Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN PKK HARMONY RESIDENCE SENDANGMULYO SEMARANG MELALUI PEMBUATAN POJOK TAMAN SAYUR DAN TOGA Elizabeth Betty Elok Kristiani; Sri Kasmiyati; Desti Christian Cahyaningrum; Andreas Binar Aji Sukmana; Otilda Fatima Araujo; Esty Vicariat Siahaya; Putri Indrianasari; Jessica Ayu Trisianna Trisianna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/pb0v1r49

Abstract

Keluarga merupakan penyangga masyarakat termasuk negara. Kesehatan dan ketahanan pangan keluarga menjadi faktor penting terbentuknya masyarakat yang sehat. Pembangunan di berbagai aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, politik, ekonomi dan juga kesehatan akan dapat terwujud apabila dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat. Ibu-ibu PKK Harmony Residence mengalami kendala dala. upaya menerapakan pengadaan tanaman sayur (TS) dan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan rumah karena kurangnya pengetahuan tentang jenis dan manfaat tanaman serta cara menanam yang baik.Fakultas Biologi UKSW mengadakan kegiatan PkM dengan mitra PKK Harmony Residence, Sendangmulyo, Semarang. Kegiatan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat mitra melalui pendampingan pembuatan pojok TS-TOGA sebagai upaya kesadaran kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan terdiri atas observasi dan identifikasi potensi serta permasalahan, persiapan dan sosialisasi kegiatan, sarasehan dan edukasi tentang kesehatan dan pojok TS -TOGA, pelatihan dan praktik pembuatan PTS-TOGA, pemantauan indikator ketercapaian program. Lebih dari 80% ibu-ibu PKK mengalami peningkatan wawasan mengenai jenis dan cara budidaya TS-TOGA, memotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dan membuat TS-TOGA di lingkungan rumah masing-masing, Pojok TS-TOGA yang dibuat bermanfaat nyata untuk  mencukupi kebutuhan sayur dan obat alami. 75% ibu-ibu PKK menyatakan akan melanjutkan menjalankan program secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Produksi Video Edukasi Partisipatif: Implementasi Service-Learning Mahasiswa DKV UKSW dalam Literasi Kesehatan Masyarakat di Dusun Kendal, Kabupaten Semarang Michael Bezaleel; Desi Desi; Debora Natalia Sudjito; Rully Adi Nugroho; Novriest Umbu Walangara Nau; Yohanes Martono; Desti Christian Cahyaningrum
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Maret : Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v5i1.4183

Abstract

Higher education institutions are increasingly expected to provide tangible solutions to social dynamics through the integration of curricula with Service-Learning (S-L) programs. This article documents the integration of a Cinematography course with the S-L concept to address the low level of environmental health literacy in Dusun Kendal, Semarang Regency. Three major environmental health issues were identified in the area: waste burning, pesticide spraying without the use of personal protective equipment (PPE), and the presence of flies caused by cattle sheds located close to residential areas. Using a three-day live-in method and a participatory video approach, 42 Visual Communication Design students from Satya Wacana Christian University collaborated with local residents to produce educational media. The outcomes of this program consisted of four educational videos addressing issues of waste management, fly pest control, and the use of PPE for farmers. The findings indicate that participatory video is effective as an educational instrument due to its sociocultural proximity to local audiences. In addition to benefiting the community, the program successfully transformed students’ paradigms from merely aesthetic content creators into social communicators who possess empathy and moral responsibility toward humanitarian issues.