Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Anak Tentang Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas 7b SMP Negeri 2 Tuntang Tahun Ajaran 2022/2023 Cika Ramayanti Malau; Rudangta Arianti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi anak tentang peran orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 7B SMP Negeri 2 Tuntang. Partisipan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 3 siswa dengan jenjang kelas 7 dengan usia 13 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah teknik wawancara, obeservasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran umum bahwa persepsi anak tentang peranan orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sangat penting menurut anak. Melalui fasilitas yang telah diberikan, dorongan (motivasi) baik verbal maupun reward, serta pendampingan dalam belajar. hasil dari penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Slameto (2015) bahwa peran orang tua dalam pendidikan sangat penting dan menentukan keberhasilan pendidikan anak-anaknya. Orang tua dalam pendidikan memiliki beberapa peran yaitu: sebagai fasilitator, sebagai pembimbing dan pendorong (motivator). Orangtua menjadi pendidik dan pendamping pertama dan utama yang mengupayakan berkembangnya potensi anak dari berbagai aspek (kognitif, afektif dan psikomotor), orangtua sebagai fasilitator sebagai penyedia sarana dan prasarana untuk belajar anak, dan orangtua sebagai motivator mesin penggerak dan pendorong munculnya keinginan berkembang anak.”
Perbedaan Tingkat Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Teras Boyolali Kelas 10 pada Masa Pandemi Ditinjau dari 4 Tipe Kepribadian Eysenck Tabita Bintasanti Saputri; Rudangta Arianti
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 1 (2023): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i1.3988

Abstract

Pendidikan adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh individu secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran yang efektif dengan tujuan mendidik peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya. Belajar merupakan proses perubahan dalam kepribadian manusia, terlihat pada tingkat kualitas tingkah laku dan peningkatan kualitas. Belajar menurut Barlow merupakan proses penyesuaian perilaku secara progesif. Tujuan yang dapat didapat dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat motivasi belajar pada siswa ditinjau dari 4 tipe kepribadian Eysenck. Dalam penelitian ini memunculkan hipotesis ada perbedaan tingkat motivasi belajar pada siswa SMA kelas 10 ditinjau dari 4 tipe kepribadian. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan Eysenck Personality Inventory (EPI). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Kruskal-Wallis menggunakan SPSS versi 25.0 dengan membuktikan taraf signifikan internal sebesar p = 0,157 (>0,05) dan taraf signifikansi eksternal p = 0,134 (>0,05). Implikasi penelitian ini adalah perbedaan tingkat motivasi belajar siswa SMAN 1 Teras Boyolali kelas 10 pada masa pandemi tidak dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing tipe kepribadian. Mayoritas siswa SMAN 1 Teras Boyolali dalam penelitian ini memiliki tingkat motivasi belajar yang sedang, hal ini dapat diartikan bahwa siswa kelas 10 SMAN 1 Teras Boyolali yang sedang menempuh pendidikan mempunyai tingkat motivasi belajar yang cukup baik. Kata Kunci: Tingkat Motivasi Belajar; Masa Pandemi; Tipe Kepribadian Eysenck
Perceptions of physical activity in adolescents with low physical activity levels Ugu, Sisilia Anggelia; Arianti, Rudangta
Jurnal Sport Science Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v13i2p74-86

Abstract

Insufficient engagement in physical activity is one of the most common and persistent contributors to poor health worldwide. This research was conducted to investigate physical activity perceptions in adolescents with low physical activity. This research predominantly qualitative methodologies to elaborate on perceptions of physical activity, individual preferences, and factors that hinder the experiences of adolescents with low physical activity levels. The International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) was administered randomly to adolescents aged 18-21 to identify adolescents with low physical activity levels who had less than 1 hour per day or did not meet moderate to vigorous physical activity levels. Semi-structured interviews were conducted with adolescents with low physical activity levels based on IPAQ norm calculations. Interviews were analyzed using thematic analysis. The main themes identified, namely misperceptions about physical activity, perceived ambiguity of social support, and perception of risk to understand the perception of physical activity in adolescents with low physical activity levels.
I Have My Own Standards: Positive Body Image Among Early Adult K-Pop Fans Adventa, Claudia; Arianti, Rudangta
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 8, Issue 2, July 2024
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v8i2.1976

