Articles
Pengaruh Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Bullying Di SMPN XI Mataram
Farida Herna Astuti;
Dewi Rayani;
Ni Made Sulastri
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/teacher.v6i1.4054
Bullying cases in schools have not been resolved optimally. This is very concerning and disturbing for those in the world of education because bullying behavior can have an impact on student behavior in the form of greater aggression in the future. In addition, it can also cause psychological disorders in the form of depression for victims. Providing effective intervention for perpetrators of bullying must be adjusted to the emotional condition of the perpetrator as well as the victim. Thus, one of the right approaches is to provide rational emotive behavior therapy (REBT). The basic assumption of the REBT approach is that it can improve the resilience of students who are victims of bullying to be better. This is proven after REBT counseling, students who are victims of bullying can still adapt to difficult situations and can carry out activities at school.
Identifikasi Tipe Kepribadian Seseorang Ditinjau Dari Teori Carl Jung
Ni Made Sulastri
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/jml.v6i1.3843
Personality is a collection of attitudes, behavior, emotional and individual reactions that are influenced by a person's environment and life experiences. In measuring personality, various methods can be used, such as scientific, semi-scientific and pre-scientific methods. In this research, the method for measuring a person's personality is to use scientific methods through an identification process to recognize oneself and others as well as personality identification based on personality theories from experts. Personality theories from various experts can be the basis for determining a person's personality type. The results of the research show that personality types according to Carl Jung divide human personality into two groups, namely introverts and extroverts, someone who has an introverted personality tends to have independence. In this phase, according to Carl Jung, individuals build more independent relationships without relying on other people. In the research It can be concluded that someone who has an introverted personality can also develop strong and meaningful social relationships with other people.
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN PASAR - PASARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA LISAN ANAK KELOMPOK A TAMAN KANAK-KANAK WIDYA KUMARA SINGARAJA
Westari, Ni Luh;
Sulastri, Ni Made;
Suarjana, I Made
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v1i1.1047
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak melalui bermain peran pasar-pasaran. Subjek penelitian ini melibatkan 15 siswa Kelompok A Taman Kanak-Kanak Widya Kumara Banjar Jawa tahun pelajaran 2012/2013. Variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah keterampilan berbahasa lisan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan berbahasa lisan anak menggunakan metode observasi. Metode observasi digunakan untuk mengamati kegiatan siswa pada saat melakukan kegiatan bermain peran. Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan menjadi dua siklus. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak dengan bermain peran pada siklus I sebesar 58,11 % (kategori rendah) dan pada siklus II sebesar 88,50 % (kategori tinggi), dengan peningkatan kemampuan keterampilan berbahasa lisan anak dengan bermain peran sebesar 30,39 %. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pendidik Anak Usia Dini (PAUD) agar menerapkan metode bermain peran untuk meningkatkan keterampilan berbahasa anak.
Upaya Peningkatan Kemampuan berbahasa Ekspresif Melalui Kegiatan Bernyanyi Menggunakan Media Teknologi Pada Anak Usia TK
Yusmaridha, Anastasia Mayla Calliesta;
Sulastri, Ni Made
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 1, No 1. April (2022): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47165/pedapaud.v1i1. April.556
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan metode bernyanyi kelompok A di TK Strada Kampung Sawah. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus dengan masing-masing siklus terdapat tiga pertemuan dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 Tahun di TK Strada Kampung Sawah yang berjumlah 20 anak. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbahasa anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan bernyanyi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pra tindakan kemampuan berbahasa anak ada di kriteria Belum Berkembang (BB) sebesar 20%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 65%, dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 15%. Namun setelah dilakukan siklus I kriteria meningkat menjadi Mulai Berkembang (MB) sebesar 50% dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 50%, serta pada siklus II kriteria menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 20% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 80%.
PELATIHAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
Sulastri, Ni Made;
Herlina, Herlina;
Astuti, Farida Herna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i2.1194
Early Childhood Education is currently only centered on demands for change in the learning process. One of the demands faced by educators in early childhood education institutions is a change in the implementation of the curriculum. Institutions that implement the curriculum still encounter many obstacles and obstacles so that they apply it inconsistently or in accordance with the demands of the curriculum. In developing and improving all the potential and growth aspects of child development, various approaches are needed in learning, one of the approaches that can be applied in early childhood education institutions is the scientific approach, but in reality the scientific learning approach has not been implemented optimally so it is necessary to increase knowledge and competence of educators through workshops and training activities. Through this training it is hoped that scientific learning will be carried out in educational institutions to optimize children's growth and development in an integrated and sustainable manner which in the end can develop intelligent children according to their potential. The implementation of scientific learning activities is carried out in five stages, namely observing, asking, gathering information, reasoning and communicating. The results obtained from this community service activity are increasing the knowledge and abilities of educators in designing scientific learning that can create fun learning activities for students.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN MOTORIK KASAR PADA ASPEK BERJALAN ANAK USIA 12-18 BULAN DAN PEMBANDING ANAK SEUSIANYA
Ni Made Sulastri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2345
Motor development is a physical ability related to the body and daily activities. Motor development which involves physical development will also of course have a big influence on other developments. For this reason, parents must of course pay attention to developments in every phase of their child's development. At the age of 12-18 months, the child will have entered the walking phase, the walking phase begins with the child being able to stand firmly, then being able to walk creeping little by little while holding on, until the child will be able to step his feet from the starting position to another position without falling or falling. can run smoothly. The phase until the child can walk smoothly occurs at 12-18 months. If the child has not reached the phase of walking well in that age range, then it can be said that the child has a delay in walking compared to other children his age. For this reason, this research will focus on motor development in children in the aspect of walking and comparisons with children their age. Data collection methods are observation, interviews and documentation methods. The results of the research show that every child who experiences walking delays will look different from the child's development in age, the age limit for walking ability occurs in the age range of 12-18 months, if at that age the child looks different from children his age then the child can be said to have walking delays . This delay is also triggered by parenting patterns and a lack of stimulation for movement involving the child's motor muscles.
Psikoedukasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Pada Remaja Guna Mencegan Pernikahan Usia Anak Di Desa Sepakek Lombok Tengah
Dewi Rayani;
Eneng Garnika;
Ni Made Sulastri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v6i2.5222
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya kesiapan pernikahan, baik dari segi fisik, psikologis, dan mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Kegiatan ini dilakukan oleh tim pengabdian dari kalangan dosen univerisitas Pendidikan mandalika dengan berkolaborasi dengan kepanitiaan KKN universitas mataram dengan mitra Desa Sepakek kecamatan pringgarata Lombok Tengan. Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang psikoedukasi pernikahan usia anak dan diskusi aktif dengan peserta pengabdian. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait kesiapan menikah, terutama dalam mengidentifikasi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah dan yang terpenting lagi adalah adalah adanya pemahaman yang baik guna dapat meminimalisir terjadinya pernikahan usia anak di desa sepakek.
PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP BULLYING PADA SISWA
Sulastri, Ni Made
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/realita.v8i2.8542
Pendidikan pada dasarnya menghantarkan siswa untuk menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun social. Perubahan tersebut diharapkan menghasilkan individu yang mampu berinteraksi sosial dengan manusia lain dan dengan lingkungannya, tetapi pendidikan tidak terlepas dari permasalahan seperti kekerasan seksual, kekerasan guru terhadap peserta didik, pergaulan bebas, serta permasalahan yang sangat umum terjadi adalah bullying. Hal ini mengakibatkan banyak peserta didik yang kemudian tidak fokus dalam menuntut ilmu sehingga prestasi belajar menurun dan kecenderungan untuk tidak mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, mereka kemudian cenderung mencari kesenangan lain yang lebih menjurus pada hal-hal berbau negatif. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh konseling individu terhadap bullying pada       siswa. Sampel yang digunakan adalah 8 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket sebagai metode utama, metode dokumentasi dan wawancara sebagai pelengkap. Sedangkan metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan hasil analisis data bahwa t hitung yang diperoleh adalah sebesar 5.559, sedangkan nilai t-tabel (5.559 > 2.365). Hal ini berarti H0 ditolak sedangkan     Ha diterima. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada pengaruh konseling individu terhadap bullying pada siswa.
