Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Replikasi Kalkulator Deteksi Stunting dalam Program Gerabah Stunting Manis melalui Kolaborasi Pentahelix oleh DP2KBP3A Kabupaten Ciamis Suminar, Ratna; Budiyana, Dian; Rohita, Tita; Heryani, Heni
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.532

Abstract

Introduction: Stunting remains a significant public health issue that requires a multisectoral and community-based approach. Local government initiatives supported by cross-sectoral collaboration are key to accelerating stunting reduction efforts, especially through the optimization of local wisdom and community empowerment. One of the strategic tools utilized in this program is the Stunting Detection Calculator (Kalkulating). Objective: This community service aimed to replicate the use of the Kalkulating platform in the implementation of the Gerabah Stunting Manis program through a pentahelix collaboration initiated by the DP2KBP3A of Ciamis Regency across five target sub-districts. Method: The program was carried out through district-level community dialogues (saresehan) from January 9–16, 2025, followed by village-level sessions from February 10–17, 2025, in five selected villages. The program included seven stages of mentoring and integrated Kalkulating for stunting risk screening in toddlers and adolescents. Data were collected through direct observation, screening results, interviews with stakeholders, and village reports. Result: The activity involved 63 community health volunteers (Posyandu cadres), 25 prospective brides and grooms, 114 pregnant women, 40 postpartum mothers, and 440 toddlers. Each village developed localized innovations as strategies to prevent stunting. Stakeholder collaboration was reflected in the involvement of various government agencies, academics, and the community. Conclusion: The replication of the Kalkulating platform in the Gerabah Stunting Manis program successfully strengthened early stunting risk detection while fostering the emergence of local innovations. The sustainability of this program requires continued cross-sectoral synergy, program integration, and active community participation.
Optimalisasi Pelayanan Asuhan Keperawatan Melalui Pelatihan Ronde Keperawatan di RSUD Ciamis Rohita, Tita; Permana, Dedeng Nurkholik Sidik
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.14062

Abstract

Rumah Sakit mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan secara menyeluruh dan selalu berupaya semaksimal mungkin  untuk meningkatkan  kepuasan pasien. Dalam situasi seperti ini,patient centered care merupakan salah satu proses keperawatan yang merupakan suatu strategi keperawatan  yang sangat efektif khususnya dalam  meningkatkan komunikasi antar staf keperawatan mengenai interaksi antar perawat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan pelayanan perawatan terhadap pasien. Layanan tersebut akan diberikan kepada  perawat di bangsal Hassan Sobari di RSUD Siamis. Metode pelayanan dilakukan dalam tiga tahap. Diskusi kelompok terfokus dengan perawat untuk mengidentifikasi permasalahan, hasil FGD menunjukkan bahwa ronde keperawatan belum dilakukan secara maksimal, melakukan pre dan post test, serta memberikan dokumentasi. Pada fase Nursing Round ke 3 terkait implementasi, kami akan melakukan role play untuk melaksanakan Nursing Round di dalam ruangan. Materi yang akan dikirimkan antara lain brosur dan informasi. Hasil setelah menyelesaikan pengabdian  masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan perawat dalam menyelesaikan putaran meningkat, mayoritas menyatakan “kurang baik” dan mayoritas menyatakan “baik”. Setelah melaksanakan ronde keperawatan, kepuasan pasien meningkat hingga 90%. Putaran keperawatan harus dilakukan secara teratur untuk menyelesaikan masalah perawatan pasien. Hal ini memerlukan keterlibatan pasien, diskusi, dan implementasi perawatan.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Nutrisi Pada Remaja di Santi Witya Serong School Ulfah, Erliana; Hidayat, Reni; Anggraeni, Erni; Nursari, Linda Astrea; Mulya, Ika Wartika; Rohita, Tita
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.13924

Abstract

Masalah gizi pada anak terkadang dapat berlanjut menjadi masalah gizi pada remaja, seperti kekurangan zat besi (anemia) atau kelebihan berat badan (obesitas). Thailand berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi satu target gizi ibu, bayi dan anak kecil (MIYCN). Belum ada kemajuan yang dicapai dalam mencapai target pengurangan anemia di kalangan perempuan usia subur, dimana 24,0% perempuan berusia 15 hingga 49 tahun kini terkena dampaknya. Indikator yang menentukan status Gizi anak dapat pula dilihat dari capaian stunting yang merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan remaja dalam meningkatkan kemandirian dalam asupan nutrisi pada remaja. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai nutrisi pada remaja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi pada remaja di Santi Witya Serong School. Saran untuk pihak sekolah yaitu mengadakan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran antropometri, pemeriksaan kadar HB dan pemeriksaan SADARI.
Cooking Class Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Permana, Dedeng Nurkholik Sidik; Rohita, Tita
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.14041

