Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analysis of the Role of School and Parent Partnerships on Children's Social Emotional Development (Case Study at PAUD Al-Hidayah. Desa Bug-Bug, Lombok Barat) Herlina, Herlina; Zulfakar, Zulfakar; Sulastri, Ni Made
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i1.14569

Abstract

Children's social and emotional development is an important aspect that influences their well-being and future success. Children who have good social and emotional skills are able to interact well with others, manage their emotions healthily, and demonstrate positive behavior. In the context of early childhood education, such as in PAUD (Early Childhood Education), the role of partnership between schools and parents is very crucial in supporting this development. School and parent partnership refers to harmonious and sustainable collaboration between both parties in supporting the process of education and child development. Schools not only function as places for children to learn academically, but also as environments that support their social and emotional development. Teachers in PAUD have the responsibility to create a safe, supportive, and loving learning atmosphere. However, this role cannot be carried out effectively without the support of parents. When parents are actively involved in their children's education, they not only help childr(Zhang et al., 2024)en understand the importance of learning, but also provide the necessary emotional support. Good communication between parents and teachers helps create consistency between the home and school environments, which is important for children's emotional stability. Thus, the role of parents and schools in this partnership is not only important for the social emotional development of children, but also to build a strong foundation for their future success. Communities and governments also need to support this effort through policies and programs that facilitate collaboration between schools and families, ensuring that every child has the opportunity to grow and develop optimally. This study analyzes the role of school and parent partnerships in children's social emotional development. The purpose of this study is to determine the role of school and parent partnerships on children's social emotional development at PAUD AL-Hidayah, Bug-Bug Village, Lingsar District, West Lombok Regency. The population in the study was 50 PAUD children. Data collection techniques used observation methods, interview methods, documentation methods and questionnaire methods. The data analysis technique used in this study used the product moment correlation statistical technique.Keywords: Partnership, Child Development, Social Emotional.
Studi Kasus Permasalahan Bahasa Pada Aspek Keterlambatan Bicara Anak Usia Dini Ni Made Sulastri
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 12 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss12pp4409-4414

Abstract

Language is one of the important aspects in supporting the growth and development of children, one aspect of language development is speech. Speech is an effective communication tool in building social interactions, supporting success in learning and supporting the growth and development of other aspects. In reality, not all children have speech development according to their developmental stages, some experience problems. The purpose of this study is to describe the causes and solutions to speech delays in children aged 5 years. This study is qualitative with a case study approach, data collection techniques in the form of observation, documentation, interviews and field techniques where parents and teachers are the main informants. The results of the activity show that the first factor in speech delay is parenting patterns, where parents tend to fulfill physical needs and do not pay attention to aspects of the child's speech development. Second, the use of bilingualism, in everyday life children at school are more familiar with and accustomed to using Indonesian in communication while at home children with grandmothers and also assisted by caregivers more often listen and communicate in regional languages ​​​​so that confusion occurs in the use of language in children. Third, the lack of interaction in communication, when with parents children are more often active by watching television or playing with mobile phones. The findings are supported by the opinions of experts related to various results obtained in the field, then researchers can provide solutions in the form of providing stimulation with various activities and media that support children's speech, the use of more intensive verbal communication and interaction from parents and the environment. Consultation with experts, teachers and also the provision of speech therapy to support children's language development in the speech aspect
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENEBEL II Sulastri, Ni Made; Tedjasulaksana, Regina; Gunapria, Made Widhi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.3865

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang efektif dan mudah dilakukan, namun tingkat pelaksanaannya masih rendah, terutama di kalangan wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan SADARI pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Penebel II pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan jumlah besar sampling menggunakan rumus analitik korelasi didapatkan sejumlah 51 responden WUS terlibat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup (56,9%), minat tinggi untuk melakukan SADARI (51%) . Uji statistik Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker payudara dengan minat melakukan SADARI (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691 yang menunjukkan hubungan positif yang kuat. Disarankan agar institusi kesehatan meningkatkan edukasi secara berkelanjutan guna mendorong minat WUS dalam melakukan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara
Penguatan Manajemen Komunitas Belajar Bagi Pengelola PKBM Mandiri di Kabupaten Lombok Utara Herlina, Herlina; Zulfakar, Zulfakar; Sulastri, Ni Made; Endriyani, Ani; Mustika Maelan, Nanda
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18283

