Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan Trikusuma, Gusti Ayu Ardhia Candra; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.373 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang, dan emosi yang dialami oleh individu. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami kecemasan akibat adanya faktor biologis seperti perkembangan fisiologis yang memengaruhi produksi hormon stres atau kecemasan, faktor hubungan interpersonal terkait dengan hubungan remaja tersebut dengan teman sebaya, serta faktor kognitif yaitu mengenai kemampuan remaja dalam menginterpretasikan suatu stimulus dari lingkungan. Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi kecemasan adalah dengan berlatih yoga. Yoga merupakan kombinasi antara gerakan tubuh dan pengaturan napas yang dapat memberikan manfaat bagi fisik dan psikis individu. Efektivitas yoga dalam memberikan manfaat tersebut dipengaruhi oleh frekuensi latihan yoga atau jumlah latihan yoga yang dilakukan individu. Umumnya yoga akan memberikan dampak positif setelah individu melakukan yoga dalam waktu 3 (tiga) bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu Skala Kecemasan dan Kuesioner Frekuensi Latihan Yoga. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa koefisien parameter frekuensi latihan yoga sebesar -0.883 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0.109 , yang berarti frekuensi latihan yoga berperan secara negatif terhadap tingkat kecemasan dan memiliki peran yang signifikan terhadap kecemasan. Peran negatif frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan berarti semakin tinggi frekuensi latihan yoga pada individu, maka semakin rendah tingkat kecemasan pada individu tersebut.
Peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama Saputra, I Made Riantama Adi; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.983 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p04

Abstract

Gangguan psikofisiologis merupakan gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis terutama stres. Gangguan psikofisiologis memfokuskan perhatian pada hubungan kausal satu arah pada interaksi antara psike dan soma, atau dampak dari faktor psikologis secara negatif terhadap kondisi medis secara umum. Bagi sebagian individu, pendidikan kedokteran dipersepsikan sebagai keadaan yang penuh dengan stres. Adanya stres akademik pada mahasiswa kedokteran, khususnya mahasiswa kedokteran tahun pertama memiliki konsekuensi yang merugikan terhadap kondisi kesehatan, seperti kecenderungan gangguan psikofisiologis. Hardiness merupakan sekumpulan trait dari karakteristik kepribadian yang menjadi sumber perlawanan ketika individu berhadapan dengan peristiwa yang penuh dengan stres. Adanya hardiness pada mahasiswa kedokteran tahun pertama akan membantu untuk mengatasi stres akademik secara efektif sehingga tidak mengarah pada kecenderungan gangguan psikofisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 158 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Somatic Symptom Scale–8, Skala Gangguan Psikofisiologis, Skala Stres Akademik, dan Skala Hardiness. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien parameter individual stres akademik sebesar 0,727 dengan signifikansi 0,028 (p<0,05), yang berarti stres akademik berperan seacara signifikan terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis, selanjutnya nilai koefisien parameter individual moderasi Hardiness sebesar -0,003 dengan signifikansi 0,348 (p>0,05), yang berarti Hardiness tidak berperan secara signifikan dalam memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara stres akademik terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis. Kata Kunci: Stres Akademik, Hardiness, Kecenderungan Gangguan Psikofisiologis Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama
Gambaran coming out pada perempuan lesbian dan biseksual dewasa awal Haryati, Tuningsih; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kerap dipandang sebagai suatu penyakit sosial di masyarakat, karena dianggap melanggar nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kelompok LGBT yang telah menjadi dewasa awal membutuhkan coming out untuk memenuhi tugas perkembangannya, sehingga menimbulkan konflik tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Kriteria responden penelitian ini adalah perempuan, lesbian atau biseksual, berusia 18-30 tahun, dan belum menikah. Melalui analisis koding, ditemukan beberapa hal yang menggambarkan coming out, seperti awal mula menyadari orientasi seksual, hubungan berpacaran yang pernah dijalani, opini mengenai orientasi seksual, coming out menurut responden, cara melakukan coming out, orang-orang yang telah mengetahui orientasi seksual para responden, coming out dan kaitannya dengan agama, tujuan melakukan coming out, dampak positif dan dampak negatif yang dirasakan karena melakukan coming out, prioritas kedepannya untuk melakukan coming out, kriteria target coming out, pandangan responden terhadap kemungkinan coming out di lingkungannya, orang yang menginspirasi responden untuk coming out, tiga kata yang menggambarkan proses coming out, harapan kedepannya, pandangan responden mengenai penelitian ini, serta coming out dan intimasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai coming out, khususnya pada perempuan lesbian dan biseksual, dan mengurangi stigma terhadap lesbian dan biseksual.
Peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Bali Gayatri, Ni Made Adi; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JPU.2023.v10.i02.p06

