Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kolam Retensi Sebagai Sistem Pengelolaan Banjir (Studi Kasus: Saluran Pembuang Gelam, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang) Lingga, Faya Nabasa br.; Namara, Idi; Siregar, Chandra Afriade; G.R, Gandjar; Pratiwi, A. Andini Radisya; Hidayat, Reza Januar; Widyanto, Bambang Eko
English Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 - Nomor 1 - Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v3i1.859

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Faktor utama penyebab banjir di wilayah ini adalah tingginya curah hujan, buruknya sistem drainase, serta meluapnya sungai yang melewati daerah tersebut, seperti Sungai Cirarab dan Saluran Pembuang Gelam. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan suatu sistem pengelolaan banjir yang efektif, salah satunya melalui pembangunan kolam retensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan volume kolam retensi sebagai sistem pengelolaan banjir di Kecamatan Pasar Kemis serta menentukan efektivitasnya dalam mereduksi debit banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Analisis hidrologi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Hydrognomon untuk memperoleh debit banjir rencana dengan metode HSS Snyder-Alexeyev. Selanjutnya, pemodelan hidrolika dilakukan dengan perangkat lunak HEC-RAS untuk menganalisis volume genangan serta efektivitas kolam retensi dalam mengurangi banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rencana di Saluran Pembuang Gelam untuk periode ulang 2 hingga 100 tahun berkisar antara 5,56 m³/det hingga 17,40 m³/det. Alternatif terbaik untuk volume kolam retensi yang dirancang adalah Alternatif 6, yaitu kolam dengan kapasitas 30.000 m³ serta dilengkapi dengan tiga pompa. Alternatif ini mampu mengurangi luas genangan dari 1.795,7 m² menjadi 831,8 m². Hasil pemodelan dengan HEC-RAS menunjukkan bahwa keberadaan kolam retensi dapat mengurangi volume banjir hingga 53,68%.
STUDI KELAYAKAN INFRASTRUKTUR PENUNJANG PEMBANGUNAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) 3R (Studi Kasus: Palabuhanratu, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi) Praditia Husadi, Septian; Namara, Idi
ASTONJADRO Vol. 5 No. 1 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i1.830

Abstract

Kondisi sampah di indonesia semakin hari semakin meningkat, khususnya di kota Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dengan kondisi layanan sampah yang saat ini baru mencapai 15%. Angka tersebutmasih jauh dari ideal, untuk itu perlu mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah setempat. Oleh karena itu dibutuhkannya pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di daerah tersebut, dan dalam setiap pembangunan diperlukan infrastruktur penunjang, guna mengoptimalkannya sistem pembangunan. Lokasi pembangunan tersebut tepatnya di desa Cidadap Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur tersebut meliputi jalan, drainase, telekomunikasi, listrik dan air bersih. Alat yang digunakan untuk mengukur titik koordinat jalan menggunakan Global Positioning System (GPS). Untuk menunjang pembangunan TPST tersebut perlu dilakukan pengembangan infrastruktur pendukung diantaranya: pelebaran jalan, peningkatan sistem jaringan telekomunikasi, penambahan akses listrik dan pengembangan sistem drainase di sepanjang jalan menuju TPST.
PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN PRASARANA SANITASI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PRASARANA SANITASI DI KAMPUNG CIKUKUL DESA NAGRAK SELATAN KABUPATEN SUKABUMI) Zainudin Suhadi, Muhamad; Namara, Idi
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.838