Abstract

Masalah kurang gizi sampai saat ini masih menjadi salah satu target pembangunan Indonesia bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs), Salah satu masalah gizi yang menjadi isu nasional adalah stunting. Salah satu Upaya yang efektif dapat digunakan dengan cara meningkatkan pola asuh ibu melalui proses pengolahan makanan melaui pemberian penyuluhan tentang gizi dan praktik secara langsung melalui cooking class. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah sebagai Upaya pencegahan stunting (zero stunting) . Sasaran pengabdian adalah Ibu yang memiliki balita 1-5 tahun di wilayah Puskesmas Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Metode berupa penyuluhan dan praktek langsung cooking class. Bahan yang digunakan selama melakukan penyuluhan yaitu leaflet dan bahan praktek langsung cooking class adalah bahan makanan yaitu ikan tuna,minyak, terigu dan bumbu. Pelaksanaannya meliputi: (1) Pendidikan Kesehatan tentang Gizi dan pemberian makan pada anak, (2) praktek langsung cooking class kepada sasaran. Hasil yang diperoleh adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan cara pemberian makan pada balita dan peran serta aktif dalam pelaksanaan cooking class sebagai upaya pencegahan stunting. Saran untuk ibu yang memiliki anak balita senantiasa mengaplikasikan cooking class dalam kehidupan sehari-hari dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak.
Peningkatan Keterampilan Ibu Melalui Pendampingan Tentang Praktik Pemberian Makan pada Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Rohita, Tita; Hertini, Reni; Umah, Arief Khoerul; Rohimah, Siti
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13663

Abstract

Permasalahan gizi dan kesehatan pada balita masih banyak yang berstatus gizi pendek dan gizi kurus. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan edukasi dan praktik pemberian makan yang baik untuk peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian makan yang baik pada balita. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberikan edukasi dan praktik pemberian makan kepada orang tua balita tepatnya ibu-ibu yang datang berkunjung ke Posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuan orang tua balita mengenai praktik pemberian makan yang bergizi serta keterampilan yang baik sehingga diharapkan perilaku makan yang baik juga meningkat serta dapat meningkatkan status kesehatan dan gizi balita. Pelaksanaan pelatihan dan penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu melalui pendampingan tentang praktik pemberian makan pada balita dalam upaya pencegahan stunting melaui media lembar balik serta olahan makanan nugget ikan. Hasil kegiatan pendampingan dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan keterampilan ibu terkait materi yang diberikan saat melakukan kegiatan pre-test dan post-test. Edukasi gizi menggunakan media audiovisual dan konvensional yaitu leaflet dan flipchart yang sama-sama memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai gizi anak Manfaat kegiatan ini adalah agar orang tua terutama ibu balita mengetahui pentingnya praktik pemberian makan yang baik dan mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita sehingga balita tumbuh dan berkembang dengan sehat
PENGHIJAUAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KAMPUS RAMAH LINGKUNGAN (GREEN CAMPUS) YANG NYAMAN, AMAN, INDAH DAN SEHAT Rohita, Tita; Rohman, Asri Aprilia; Permana, Dedeng Nurkholik
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11709

Abstract

Penghijauan adalah  upaya yang dilakukan untuk menanam tumbuhan di daerah yang memungkinkan tumbuhan tersebut bisa tumbuh berkembang dengan baik. Penghijauan ini di lakukan sebagai bentuk upaya mewujudkan Green Campus , merupakan area yang asri yang memiliki manfaat  mencegah terjadi erosi dengan cara menjaga keseimbangan sistem air dan pengikisan tanah. Lingkungan areal kampus FIKES UNIGAL merupakan kawasan area yang terbuka dan luas hanya cukup gersang dan berdebu, Pada musim kemarau, lingkungan di sekitar kampus menjadi lebih kering sehingga debu menjadi polusi udara sebagai dampak dari pemanasan global. Kondisi ini dapat menjadi penyebab kekurangnyamanan yang nantinya akan dapat mengganggu proses pembelajaran. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu: (1) untuk menciptakan kebersihan, kerapian, dan keindahan , (2) mengembangkan kepedulian serta kreativitas civitas, dan (3) mempererat rasa kekeluargaan dan solidaritas antara civitas akademika. Pelaksanaan Pengabdian ini melibatkan seluruh civitas yang terdiri dari  Dosen, Tenaga Kependidikan, Ormawa dan Mahasiswa. Pelaksanaannya meliputi: (1) Kegiatan bersih-bersih di areal kampus yang akan dijadikan lokasi penghijauan, (2) Penanaman Tumbuhan Hijau, dan (3) Pemeliharaan Tumbuhan, yang dilakukan dengan system piket secara bergiliran. Manfaat yang diperoleh adalah terdapat peningkatan kepedulian civitas agar berperan serta aktif menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kreativitas dan solidaritas di kalangan civitas akademika FIKES UNIGAL tentang pentingnya kampus ramah lingkungan (Green Campus) sehingga menciptakan kebersihan, kerapian, dan keindahan areal yang berada di belakang kampus FIKES UNIGALKata Kunci : Green campus, Penghijauan, Nyaman, Indah, Sehat
Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental Hertini, Reni; Rohita, Tita; Wahyudin, Asep; Riyantina, Ade Sity; Cahyani, Gita; Berliani, Melin; Awaliyah, Rida Nurfarida; Mubarok, Resdyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2055

