Claim Missing Document
Check
Articles

Home / Archives / Edisi Khusus / Articles DINAMIKA HARAPAN IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISME PADA FASE DEWASA AWAL Putu Ika Pratiwi; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Positif (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Menjadi ibu tunggal yang memiliki anak dengan gangguan autisme dapat menyebabkan cemas dan depresi maternal(Orsmond dkk., 2007). Seiring bertambahnya usia, stresor ibu tunggal juga meningkat. Hal tersebut dapat memengaruhikesejahteraan hidup ibu tunggal dan kualitas pengasuhan. Kondisi patologis yang berlanjut dapat mengarah padapemikiran kematian dan kecenderungan pengabaian pengasuhan (Cox dkk., 2015). Salah satu cara yang dapat dilakukanibu tunggal untuk meminimalisir kondisi patologis adalah dengan mengembangkan harapan (Monsson, 2010). Harapandidefinisikan sebagai kondisi mental yang positif tentang kemampuan untuk mencapai tujuan di masa mendatang (Lopez& Snyder, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika harapan ibu tunggal yang memiliki anak dengangangguan autisme pada fase dewasa awal.Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknikpengambilan sampel adalah sampel bertujuan. Responden merupakan ibu tunggal, memiliki anak dengan gangguanautisme pada fase dewasa awal. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan penghimpunandokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan sistem koding, terdiri dari koding terbuka, aksial, dan selektif(Strauss, 2003). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika harapan terdiri dari fase penurunan level harapan,fase membangun harapan, dan proses harapan. Kondisi anteseden dan faktor harapan memengaruhi dinamika harapandalam penelitian ini. Kata kunci: dinamika harapan, ibu tunggal, gangguan autisme pada fase dewasa awal
Peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama I Made Riantama Adi Saputra; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p04

Abstract

Gangguan psikofisiologis merupakan gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis terutama stres. Gangguan psikofisiologis memfokuskan perhatian pada hubungan kausal satu arah pada interaksi antara psike dan soma, atau dampak dari faktor psikologis secara negatif terhadap kondisi medis secara umum. Bagi sebagian individu, pendidikan kedokteran dipersepsikan sebagai keadaan yang penuh dengan stres. Adanya stres akademik pada mahasiswa kedokteran, khususnya mahasiswa kedokteran tahun pertama memiliki konsekuensi yang merugikan terhadap kondisi kesehatan, seperti kecenderungan gangguan psikofisiologis. Hardiness merupakan sekumpulan trait dari karakteristik kepribadian yang menjadi sumber perlawanan ketika individu berhadapan dengan peristiwa yang penuh dengan stres. Adanya hardiness pada mahasiswa kedokteran tahun pertama akan membantu untuk mengatasi stres akademik secara efektif sehingga tidak mengarah pada kecenderungan gangguan psikofisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 158 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Somatic Symptom Scale–8, Skala Gangguan Psikofisiologis, Skala Stres Akademik, dan Skala Hardiness. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien parameter individual stres akademik sebesar 0,727 dengan signifikansi 0,028 (p<0,05), yang berarti stres akademik berperan seacara signifikan terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis, selanjutnya nilai koefisien parameter individual moderasi Hardiness sebesar -0,003 dengan signifikansi 0,348 (p>0,05), yang berarti Hardiness tidak berperan secara signifikan dalam memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara stres akademik terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis. Kata Kunci: Stres Akademik, Hardiness, Kecenderungan Gangguan Psikofisiologis Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama
Peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja Putu Cahya Gita Asari; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Motivasi berprestasi adalah keinginan mengalami keberhasilan dan berpartisipasi ke dalam kegiatan, dengan keberhasilan yang bergantung pada upaya dan kemampuan pribadi. Motivasi berprestasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung akan dapat memotivasi diri untuk lebih berprestasi. Begitu pula dengan persaingan antar saudara berperan terhadap motivasi berprestasi, apabila terjadi persaingan antar saudara kandung karena adanya, rasa cemburu sebagai akibat dari perilaku membandingkan oleh orangtua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 12 tahun hingga 21 tahun, sebanyak 137 orang yang dipilih dengan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Berprestasi dengan reliabilitas 0.950, Skala Kecerdasan Emosional dengan reliabilitas 0.931, dan Skala persaingan antar saudara dengan reliabilitas 0.946. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,727 dan koefisien determinasi sebesar 0,528. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara memberikan hubungan yang positif terhadap motivasi berprestasi dan memberikan pengaruh sebesar 52,8% terhadap motivasi berprestasi. Berdasarkan hal tersebut remaja hendaknya belajar mengelola emosi dengan berlatih introspeksi diri beinteraksi ataupun beradaptasi dengan kehidupan sosialnya, serta orangtua dan masyarakat mampu membuat suasana lingkungan yang positif dengan harapan dapat terciptanya motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kecerdasan emosi, motivasi berprestasi, persaingan antar saudara, remaja
Gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih Ni Wayan Widi Kurniawati; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p07

