Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMBUATAN MODUL PRAKTEK PENGUKURAN TEGANGAN DAN ARUS PADA RANGKAIAN LISTRIK DI SMP SWASTA PERGURUAN NASIONAL SIDIKALANG dohar sinabutar; marlon tua pangihutan sibarani
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.301 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1140

Abstract

Pengukuran tegangan dan arus pada rangkaian listrik di SMP Swasta Perguruan Nasional Sidikalang ini merupakan praktek dari alat ukur dan teknik pengukuran dari tegangan listrik dan arus listrik pada rangkaian listrik yang dipelajari di kelas 9 pada kurikulum tingkat SMP. Mengingat belum tersedianya ruang laboratorium fisika dan tidak adanya peralatan laboratorium fisika di SMP Swasta Perguruan Nasional Sidikalang sehingga para siswa hanya belajar teori tanpa adanya praktek fisika sehingga perlu diadakan pembuatan modul praktek pengukuran tegangan dan arus pada rangkaian listrik di SMP Swasta Perguruan Nasional Sidikalang ini agar sekolah ini mempunyai peralatan laboratorium Fisika khususnya di bidang listrik dan para siswa dapat mempraktekkan teori tentang fisika listrik sehingga para siswa tertarik dan mengetahui salah satu aplikasi dari pelajaran fisika khususnya tentang pengukuran tegangan dan arus pada rangkaian listrik.
Teknologi Tepat Guna Mesin Penepung Limbah Opak untuk Peternak Bebek di Desa Telaga Sari Sunggal Mhd Daud Pinem; Dohar Sinabutar; Berman Panjaitan; Syariful Hikmah Sormin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JPMI - Februari 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.927

Abstract

Dimasa pandemi kebutuhan telur unggas, khususnya telur bebek cukup meningkat karena protein diperlukan untuk salah satunya meningkatkan imunitas tubuh. Telur bebek terbukti memiliki kandungan protein, kalori dan lemak lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam. Desa Telaga Sari kecamatan Sunggal adalah salah satu sentra peternakan bebek petelur, dimana banyak dijumpai peternak bebek petelur di daerah ini. Pak Agus Setiawan, salah satu peternak yang menjadi mitra pengabdian sudah mengusahakan peternakan bebek petelur sejak tahun 2019 dan menjalankan usahanya melalui pola kemitraan. Mitra inilah yang akan langsung membeli telur-telur dari peternak. Permasalahan yang terjadi di lapangan sebelum bebek bertelur adalah pengadaan pakan bebek sejak dari kecil sampai berumur 3 bulan, karena harga pakan pabrikan yang terus semakin mahal. Desa tersebut merupakan desa penghasil kerupuk opak yang terkadang memiliki limbah opak yang banyak dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kondisi di atas, maka akan dibuat (dibangun) sebuah mesin penepung limbah opak untuk pakan bebek sehingga limbah opak yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik dan mengurangi biaya pakan ternak. Pada saat pelaksanaan, didapati sedikit kendala saat ukuran limbah opak yang masuk cukup besar. Akan tetapi masalah tersebut dapat diatasi dengan memperlebar ukuran corong masukan dan memperkecil ukuran bahan sebelum masuk corong dengan meremas limbah opak. Setelah pengabdian diadakan, didapati pengurangan kebutuhan pakan jadi sebesar 20 s.d 30 persen. dan biaya pakan dari sebelumnya Rp. 1.800.000,- per hari menjadi Rp. 1.260.000 sd 1.440.000.
PPTG Mesin Pencacah Serbaguna Untuk Peternak Kambing Dan Lembu Di Kelurahan Pujidadi Binjai Sumatera Utara Melvin Emil Simanjuntak; Nelson Manurung; Melvin B.H. Sitorus; Dohar Sinabutar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JPMI - Februari 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.928

Abstract

Pakan memegang peranan penting dalam peternakan kambing dan sapi. Apabila tercukupi, peningkatan berat badan akan berlangsung secara signifikan. Di Kelurahan Pujidadi yang terletak di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai banyak ditemui peternak kambing dan lembu dengan jumlah ternak lebih dari 10 ekor per rumah tangga. Rumput diambil dari yang tumbuh di sekitar tempat tinggal penduduk. Mitra secara rutin mengumpulkan rumput dengan menggunakan becak sebagai alat pengangkut. Pengambilan rumput dilakukan 2 kali dalam sehari. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya pakan ternak dan tidak semua bagian rumput dimakan karena ukuran yang masih besar. Selama ini, untuk memperkecil ukuran rumput masih dilakukan secara manual dengan alat potong. Hal ini terasa cukup menyita waktu dan tenaga. Ada potensi hijauan lain yang dapat menjadi tambahan pakan untuk kambing maupun lembu yang banyak tumbuh di sekitar lokasi yaitu tanaman pisang dan jagung. Jika dicaacah dengan baik akan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
PKM Mesin Pencacah Rumput Gajah Untuk Membantu Peternak Kambing di Dusun Bakti Desa Sukaraya Kecamatan Pancur Batu Melvin Emil Simanjuntak; Mhd Daud Pinem; Kristianus Boby A.M. Siahaan; Dohar Sinabutar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JPMI - Desember 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1866