Abstract

In recent years, K-Pop has become a global sensation, especially in Indonesia, where it has a massive fan base on social media. While K-Pop brings joy to many, it has also raised concerns about its impact on body image, especially among young fans known as K-Popers. This study explores how young women who are fans of K-Pop feel about their bodies. Through interviews and observations, three participants—Yerin, Joy, and Rose—shared their thoughts. Despite K-Pop's influence on beauty standards, these women have a positive body image. They feel good about themselves and focus on self-confidence rather than what others think. Their stories show how they navigate societal pressures and find acceptance for their bodies. By prioritizing self-esteem and support from friends, they maintain a positive outlook despite external beauty ideals. This research sheds light on how K-Pop fans view their bodies and offers insights into promoting body positivity. It's important for researchers and others to continue exploring these issues to create a more accepting environment for everyone to feel good about themselves.
Regulasi Emosi Ibu Tunggal Yang Suaminya Mendadak Berpulang Palinata, Irene Priskila; Arianti, Rudangta
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.325

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosinya, mengelola emosi tersebut, dan mengekspresikannya secara tepat dan sesuai dengan situasi. Regulasi emosi melibatkan pengendalian diri dan kemampuan menyesuaikan reaksi emosional agar tetap efektif dalam berbagai situasi sosial maupun pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui regulasi emosi ibu tunggal yang suaminya mendadak berpulang, terkhususnya pada ibu tunggal yang memiliki anak yang berusia 18-27 tahun, usia kematian suami maksimal 10 tahun, tidak memiliki pekerjaan sebelum di tinggal suami, dan berdomisili di Alor (NTT). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menujukkan bahwa individu yang mampu meregulasi emosi dengan baik dapat mengelola perasaan negatif. Sebaliknya individu yang kurang mampu mengelola emosi cenderung terbebani oleh perasaan negatif.
Persepsi Terhadap Tugas Dan Tanggung Jawab Perawat Instalasi Gawat Darurat Di Masa Sebelum, Selama, Dan Setelah Pandemi Datemoli, Nining Tino; Arianti, Rudangta
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi terhadap tugas dan tanggung jawab Perawat Instalasi Gawat darurat di masa sebelum, selama, dan setelah pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, partisipan penelitian ini berjumlah tiga orang yang berusia 30-35 Tahun. Penelitian ini dilakukan di Alor, Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara fenomenologis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tugas dan tanggung jawab perawat sebelum, selama, dan setelah pandemi. Persepsi ketiga subjek dipengaruhi oleh sudut pandang subjek dalam menjalani tugas dan tanggung jawabnya selama bekerja di IGD, karena situasi yang dihadapi sebelum, selama dan setelah pandemi dapat memberikan kesan pengalaman yang berbeda – beda.
Hubungan Antara Grit Dengan Religiusitas Mahasiswa Picarima, Allen Dave; Rudangta Arianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.7179

Abstract

Agama merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, dan hal ini dapat tercermin dari tingkat religiusitas. Meski banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya religiusitas, masih sedikit yang mengkaji bagaimana religiusitas dapat ditingkatkan. Teori ketekunan oleh Angela Duckworth yang populer pada 2013 menjadi dasar dalam menilai hubungan antara grit dan religiusitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara grit, kelompok agama, dan kelompok luar agama dengan religiusitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan lemah namun signifikan antara grit dan religiusitas (r = 0,206; p = 0,010). Korelasi dengan kelompok agama menunjukkan hubungan sedang namun signifikan dengan religiusitas (r = 0,336; p = 0,001), sedangkan dengan kelompok luar agama menunjukkan hubungan lemah namun signifikan (r = 0,236; p = 0,007). Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun ketekunan berhubungan signifikan terhadap religiusitas, hubungan tersebut tidak cukup kuat untuk menjelaskan seluruh spektrum faktor yang memengaruhi religiusitas. Kata kunci: grit, religiusitas, kelompok agama, kelompok luar agama
PENGALAMAN SUBJEKTIF KLIEN PADA PENGGUNA LAYANAN KONSELING ONLINE Pramana, Eltania Hanum Sari; Arianti, Rudangta
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.19009

