Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerimaan Diri Pada Perempuan Dengan Kanker Payudara Putri Suastika, Ni Putu Shinta Pramita; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 24 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan yang menghadapi kanker payudara sering mengalami kesulitan dalam menerima kondisi fisik dan psikologis mereka. Reaksi emosional seperti stres, rasa takut, dan perasaan putus asa dapat menjadi hambatan dalam proses penerimaan diri. Penerimaan diri merupakan hal yang sangat penting untuk dicapai bagi perempuan dengan kanker payudara karena berkaitan dengan peningkatan kondisi kesehatan yang dialami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi, mengambil tiga responden perempuan dengan kanker payudara di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Teknik sampling yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Karakteristik responden di dalam penelitian ini yaitu dewasa madya, terdiagnosa kanker payudara serta sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pada perempuan dengan kriteria usia dewasa madya, terdiagnosa menderita kanker payudara setidaknya lebih dari satu tahun, serta pernah menjalani pengobatan kanker payudara. Wawancara tersebut dilakukan pada tiga responden kemudian dianalisa dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian memperoleh tujuh tema induk yaitu (1) gejala awal kanker payudara, (2) persepsi negatif, (3) strategi koping, (4) optimisme, (5) religiositas, (6) gaya hidup serta, (7) dukungan sosial. Penelitian ini dapat berkontribusi terhadap kajian psikologi kesehatan khususnya mengkaji penerimaan diri pada perempuan dengan kanker payudara.
Gambaran Citra Tubuh Remaja Perempuan dengan Ganggguan Makan: Literature Review Paramitha, Dian; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3213

Abstract

Gangguan makan pada remaja merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dan fungsi psikososial yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan makan merupakan perilaku makan yang menyimpang yang ditandai dengan pola makan yang terganggu terkait dengan karakteristik psikologis yang berhubungan dengan citra tubuh dan berat badan. Remaja perempuan dengan gangguan makan biasanya memiliki citra tubuh yang negatif. Ketidakpuasan terhadap penampilan tentu akan menurunkan rasa percaya diri karena citra tubuh adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi, perasaan, dan pikiran seseorang terhadap ukuran, bentuk, fungsi, penampilan, dan potensi tubuhnya. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk melihat bagaimana citra tubuh remaja perempuan dengan gangguan makan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan naratif dengan menelaah 9 artikel yang menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan studi potong lintang. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, diketahui bahwa citra tubuh dapat memengaruhi gangguan makan pada remaja perempuan.
Faktor Kontributor Gangguan Makan pada Remaja: Literature Review Saraswati, Anak Agung Sagung Istri Nanda Widya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.303

Abstract

Perubahan fisik yang dialami remaja ternyata membawa dampak yang besar dalam kehidupan remaja. Adanya ketidaksesuaian antara kondisi fisik individu dengan konsep tubuh ideal, berpotensi mendorong remaja melakukan berbagai cara untuk mencapai tubuh ideal. Akan tetapi, tidak sedikit di antaranya melakukan upaya mendapatkan gambaran tubuh ideal dengan cara yang terbilang ekstrem dan salah satunya dapat memicu kemunculan gangguan makan. Gangguan makan merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa berupa gangguan pada perilaku makan, pikiran, emosi, dan sikap, hal ini berdampak pada gangguan fisiologis. Gangguan makan juga berpengaruh pada pola hubungan sosial dalam kehidupan remaja. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor kontributor gangguan makan pada remaja. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur memanfaatkan laman Google Scholar dan ScienceDirect dengan rentang periode tahun penelitian 2013 hingga 2022. Individu yang menjadi subjek dalam pengkajian ini merupakan remaja dengan kisaran usia 12-21 tahun. Berdasarkan 11 artikel jurnal terpilih didapatkan faktor kontributor gangguan makan pada remaja yakni citra tubuh, kecenderungan gangguan jiwa, citra tubuh, kepercayaan diri, teman sebaya, body shaming, perilaku media sosial, self-dissatisfaction, family environment, stressful event outside the family, dan internalisasi sosiokultural.
Peran Citra Tubuh Terhadap Kepercayaan Diri Pada Remaja Perempuan di Denpasar Yang Menggunakan Media Sosial Tiktok Kusumawati, Ni Ayu Diah; Marheni, Adijanti; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-confidence is one of the important things in the growth and development process, especially in adolescents. This is because self-confidence is one of the developmental tasks in adolescence. where at this stage individuals will experience various changes in themselves, starting from physically and psychologically, not infrequently these changes cause adolescents' self-confidence to decrease. Body image at this time is often based on stereotypes or certain beauty standards such as having a good body shape, being thin, having a tall body and white skin which are spread through TikTok social media. This study aims to determine the role of body image on self-confidence in female students in Denpasar who use TikTok. This type of research is quantitative using cluster sampling techniques. The measuring instrument used in this study uses a scale of self-confidence and body image. The total number of subjects in this study was 197 respondents. Data analysis in this study used a simple linear regression technique. The results of the study showed that appearance evaluation played a role of 11.3% on self-confidence, appearance orientation played a role of 8.6% on self-confidence, satisfaction with body parts played a role of 6.4% on self-confidence, anxiety about having a fat body played a role of 0.3% so it was considered not to play a role on self-confidence and body size categorization played a role of 2.3% on self-confidence.
Resiliensi Memoderatori Dampak Dari Stres Terhadap Gejala Psikosomatis Pada Remaja Tanumihardjo, Vanni Nathasya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11183331