Abstract

Masyarakat desa Sukaraya kecamatan Pancur Batu umumnya hidup dari hasil ladang dan peternakan, satu diantaranya adalah ternak kambing karena sistem pemeliharaan yang relatif lebih mudah. Kendala yang dihadapi peternak kambing di desa Sukaraya berupa keterbatasan lahan untuk menanam rumput-rumputan, sehingga selain dari lokasi Desa Sukaraya peternak juga harus mengumpulkan rumput dan hijauan dari daerah lain yang langsung diberikan kepada ternak kambing mereka tanpa dilakukan pencacahan sehingga didapati jumlah pakan yang terbuang cukup signifikan, berkisar 25 % sd 35 %. Pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra tersebut yaitu dengan menyediakan mesin pencacah rumput serta melakukan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin. Tahapan pelaksanaannya dengan mendesain mesin sesuai kebutuhan, dilanjutkan dengan proses pembuatan dan ujicoba. Saat pelaksanaan dilapangan kapasitas mesin pencacah dapat mencapai 300 kg per jam. Setelah dilakukan evaluasi pasca pelaksanaan pengabdian masyarakat didapati jumlah pakan yang terbuang berkurang cukup signifikan pada kisaran 5% sd 8% dengan penambahan garam atau konsentrat pada pakan tercacah.
EFISIENSI PENGGUNAAN TULANGAN KOLOM LANTAI 1 DAN 2 KANTOR PADA PROYEK GUDANG POLYTRON TANJUNG MORAWA Metro Sahat Sianipar; Halen Viery Sidabutar; Juanda Alwi Dalimunthe; Aldi Elohi Boangmanalu; Dohar Sinabutar
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 9 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v3i9.3971

Abstract

Pada proyek konstruksi terdapat sebuah masalah pada material sisa. Material merupakan salah satu komponen yang penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek mempunyai kontribusi besar 40-60% dari biaya proyek, sehingga harus diperhatikan dalam memanajemen sisa material agar bisa dimanfaatkan kembali supaya tidak terbuang. Terdapat berbagai jenis material salah satu material yang biasa dijumpai adalah besi tulangan, Karena besi tulangan memiliki nilai yang cukup tinggi sehingga material ini harus diperhitungkan dengan sangat teliti agar mendapatkan nilai kebutuhan tulangan yang optimal dan dapat meminimalisir sisa potongan besi tulangan yang terbentuk sehingga dapat mencegah terjadinya kerugian. Untuk dapat mengurangi sisa material besi tulangan dapat dilakukan dengan membuat bar bending schedule pada program Microsoft Excel. Bar Bending Schedule dapat mengoptimalisasi kebutuhan besi tulangan sehingga dapat mengurangi sisa potongan yang dapat terbentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung efisiensi penggunaan tulangan kolom yang diperlukan berdasarkan shop drawing dan menghitung sisa tulangan kolom yang tidak digunakan pada Kantor Proyek Pembangunan Gudang Polytron Tanjung Morawa. Dari penelitian hasil didapatkan kebutuhan besi tulangan D10 sebanyak 3072,66 kg, D16 sebanyak 4866,552 kg. Serta sisa (waste) material besi tulangan yang dihasilkan dengan metode Bar Bending Schedule pekerjaan kolom pada Kantor Proyek Pembangunan Gudang Polytron Tanjung Morawa yaitu pada besi D10 sebesar 0,35% dan D16 sebesar 5,14%. Dengan total keseluruhan sisa (waste) besi tulangan yang terbentuk sebesar 2,21%.
UTILIZATION OF WASTE PETUNG BAMBOO PIECES AS PARTIAL SUBSTITUTION OF COARSE AGGREGATE TO IMPROVE COMPRESSIVE STRENGTH OF CONCRETE DOHAR SINABUTAR; YONAS PRIMA ARGA RUMBYARSO
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 4 No. 03 (2024): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - EDITION SEPTEMBER - DECEMBER 2024
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilizing waste as an alternative building material is becoming an effective solution to environmental problems and is popular in developing countries. On the other hand, the concrete industry, a key component of construction, continues to innovate to improve quality and efficiency. The increasing demand for concrete is driving the development of mix designs that meet stringent quality and compressive strength standards, while taking into account environmental sustainability. Advances in concrete technology spur research initiatives to improve its quality and efficiency of use, with innovations in material selection and execution methodologies. This is aimed at meeting the increasing needs and overcoming construction challenges. Modern concrete is required to perform optimally in less time, requiring effective additives for performance enhancement. Recent research has integrated bamboo waste from the handicraft industry as a component of concrete mixes, increasing the speed of project execution and providing a sustainable solution in waste management. The authors were interested in conducting an in-depth study on increasing the compressive strength of concrete by integrating waste bamboo pieces. The concrete under study has the following grades f´c 25 MPa (K-300) and tested at 7, 14, and 28 days to assess the effectiveness of bamboo as an additive. The test results are expected to provide significant data on the viability of bamboo waste as a partial substitution for coarse aggregate. The title of the study, “Use of Waste Bamboo Pieces as Partial Substitution for Coarse Aggregate to Increase the Compressive Strength of Concrete,” reflects the objectives of the study and the utilization of sustainable materials in modern construction. Based on the results of the research that has been carried out and the discussion in the previous chapter with the variation of waste bamboo pieces 0%, 10% and 15%, the conclusions can be drawn, namely as follows the results of compressive strength testing on normal concrete at the age of 28 days reach 452 kN (fʹc 26,1 MPa = 104%), while variation 1 of 10% waste bamboo cuttings experienced a decrease in compressive strength, reaching 305 kN (fʹc 17,60 MPa = 70%), and variation 2 15% waste bamboo cuttings decreased, reaching 309 kN (fʹc 17.83 MPa = 71%).
PKM Pelatihan Simulasi Rangkaian Elektronika menggunakan Proteus di SMK Putra Anda Binjai Sumatera Utara Toruan, Henry; Junaidi; Hutajulu, Elferida; Sinabutar, Dohar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan Desa Volume 2, Nomor 2, Januari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/passa.v2i2.1842

