Articles
PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KONSEP PENGUKURAN PADA ANAK USIA DINI
Sa?ida, Naili;
Kurniawati, Tri;
., Wahono
Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.18 KB)
|
DOI: 10.30651/pegi.v3i3c.1076
Salah satu pengenalan dalam matematika permulaan adalah pengenalan konsep pengukuran. Pengenalan konsep pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur baku dan tidak baku, serta evaluasi yang dilakukan oleh pendidik dalam mengenalkan konsep pengukuran dengan alat ukur baku dan tidak baku. Problem Based Learning mengenalkan anak konsep pengukuran dari suatu permasalahan yang ada. Dari suatu permasalahan yang disediakan oleh pendidik anak mampu memperoleh pengetahuan dan menarik kesimpulan tentang konsep pengukuran. Problem based learning ?mengenalkan? pada anak tentang perbedaan ukuran, mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran dan jumlah, dan mengurutkan beda dari yang kecil ke besar dan sebaliknya. Anak juga mampu menggunakan alat ukur baku berupa pengaris, neraca/timbangan, termometer, dan tidak baku berupa jengkal, langkah, depa, sendok, mangkuk, dan balok.Kata Kunci: Problem based learning,? Konsep Pengukuran, Anak Usia Dini
Peran Guru Sebagai Pendamping Pada Anak Hiperaktif Usia 3-4 Tahun Di TK Rahayu
Putri Ayu Maharani;
Wahono .;
Aristiana P Rahayu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.306 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1253
AbstrakPeran pertama guru memiliki peran penting dalam membimbing dan memberi stimulus yang tepat bagi siswa di sekolah. Salah satu peran guru yang paling penting adalah membimbing saat para siswa melakukan aktivitas untuk menyelamatkan siswa dan memberi panduan perkembangan dan pertumbuhan anak. Anak-anak yang hiperaktif adalah anak-anak yang memiliki kelainan neurologis tertentu dengan kesulitan dalam berkonsentrasi dan cenderung melakukan banyak gerak (Via Azmira, 2015: 6). Orang tua yang memiliki anak dengan perilaku hiperaktif harus lebih sabar dan mampu memenuhi gizi anak dengan baik. Masalah penelitian dalam penelitian ini adalah peran guru dalam membimbing anak hiperaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu data yang digunakan berupa kata-kata dan lebih fokus pada materi pelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi pada orang tua dan anak mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak hiperaktif adalah anak-anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tujuan yang tepat. Kata kunci: Peran Guru, Hiperaktif
Revitalisasi Cerita Rakyat Berbasis Wayang Kardus Untuk Pemahaman Nilai Moral Anak Usia 4-5 Tahun Di Tk ‘Aisyiyah 3 Surabaya
Vitis Indra Qomariyanti;
Wahono Wahono;
Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.732 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v4i2.1943
Penerapan metode bercerita melalui media wayang kardus berbasis cerita rakyat untuk mencegah terjadinya degradasi moral pada anak usia dini, sekaligus mengenalkan nilai moral dalam cerita rakyat, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Media ini merupakan teknologi pembelajaran yang diangkat dari kesenian tradisional dan telah diinovasi ke dalam dunia anak dengan bahan, bentuk karakter, warna menarik dan berbeda dari tokoh wayang sesungguhnya. Sederhananya penelitian ini akan menjawab pertanyaan berikut, bagaimana wayang kardus berbasis cerita rakyat nusantara menjadi sebuah media terhadap metode pengembangan bahan ajar nilai moral bagi anak usia dini.Konsep pembentukan kepribadian melalui nilai afektif dalam pengembangan moral, menggunakan indikator untuk menganalisis sejauh mana kemampuan anak usia dini dalam memahami nilai afektif yang terdapat dalam cerita rakyat nusantara. Wayang kardus berbasis cerita rakyat dapat mengenalkan sekaligus menanamkan nilai agama moral dalam pembelajaran di usia dini, untuk mencegah degradasi moral sejak usia dini.
