Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

IDENTIFIKASI TIPE KEPRIBADIAN DITINJAU DARI TEORI ALRBERT BANDURA Sulastri, Ni Made
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i1.11024

Abstract

Kepribadian merupakan salah satu aspek yang penting dalam diri manusia atau individu, kepribadian menentukan bagaimana kita berpikir, merasa dan bertindak dalam berbagai situasi. Kepribadian juga dapat mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain, kesuksesan kita dalam pekerjaan, dan kesehatan mental. Kepribadian dapat dipengaruhi oleh adanya factor lingkungan yang berasal dari luar diri kita yang meliputi keluarga, teman, sekolah, dan budaya. Factor bawaan memberikan fondasi dasar bagi kepribadian individu,sedangkan factor lingkungan berperan dalam mengembangkan dan membentuk kepribadian individu. Kepribadian secara umum dapat digolongkan ke dalam dua tipe yaitu kepribadian yang bersifat positif dan yang bersifat negative. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian yang dimiliki seseorang dalam penelitian ini memiliki kepribadian yang positif karena dipengaruhi oleh factor lingkungan keluarga yaitu oarng tua dan dari hasil kognitif seseorang tersebut, hal ini sesuai dengan teori Albert Bandura dimana factor lingkungan lingkungan dan kognitif menjadi factor penentu kepribadian seseorang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lingkungan sangat berpengaruh dalam kepribadian.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5 – 6 TAHUN DI PAUD ALANG-ALANG AMPENAN MATARAM Sulastri, Ni Made; Herlina, Herlina
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 4 No. 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v4i2.1324

Abstract

Abstrack: This study aims to determine the relationship of parenting to social emotional development. The purpose of this study was to determine how the relationship between childcare patterns on the emotional social development of children aged 5-6 years in PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram. This research is very important because the application of childcare patterns will greatly affect a child's social emotional development. Because success in the first year of child growth and development will determine the child's future. In addition, the holding of this research is expected to provide input and contribution to knowledge about how to relate parenting patterns to children's social emotional development for society at large and for prospective researchers interested in parenting. This research is included in the type of semi-correlational research, which is research that examines the relationship between parenting parents on children's emotional social development. In terms of the approach, this study uses a quantitative approach. As for what is used as the subject of this research is a group of parents from early childhood in PAUD Alang-Alang Mataram Ampenan aged between 5-6 years totaling 20 people. While the variable or study material from this study is parenting (variable X) and children's emotional social development (variable Y). The results obtained in this study there is a significant relationship between parenting parents with emotional social development of children in PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah hubungan antara pola pengasuhan anak terhadap perkembangan social emosional anak usia 5 – 6 tahun di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram. Penelitian ini menjadi sangat penting dilakukan mengingat penerapan dari pola pengasuhan anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional seorang anak. Karena keberhasilan pada tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan hari depan anak tersebut. Selain itu dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangan pengetahuan tentang bagaimana hubungan pola pengasuhan terhadap perkembangan sosial emosional anak bagi masyarakat secara luas maupun bagi calon peneliti yang tertarik pada bidang parenting. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian semi korelasional, yaitu penelitian yang meneliti tentang hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan social emosional anak. Dari segi pendekatannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini adalah kelompok orang tua dari anak usia dini di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram yang berusia antara 5 – 6 tahun yang berjumlah 20  orang. Sementara variable atau bahan kajian dari penelitian ini adalah  pola asuh orang tua (variable X) dan perkembangan social emosional anak (variable Y). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosiona anak di PAUD Alang-Alang Ampenan Mataram.Kata Kunci: Pola Asuh, Perkembangan Sosial Emosional.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN PASIR Sulastri, Ni Made
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 6 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v6i1.2977