IDENTIFIKASI TIPE KEPRIBADIAN DITINJAU DARI TEORI ALRBERT BANDURA
Sulastri, Ni Made
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/realita.v9i1.11024
Kepribadian merupakan salah satu aspek yang penting dalam diri manusia atau individu, kepribadian menentukan bagaimana kita berpikir, merasa dan bertindak dalam berbagai situasi. Kepribadian juga dapat mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain, kesuksesan kita dalam pekerjaan, dan kesehatan mental. Kepribadian dapat dipengaruhi oleh adanya factor lingkungan yang berasal dari luar diri kita yang meliputi keluarga, teman, sekolah, dan budaya. Factor bawaan memberikan fondasi dasar bagi kepribadian individu,sedangkan factor lingkungan berperan dalam mengembangkan dan membentuk kepribadian individu. Kepribadian secara umum dapat digolongkan ke dalam dua tipe yaitu kepribadian yang bersifat positif dan yang bersifat negative. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian yang dimiliki seseorang dalam penelitian ini memiliki kepribadian yang positif karena dipengaruhi oleh factor lingkungan keluarga yaitu oarng tua dan dari hasil kognitif seseorang tersebut, hal ini sesuai dengan teori Albert Bandura dimana factor lingkungan lingkungan dan kognitif menjadi factor penentu kepribadian seseorang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam kepribadian.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI PAUD ALANG-ALANG AMPENAN MATARAM
Sulastri, Ni Made;
Herlina, Herlina
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 4 No. 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/jtni.v4i2.1324
Abstrack: This study aims to determine the relationship of parenting to social emotional development. The purpose of this study was to determine how the relationship between childcare patterns on the emotional social development of children aged 5-6 years in PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram. This research is very important because the application of childcare patterns will greatly affect a child's social emotional development. Because success in the first year of child growth and development will determine the child's future. In addition, the holding of this research is expected to provide input and contribution to knowledge about how to relate parenting patterns to children's social emotional development for society at large and for prospective researchers interested in parenting. This research is included in the type of semi-correlational research, which is research that examines the relationship between parenting parents on children's emotional social development. In terms of the approach, this study uses a quantitative approach. As for what is used as the subject of this research is a group of parents from early childhood in PAUD Alang-Alang Mataram Ampenan aged between 5-6 years totaling 20 people. While the variable or study material from this study is parenting (variable X) and children's emotional social development (variable Y). The results obtained in this study there is a significant relationship between parenting parents with emotional social development of children in PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah hubungan antara pola pengasuhan anak terhadap perkembangan social emosional anak usia 5 – 6 tahun di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram. Penelitian ini menjadi sangat penting dilakukan mengingat penerapan dari pola pengasuhan anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional seorang anak. Karena keberhasilan pada tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan hari depan anak tersebut. Selain itu dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangan pengetahuan tentang bagaimana hubungan pola pengasuhan terhadap perkembangan sosial emosional anak bagi masyarakat secara luas maupun bagi calon peneliti yang tertarik pada bidang parenting. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian semi korelasional, yaitu penelitian yang meneliti tentang hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan social emosional anak. Dari segi pendekatannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini adalah kelompok orang tua dari anak usia dini di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram yang berusia antara 5 – 6 tahun yang berjumlah 20 orang. Sementara variable atau bahan kajian dari penelitian ini adalah pola asuh orang tua (variable X) dan perkembangan social emosional anak (variable Y). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosiona anak di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram.Kata Kunci: Pola Asuh, Perkembangan Sosial Emosional.