DESIGN INOVASI MEDIA FLASHCARD MAHASISWA PG PAUD UMSURABAYA UNTUK MENANAMKAN KONSEP MEMBILANG ANGKA 1 – 9 PADA ANAK USIA DINI
wahono wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.352 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v2i2.548
This study aims to inspire teachers (PAUD) and to gain an overview of the use flashcard media In Enhancing The Ability To Instill The Concept Of Counting Numbers 1‐9 In Early Childhood. Research was conducted on students The study program Teacher Education Early Childhood Education, University of Muhammadiyah Surabaya. Experience teaches counting the most widely experienced by children aged five and six years. 90% of the observation of early childhood teachers teach the concept of counting the numbers 1‐9 are correct. To strengthen the child's responses, teacher invites children to count the number of fingers together left hand and right hand. After the children were asked to try yourself counting the fingers of their left and right hands. From interviews with teachers and parents 85%, the They've been able to train children to count the objects that exist around children whether at home, on the road, as well as schools. From the observations gathered researchers found 75% of teachers and parents have not been used to teach counting while bernyannyi, children are introduced to the concept of numbers, for example through the songs that match the numbers that will be introduced, for example: the song I love mom. Keywords: flashcard media, count the numbers 1‐9
Kebijakan Full Day School Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Di Tk Lasiyam Kota
Retno Riski Wardhani;
Wahono Wahono;
Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.956 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v4i1.3605
Full day school merupakan sistem sekolah sehari penuh yang dimana dalam sistem pembelajaran di sekolah ini untuk mempermudah para orang tua memonitori anak dalam perkembangan pendidikannya. Full day school ini orang tua merasa aman, setiap lingkup bermainnya hanya sekitar pada lingkungan sekolahnya. Sistem full day school juga melatih anak dalam perkembangan sosialnya antara lain melatih dalam kemandirian, tanggung jawab, serta kedisiplinan. Guru juga berperan aktif dalam pembentukan perkembangan yang ada dalam anak usia dini, karena sebagian besar waktu mereka berada di sekolah, selain guru orang tua juga ikut serta dan berperan penuh dalam membentuk perkembangan sosial anak. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui perubahan perkembangan sosial yang ditimbulkan pada sistem full day school. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mana menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah beberapa anak didik beserta guru kelas kelompok B di TK Lasiyam Kota Surabaya. Pengamatan yang dilakukan lebih terhadap perkembangan sosial yang ada pada full day school, dalam sistem pendidikan full day school anak mengalami perkembangan sosial yang signifikan terutama pada kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawabnya, yang didukung pada stimulus yang diberikan pada lingkungan sekolah, sehingga anak memiliki perkembangan sosial yang baik.
Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anak Di Kb Aisyiyah 30 Surabaya
Siti Sholikhah;
Wahono Wahono;
Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.45 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v5i2.3612
Latar belakang pemilihan penelitian karena KB Aisyiyah berada di lokasi yang mayoritas penduduknya berfaham Nahdlotul Ulama dan bersuku Madura. Hubungan orang tua dan anaknya sangat mempengaruhi keberhasilan belajar anak, tentu saja pada tahap awal orang tua harus memperhatikan minat anaknya dan sesuai dengan bakat yang dimiliki anaknya. Karena Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya maka motivasi orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya pada usia dini menjadi salah satu penentu di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk 1).mengetahui bagaimana alasan orang tua memilih sekolah untuk anak usia dini di Kelompok Bermain Aisyiyah 30 Surabaya. 2). Untuk mengetahui bagaimana motivasi orang tua terhadap pemilihan sekolah untuk anak usia dini di Kelompok Bermain Aisyiyah 30 Surabaya. Metodologi Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain case study. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa alasan orang tua termotivasi memilih sekolah untuk anak usia dini di Kelompok Bermain Aisyiyah 30 Surabaya adalah karena dekat dengan rumah, untuk penanaman agama sejak usia dini, dan memperoleh pendidikan terbaik dengan biaya yang terjangkau.
