Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN MOTIVASI PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH Dazrullisa Dazrullisa
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif  Jigsaw adalah pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana  pengaruh penerapan model pembelajaran koperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar matematika pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 19 percontohan Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran tipe jigsaw dalam meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar matematika pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 19 percontohan Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian diuji dengan menggunakan rumus presentase. Berdasarkan rubrik penskoran diperoleh rata-rata kelompok siswabertanya atau mengemukakan pikiran adalah sebesar 60%. Mencermikan sikap ketertarikan untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas suatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar rata-rata 85,2%. Persentase pada indikator melakukan tindakan untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari suatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar 75,4%. Rata-rata 95%  siswa memahami konsep PLSV. Siswa lebih kreatif dalam menyelesaikan LKS karena masalah yang disusun tidak hanya bisa diselesaikan dengan PLSV tetapi juga dengan logika. Sehingga model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sangat membantu siswa dalam memahami dan menigkatkan kreatifitas siswa pada materi persamaan linear satu variable, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat menambah motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika khususnya pada materi persamaan linear satu variable.
Analysis Of Student's Mathematics Literacy Skill Through The Learning Approach Of Science, Technology, Engineering, And Mathematics (STEM) At SMA Negeri 1 Meureubo Maisuri M; Dazrullisa D; Henra Saputra Tanjung
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v3i2.9967

Abstract

This study aims to determine students' mathematical literacy skills through a science, technology, engineering and mathematics (STEM) learning approach at SMA Negeri 1 Meureubo. This research uses qualitative research. The subjects in this study were students of class X with a total of 27 students from SMA Negeri 1 Meureubo. Data collection techniques in this study were observation, interviews, tests and validation. From the results of the study, the analysis of students' mathematical literacy skills through a science, technology, engineering and mathematics (STEM) learning approach at SMA Negeri 1 Meureubo, students' mathematical literacy skills at level 2 were included in the medium category (2.15%) as many as 12 students, while the level 2 was in the medium category (2.15%). 1 is included in the low category (0.81%) as many as 5 students.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL Dian Kristanti; Dazrullisa; Henra Saputra Tanjung; Wahyuni
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan siswa dalam menguasai materi matematika masih kurang. Disebabkan oleh kemampuan pemahaman konsep matematika dan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa mempengaruhi pemahaman konsep. Pembelajaran knisley menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memperhatikan gaya belajar siswa. Pembelajaran knisley merupakan pembelajaran yang memiliki keunggulan pada tahap-tahap pembelajarannya yang terstruktur, pengalaman belajar siswa akan lebih tahan lama dalam memori siswa karena membangun sendiri pengetahuannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model pembelajaran knisley. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model knisley. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Peneliti melakukan pemilihan subjek berdasarkan subjek perwakilan gaya belajar visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya satu subjek gaya belajar visual yang mampu menguasai ketiga tingkat pemahaman konsep yaitu pemahamn konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Hal ini diperoleh berdasarkan hasil jawaban pada butir-butir soal posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini subjek gaya belajar visual tergolong baik dalam menguasai ketiga indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu kemampuan pemahaman konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERDASARKAN KRITERIA WATSON Dazrullisa; Khairil Hadi
Jurnal Genta Mulia Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v12i2.225