Abstract

Abstrak: Anak usia dini adalah individu yang berusia 0-6 tahun yang memiliki beragam potensi yang harus di kembangkan. Diantara potensi-potensi tersebut adalah perkembangan motorik halus. Salah satu cara untuk mengembangkan motorik halus adalah melalui kegiatan bermain pasir. Motorik halus merupakan suatu gerakan yang melibatkan otot-otot kecil anak seperti gerakan jari jemari anak, membutuhkan koordinasi antara mata dengan tangan. Bermain pasir merupakan suatu kegiatan edukatif yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Hasil penelitian pada tahap pengembangan pertama berjalan dengan lancar hanya saja ada beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan kegiatan sehingga kemampuan motorik halus belum berkembang dengan baik. Pada tahap pengembangan kedua terjadi peningkatan di mana hampir semua siswa dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik sehingga kemmapuan motorik halus berkembang sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil pengembangan tersebut maka dapat di simpulkan bahwa kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan kemampuan aspek motorik halus pada anak usia dini. Kata kunci: Bermain pasir, Motorik Halus. Abstract: Early childhood are individuals aged 0-6 years who have a variety of potentials that must be developed. Among these potentials is fine motor development. One way to develop fine motor skills is through playing with sand. Fine motor skills are movements that involve the child's small muscles such as the movement of a child's fingers, requiring coordination between the eyes and hands. Playing sand is an educational activity that can be used to develop fine motor skills in early childhood. The purpose of this study was to determine whether the application of sand play activities can develop fine motor skills in early childhood. The results of the research at the first development stage ran smoothly, it's just that some students still have difficulty completing activities so that their fine motor skills have not developed properly. In the second development stage, there is an increase in which almost all students can complete activities well so that fine motor skills develop according to expectations. Based on the results of this development, it can be concluded that playing sand can develop fine motor skills in early childhood. Key words: Playing sand, fine motor skills
EFEKTIVITAS MODEL KEMITRAAN SEKOLAH DENGAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN ON LINE (STUDI KASUS PROGRAM PELIBATAN KELUARGA DI PAUD KOTA MATARAM) Herlina, Herlina; Sulastri, Ni Made; Astuti, Farida Herna
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 6 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v6i2.3312

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efekitivitas Model  Kemitraan  Sekolah dengan Orang Tua dalam pembelajaran on line  (Studi Kasus Program Pelibatan Keluarga di PAUD Kota Mataram) Penelitian ini menjadi sangat penting dilakukan mengingat kemitraan antara sekolah dan keluarga sangat penting. karena keberhasilan kemitraan antara sekolah,orang tua dan masyarakat akan berpengaruh pada kemajuan peserta didik dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu dengan diadakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangan pengetahuan tentang bagaimana Efektivitas Model Kemitraan Sekolah, dan keluarga Pada Program Pelibatan Keluarga di PAUD khususnya dalam Menghadai Covid 19 yang sedang mewabah. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian evaluasi, yaitu penelitian yang meneliti tentang Efektivitas Model Kemitraan Sekolah, dan keluarga Pada Program Pelibatan Keluarga di PAUD.  Adaun model evaluasi yang digunakan menggunakan model evaluasi  CIPP.   Adapun yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini adalah kelompok   anak usia dini yang tersebar di 2 PAUD di Kota Mataram yaitu  PAUD  Mutiara Islami,  dan PAUD Permata Bangsa.  Adapun komponen yang dievaluasi adalah komponen konteks,  input, proses, dan output. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada komponen konteks berada pada kategori sangat baik,  pada komponen input berada pada kategori baik, pada komponen proses berada pada kategori sangat baik, dan pada komponen output berada pada kategori sangat baikKata Kunci : Efektivitas,  Kemitraan, Pelibatan keluarga, Pembelajaran on line.
IDENTIFIKASI METODE PEMBELAJARAN YANG DITERAPKAN GURU PAUD PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN Sulastri, Ni Made
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 6 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v6i2.3313

Abstract

Abstrak: Penerapan metode pembelajaran yang tidak variatif hanya menggunakan satu metode dapat membuat anak merasa cepat bosan serta tujuan pembelajarannya tidak memenuhi sasaran. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang metode pembelajaran apa saja yang diterapkan, metode pembelajaran mana yang dominan dan metode pembelajaran mana yang efektif diterapkan guru pada anak usia 5-6 tahun. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui metode pembelajaran yang diterapkan, metode pembelajaran yang dominan diterapkan, dan metode pembelajaran yang efektif diterapkan guru. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tehnik pengumpulan data yang berupa metode observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah semua guru pada anak usia 5-6 tahun yang diambil secara acak dengan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah propotional stratified random sampling. Hasil identifikasi penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan guru adalah metode bercakap-cakap, tanya jawab, bermain, bernyanyi, demonstrasi, pemberian tugas, bercerita, karyawisata, eksperimen, dan metode proyek. Metode pembelajaran yang dominan diterapkan guru adalah metode bercakap-cakap. Sedangkan metode pembelajaran yang efektif diterapkan guru adalah metode tanya jawab. Kata Kunci: Metode PembelajaranAbstract: The application of learning methods uses only one method so that it can make children quickly bored and the learning objectives do not meet the goals. In this study, it will discuss what learning methods are applied, which learning methods are dominant and which learning methods are effectively applied by teachers to children aged 5-6 years. The research objective was to determine the learning methods applied, the dominant learning methods applied, and the effective learning methods applied by teachers. This research is a survey research with data collection techniques in the form of observation methods, interviews and documentation methods. The sample of this study were all teachers in children aged 5-6 years who were taken randomly with the sampling technique used was proportional stratified random sampling. The results of the identification of this study indicate that the learning methods applied by the teacher are the methods of talking, question and answer, playing, singing, demonstrations, giving assignments, telling stories, field trips, experiments, and project methods. The dominant learning method applied by the teacher is the conversation method. Meanwhile, the effective learning method applied by the teacher is the question and answer method.Keywords: Learning Methods
IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sulastri, Ni Made
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 7 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v7i1.4068