Abstract

Tuntutan akademis, berada pada tahap perkembangan remaja akhir, serta pembelajaran yang berfokus pada teori dapat memengaruhi taraf kesejahteraan psikologis siswa SMA. Beberapa insiden pada siswa SMA yang terjadi di Bali mengindikasikan taraf kesejahteraan psikologis yang rendah. Dengan demikian, kesejahteraan psikologis pada siswa SMA perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dampak negatif yang tidak diinginkan. Kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa SMA di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data regresi berganda. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah two stage cluster sampling. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan 254 siswa SMA di Provinsi Bali. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis (?=0,945), skala dukungan sosial (?=0,898), dan skala motivasi berprestasi (?=0,918). Hasil dari uji regresi berganda menunjukkan bahwa dukungan sosial dan motivasi berprestasi berperan secara simultan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (R=0,662; R2=0,438; p=0,000<0,05). Dukungan sosial dan motivasi berprestasi juga berperan secara parsial dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA (dukungan sosial: ?=0,302, p=0,000; motivasi berprestasi: ?=0,440, p=0,000). Implikasi penelitian ini yaitu dapat memberikan gambaran tentang peran dukungan sosial dn motivasi berprestasi terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMA di Bali. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan salah satu rujukan dalam rangka meningkatkan dan menjaga kesejahteraan psikologis siswa SMA selama menempuh pendidikan.
Hubungan rasa memiliki pada organisasi dan konformitas terhadap partisipasi perempuan dalam sekaa teruna teruni di Bali Widiyasari, Ni Komang Tri Utami; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p10

Abstract

Sekaa Teruna Teruni (STT) is one of the youth organizations in Bali. The achievement of the goals of STT is influenced by various factors, one of which is the participation of organizational members which can arise due to a sense of belonging and conformity. STT membership, which is generally voluntary, causes almost no pressure requiring STT members to be present and active in STT activities, but when viewed from the daily activities in STT, there is a tendency that men take more roles than women. This research is a quantitative study that aims to determine the relationship between a sense of belonging in an organization and conformity, with women's participation in the STT. Sampling was done by cluster random sampling with a total sample of 178 female members who attended STT in Badung, Tabanan, and Gianyar districts. The measuring instrument used in this study consists of three scales, namely, Participation in the STT scale, Sense of Belonging scale, and Conformity scale. The data analysis technique used in this research is multiple correlation test. Based on the analysis of the hypothesis test, the correlation coefficient value is 0.653 with F count as 65,118 and significance 0,000 (p<0,005) which indicates a relationship between a sense of belonging to the organization and conformity with women's participation in STT. The higher the sense of belonging to the organization and conformity, the higher the level of women's participation in STT.
Perbedaan Stres Persiapan Hari Raya Galungan pada Ibu Rumah Tangga dan Ibu Bekerja yang Beragama Hindu di Denpasar Hantosa, Bagus Galih; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.361 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p07

Abstract

Galungan is Hindu religious holy day in celebrating the triumph of dharma over adharma. In Galungan preparation, the mothers, housewives and working mothers, are the one who in charge to prepare all banten that needed on Galungan. Preparing Galungan’s banten was not an easy task because skill, knowledge and time are needed to prepare all the banten, that why this activity had potential to make stress among housewives and working mothers. This study aimed to discover the difference Galungan preparation’s stress between Hindus housewives and working mothers in Denpasar   Sampling technique used in this research was simple random samplings that were 100 subjects consisting of 52 working and mothers and 48 housewives that lived in Denpasar area, that filled the scale of Galungan Preparation’s Stress that was made by stress aspect from pyshic, emotional, and concentration by Dr. Robert J. an Amberg, Cary Cooper, Alison Straw and Braham. From available 60 items, 55 items was declared dan 5 items fall with reliability value 0,974,. Method of analyzing data used in this research is the analysis of parametric t-test independet group. Results from test data analysis is that there is a significant value of p= 0.000 which indicates a significant stress difference between both group of Hindus housewives and working mothers, which was working mothers have more stress level than housewives when working on Galungan’s preparation.   Keywords : Galungan, Stress, Working Mothers, Housewives
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI DENPASAR Ningrum, Mira Juwita Surya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.597 KB)