Abstract

Adolescence is a transitional period of development from childhood to adulthood where during this process, adolescents could be influenced by various factors such as stress. The inability of adolescents to cope with stress appropriately may result in numerous adverse outcomes, including psychosomatic symptoms. Resilience is the ability to respond positively while facing difficult life situations. The presence of resilience may help adolescence effectively resolve the negative outcomes of stress to not develop into psychosomatic symptoms. This is a quantitative research to figure out the role of stress on psychosomatic symptoms in adolescence while using resilience as a moderating variable. A total of 170 adolescents from Denpasar participated in this study. The tools used for data collection in this study are Resilience Scale, Stress Scale, Somatic Symptom Scale–8 (SSS-8), dan Psychosomatic Symptom Scale. The sampling technique used in this study is disproportionate stratified sampling, and Moderated Regression Analysis (MRA) was used for data analysis. The results from the MRA test revealed that stress has an individual coefficient value of 1,209 with a significance of 0,019 (p<0,05), which indicates that stress has a significant role in psychosomatic symptoms in adolescents. The moderation of resilience has a coefficient value of -0,005 with a significance of 0,318 (p>0,05), which indicates that resilience doesn’t have a significant role to strengthen or weaken the relationship between stress and psychosomatic symptoms in adolescents.
Posttraumatic growth among breast cancer survivor after underwent mastectomy Putri, Kadek Sunita Winayaka; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 19 No. 1 (2024): Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/psikologia.v19i1.15314

Abstract

Cancer and the mastectomy procedure experienced by individuals with breast cancer can be a traumatic experience. The traumatic experience can affect the physical, psychological, and sexual quality of life of individuals. However, this traumatic event can trigger posttraumatic growth in some cancer survivors. This paper will explain posttraumatic growth among cancer survivors who have undergone mastectomy. We will describe some stages, indicators, and driving factors of posttraumatic growth in post-mastectomy cancer survivors. This review can help intervention programs to improve posttraumatic growth among post-mastectomy breast cancer survivors.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Anticipatory Grief pada Family Caregiver Pasien yang Didiagnosis Kanker: Narrative Literature Review Madani, I Gusti Ayu Winda; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.109095

Abstract

Background: Family caregiver of patients with cancer often experience anticipatory grief (AG) when providing care. Although previous studies have explored AG in cancer contexts, most findings remain fragmented and focus only on isolated variable. Comprehensive reviews specifically examining the multifactorial determinants of AG among family caregivers of patient with cancer are limited. Objective: To synthesize recent empirical findings on the factors that influenced AG among family caregiver of cancer patients. Method: This study employed a literature review method following the PRISMA 2020 framework. Articles were searched from databases including Google Scholar, PubMed, and Sage Journals. The search terms were ("anticipatory grief" OR "pre-loss grief") AND ("caregiver" OR "family caregiver") AND ("cancer" OR "oncology"). From in total 21.066 articles, a screening was applied based on publication year (2021–2025), article type (empirical, quantitative research articles published in peer-reviewed journals included, while non-empirical papers excluded), full-text access, and topic relevance. Critical appraisal was conducted using JBI critical appraisal tool. Outcome: The review identified six factors which were then grouped into three categories. First category was risk factors, which consisted of caregiver burden, illness uncertainty, and post-traumatic stress symptoms. The second category was mediating factors, which included cognition and coping, and attachment. The third category was protective factors, which contained family functioning and resilience. Conclusion: This review identify that AG among family caregivers of patients with cancer influenced by three factors, i.e. risk factors, mediating factors, and protective factors.INTISARILatar belakang: Pengasuh keluarga dari pasien kanker sering mengalami anticipatory grief (AG) dalam melakukan perawatan. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya telah membahas AG dalam konteks kanker, sebagian besar temuan masih terfragmentasi dan berfokus pada variabel tunggal. Tinjauan komprehensif yang secara khusus menelaah determinan multifaktorial AG pada pengasuh keluarga pasien kanker masih terbatas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melakukan sintesis temuan empiris terkini mengenai faktor-faktor yang memengaruhi AG pada pengasuh keluarga pasien kanker. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals. Kata kunci pencarian yang digunakan adalah ("anticipatory grief" OR "pre-loss grief") AND ("caregiver" OR "family caregiver") AND ("cancer" OR "oncology"). Dari total 21.066 artikel, dilakukan penyaringan berdasarkan tahun publikasi (2021–2025), tipe artikel (penelitian empiris kuantitatif yang diterbitkan di jurnal peer-reviewed, sedangkan artikel non-empiris dikecualikan), akses penuh, serta relevansi topik. Telaah kritis dilakukan menggunakan JBI critical appraisal tool. Hasil: Kajian ini mengidentifikasi enam faktor yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu faktor risiko: beban pengasuh, ketidakpastian penyakit, dan gejala stres pascatrauma; faktor perantara: penilaian kognitif dan koping, kelekatan; faktor protektif: keberfungsian keluarga dan resiliensi. Simpulan: Kajian ini mengidentifikasi bahwa AG pada pengasuh keluarga pasien kanker dipengaruhi oleh faktor risiko, faktor perantara, dan faktor protektif.