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya data yang berkaitan langsung dengan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun masih perlu diperhatikan sebab masih banyak indikator perkembangan kognitif  yang belum berkembang secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator perkembangan kognitif yang berkembang pada saat kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini serta untuk memperoleh data yang berkaitan langsung dengan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun, karena perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun masih perlu diperhatikan sebab masih banyak indikator-indiktor perkembangan kognitif  yang belum berkembang secara menyeluruh, apabila aspek perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun tersebut tidak dapat berkembang dengan baik maka tumbuh kembangnya tidak optimal sehingga dalam segala aktivitas berfikir yang dilakukan oleh anak tidak berjalan dengan baik. Populasi penelitian adalah  lembaga PAUD yang berada di Kecamatan  Kediri dengan jumlah 27 PAUD yang terdiri dari 502 orang anak. Sehingga didapatkan sampel sebanyak 20 % dari 27 lembaga PAUD yaitu sejumlah 5 lembaga PAUD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, metode dokumentasi dan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat indikator perkembangan kognitif yang berkembang, tidak berkembang dan dominan berkembang pada kegiatan awal dan inti di PAUD se-Kecamatan  Kediri kabupaten Lombok Barat tahun 2021.Kata kunci :Perkembangan Kognitif, PAUD Abstract : This research is motivated by the absence of data that is directly related to the cognitive development of children aged 5-6 years. Cognitive development of children aged 5-6 years still needs attention because there are still many indicators of cognitive development that have not been developed as a whole. This study aims to determine the indicators of cognitive development that develop during learning activities in early childhood education institutions and to obtain data that is directly related to the cognitive development of children aged 5-6 years, because the cognitive development of children aged 5-6 years still needs to be considered because There are still many indicators of cognitive development that have not developed thoroughly, if the cognitive development aspects of children aged 5-6 years cannot develop properly, their growth and development is not optimal so that all thinking activities carried out by children do not go well. The study population was PAUD institutions located in Kediri sub-district with a total of 27 PAUD consisting of 502 children. So that a sample of 20% was obtained from 27 PAUD institutions, namely 5 PAUD institutions. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation methods and using qualitative descriptive data analysis. The results showed that there were indicators of cognitive development that developed, did not develop and were predominantly developing in early and core activities in PAUD in Kediri District, West Lombok Regency in 2021. Keywords: Cognitive Development, PAUD
PENERAPAN KEGIATAN MENARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN Sulastri, Ni Made
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 7 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v7i2.4890

Abstract

Abstrak: Kegiatan menari memiliki manfaat yang besar dalam membantu meningkatkan motorik kasar dan halus anak. Dalam kemampuan dasar fisik anak dapat dikenali dari kemampuannya melakukan gerakan keseimbangan, lokomotor, kecepatan, perubahan, ekspresi, teknik mengendalikan tubuh, gerakan energik, dan koordinasi anggota tubuh. Tujuan penelitian Untuk mengetahui penerapan kegiatan menari yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar halus anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang bersifat kolaboratif Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan tari kreasi baru dengan jenis tari yang tradisonal modern. Dari hasil penelitian ini, peneliti menggunakan tiga tahap pengembangan dengan kesimpulan pada tahap pengembangan ke I mendapatkan hasil yang kurang optimal karena peneliti menggunakan 8 anak dengan persentase 38,55% sehingga pada pengembangan ke II peneliti membagi anak menjadi 2 kelompok dan mengalami peningkatan dengan persentase 68,18%. Pada tahap pengembangan ke III mengalami peningkatan secara optimal dengan persentase 79,34%. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui kegiatan menari dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar dan halus anak usia 5-6 tahun secara optimal. Kata Kunci: Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Anak, Kegiatan Menari Abstract: Dancing activities have great benefits in helping to improve children's gross and fine motor skills. In basic physical abilities, children can be recognized from their ability to perform balance, locomotor, speed, change, expression, body control techniques, energetic movements, and coordination of limbs. The purpose of the study was to determine the application of dance activities that can improve the fine motor skills of children aged 5-6 years. The type of research used is collaborative development research. The data analysis used in this research is descriptive qualitative. The method used in collecting data, namely observation and documentation. In this study, we use a new creation of dance with modern traditional dance types. From the results of this study, researchers used three stages of development with the conclusion that in the first development stage the results were less than optimal because the researchers used 8 children with a percentage of 38.55% so that in the second development the researchers divided the children into 2 groups and increased by a percentage of 68 .18%. At the third development stage, it increased optimally with a percentage of 79.34%. This shows that dance activities can improve gross and fine motor development of children aged 5-6 years optimally. Keywords: gross and fine motor development of children, dancing activities
STRATEGI MENDONGENG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA DI TK DARUL MUHSININ Sarilah, Sarilah; Sulastri, Ni Made; Iman, Nurul; Herlina, Herlina
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12243