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pengelola komunitas belajar di PKBM Mandiri Kabupaten Lombok Utara. Hasil identifikasi awal menunjukkan lemahnya manajemen komunitas belajar, yang ditandai dengan rendahnya partisipasi masyarakat, perencanaan program yang kurang efektif, serta minimnya jejaring kemitraan antar lembaga. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan pelatihan intensif selama dua hari dengan pendekatan andragogi dan metode partisipatif, yang dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi, pendampingan, pembentukan forum komunikasi, serta diseminasi hasil dalam bentuk publikasi ilmiah. Pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahap utama: (1) koordinasi dan asesmen kebutuhan, (2) pelatihan partisipatif, (3) penyusunan dan presentasi rencana aksi, (4) pendampingan serta monitoring implementasi, dan (5) evaluasi serta publikasi. Materi pelatihan mencakup perencanaan partisipatif, strategi membangun kemitraan, teknik monitoring dan evaluasi, serta penguatan kepemimpinan komunitas. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial dan berhasil menyusun rencana aksi sesuai konteks lokal PKBM masing-masing. Forum komunikasi antar pengelola PKBM berhasil dibentuk dan aktif digunakan untuk kolaborasi berkelanjutan
Penyuluhan Pada Kelas Orang Tua Untuk Mendukung Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Dini Ni Made Sulastri; Rayani, Dewi; Sarilah; Sri Wahyuni
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Dedikasi Madani, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v4i2.18532

Abstract

Anak usia dini pada masa pra sekolah merupakan masa periode yang paling potensial bagi anak dalam mengembangkan seluruh aspek perkembangannya, aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif, motorik, sosial emosional, bahasa, moral dan agama. Anak merupakan pribadi yang unik dalam setiap perkembangannya akan memilki ciri khas yang membedakan mereka dengan anak laninnya sehinnga dalam proses tahapan usia anak perlu mendapat dukungan dan fasilitas dari orang dewasa terutama oraang tua. Namun pada kenyataanya banyak orang tua memliki kendala dalam memfasilitasi dan menstrimulasi aspek perkembangan anak dengan maslah kurangnya pengetahuan tentang perkembangan anak, keterbatasan informasi dan edukasi dari berbagai pihak yang paham terhadap perkembangan anak, permasalahan dari orang tua tersebut mengakibatkan masalah pada berbagai aspek perkembangan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan penyuluhan pada kelas orang tua terkait optimalisasi perkembangan anak usia dini. Metode kegiatan dalam bentuk tatap muka pada kelas orang tua, angket untuk mengukur karakteristik responden pada tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan mencakup pemaparan materi, stimulasi aspek perkembangan, solusi masalah perkembangan anak dan evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan pengetahuan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan (1) pemahaman orang tua dalam hal perkembangan anak, (2) pola pengasuhan yang tepat dan posotif dari orang tua (3)terjalin kerjasama pihak sekolah dan orang tua terhadap pengasuhan yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak.
PENGARUH TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP PERENCANAAN KARIR Istianingsih, Linda; Suarti, Ni Ketut Alit; Sulastri, Ni Made
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9826

Abstract

ABSTRACT Career planning is an important aspect of student development, especially at the senior high school level when students enter the exploration phase and begin determining their future direction. Observations conducted at SMAN 1 Praya Barat indicate that many Grade XI Social Science students do not yet have a clear picture of their future careers. This condition is reflected in low participation in self-development activities, limited reflection on personal potential, and weak time management and internal motivation. The purpose of this study was to determine the effect of self-management techniques on the career planning of Grade XI Social Science students at SMAN 1 Praya Barat in the 2024/2025 academic year. This study employed an experimental method using a one-group pretest–posttest design. The main data collection technique was a questionnaire, supported by observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using a t-test. The results showed that the t-value was 13.312, which was greater than the t-table value of 2.015 at a 5% significance level, indicating that Ho was rejected and Ha was accepted. These findings demonstrate that self-management techniques have a significant effect on students’ career planning. This study highlights the importance of implementing self-management techniques in guidance and counseling services to improve students’ career readiness. ABSTRAK Perencanaan karir merupakan aspek penting dalam perkembangan peserta didik, terutama di jenjang pendidikan menengah atas, saat siswa memasuki fase eksplorasi dan penentuan arah masa depan. Hasil observasi di sekolah khususnya pada kelas XI IPS di SMAN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2024/2025menunjukkan bahwa banyak siswa belum memiliki gambaran konkret mengenai karir masa depan. Hal ini tercermin dari rendahnya partisipasi dalam kegiatan pengembangan diri, kurangnya refleksi terhadap potensi pribadi, serta lemahnya pengelolaan waktu dan motivasi internal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap perencanaan karir pada siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data utama adalah angket, didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan nilai t-hitung sebesar 13,312 lebih besar dari t-tabel 2,015 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh signifikan teknik self-management terhadap perencanaan karir siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan teknik self-management dalam layanan bimbingan untuk meningkatkan kesiapan karir peserta didik.
PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP BULLYING PADA SISWA KELAS XI Mukti, Takdir Ali; Suharyani, Suharyani; Sulastri, Ni Made
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.9792