Abstract

Kesehatan didambakan oleh setiap individu, namun gaya hidup yang tidak sehat serta tidak diimbangi oleh aktivitas fisik berpotensi menyebabkan berat badan berlebih. Remaja perempuan cenderung lebih peka dengan keadaan tubuh karena keinginan remaja perempuan adalah menjadi kurus. Keinginan menjadi kurus dipengaruhi oleh kecenderungan untuk mengidentikkan tubuh yang sangat kurus dengan kecantikan. Kesadaran remaja perempuan yang tidak mungkin untuk mencapai tubuh ideal dapat menyebabkan munculnya kecemasan. Remaja perempuan yang merasakan kecemasan secara berlebihan akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan, hubungan sosial, dan fungsi sosial, sehingga mengetahui gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih adalah penting. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kecemasan remaja perempuan dengan berat badan berlebih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menurut Strauss dan Corbin (2017). Responden adalah tiga remaja perempuan dengan berat badan berlebih, berusia 17 tahun hingga 18 tahun. Hasil penelitian adalah penyebab kecemasan, kecemasan yang dirasakan, faktor pendukung terjadinya kecemasan, upaya- upaya mengatasi kecemasan, dan faktor-faktor yang memengaruhi upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan. Kata kunci: Berat badan berlebih, kecemasan, remaja perempuan.
Gambaran perilaku mencari pengobatan pada perempuan dengan kanker payudara I Gusti Ayu Agung Prami Yulianarista; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan. Kanker payudara dapat memberikan dampak fisik, psikologis, dan sosial. Adanya dampak yang diakibatkan kanker payudara mendorong timbulnya perilaku untuk mengobati kanker atau yang disebut dengan perilaku mencari pengobatan. Perilaku mencari pengobatan merupakan tindakan yang dilakukan individu ketika merasa mengalami masalah kesehatan untuk mencari pengobatan agar dapat memulihkan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku mencari pengobatan yang dilakukan oleh perempuan dengan kanker payudara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi pada tiga responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencari pengobatan yang dilakukan oleh perempuan dengan kanker payudara dibagi menjadi empat kategori yaitu perilaku mencari pengobatan modern, pengobatan tradisional, pengobatan sendiri, dan tidak melakukan pengobatan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mencari pengobatan perempuan dengan kanker payudara yaitu faktor psikologis (rasa takut, stres, motivasi, kepercayaan, dan persepsi), faktor karakteristik pengobatan (efek samping, ketersediaan, fasilitas, kualitas, kompleksitas, dan hasil pengobatan), faktor personal (usia, jenis kelamin, pengetahuan, waktu untuk berobat, serta pengelolaan stres dan emosional) dan faktor lingkungan (dukungan sosial, faktor ekonomi, kondisi keluarga, dan kebiasaan).
Peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang, dan emosi yang dialami oleh individu. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami kecemasan akibat adanya faktor biologis seperti perkembangan fisiologis yang memengaruhi produksi hormon stres atau kecemasan, faktor hubungan interpersonal terkait dengan hubungan remaja tersebut dengan teman sebaya, serta faktor kognitif yaitu mengenai kemampuan remaja dalam menginterpretasikan suatu stimulus dari lingkungan. Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi kecemasan adalah dengan berlatih yoga. Yoga merupakan kombinasi antara gerakan tubuh dan pengaturan napas yang dapat memberikan manfaat bagi fisik dan psikis individu. Efektivitas yoga dalam memberikan manfaat tersebut dipengaruhi oleh frekuensi latihan yoga atau jumlah latihan yoga yang dilakukan individu. Umumnya yoga akan memberikan dampak positif setelah individu melakukan yoga dalam waktu 3 (tiga) bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu Skala Kecemasan dan Kuesioner Frekuensi Latihan Yoga. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa koefisien parameter frekuensi latihan yoga sebesar -0.883 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0.109 , yang berarti frekuensi latihan yoga berperan secara negatif terhadap tingkat kecemasan dan memiliki peran yang signifikan terhadap kecemasan. Peran negatif frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan berarti semakin tinggi frekuensi latihan yoga pada individu, maka semakin rendah tingkat kecemasan pada individu tersebut.