Abstract

The level of education in Indonesia is still dominated by low-educated people. There are various factors that cause children in Indonesia not to have a good education, namely the low quality of physical facilities. Learning in kindergarten can be developed using various methods, one of which is the storytelling method. Fairy tales are simple stories that don't really happen. Fairy tales function to convey morals (educate) and also entertain. Storytelling activities will be able to increase children's growth and development and develop various kinds of children's creativity, one of the creativity that can be developed is verbal creativity. Verbal creativity is the ability to form new ideas or thoughts, and combine these ideas into something new based on existing information or elements. So it is felt necessary to carry out storytelling activities to improve children's verbal abilities. The method used in current service activities is in the form of direct practice in the form of storytelling activities using various media such as picture books, hand puppets, the use of vocal techniques and can also bring in storytellers or fairy tale experts, so that the storytelling activities are more interesting. The result of this storytelling activity is that there is an increase in children's verbal abilities after and during the storytelling activity, and for schools it can be an innovation in the learning process.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN "INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM BISNIS DETERJEN: PELUANG USAHA UNTUK WARGA LOKAL" DI PERUMAHAN BHP Herlina, Herlina; Sulastri, Ni Made; sa'di, Kholisus; Wahyuni, Tri
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.13948

Abstract

Di era modern ini, kewirausahaan menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan diadakannya pelatihan kewirausahaan bertajuk "Inovasi dan Kreativitas dalam Bisnis Deterjen: Peluang Usaha Untuk Warga Lokal," warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan dapat memulai usaha mereka sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong kolaborasi dan solidaritas antarwarga, memperkuat jaringan sosial yang dapat mendukung keberhasilan usaha bersama.Pelatihan ini dimulai dengan pengenalan dasar-dasar pembuatan deterjen. Peserta diberi pengetahuan tentang bahan baku dan alat yang diperlukan, serta langkah-langkah produksi yang praktis dan mudah diikuti. Dengan pendekatan hands-on, peserta dapat langsung mempraktekkan teknik-teknik tersebut, memastikan bahwa mereka benar-benar memahami proses produksi dari awal hingga akhir. Pelatihan kewirausahaan ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat. Dengan penekanan pada inovasi, kreativitas, strategi pemasaran, dan manajemen usaha, pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan wirausahawan-wirausahawan baru yang siap bersaing dan berkembang. Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya membawa manfaat bagi individu peserta, tetapi juga bagi komunitas dan ekonomi lokal secara keseluruhan. Dengan semangat dan tekad yang kuat, warga Perumahan BHP Desa Karang Bongkot dapat memanfaatkan peluang ini untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan bersama.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE FUN TEACHING Ni Made Sulastri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.1460

Abstract

The world of education cannot be separated from the role of learning technology, in the learning process, a teaching and learning atmosphere must be created, so that it can motivate students to always study well and enthusiastically. Fun methods are needed to increase student learning motivation so that it can be increased, educators are required to carry out learning innovations that are effective, efficient, innovative and fun to attract children so that learning material will be accepted by early childhood. This study aims to describe the process and learning outcomes in the application of fun teaching activities to increase learning motivation. The research model used is the Kemmis and Taggart model with the research subjects being children at Darul Muhsinin Kindergarten. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used in this research is qualitative and quantitative data analysis. Quantitative data analysis used to determine the percentage increase in children's gross motor skills after the action. Qualitative analysis is used to explain the research results. The results showed an increase in children's learning motivation after giving fun teaching activities through the research cycle. The implication of this research is that early childhood learning processes need to use strategies for fun teaching activities that can be considered as a medium to increase learning motivation.