Abstract

Siswa kelas X SMA Negeri 1 Seunagan mengalami kesulitan saat mengerjakan soal–soal matematika yang dijelaskan oleh guru matematika di sekolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa kelas X SMA Negeri 1 Seunagan dalam menyelesaikan soal matematika materi persamaan linier satu variabel. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dari delapan kriteria watson peneliti hanya mendeskripsikan tiga indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan siswa kelas X SMA Negeri 1 Seunagan dalam menyelesaikan soal matematika materi persamaan linier satu variabel berdasarkan kriteria Watsonadalah pada data tidak tepat, ada 15 orang siswa belum dapat menyelesaikan soal tentang definisi dari nilai mutlak, tidak memahami tentang cara mengubah nilai mutlak, siswa menggunakan nilai yang tidak sesuai dalam proses penyelesaian dan siswa lupa harus menggunakan rumus yang sesuai dalam penyelesaian soal. Pada prosedur tidak tepat, ada 12 orang siswa yang melakukan kesalahan dikarenakan siswa tidak melakukan proses penyelesaian soal dengan tepat karena langsung menuliskan hasil jawaban, kurang teliti dalam menjawab soal dan kurangnya kemampuan dalam operasi aljabar. Pada data hilang, ada 17 orang siswa yang melakukan kesalahan disebabkan karena siswa tidak memahami maksud dari soal yang diberikan. Faktor penyebab kesalahan siswa kelas X SMA Negeri 1 Seunagan dalam menyelesaikan soal matematika materi persamaan linier satu variabel dikarenakan siswa tidak dan susah memahami soal yang diberikan oleh guru, siswa tidak fokus saat belajar dan sering tidak memperhatikan nilai yang akan di selesaikan dan siswa belum memahami konsep dari definisi nilai mutlak dari materi sistem linear satu variabel.
KESALAHAN KONSEP SISWA PADA MATERI PERSAMAAAN LINEAR BERDASARKAN METODE CRI (CERTAINTY OF RESPON INDEKS) Dazrullisa; Arief Aulia Rahman; Wulan Violita
Jurnal Genta Mulia Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v10i2.433

Abstract

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ulangan matematika khususnya materi persamaan linear masih kurang tepat. Hal ini disebabkan dari kesalahapahaman konsep osiswa dalam memahami materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode CRI (certainty of respon index) dengan level keyakinan disajikan dalam 6 skala (0: totally guessed, 1: almost a guess, 2: not sure, 3: sure, 4: almost certain, 5: certain). Jadi, tiap butir yang berisi option jawaban selalu disertakan skala tingkat keyakinan yang harus dipilih. Metode CRI merupakan teknik yang sederhana dan efektif untuk mengukur miskonsepsi yang terjadi Hal ini mengetahui tingkat keyakinan responden (siswa) dari jawaban butir soal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesalahan konsep siswa pada materi persamaan linear dengan menggunakan metode cri (certainty of respon index) kelas XI SMA Negeri1 Kuala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi persamaan linear dengan menggunakan metode CRI (certainty of respon index) kelas XI SMA Negeri 1 Kuala.Miskonsepsi siswa pada materi persamaan linear dengan metode CRI (Certainty of Respon Indeks) adalah siswa yang mengalami miskonsepsi berkategorikan tinggi terdapat 5 siswa di kelas XI Mia II atau sebesar 42%, siswa yang paham terdapat 2 orang atau sebesar 17%, dan siswa yang berkategorikan tidak paham terdapat 5 orang siswa atau sebesar 42%.
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Dazrullisa
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i2.547

Abstract

Pendidikan menjadi jalur utama guna menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, sikap danketerampilan berbasis kearifan lokal.Pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM,bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lain-lain kedalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangankompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk persaingan global. Selain itu, kearifan lokal juga dapat menajdikan minatbelajar siswa dalam kegiatan pembelajaran khususnya matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana pengaruh pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal terhadap minat belajar siswa. Penelitian inimenggunakan peelitian deskriptif kualiatatif. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan kegiatanpembelajaran dan wawancara terhadap siswa serta angket minat belajar dan tes akhir. Data dianalisis secarakualitatif berdasarkan indikator minat belajar siswa yang diamati. Berdasarkan hasil angket sebanyak 76,16% siswaberminat mempelajari pembelarajan matematika berbasis kearifan lokal. Selain itu hasil belajar siswa jugaberpengaruh, dimana ketuntasan belajar sudah mencapai nilai KKM sebesar 63 dengan ketuntasan belajar klasikalsebesar 82,08% dan nilai rata-rata kelas sebesar 16,41. Dari keseluruhan 27 siswa, seluruhnya tuntas.