Gambaran coming out pada perempuan lesbian dan biseksual dewasa awal Tuningsih Haryati; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kerap dipandang sebagai suatu penyakit sosial di masyarakat, karena dianggap melanggar nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kelompok LGBT yang telah menjadi dewasa awal membutuhkan coming out untuk memenuhi tugas perkembangannya, sehingga menimbulkan konflik tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Kriteria responden penelitian ini adalah perempuan, lesbian atau biseksual, berusia 18-30 tahun, dan belum menikah. Melalui analisis koding, ditemukan beberapa hal yang menggambarkan coming out, seperti awal mula menyadari orientasi seksual, hubungan berpacaran yang pernah dijalani, opini mengenai orientasi seksual, coming out menurut responden, cara melakukan coming out, orang-orang yang telah mengetahui orientasi seksual para responden, coming out dan kaitannya dengan agama, tujuan melakukan coming out, dampak positif dan dampak negatif yang dirasakan karena melakukan coming out, prioritas kedepannya untuk melakukan coming out, kriteria target coming out, pandangan responden terhadap kemungkinan coming out di lingkungannya, orang yang menginspirasi responden untuk coming out, tiga kata yang menggambarkan proses coming out, harapan kedepannya, pandangan responden mengenai penelitian ini, serta coming out dan intimasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai coming out, khususnya pada perempuan lesbian dan biseksual, dan mengurangi stigma terhadap lesbian dan biseksual.
Peran intensitas komunikasi di Instagram dan perbandingan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan remaja akhir Talitha Maurilla; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Ketidakpuasan tubuh merupakan pikiran dan perasaan tidak puas akan kondisi tubuh individu. Hal ini banyak ditemui di kalangan remaja perempuan karena adanya beragam perubahan, termasuk fisik. Walaupun usianya akan memasuki usia dewasa, perempuan remaja akhir tetap memiliki ketidakpuasan tubuh yang cukup tinggi, salah satunya karena Instagram. Popularitasnya di kalangan remaja membuat banyak individu memilih untuk berkomunikasi di media sosial tersebut dengan beragam isu, seperti adanya risiko kesehatan dan munculnya perbandingan sosial. Perbandingan sosial dilakukan karena motivasi individu untuk mengevaluasi diri melalui atribut yang dimiliki dengan individu lainnya. Perbandingan sosial dapat ditemui ketika remaja menggunakan Instagram, yang dapat mengarah pada ketidakpuasan tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran intensitas komunikasi di Instagram terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan remaja akhir dengan perbandingan sosial sebagai variabel moderasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Subjek penelitian ini adalah 110 perempuan usia 17-22 tahun yang berdomisili di Denpasar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Ketidakpuasan Tubuh, Skala Perbandingan Sosial, dan Skala Intensitas Komunikasi di Instagram. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien tidak terstandarisasi sebesar -2,635 dengan signifikansi 0,003, yang berarti intensitas komunikasi di Instagram berperan terhadap ketidakpuasan tubuh, serta nilai koefisien tidak terstandarisasi moderasi perbandingan sosial sebesar 0,026 dengan signifikansi 0,005, yang berarti perbandingan sosial berperan dalam memperkuat hubungan antara intensitas komunikasi di Instagram dengan ketidakpuasan tubuh. Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini sebesar 0,436, yang berarti intensitas komunikasi di Instagram dan perbandingan sosial berperan sebesar 43,6% pada ketidakpuasan tubuh.
Hubungan rasa memiliki pada organisasi dan konformitas terhadap partisipasi perempuan dalam sekaa teruna teruni di Bali Ni Komang Tri Utami Widiyasari; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p10

