Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Price Analysis and Product Reviews on Online Shopping Decisions Rusniati, Rusniati; Haq, Ahsanul
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 8 No. 2 (2023): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmksp.v8i2.11441

Abstract

This study aims to analyze the effect of prices and product reviews simultaneously on online shopping decisions. Then also analyze the effect of price partially on online shopping decisions and analyze the effect of product reviews partially on online shopping decisions. The population in this study are consumers who have done online shopping. The number of samples is 100 people. The sample technique was purposive sampling and the data analysis technique used multiple linear regression. The results of the study show that price and product reviews have a simultaneous effect on online shopping decisions. Partially, price influences online shopping decisions and product reviews influence online shopping decisions.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB POLRI DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN MELALUI MEDIASI PENAL Rusniati, Rusniati; Hendri. S
Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Vol. 27 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/disiplin.v27i2.37

Abstract

Abstrak Lembaga Kepolisian mempunyai Peran, dan kewenangan untuk menentukan apakah suatu perbuatan diteruskan atau tidak diteruskan dalam proses peradilan pidana dengan alasan-alasan tertentu dandapatkah sebuah perkara diselesaikan dengan dengan menggunakan mediasi penal di antara pelaku dan korban, dan pihak kepolisian sebagai saksi atas kesepakatan yang dicapai, perkara tidak diteruskan atas dasar kesepakatan bersama antara pelaku dan korban. Mediasi penal di sini hanya bersifat memperingan tuntutan, oleh karena belum ada undang-undang yang mengatur pelaksanaan mediasi beserta kekuatan hukum dari akte kesepakatan hasil mediasi penal. Faktor penghambat penerapan prinsip restorative justice dalam penyelesaian perkara pidana ringan adalah sebagai berikut: a. Tidak adanya aturan hukum yang mengatur proses mediasi penal dalam penyelesaian perkara pidana, sehingga penyidik kepolisian harus menjalankan kewenangan yang ada yaitu diskresi; b. kewenangan diskresi yang dimiliki aparat kepolisian dalam mengambil langkah penyelesaian perkara pidana memiliki celah penyimpangan, hal ini dikarenakan kewenangan tersebut hanya dimiliki oleh penyidik kepolisian diamana dapat digunakan secara ekslusif oleh aparat dalam menangani perkara yang telah menemukan kata damai; c. Ketiga, aparat penegak hukum terkadang selalu berpegang teguh pada asas legalistik formal sehingga aparat kepolisian yakni penyidik mengesampingkan rasa keadilan serta kemanfaatan yang ada di masyarakat. Kata Kunci : Peran Dan Wewenang, Perdamaian, Tanggungjawab Abstract The Police Institution has the role, and authority to determine whether an act is continued or not continued in the criminal justice process for certain reasons and can a case be resolved by using penal mediation between the perpetrator and the victim, and the police as a witness to the agreement reached. , the case is not continued on the basis of a mutual agreement between the perpetrator and the victim. The penal mediation here is only to mitigate the demands, because there is no law that regulates the implementation of mediation and the legal force of the agreement deed resulting from the penal mediation. The inhibiting factors for the application of the principle of restorative justice in the settlement of minor criminal cases are as follows: a. The absence of legal rules governing the penal mediation process in the settlement of criminal cases, so that police investigators must exercise the existing authority, namely discretion; b. the discretionary authority possessed by the police in taking steps to settle criminal cases has a gap in deviation, this is because the authority is only owned by police investigators which can be used exclusively by the apparatus in handling cases that have found the word peace; c. Third, law enforcement officers sometimes always adhere to formal legalistic principles so that police officers, namely investigators, override the sense of justice and benefits that exist in society.
PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 DARI PERSPEKTIF VICTIMOLOGI Rusniati, Rusniati; Siti Mardiyati; Kurniati
Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Vol. 28 No. 3 (2022): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/disiplin.v28i3.90