Abstract

Background: Adolescent mental health is a critical issue currently of global, national, and local concern. According to data from the World Health Organization (WHO), more than 970 million people worldwide experience mental disorders, with depression and anxiety disorders being the two most common conditions. Specifically, the WHO states that approximately 1 in 7 adolescents aged 10–19 years experience a mental disorder. Purpose: To analyze the implementation of the "Mentari" assessment app, based on Sundanese local wisdom, for adolescents to improve mental literacy and resilience. Method: A quantitative approach with a single-group pre-posttest (single-group pretest–posttest) quasi-experimental design was used. Participants were 117 adolescents in Ciamis Regency. The sample was selected using a non-probability purposive sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There was a significant difference between anxiety and depression levels before and after using the "Mentari" assessment app, with a downward trend. Conclusion: The "Mentari" app intervention was shown to have a significant impact on reducing participants' anxiety and depression levels. The integration of a digital approach with the cultural values ​​of silih asah, silih asih, and silih asuh makes this application effective as a medium for early detection and support for promotive-preventive mental health efforts.   Keywords: Adolescents; Digital-Based Intervention; Mental Health Literacy; Mental Resilience; Sundanese Local Wisdom.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang saat ini menjadi perhatian global, nasional, maupun lokal. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 970 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai dua kondisi yang paling umum. Secara khusus, WHO menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 7 remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental. Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-post single group (one-group pretest–posttest). Partisipan adalah remaja di Kabupaten Ciamis sebanyak 117 siswa. Pemilihan sampel dilakukan secara non-probabilitas purposive. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan depresi sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi “Mentari”  Assessment dengan arah perubahan yang cenderung menurun. Simpulan: Intervensi aplikasi “Mentari” terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan dan depresi partisipan. Integrasi pendekatan digital dengan nilai budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadikan aplikasi tersebut efektif sebagai media deteksi dini dan pendukung upaya promotif-preventif kesehatan mental.   Kata Kunci: Intervensi Berbasis Digital; Kearifan Lokal Sunda; Ketahanan Mental; Literasi Kesehatan Mental; Remaja.
Academic Cyberloafing and Learning Concentration Among Nursing Students: A Case Study Rohita, Tita; Rohwina, Rohwina
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 11, No 2 (2025): Volume 11, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v11i2.89813

Abstract

Introduction: The advancement of digital technology has significantly transformed the learning environment, offering both opportunities and challenges. One emerging challenge is academic cyberloafing non-academic internet use during learning activities which may negatively impact students' concentration. Objective: This study analyzes academic cyberloafing as a challenge to learning concentration among nursing students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Galuh, in 2025. Method: Using a non-experimental, correlational quantitative method with a cross-sectional design, the research was grounded in Akbulut’s five dimensions of academic cyberloafing and Bloom’s three aspects of learning concentration. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire distributed to 74 purposively selected respondents from a population of 278 active nursing students. Result: The majority of respondents were female (70.3%) and aged 19–21 years (59.5%), with a relatively even distribution across all academic years. Most students showed moderate levels of academic cyberloafing (74.3%) and moderate learning concentration (64.9%). Statistical analysis using the Spearman Rank test showed a significant negative correlation between academic cyberloafing and learning concentration (r = –0.492, p = 0.000), indicating that higher levels of cyberloafing are associated with lower levels of concentration. This result indicates a moderate negative correlation between academic cyberloafing and learning concentration (r = –0.492). Conclusion: These findings highlight academic cyberloafing as a key challenge in maintaining student focus and suggest the importance of implementing adaptive learning strategies, enhancing digital literacy, and regulating non-academic technology use within the educational environment.