Abstract

Pembangunan prasarana sanitasi di kampung cikukul dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan akses MCK yang layak dan pengolahan air limbah domestik yang baik tanpa mencemari lingkungan. Kurang memadainya prasarana lingkungan pada suatu kawasan atau lingkungan hunian dapat menimbulkan permasalahan seperti buruknya kualitas lingkungan permukiman di daerah tersebut, karena pada dasarnya keberadaan prasarana lingkungan merupakan kebutuhan yang paling penting yang secara langsung maupun tidak langsung berimplikasi/berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Maka direncanakan pembangunan prasarana sanitasi di kampung cikukul berupa MCK dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung (1) Gambar dan RAB (Rencana Anggaran Biaya (2) Pemilihan Teknologi IPAL yang tepat (3) Jumlah kebutuhan prasarana Sanitasi. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung ke lokasi. Data yang diambil adalah data primer yang didapat berdasarkan hasil survei dan data sekunder. Hasil analisis jumlah penduduk kampung cikukul sampai tahun 2025 yaitu 716 jiwa dengan persentase pertumbuhan penduduk sebesar 0.86 % pertahun. Maka kampung cikukul termasuk kategori desa. 70 % dari 75 kk di kampung cikukul yang belum mendapatkan akses MCK adalah 262 jiwa. Rencana akan dibangun 6 unit kamar mandi/kakus dengan luasan per/unit 2.7125 m2 (1.75 m x 1.55 m), 1 ruang tempat cuci dengan luasan 4.8125 m² (1.75 m x 2.75 m ), 1 ruang tempat wudhu 4.8125 m² (1.75 m x 2.75 m). dengan rencana debit air limbah MCK yang dihasilkan 9.43 m³/orang/hari. Maka untuk perencanaan ini akan digunakan IPAL dengan jenis biofilter anaerobic-aerobik dengan kapasitas 12 m³. dengan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 385,056,472.00,- (Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Juta Lima Puluh Enam Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Rupiah).
Analisis Perbandingan Pengelolaan Sanitasi Swakelola dan Kontraktual Terhadap Pembangunan Kontruksi MCK Dan Septitank Individual Kharismajianti, Vanny; Chalid, Abdul; Namara, Idi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.229

Abstract

 ABSTRAKPemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) pengelolaan sanitasi swakelola (Pemberdayaan Masyarakat) dan kontraktual diharapkan mempertimbangkan berbagai kriteria, sub kriteria dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Sedangkan kriteria yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan administrasi. Permasalahan penelitian ini adalah pemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) konstruksi yang tepat dengan harapan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan kontruksi swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 2) mengevaluasi penilaian infrastruktur sanitasi terbangun secara swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 3) mengembangkan sistem manajemen kegiatan kontruksi secara swakelola dan sistem manajeman kegiatan kontruksi secara kontraktual. Data primer yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner yang diambil dengan metode wawancara dan kuisioner yang kemudian diolah dengan metode SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). SPSS dilakukan untuk seluruh responden dari tiap kriteria, sub kriteria dan alternatif yang menjadi pilihan pelaksanaan proyek konstruksi. Dari hasil analisis yang diperoleh kemudian dilakukan validasi hasil analisis SPSS dengan metode wawancara dari perwakilan responden. Penelitian ini menunjukkan adanya berbagai kriteria yang dipertimbangkan antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan adminstrasi. Dari hasil analisis terhadap kriteria tersebut, diketahui bobot kriteria yang menjadi pertimbangan pemilihan pelaksanaan konstruksi yaitu Swakelola dengan pendampingan dan pengawasan yang ketat. Validasi hasil analisis menunjukkan rekomendasi model pelaksanaan proyek konstruksi lebih baik dilakukan dengan cara swakelola atau dengan kontraktual. Walaupun antara swakelola dan kontraktual sama – sama melakukan kontrak.Kata Kunci: Analisis Perbandingan Pengelolaan, MCK, Septiktank Individual Swakelola, KontraktualABSTRACTThe selection of the implementation of physical activities (projects) for self-managed (Community Empowerment) and contractual sanitation management is expected to consider various criteria, sub-criteria and can be implemented effectively and efficiently. While the criteria considered in the implementation of construction projects include time, cost, quality, community participation, operations and administration. The problem of this research is the selection of the suitable construction physical activity (project) mitigating future problems. This study aims to 1) identify the weaknesses and advantages of self-managed and contractual construction for the construction of individual MCK and septic tanks for Village Sanitation (Sandes) in Cianjur Regency, 2) evaluate the assessment of self-managed and contractual built sanitation infrastructure for the construction of individual MCK and septic tanks for the Village, and 3) develop a self-managed construction activity management system and a contractual construction activity management system. The primary data are questionnaire results collected by interviews and questionnaires and then processed by the SPSS (Statistical Package for The Social Sciences). SPSS is carried out for all respondents from each criterion, sub-criteria and alternatives that are the choice of construction project implementation. From the results of the analysis obtained, then validation of the results of the SPSS analysis was carried out with the interview method from respondents' representatives. This study shows that there are various criteria considered, including time, cost, quality, community participation, operations and administration. From the results of the analysis of the existing criteria, it is known that the weight of the criteria is considered for the selection of construction implementation is self-management with strict assistance and supervision. Validation of the results of the analysis shows that the recommendation of a construction project implementation model is better carried out by means of self-management or contractual. Even though self-management and contractual are both contracting.Keywords: Analysis Management Comparison, Contractual, Individual Septic Tank, MCK, Self-management