Abstract

Sekaa Teruna Teruni (STT) is one of the youth organizations in Bali. The achievement of the goals of STT is influenced by various factors, one of which is the participation of organizational members which can arise due to a sense of belonging and conformity. STT membership, which is generally voluntary, causes almost no pressure requiring STT members to be present and active in STT activities, but when viewed from the daily activities in STT, there is a tendency that men take more roles than women. This research is a quantitative study that aims to determine the relationship between a sense of belonging in an organization and conformity, with women's participation in the STT. Sampling was done by cluster random sampling with a total sample of 178 female members who attended STT in Badung, Tabanan, and Gianyar districts. The measuring instrument used in this study consists of three scales, namely, Participation in the STT scale, Sense of Belonging scale, and Conformity scale. The data analysis technique used in this research is multiple correlation test. Based on the analysis of the hypothesis test, the correlation coefficient value is 0.653 with F count as 65,118 and significance 0,000 (p<0,005) which indicates a relationship between a sense of belonging to the organization and conformity with women's participation in STT. The higher the sense of belonging to the organization and conformity, the higher the level of women's participation in STT.
Makna Hidup Perempuan Bali Penyintas Kanker Payudara Ni Komang Adinda Cahyani Vergiana P; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p03

Abstract

Kanker payudara merupakan kejadian kanker tertinggi yang sering dialami oleh perempuan di Indonesia. Menurut beberapa penelitian, kanker payudara berkaitan dengan kondisi psikologis yang buruk seperti, depresi dan kecemasan. Kajian lainnya menemukan bahwa kebermaknaan hidup memungkinkan individu memandang penyakit kanker payudara ke arah yang lebih positif seperti, sebagai jalan pertumbuhan pasca trauma. Kebermaknaan hidup juga dikaitkan dengan kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, serta kesehatan yang lebih baik. Berdasarkan beberapa temuan, setiap penyintas kanker payudara memberikan pemaknaan subyektif terhadap penyakit yang dialami. Pemaknaan tersebut terkait erat dengan keyakinan individu yang biasanya dipengaruhi oleh budaya setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna hidup perempuan Bali penyintas kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Terdapat tujuh tema super-ordinat dalam penelitian ini yaitu, 1) penurunan aktivitas kerja akibat kanker payudara; 2) respon fisiologis (seperti: nyeri payudara, cepat lelah dan mengalami mual, muntah, serta rambut rontok sebagai efek kemoterapi) dan psikologis (seperti: kecewa, sedih, kaget, takut, khawatir, merasa lega pasca operasi) terkait kanker payudara; 3) koping (menjalani pengobatan medis, kegiatan religius, dan membuat sarana upacara); 4) keputusan menjalani pengobatan medis; 5) hambatan selama pengobatan; 6) pandangan tentang penyakit kanker payudara; dan 7) perasaan bersyukur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa setiap penyintas kanker payudara memiliki pemaknaan unik tentang penyakit kanker payudara. Walaupun demikian, mereka sama-sama memaknai hidupnya mengalami penurunan aktivitas kerja. Terlepas dari pemaknaan hidup yang disampaikan, penyintas kanker payudara tetap menunjukkan rasa syukur atas hal-hal baik yang telah mereka alami selama menjalani perawatan.
Co-Authors Adijanti Marheni Agustini, Ni Made Yanti Ary Anak Agung Istri Miranda Parasari Angligan, I G. A. Intan Kinanti Aria Saloka Immanuel Asari, Putu Cahya Gita Bagus Galih Hantosa Biya, Cokorda Istri Mirah Jayanti Cokorda Istri Mirah Jayanti Biya Dewi Puri Astiti DEWI, LAKSMI ANANDA Fitriyadewi, Luh Putu Wiwin Gagahriyanto, Muhammad Anjar Gayatri, Ni Made Adi Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma Hantosa, Bagus Galih Haryati, Tuningsih I G. A. Intan Kinanti Angligan I Gusti Ayu Agung Prami Yulianarista I Made Riantama Adi Saputra Ida Ayu Wika Permata Sari Immanuel, Aria Saloka Jayanti, Ni Luh Christina Prapmika Kurniawati, Ni Wayan Widi Kusumawati, Ni Ayu Diah Latra Wijayanti, Nengah Selandin Tyas Pangesti Luh Putu Wiwin Fitriyadewi Madani, I Gusti Ayu Winda Made Amalia Kristanti Dewi Maurilla, Talitha Mira Juwita Surya Ningrum Mira Juwita Surya Ningrum, Mira Juwita Surya Natassa R Tejena Ni Kadek Pradnya Paramita Ni Komang Adinda Cahyani Vergiana P Ni Komang Tri Utami Widiyasari Ni Luh Christina Prapmika Jayanti Ni Made Adi Gayatri Ni Made Kristizia Paramitha Ni Made Yanti Ary Agustini Ni Wayan Widi Kurniawati Nyoman Wiraadi Tria Ariani Paramita, Ni Kadek Pradnya Paramitha, Dian Paramitha, Ni Made Kristizia Pratiwi, Putu Ika Putri Suastika, Ni Putu Shinta Pramita Putri, Kadek Sunita Winayaka Putu Cahya Gita Asari Putu Ika Pratiwi Putu Kenny Rani Evadewi Putu Kenny Rani Evadewi Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Sonia Insani Sudarmintawan Saputra, I Made Riantama Adi Saraswati, Anak Agung Sagung Istri Nanda Widya Sari, Ida Ayu Wika Permata Sudarmintawan, Putu Sonia Insani Talitha Maurilla Tanumihardjo, Vanni Nathasya Tejena, Natassa R Trikusuma, Gusti Ayu Ardhia Candra Tuningsih Haryati Tuningsih Haryati Widiyasari, Ni Komang Tri Utami Yulianarista, I Gusti Ayu Agung Prami