Perempuan Memandang Perempuan : Analisis Gender Dalam Program Pemberdayaan Mantan Wanita Tuna Susila (WTS) Oleh Aisyiyah Kota Surabaya
Wahono Wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.288 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i2.1530
AbstractAisyiyah is one of the women's organization in Indonesia which is enough to be taken into consideration in guarding Indonesia with the mission of gender equality. Ijtihad social dakwah (Spreading the science of religion) done by PCM Krembangan is one formulation of solutions to the problems of the ummah, especially in terms of prostitution.Namely in the form of economic empowerment that is backed up through maturation on the mental and spiritual side for social harmonization. The focus in this study is to analyze the formulation of Aisyiyah movement based on the treatment of former WTS (prostitutes) in the program of the cultivation. The research method used is descriptive qualitative with phenomonologis approach. The results of this study indicate that the activities provided in the empowerment program as well as the paradigm and the forms of treatment provided by the PCA Krembangan who are involved in the empowerment program in the perspective of gender analysis are still classified as gender bias. While in the functionalist paradigm of the feminist movement / movement, the formulation of the Aisyiyah movement belongs to liberal feminism. Because the treatment of former WTS (prostitutes) in empowerment programs is by preparing and equipping them with skills and skills for equality, which can be used to seize public roles, especially in the economic sphere, so as to be worthy of partnering with men. Keywords: Aisyiyah, Gender Analysis, Empowerment, Former WTS (prostitutes) AbstrakAisyiyah merupakan salah satu organisasi keperempuanan di Indonesia yang cukup diperhitungkan sepak terjangnya dalam mengawal Indonesia dengan misi kesetaraan gender. Ijtihad dakwah sosial yang dilakukan oleh PCA Krembangan merupakan salah satu rumusan solusi atas persoalan umat, khusunya dalam hal prostitusi. Yakni berupa pemberdayaan ekonomi yang diback-up melalui pematangan di sisi mental dan spiritual untuk harmonisasi sosial. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah menganalisis formulasi gerakan Aisyiyah berdasarkan perlakuan terhadap mantan WTS dalam program pembedayaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomonologis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan yang diberikan dalam program pemberdayaan serta paradigma maupun bentuk perlakuan yang diberikan oleh jajaran PCA Krembangan yang terlibat dalam program pemberdayaan tersebut dalam perspektif analisis gender masih tergolong bias gender. Sementara dalam paradigma fungsionalisme aliran/ gerakan feminisme, formulasi gerakan Aisyiyah tergolong feminisme liberal. Karena perlakuan terhadap mantan WTS dalam program pemberdayaan adalah dengan cara mempersiapkan dan membekali mereka dengan ketrampilan maupun skill untuk kesetaraan, yang bisa digunakan sarana untuk merebut peran-peran publik terutama di ranah ekonomi, sehingga layak berpartner dengan laki-laki. Kata Kunci : Aisyiyah, Analisis Gender, Pemberdayaan, Mantan WTS.