Abstract

Interpersonal communication is a skill to answer all individu needs in positive way in the field of communication. However, interpersonal communication often encountered obstacle, which can be caused by a disease, such as Pulmonary Tuberculosis. Pulmonary Tuberculosis is a direct infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tubercolusis. Pulmonary Tuberculosis patients experience anxiety, fear and shame that inhibit interpersonal communication, in which pulmonary tuberculosis patients are difficult to communicate feeling and thought related to disease experienced. One of the handling method is social support, but the emergence of anxiety, fear, and embarrassment against other individuals, causing the perception of social support from Pulmonary Tuberculosis patients. Based on this background, the researcher propose the issue of whether there is a relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in pulmonary tuberculosis patients in Denpasar. This research is quantitative methods and hypothesis testing was done by using Pearson's Product Moment analysis. Subjects consisted of 83 Pulmonary Tuberculosis patients in Denpasar. Data collection used two scales to measure perception of social support and interpersonal communication skill . Scale’s items have been tested for validity and reliability. Perception of social support scale showed 46 valid items with reliability of 0,957, while interpersonal communication skill scale showed 38 valid items with reliability of 0,926. Based on the data analysis, data is linear and normal , so the Pearson 's Product Moment test can be done. Based on the research results, correlation coefficient between two variables is 0,759 with significance level of 0,000. Thus, it can be concluded that there is a positive relationship between perception of social support and interpersonal communication skill in patients with pulmonary tuberculosis in Denpasar. Keywords: Perception of Social Support, Interpersonal Communication Skill, Pulmonary Tuberculosis
PERAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP KEPUASAN HIDUP LANJUT USIA Fitriyadewi, Luh Putu Wiwin; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.205 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p15

Abstract

A person’s mental, social functioning and psychological also health will decreased during the late adulthood phase. Those are the obstacles for the people who want to feel the enjoyment of life. People will assume that they have high life satisfaction when they still did the daily activity that they used to do. One of the thing that can make people satisfy with their life is social interaction. Social interaction happened in many aspect of our life not only just in family but also in bigger social life such as neighborhoods, friends, friends at work, etc. The form of social interaction are say hello, smile, and also when a person take a part in problem solving process . This research is a quantitative research using simple regression analysis and using purposive sample technique as the technique sample. Subject in this research are a person age 60 till 80 years old. The instrument in this research is social interaction scale with 15 items and the coefficient reliability = 0,788. The result of this research is show R= 0,001 (p<0,05) thus can be stated that there is a relationship between social interaction with life satisfaction of a late adulthood, which means that the higher social interaction of a person will make a high life satisfaction to their life but if a person have low social interaction, the life satisfaction will be low too. R square = 0,101 which means that the social interaction have contributed 10,1% toward life satisfaction. 100 subject in this research are the people who have a good social interaction and life satisfaction.Keyword: social interaction, life satisfaction,late adulthood.
PENGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR DEWI, LAKSMI ANANDA; SUARYA, LUH MADE KARISMA SUKMAYANTI
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v3i4.2654

Abstract

Adolescence is a time to search for identity and form an identity, and a time when it is vulnerable to experiencing an identity crisis or identity confusion. An identity crisis can influence career decision making because individuals do not yet know their identity. Internal (individual) and external (environmental) factors are factors in career decision making. The aim of this literature review is to see a picture of the relationship between the influence of the peer environment and career decision making in adolescents. The literature used for this literature review is the result of searches on Google Scholar and Google which have been selected according to the criteria. Based on the literature review that has been carried out, it was found that the peer environment influences career decision making in teenagers because the majority of research results found that the peer environment has a positive and significant influence on career decision making. ABSTRAKMasa remaja adalah masa untuk mencari identitas dan membentuk identitas, dan masa rentan mengalami krisis identitas ataupun kebingunan identitas. Krisis identitas dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan karir karena individu belum mengetahui identitas dirinya. Faktor internal (individu) dan eksternal (lingkungan) menjadi faktor dalam pengambilan keputusan karir. Tujuan dari literatur review ini ingin melihat gambaran keterkaitan pengaruh lingkungan teman sebaya dan pengambilan keputusan karir pada remaja. Literatur yang digunakan untuk literatur review ini merupakan hasil dari pencarian pada Google Scholar dan Google yang sudah diseleksi sesuai kriteria. Berdasarkan literatur review yang telah dilakukan, didapatkan bahwa lingkungan teman sebaya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karir pada remaja karena mayoritas pada hasil penelitian ditemukan bahwa lingkungan teman sebaya berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan karir.
The Role of Self-Concept and Self-Compassion on the Body Image Adolescent Fans of K-Pop Idols Anak Agung Istri Miranda Parasari; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v8i2.9346

Abstract

Adolescent of K-Pop fans tend to set the appearance of K-Pop idols as the ideal body standard, thus potentially causing body dissatisfaction and forming a negative body image. The aim of this research is to be able to find out the role of self-concept and self-compassion with the body image adolescent fans of Korean Pop (K-Pop) idols through a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The research respondents were 131 adolescent K-Pop fans aged 15-22 years in the city of Denpasar. The research results show that self-concept and self-compassion together contribute to five dimensions of body image (appearance evaluation (R2=49,1%), appearance orientation (R2=18,7%), body area satisfaction (R2=32,1%), overweight occupation (R2=8,9%), and self-classified weight (R2=40,5%)). Self-concept partially contributes in appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, and self-classified weight, while self-compassion contributes to overweight occupation (p