksperimen dan Kelas B sebanyak 27 orang sebagai kelas kontrol. Hipotesis penelitian dianalisis menggunakan uji-t dengan hasil p value 0,00 < 0,05 dengan taraf signifikansi 95%. Maka keputusannya yaitu menolak Ho. Berdasarkan analisis tersebut, maka terdapat pengaruh penerapan Quantum Teaching Kerangka TANDUR terhadap hasil belajar matematika di Kelas III SD Negeri 20 Sitiung Dharmasraya.
LITERACY SKILLS DEVELOPMENT THROUGHT MESSANGERS' STORIES AS THE SPIRITUAL BEHAVIOUR REALISATION IN ELEMENTARY SCHOOL Mayarnimar Mayarnimar; Taufina Taufina; Muhammadi Muhammadi; Muhammad Ilham Syarif
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.746 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.235

Abstract

The aim of this study is development literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude valid for elementary school, practice, and efective. Methods This study use the development of research of Plomp. This study is a research design that combines Plomp models with models Gravemeijer & Cobb, the which consists of 3 phases roomates preliminary studies (Preliminary research / preparing for the experiment), phase of development (Development or prototyping phase / design experiment) and assessment phase ( assessment phase / retrospective analysis), This population is elementary school in Padang. The results Showed that the learning literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student get 95.5% is Valid. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude get practice for elementary student questionnaire teacher get 87.5%, 83.3% of the student questionnaire. literacy with using the story of the prophet to made good spiritual attitude for elementary student can get effective Because student chose how to implemented a spiritual good in their attitude after literacy live with the story of prophet.
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Model Cooperative Tipe Picture and Picture di Sekolah Dasar Atika Putri; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.415

Abstract

Penelitiannini dilatarbelakangii oleh hasil belajar siswa dalam pembelajarann IPS di kelas V SD Negeri 16 Tanjung Aur Kota Padang masih rendah. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasill belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakann model Cooperative learning tipe Picture and Picture. Subjek  penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 16 Tanjung  Aur Kota Padang. Hasil penelitian  ini menggambarkan pelaksanaan, dan hasil belajar siswa meningkat. Kesimpulannya, model Cooperative learning tipe Picture and Picture dapat meningkatkannhasil belajar siswa diikelas V SD Negeri 16 Tanjung Aur Kota Padang dalam pembelajaran IPS
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa dengan Bercerita di Sekolah Dasar Riri Delvia; Taufina Taufina; ulfia Rahmi; Eva Zuleni
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.862 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.230

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dari kenyataan di Sekolah Dasar, bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah. Siswa tidak berani mengeluarkan pendapat, malu berbicara di depan kelas, grogi, dan tersendat-sendat saat berbicara. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 36 Gunung Sarik Padang, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 30 siswa dan peneliti sebagai praktisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan metode bercerita. Hasil akhir dari kegiatan siswa berbicara dengan bercerita terjadi peningkatan dari nilai 67,64 dengan taraf cukup menjadi 80,14 berada pada taraf baik. Pada siklus I hanya terdapat 12 siswa yang tuntas (40%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa yang tuntas (87%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bercerita terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA PERMULAAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MODEL VARK DI KELAS I SEKOLAH DASAR Maistika Ratih; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.451 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses pengembangan bahan ajar membaca permulaan dan menghasilkan bahan ajar membaca permulaan dengan model VARK (Visual, Auditory, Read/write, and Kinestetic) untuk pendidik dan peserta didik kelas 1 yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan dilakukan berdasarkan model Plomp (Preliminary Research, Prototyping Phase and Asessment Stage) yang menekankan pada konteks kebutuhan (pendidik dan peserta didik) sehingga dihasilkan bahan ajar keterampilan membaca permulaan berbasis model VARK. Berdasarkan hasil uji coba kevalidan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 93.10% dengan kategori sangat valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 98.92 % respon peserta didik 96.15% sedangkan efektifitas membaca permulaan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar membaca permulaan menggunakan model VARK yang dikembangkan layak digunakan dalam membaca permulaan dengan model VARK di kelas 1 SD
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan Menggunakan Model PJBL di Sekolah Dasar Lifda Sari; Taufina Taufina; Farida Fachruddin
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik dengan model PjBL untuk siswa kelas V yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik dilhat dari segi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 3,59 dengan kategori sangat valid. Pratikalitas Lembar Kerja Peserta Didik dilihat dari respon pendidik dengan rata-rata 88,9% dan efektivitasnya 86,7%.  Dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik menggunakan model PjBL layak digunakan di kelas V SD
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Make A Match di Sekolah Dasar Dhara Atika Putri; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.403

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui berpengaruhnya atau tidak model make a match terhadap keaktifan siswa kelas V dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dengan sampelnya siswa kelas V SDN 198/I Pasar Baru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keakrifan belajar menggunakan model Make A Match dalam pembelajaran IPS, kegiatan pembelajaran dilakuakan dalam 2 siklus. Siklus 1, pertemuan 1 dan 2 keaktifan belajar rendah 51,51% dan 59,46%. Peneliti melakukan perbaikan di siklus 2, pertemuan 1 mengalami peningkatan 68,17%, peneliti melakan penyempurnaan pembelajaran di pertemuan 2 sebesar 77,14%.