Mengelola Efektivitas Emosi, Sikap, dan Stres Aktifitas Pegawai di Institusi
Wahono Wahono;
Niswatul Imsiyah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5713
Pegawai yang puas cenderung menghasilkan pelanggan yang lebih bahagia dan lebih loyal. Kepuasan kerja cenderung menempatkan pegawai dalam suasana hati (emosi) yang positif, dan menampakkan suasana hati yang lebih alami dan ramah. Efeknya saling menguntungkan pelanggan yang bahagia membuat pegawai lebih bahagia yang dapat mengarah pada siklus positif emosi positif dalam pelayanan sebuah institusi. Pegawai yang bersikap profesional mampu memahami hubungan dan relasi, tahu tugas dan tanggung jawab, serta bisa fokus dan konsisten terhadap urusan pekerjaan. Dengan memiliki sikap yang seperti itu, dampak positif akan dialami oleh institusi organisasi tempat seseorang bekerja dan juga untuk pribadi pegawai itu sendiri. Stres juga menghasilkan berbagai konsekuensi psikologis seperti ketidakpuasan kerja, kemurungan, depresi, dan komitmen organisasi yang lebih rendah. Cara lain yang penting bagi institusi adalah menghilangkan stres dengan memfasilitasi keseimbangan kerja dan kehidupan yang lebih baik. Inisiatif keseimbangan kerja dan kehidupan meminimalkan konflik antara pekerjaan dan tuntutan non kerja pegawai. Lima dari prakarsa keseimbangan pekerjaan paling umum adalah waktu kerja yang fleksibel dan terbatas, pembagian pekerjaan, komunikasi, hak cuti pribadi, dan dukungan perawatan anaknya.Kata kunci : Emosi,Sikap, Stres
Pengaruh Sandal Bakiak Terhadap Keterampilan Sosial Anak Di Tk S Melati Surabaya
Tri Kurniawati;
Wahono Wahono;
Eny Nur Hasanah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.819 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v5i1.2799
Abstrak: Permainan sandal bakiak merupakan jenis permainan berkelompok, sehingga anak dapat memperlihatkan penampakan aspek-aspek sosial yang berhubungan dengan kemampuan anak dalam suatu keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sandal bakiak terhadap keterampilan sosial anak. Metodologi penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest karena hanya menggunakan satu kelas sebagai sampel penelitian dan adanya tahapan pretest, posttest sebagai proses pemerolehan data. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang memiliki kriteria jika T hitung < T tabel maka Ha diterima. Hasil analisis data memperoleh nilai T hitung 0 dan nilai T tabel 40, karena 0<40 maka hasil penelitian meyatakan bahwa terdapat pengaruh permainan sandal bakiak terhadap keterampilan sosial anak.Kata kunci: Sandal Bakiak; Keterampilan Soial; Anak Usia Dini.Abstract: Clogs games are a type of group game, so children can show the appearance of social aspects that are related to children's abilities in a social skill. This study aims to determine the effect of clogs on children's social skills. The research methodology uses a quantitative type of research with the design of one group pretest posttest because it only uses one class as a research sample and the pretest stage, posttest as the process of obtaining data. The data analysis technique uses the Wilcoxon test which has criteria if T count
POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI UASAHA PENANGGULANGAN PENYAKIT KANKER
Tri Kurniawati;
Wahono .;
Naili Saida
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.813 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.862
ABSTRAK Prevalensi penyakit degeneratif di dunia cederung meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya adalah penyakit kanker. Peningkatan insiden penyakit kanker semakin pesat, peningkatan terjadi di negara dengan pendapat ekonomi rendah maupun dengan ekonomi menengah dan mencakup semua golongan usia. Prevalensi kanker tertinggi di Indonesia terjadi pada wanita yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim. Penyebab ternjadinya karena adanya bahan yang bersifat karsnigenik yang masuk ke dalam tubuh, virus, merokok, konsumsi sayur dan buah yang rendah serta kelebihan energi. Salah satu upaya pencegahan kanker adalah dengan pengaturan diet. Bahan makanan yang dapat berfungsi untuk mengurangi sifat karsinogenik dari bahan kimia adalah konsumsi buah dan sayur. Membiasakan konsumsi buah dan sayur sejak dini diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kanker khusunya pada wanita. Kata Kunci: Konsumsi buah dan sayur, pola konsumsi, kanker, pola konsumsi sayur pada anak usia dini ABSTRACT The prevalence of degenerative diseases in the world is increases from year to year, one of which is cancer. Increased incidence of cancer is increasing rapidly, the increase occurs in countries with low economic opinion as well as with the middle economy and covers all age groups. The highest prevalence of cancer in Indonesia occurs in women such as breast cancer and cervical cancer. The cause is due to the presence of karsnigenik materials that enter the body, virus, smoking, low consumption of vegetables and fruits and excess energy. One of the cancer prevention efforts is by setting the diet. Foods that can serve to reduce the carcinogenic nature of chemicals are the consumption of fruits and vegetables. Consumption habbit of fruits and vegetables since early expected to reduce the risk of cancer especially in women. Keywords: consumption of fruits and vegetables, consumption patterns, cancer, vegetable consumption patterns in early childhood