Abstract

Abstrak Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Aditif Lainnya adalah berbagai macam obat yang semestinya dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan tertentu misalnya pada dunia medis untuk membantu proses kerja dokter dalam melakukan operasi bedah. Akan tetapi saat ini obat-obat terlarang ini telah dikonsumsi, diedarkan, dan diperda-gangkan tanpa izin berwajib demi memper-oleh keuntungan dan nikmat sesaat saja. Apa yang menjadi faktor faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Bagaimana pengaturan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dari perspektif victimologi. Metode pelaksanaan penelitian dalam pelaksanaan ini penulis menggunaan metode penelitian hukum normatif. Perlindungan terhadap korban narkotika, jika dihubungkan dengan beberapa teori pemidanaan dalam perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang baru terdapat keseimbangan antara perlindungan terhadap pelaku kejahatan narkotika dengan korban.Diharapkan bagi setiap keluarga untuk menjaga keharmonisan, melakukan pengawasan, dan menanamkan pendidikan yang benar terutama dalam hal menyeim-bangkan antara emosi, inteligensi, dan spritual sejak dari dini terhadap anak sebagai benteng terhadap dirinya untuk dapat membentengi dari pengaruh narkotika dan psikotropika yang semakin mengancam keadaan lingkungan masyarakat. Kata Kunci: Penyalahgunaan, Narkotika, Psikotropika Abstract Narcotics, Psychotropics and Other Additives are various kinds of drugs that should be used according to certain interests, for example in the medical world to assist doctors in carrying out surgical operations. However, currently these illegal drugs have been consumed, distributed, and traded without a permit from the authorities in order to gain profit and pleasure for a moment. What are the factors that lead to narcotics and psychotropic abuse. How is the regulation of the crime of narcotics and psychotropic abuse in Law Number 35 of 2009 from a victimology perspective. Methods of conducting research in this implementation the authors use normative legal research methods. Protection for victims of narcotics, when connected with several theories of punishment in the perspective of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, there is a balance between protection for perpetrators of narcotics crimes and victims. right, especially in terms of balancing emotions, intelligence, and spirituality from an early age for children as a fortress against themselves to be able to fortify themselves from the influence of narcotics and psychotropics which increasingly threaten the condition of the community environment
ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI MENGENAI ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT Rusniati, Rusniati
Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Vol. 28 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/disiplin.v28i4.91

Abstract

Monopoly practice is a concentration of economic power by one or more actors that results in the control of the production and marketing of certain goods or services, which results in obsolete competition, unfair competition is competition between entrepreneurs who carry out activities of production or marketing of goods and services in a way that is unfair, against the law, or hinder the competition of enterprises. In accordance with article 1, paragraph (2)-activities prohibited: (a) Monopoly, (b) Monopsony, (c) Market domination, (d) Concerns, (e) Dominant positions, (f) Department of Invasion, (g) Non-compliant ownership of shares, (h) Mergers, mergers, and non-procedural acquisitions. Forbidden treaties: (a) Oligopoly, (b) Pricing, (c) Territorial division, (d) boycott, (e) cartels, (f) trusts, (g) oligopolies, (h) vertical integration, (i) closed agreements, (j) agreements with foreigners.
DAMPAK RISIKO MAKRO DAN MIKRO INVESTASI SUB SEKTOR PERKEBUNAN LAHAN BASAH Sadikin, Ali; Dahniar, Dahniar; Dalimunthe, Fahmi Roy; Rusniati, Rusniati; Rachman, M. Yudi
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL RISET INSPIRASI MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/jrimk.v8i2.543

Abstract

This research is motivated by the problem that stock returns are influenced by micro and macro investment risk factors of an investment portopolio. The purpose of this study is to determine and analyze the impact of micro and macro investment risk factors from an investment portfolio in the wetland plantation sub-sector listed on the IDX for the period 2021-2023. The independent variables used are BI interest rates, Inflation and Financial Risk on Stock Returns as the dependent variable.   This study uses a quantitative approach with a population of 24 companies, a sample size of 21 companies using a purposive sample method. The analysis method applied is Descriptive Statistical analysis, Normality Test, Multicollinearity Test, Heteroscedasticity Test, Autocorrelation Test, Multiple Linear Regression Test, T Test, and Coefficient of Determination. The result of this study is that all classical assumptions pass the test. In the T test (partial test) on hypothesis H: 1 BI interest rate has a significant effect on stock returns in the wetland plantation sub-sector, while H: 2 and H: 3 Inflation and Financial Risk have no effect on Stock Returns in the Wetland Plantation sub-sector
Penyuluhan Pemilihan Kemasan Yang Tepat Untuk Produk Kuliner Di Kota Banjarmasin Rusniati, Rusniati; Haq, Ahsanul; Rachman, Mohammad Yudy; Fariany, Gusti Rina
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v4i2.13474

Abstract

Usaha kuliner tak terlepas dari adanya ketersediaan beragam produk kuliner yang dijual untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Pengemasan produk menjadi sangat penting untuk melindungi dan menampung produk selama umur simpannya, pengemasan yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan dan akhirnya juga menarik konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Namun, permasalahn yang terjadi adalah masih adanya penggunaan kemasan untuk produk kuliner yang kurang tepat, hal ini menjadi alasan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman manfaat penggunaan berbagai jenis kemasan untuk usaha kuliner, dan para peserta kegiatan dapat memilih kemasan yang tepat sesuai dengan manfaatnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode presentasi materi melalui ceramah oleh nara sumber dan dilajutkan dengan forum diskusi atau tanya jawab. Tempat kegiatan yaitu Aula As-Salaam di kota Banjarmasin. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peserta mengenai manfaat kemasan dan berbagai jenis kemasan produk makanan dengan sangat baik. Kegiatan pengabdian ini baik untuk dilaksanakan, para peserta berperan aktif dan mampu memahami manfaat kemasan dan berbagai jenis kemasan produk makanan dengan sangat baik. Kemudian para peserta juga memahami bgaimana cara memilih kemasan yang tepat untuk produk makanan dalam usaha kuliner. Kata kunci: Kemasan Tepat ; Produk Kuliner ; Pembelian Konsumen
Penyuluhan Mengenai Kode Produk Kemasan Plastik Bagi Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu Kelompok Yasinan As Salaam Banjarmasin Rusniati Rusniati; Ahsanul Haq; RR. Yulianti Prihatiningrum; M. Yudy Rachman
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2326