Abstract

SMK Putra Anda Binjai terbagi dua konsentrasi yaitu Instalasi Rumah dan Kontrol Industri serta keahlian Audio Video yang mulai dibuka tahun 2006. Keterbatasan alat praktek dan kurang menariknya mempelajari teori kelistrikan penyebab utama kurangnya ketertarikan para siswa dalam belajar. Mereka hanya menggunakan aplikasi membuat PCB (Printed Circuit Board) dengan Eagle. Tujuan kegiatan ini untuk mentransfer pengetahuan menggunakan Proteus membuat simulasi suatu rangkaian elektronika.  Para pelajar akan termotivasi belajar karena mempelajari kelistrikan itu akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan karena ada simulasi untuk dianalisa sebelum direalisasikan. Pembuatan jalur rangkaian dapat terbentuk secara otomatis serta tampilan 3 dimensi komponen setelah dirangkai juga dapat dihasilkan. Kemampuan ini diharapkan dapat dikembangkan para guru untuk pembuatan bahan ajar mereka di kelas nantinya. Tim Pengabdian Politeknik Negeri Medan berbagi ilmu pengetahuan dengan mengadakan pelatihan penggunaan Proteus untuk membuat simulasi rangkaian elektronika. Pada hari pertama tim memperkenalkan proteus 7 serta membimbing peserta dalam pembuatan simulasi rangkaian elektronika analog dan digital dasar. Pada hari kedua tim mengadakan latihan mensimulasi rangkaian flip flop dan merealisasi layout PCB nya. Peserta pada pelatihan ini adalah para guru SMK Putra Anda Binjai sebanyak 2 (dua) orang dan siswa sebanyak 20 (dua puluh) orang. Dari hasil kuisioner yang disebarkan sebelum dan sesudah pelatihan dapat dilihat bahwa para peserta mengalami peningkatan dalam katagori sangat baik dalam  pengenalan software simulasi rangkaian elektronika menjadi 50%, pemahaman lembar kerja proteus untuk simulasi rangkaian menjadi 65%, penggunaan proteus untuk simulasi rangkaian elektronika analog sederhana menjadi 50%, dan penggunaan proteus untuk simulasi rangkaian elektronika digital sederhana menjadi 45%. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan ini sangat antusias dengan mendirikan plang, mempersiapkan ruang praktek komputer serta berperan aktif sebagai peserta. Setelah selesai kegiatan tim pengabdian menyerahkan proyektor sebagai tanda mata di sekolah.
Pelatihan Simulasi Matematika menggunakan Matlab Kalkulator Grafik di SMA Santo Thomas Binjai Sumatera Utara Siahaan, Kristianus; Sirait, Regina; Panjaitan, Berman; Sinabutar, Dohar; Tobing, Palghe
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan Desa Volume 2, Nomor 2, Januari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/passa.v2i2.1918

