Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Karakteristik Tenaga Kerja dan Iklim Keselamatan di Workshop Peralatan Pembuatan Semen Maharja, Rizky; Seftianingsih M., Nur Angraeni; Latief, Ade Wira Lisrianti; Juliani, Arni; Syamsul, Muhammad Azrul; Maharja, Riadnin
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 April 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i1.234

Abstract

Iklim keselamatan atau persamaan persepsi bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja dan menurunkan angka kecelakaan kerja. Di mana iklim keselamatan ini dapat berbeda-beda tergantung dari karakteristik pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik tenaga kerja terhadap iklim keselamatan di bagian workshop peralatan pembuatan semen. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian workshop PT. PKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 56 orang tenaga kerja. Karakteristik tenaga kerja pada penelitian ini diantaranya adalah usia, masa kerja, tingkat pendidikan, posisi jabatan dan status perkawinan. Sedangkan iklim keselamatan diukur menggunakan NOSACQ-50. Analisis data yang digunakan adalah regresi ordinal. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa masa kerja (?=0,013), posisi jabatan (?=0,00) dan tingkat pendidikan (?=0,021) memiliki pengaruh terhadap iklim keselamatan kerja tenaga kerja sedangkan usia (?=0,137) dan status perkawinan (?=0,556) tidak berpengaruh terhadap iklim keselamatan tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakteristik tenaga kerja yang berpengaruh dengan iklim keselamatan adalah masa kerja, posisi jabatan, dan tingkat pendidikan. Kata Kunci: iklim keselamatan, karakteristik tenaga kerja, masa kerja, pendidikan, posisi jabatan
FAKTOR YANG BERUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA SUPIR BUS PO MEGA MAS MAKASSAR Andi Tenriola Fitri Kessi; Ade Wira Lisrianti Latief; Fitri Fadhilla
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.663

Abstract

Kelelahan (fatigue) merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan derajat kesehatan tenaga kerja, ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini dapat meningkatkan kesalahan kerja serta risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada sopir Bus PO Mega Mas Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara singkat terhadap responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan kualitas tidur, waktu istirahat, dan durasi mengemudi dengan tingkat kelelahan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,005) dan antara durasi mengemudi dengan kelelahan kerja (p = 0,035). Sementara itu, waktu istirahat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,334). Berdasarkan temuan ini, disarankan perusahaan menyediakan fasilitas ruang tidur pengemudi yang bersih, sehat, nyaman, dan memiliki suhu yang sesuai. Perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi mengenai pentingnya waktu istirahat serta cara memanfaatkannya secara optimal untuk memulihkan energi dan mengurangi kelelahan. Sopir diharapkan memperhatikan durasi mengemudi, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, serta melakukan peregangan atau latihan ringan setiap kali berhenti. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi kekakuan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan menurunkan risiko kelelahan kerja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Sopir Bus PO. Adhi Putra Makassar Andi Tenriola Fitri Kessi; Ade Wira Lisrianti Latief; Ahfansyam Riski
Jurnal Berita Kesehatan Vol 17 No 2 (2024): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i2.201

Abstract

Kelelahan (fatigue) merupakan suatu keadaan fisik dan mental yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan daya kerja dan berkurangnya ketahanan tubuh untuk bekerja. Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan menurunnya efisiensi dan ketahanan seseorang dalam bekerja. Salah satu profesi atau pekerjaan yang rentan mengalami kelelahan kerja yaitu sopir bus atau sopir angkutan.. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Sopir Bus PO. Adhi Putra Rute Morowali Utara ke Kota Makassar 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian yaitu 30 sopir bus dengan menggunakan teknik pengambilan Total Sampling. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSSS untuk mencari unvariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telrdapat hulbulngan yang signifikan antara waktul istirahat telrhadap kellellahan kelrja dimana nilai p valulel = 0,251, telrdapat hulbulngan yang signifikan antara kulalitas tidulr telrhadap kellellahan kelrja dimana p valulel = 0,009 dan telrdapat hulbulngan yang signifkan antara waktul istirahat telrhadap kellellahan kelrja (p=0,001). Kesimpulan penelitian yaitu tidak terdapat hubungan antara waktu istirahat dengan kelelahan namun terdapat hubungan kualitas tidur dan durasi mengemudi terhadap kelelahan kerja sopir bus PO. Adhi Makassar .