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan terbukanya wawasan mereka dan meningkatnya pengetahuan mereka tentang pengetahuan produk kemasan plastic seperti mampu mengenali kode - kode produk kemasan plastic, memahami makna dari kode-kode produk kemasan plastik dan memahami tentang penggunaan yang tepat untuk produk kemasan plastik terutama sebagai wadah makanan dan minuman. Wawasan para peserta kegiatan pengabdian ini menjadi lebih baik, dan membuat para peserta semakin memperhatikan jenis kemasan plastik melalui kode yang tertera pada kemasan yang mereka gunakan. Kegiatan ini turut pula membantu para peserta menentukan produk kemasan plastik yang aman untuk digunakan sekarang atau akan dibeli selanjutnya.
Pengaruh Insentif, Beban Kerja, dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai di UPT Puskesmas Se-Kab Luwu Utara Tahun 2022 Rusniati, Rusniati; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Een Kurnaesih; Alwi, Muhammad Kidri; Patimah, Sitti
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1136

Abstract

yang prima. Selama ini terdapat banyak keluhan masyarakat yang sering berurusan dengan tenaga medis dan Kesehatan di puskesmas seperti lambatnya pelayanan dan ketidak ramahan petugas dalam pelayanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 663 pasien dan sampel sebanyak 249 pasien yang dipilih dengan cara probability sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil: Sebagian besar pekerjaan responden bidan (32%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan insentif, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan ada beberapa variabel yang ada pengaruhnya terhadap kinerja pegawai. Secara parsial menunjukkan tidak ada pengaruh lingkungan kerja (p=0,210) terhadap kinerja pegawai. Variabel insentif (p=0,037), beban kerja (p=0,000) menunjukkan ada pengaruh, secara simultan berpengaruh terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan (F=0,000). Koefisian determininasi yang dihasilkan sebasar 16.464. Variabel yang paling berpengaruh adalah beban kerja. Kesimpulan: Faktor paling dominan mempengaruhi kinerga pegawai adalah beban kerja. Direkomendasikan kepada puskesmas untuk lebih meningkatkan konsultasi dan koordinasi dengan dinas Kesehatan terkait peningkatan kinerja puskesmas.
Menganalisis Pengelolaan Kelas pada Era Modernisasi di MA As-Sholchah Nafisa, Mirzah; Rusniati, Rusniati; Luthfiah, Atiqotul; Fadilah, Solehatul
Jurnal Likhitaprajna Vol 25 No 2 (2023): September 2023
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v25i2.250

Abstract

This research focuses on: 1) How is classroom management in the modernization era? 2) How to manage a class where there are many students who commit juvenile delinquency? 3) What factors occur in juvenile delinquency? With research objectives: 1) To find out classroom management in the modernization era. 2) To find out the management of classes where there are many students who commit juvenile delinquency. 3) To find out what factors occur in juvenile delinquency. This study uses a qualitative approach to the type of research case study research (case study) and is descriptive. The source of the data in this research is the classrooms at MA As-Sholchah Warungdowo for the 2022-2023 academic year. This study used two data collection techniques, namely observation (observation) and teacher interviews. Based on the results of the study, it can be concluded that based on observations and teacher interviews, that class X IPS 2 students at MA As-Sholchah Warungdowo have many students who commit juvenile delinquency. The most dominant factor is external factors (school environment).
Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Problem-Based Learning Siswa SMP Negeri 4 Batam Rusniati, Rusniati
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi.2023.v3i2-2

Abstract

Students with low mathematical talent need help in learning mathematics. Therefore, schools must implement various methods to maintain students' interest in mathematics. One method that can be used is Problem-Based Learning (PBL). PBL aims to enhance students' interest and learning outcomes in mathematics. This classroom action research aims to improve learning and strengthen mathematics learning outcomes. The subjects of this study are 39 students from class IXG of SMP Negeri 4 Batam, in the odd semester of the academic year 2022/2023, comprising 21 female students and 18 male students. The data collection instruments used are observation sheets and mathematics learning outcome tests. Data from the observation sheets are analyzed descriptively narratively, while data from the mathematics learning outcome tests are analyzed descriptively statistically. The analysis results show an improvement in the learning process from pre-action to cycles I and II. The implementation of PBL achieved a good category with an increase of 4.10 points. The average score in cycle I was 76.94 and increased to 81.52 in cycle II. Thus, it can successfully enhance students' interest and learning outcomes in mathematics. This is evident from the attainment of the learning mastery target of 70 and the classical learning outcomes that reached or exceeded 85%.