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior remains a common problem in educational environments and can have negative impacts on students’ psychological well-being, learning comfort, and social relationships. This condition highlights the importance of appropriate intervention through guidance and counseling services in schools, particularly individual counseling, which allows students to receive more personal and focused assistance. This study aims to determine the effect of individual counseling services on bullying behavior among eleventh-grade students at SMKN 1 Batukliang Utara in the 2019/2020 academic year. The research employed a quantitative approach with a simple experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population of this study consisted of 118 students, while the sample included 8 students selected based on specific characteristics related to bullying behavior. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while interviews and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test statistical method to examine differences in bullying behavior before and after the implementation of individual counseling services. The results showed that the t-value (5.559) was higher than the t-table value (2.365) at a significance level of 5%. These findings indicate a decrease in bullying behavior after students participated in individual counseling services, leading to the rejection of the null hypothesis and the acceptance of the alternative hypothesis. Therefore, it can be concluded that individual counseling services have a significant effect in reducing bullying behavior among eleventh-grade students at SMKN 1 Batukliang Utara. ABSTRAK Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul dalam lingkungan pendidikan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, kenyamanan belajar, serta hubungan sosial antar peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya konseling individu yang memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan secara lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individu terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI di SMKN 1 Batukliang Utara Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana berupa one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 118 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 8 siswa yang dipilih berdasarkan karakteristik perilaku bullying tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat perilaku bullying sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling individu. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,559 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menunjukkan adanya penurunan perilaku bullying setelah siswa mengikuti layanan konseling individu, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu berpengaruh signifikan dalam membantu mengurangi perilaku bullying pada siswa kelas XI di SMKN 1 Batukliang Utara.
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS VIII Pertiwi, Tata Badai; Mustakim, Mustakim; Sulastri, Ni Made
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9791

Abstract

ABSTRACT A conducive school environment is essential for students’ development; however, bullying cases still frequently occur and negatively affect students’ psychological well-being, particularly their ability to cope with pressure. This study aims to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in improving the resilience of bullying victims among eighth-grade students at SMPN 5 Mataram in the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 108 students, while the sample included 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the t-calculated value was 9.922, which was higher than the t-table value of 2.262 at a 5% significance level with 9 degrees of freedom (9.922 > 2.262). Therefore, it can be concluded that Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling has a significant effect on improving the resilience of students who are victims of bullying in grade VIII at SMPN 5 Mataram for the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting bagi perkembangan peserta didik, namun kasus perundungan masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, terutama terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan resiliensi korban perundungan pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 9,922 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 (9,922 > 2,262). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan pada kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERADAPTASI SISWA Nuraini, Nuraini; Nuraeni, Nuraeni; Sulastri, Ni Made
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9796

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to adapt to the school environment is an important aspect that supports their social development and academic success. However, in practice, some students still experience difficulties in adjusting to the school environment and peer relationships, which negatively affects their social interaction and learning process.. This study aims to determine the effect of social guidance on the adaptability of Grade VIII students at SMPN 2 Batukliang, Central Lombok Regency. The study employed a one-group pre-test post-test experimental design. The population consisted of 54 students, while the sample was selected using purposive sampling, involving 8 students identified as having low adaptability. The data collection instrument was an adaptability questionnaire using a Likert scale (1–4), which was tested for validity using Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis showed a calculated t-value of 9.23, while the t-table value at a 5% significance level with degrees of freedom (N−1) = 7 was 2.365. Since t-count (9.23) > t-table (2.365), the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, there is a significant effect of social guidance on students’ adaptability. Social guidance services have been proven effective in improving students’ ability to adjust to the school environment and peer relationships. ABSTRAK Kemampuan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan akademik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman sebaya, sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa kelas VIII SMPN 2 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 54 siswa dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 siswa yang teridentifikasi memiliki kemampuan beradaptasi rendah. Instrumen pengumpulan data berupa angket kemampuan beradaptasi dengan skala Likert (1–4) yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan formula Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan rumus t-test berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,23, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas (N−1) = 7 adalah 2,365. Karena t hitung (9,23) > t tabel (2,365), hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa. Layanan bimbingan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan teman sebaya.