Abstract

SMA Santo Thomas 4 Binjai merupakan salah satu sekolah swasta Katolik yang cukup dikenal oleh masyarakat kota Binjai. Berdasarkan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah, terjadi penurunan prestasi akademik siswa. Selaras dengan jumlah alumni yang diterima di perguruan tinggi negeri juga menurun. Berbagai upaya sudah dilakukan pihak sekolah untuk mendongkrak kemampuan siswa, anatar lain lewat pelajaran tambahan dan penggunaan MS. Power Point untuk presentasi materi pe;ajaran. Secara khusus, penurunan prestasi akademik itu tampak pada mata pelajaran matematika. Guru matematika merasakan kesulitan siswa memahami topik pembelajaran terkhusus perhitungan yang panjang dan pemahaman grafik. Waktu pembelajaran banyak tersita ketika guru menjelaskan grafik fungsi di papan tulis. Eksplorasi materi matemattika secara manual lewat penggambaran di papan tulis kurang efektif. Pelatihan Mathlab Kalkulator Grafik (MKG) diadakan guna mengatasi kendala tersebut. Guru akan semakin dipermudah untuk penyajian grafik fungsi, eksplorasi terhadap grafik, mengoreksi jawaban suatu perhitungan dan juga dalam pembuatan soal. Bagi siswa, lewat pelatihan ini, mereka terbantukan dalam perhitungan yang sifatnya pengulangan, mengoreksi dan menganalisa jawaban mereka apakah sudah tepat atau keliru. Lewat pelatihan yang dilakukan kepada para siswa dan guru, terlihat ada peningkatan kmampuan baik dalam pengenalan, pemahaman dan penggunaan MKG untuk simulasi matematika sederhana. Dari hasil kuisioner yang disebarkan dapat dilihat bahwa para peserta mengalami peningkatan dalam katagori baik dalam  pengenalan software simulasi Matematika dari 0 % menjadi 65%, pemahaman lembar kerja Matlab Kalkulator Grafik untuk simulasi Matematika dari 0 % menjadi 60%, penggunaan Matlab Kalkulator Grafik untuk simulasi Matematika dari 0 % menjadi 55%. Hasil ini menunjukan kebaikan dari penggunaan aplikasi MKG sebagai alat bantu dalam pembelajaran matematika.
THE USE OF BLACK BAMBOO AS A SUBSTITUTE FOR COARSE AGGREGATE TO INCREASE CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH Dohar Sinabutar; Yonas Prima Arga Rumbyarso
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - MAY -AUGUST 2025
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of waste as an alternative building material is an effective solution to environmental problems and is popular in developing countries. On the other hand, the concrete industry, a key component of construction, continues to innovate to improve quality and efficiency. The increasing demand for concrete has driven the development of mix designs that meet strict quality and compressive strength standards, while also considering environmental sustainability. Advancements in concrete technology are driving research initiatives to improve the quality and efficiency of its use, with innovations in material selection and implementation methodologies. This aims to meet increasing demands and address construction challenges. Modern concrete is required to perform optimally in shorter timeframes, necessitating effective additives for performance enhancement. Recent research has integrated bamboo waste from the craft industry as a concrete mixture component, accelerating project implementation and providing a sustainable solution for waste management. The author is interested in conducting an in-depth study on increasing the compressive strength of concrete by integrating bamboo waste. The concrete studied has a quality of f´c 25 MPa (K-300) and was tested at 7, 14, and 28 days to assess the effectiveness of bamboo as an additive. The test results are expected to provide significant data on the viability of bamboo waste as a partial substitute for coarse aggregate. The study title, “The Use of Bamboo Waste as a Partial Substitute for Coarse Aggregate to Enhance Concrete Compressive Strength,” reflects the research objectives and the utilization of sustainable materials in modern construction. Based on the results of the research conducted and the discussion in the previous chapter with variations of black bamboo waste at 0%, 10%, and 15%, the following conclusions can be drawn: the compressive strength test results for normal concrete at 28 days reached 452 kN (fʹc 26.1 MPa = 104%), while variation 1 with 10% black bamboo waste showed a decrease in compressive strength, reaching 305 kN (fʹc 17.60 MPa = 70%), and variation 2 with 15% black bamboo waste also showed a decrease, reaching 309 kN (fʹc 17.83 MPa = 71%).