Abstract

Abstrak Hadirnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu hal baik yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam pelayanan kesehatan pada bidang konseling. Namun disisi lain, terdapat keterbatasan yang dialami konselor dalam mengamati dan mengidentifikasi setiap respon nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman yang dimiliki klien dalam mendukung keberhasilan konseling terkhususnya konseling online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi beserta analisis data tematik dengan jumlah partisipan sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman subjektif yang dimiliki partispan terhadap keberhasilan konseling ini sudah digambarkan oleh kedua partisipan melalui tiga hal, yaitu dari adanya perasaan positif, pemikiran positif serta perilaku positif klien yang timbul setelah melakukan konseling online. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pengalaman subjektif yang baik karena memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dalam sebuah konseling khususnya secara online.  Kata Kunci: Pengalaman Subjektif, Konseling Online, Keberhasilan Konseling   AbstractThe presence of advances in information and communication technology is one of the good things that can be utilized to facilitate health services in the counseling sector. However, on the other hand, there are limitations experienced by counselors in observing and identifying every nonverbal response. This research aims to look at the experiences clients have in supporting the success of counseling, especially online counseling. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach along with thematic data analysis with a total of 2 participants. The results of the study show that the subjective experience that participants have regarding the success of this counseling is described in three ways, namely positive feelings, positive thoughts, and positive client behavior that arise after conducting online counseling. The implication of this research is the importance of good subjective experience because it has an important role in determining success in counseling, especially online Keywords: Subjective Experience, Counseling Online, The Success of Counseling
POSITIVE SELF TALK: HAL YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENINGKATKAN OPTIMISME PADA MAHASISWA Gloria, Eliza; Arianti, Rudangta
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.18989

Abstract

Abstrak Karangan ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai bentuk persyaratan akhir masa pendidikan akademisnya disebut dengan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latihan positive self talk dapat meningkatkan optimisme pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan penelitian yaitu the equivalent time sample design melalui latihan positive self talk terhadap 10 orang mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana yang didapatkan dengan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan berupa angket kuesioner skala likert yaitu skala optimisme. Analisa data menggunakan uji paired samples T test. Hasil penelitian menunjukkan latihan positive self talk efektif dalam meningkatkan optimisme pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Diketahui nilai rata-rata peningkatan sebelum dan sesudah diberi perlakuan adalah 70,80 menjadi 83,90. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi mahasiswa bahwa optimisme sangat penting untuk ditingkatkan mengingat optimisme yang rendah dapat berakibat pada keadaan psikologis yang lebih parah seperti cemas, timbul perasaan negatif, dan stres. Kata Kunci: Positive Self Talk, Optimisme, Mahasiswa yang mengerjakan skripsi  AbstractA scientific essay written by a student as a form of requirement for the end of their academic education is called a thesis. This research aims to find out whether positive self-talk training can increase optimism in students working on their thesis. This type of research is Quasi Experimental with a research design namely The Equivalent Time Sample Design through positive self talk exercises on 10 students from the Faculty of Psychology, Satya Wacana Christian University which was obtained using the snowball sampling technique. The measuring instrument used is a Likert scale questionnaire, namely the optimism scale. Data analysis used the paired samples T test. The research results show that positive self-talk exercises are effective in increasing optimism in students working on their theses. it is known that the average value of improvement before and after treatment is 70.80 to 83.90. It is hoped that the results of this research will provide information for students that it is very important to increase optimism considering that low optimism can result in more severe psychological conditions such as anxiety, negative feelings and stress. Keywords: Positive Self Talk, Optimism, Students working on a thesis
The Silent Struggle: Early Paternal Loss and Its Influence on Adolescent Self-Esteem Rossall, Carlo Amadeo; Arianti, Rudangta
Journal of Psychological Perspective Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.7210552025

Abstract

Over the years, children who do not have a father figure has become a widely discussed topic. The absence of a father figure, which can be caused by death, criminal punishment, neglect, or limited amount of contact such as divorce. Previous studies have explored self-esteem in adolescents who have lost a father figure, but specifically since what age hasn’t recently been studied enough. Therefore, this research’s participants will focus on adolescents who have lost a father figure since an early age, precisely between the ages of 0 – 6 years. A qualitative approach and phenomenological method were used with the aim of presenting a picture and explanation of the phenomenon, and due to the specific criterias, purposive sampling technique would be most ideal to obtain participants for this research. Results of this study emerged four major themes, each with its own additional points. Struggles of fatherlessness elaborates on the challenges and struggles that occur from this phenomenon, including identity dilemma, and the feeling of missing a form of paternal attachent. Acceptance tells the process of accepting one's condition, which automatically differentiates them from people in general with complete parents. Independence and control describe the dynamics that participants go through regarding control over their personal lives due to the dominance and expectations of their mother after losing the father figure in a household. Self-assurance explains how participants deal with the challenges from the loss of their father figure.