Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

HUBUNGAN JAM KERJA DAN KARAKTERISTIK PERAWAT PELAKSANA DENGAN PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG Yessi Fadriyanti, Yosi Suryarinilsih
Menara Ilmu Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i6.841

Abstract

Patient safety is now a global issue which is now being reported to the demands of patientson medical errors that occur in patients. Patient safety goals is a requirement to be implemented inall hospitals accredited by the Commission on Accreditation of Hospitals. Patient safety goals isexpected to prevent or reduce injury and improve patient safety pasien.Menurut report from IOM(Institute of Medicine) in 1999 Amarika openly stated that at least 44,000 and even 98,000 patientsdied in the hospital within one year as a result of medical errors (medical errors) which previouslycould have been prevented, this has resulted in lawsuits experienced increased hospital. This studyaims to determine the relationship of nurses working hours with the application of patient safetygoals. This type of research is a quantitative study, using cross-sectional study with a sample of 93people. Ways sampling with proportional random sampling. The results showed no significantrelationship between hours of work, length of work and knowledge of nurses with the applicationof patient safety goals. Variables related to the implementation of patient safety goals are age andeducation. The results of this study can be considered for admission to the hospital on new nursesneed to consider the age factor in early adulthood, lists the nursing staff who will participate incontinuing education and supervision to nurses related to patient safety.Keywords: patient safety, patient safety incidents
PERAWATAN KAKI PADA PENYANDANG DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG Yessi Fadriyanti
Menara Ilmu Vol 13, No 9 (2019): Vol. XIII No. 9 Juli 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i9.1560

Abstract

Abstrak : Survey yang dilakukan Wild, Roglic, Green, Sicree, & King (2004) memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang diabetes yang cukup besar pada tahun – tahun mendatang. Pada tahun 2000 mayoritas penderita diabetes di negara berkembang berada pada usia 45 – 64 tahun sedangkan di negara maju mayoritas berada pada usia lebih dari 64 tahun. Diperkirakan pada tahun 2030 jumlah penderita diabetes yang berusia lebih dari 60 tahun akan menjadi lebih dari 82 juta di negara berkembang dan lebih dari 48 juta di negara maju. Survey ini juga menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan keempat dari sepuluh negara dengan angka diabetes tertinggi. Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan yang cukup drastis. Jumlah pasien diabetes sekitar 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 akan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Ulkus diabetes merupakan komplikasi menahun yang paling ditakuti oleh penyandang DM, lamanya perawatan dan pengobatan yang didapatkan menghabiskan dana lebih banyak dibandingkan tanpa ulkus (Soegondo, 2004). Ulkus ini timbul karena kontrol glikemik dan manajemen diabetes yang kurang baik, seperti tidak patuh dalam melakukan tindakan pencegahan luka, aktivitas tidak sesuai, dan kelebihan beban pada kaki (Lypsky et al., 2004). Menggunakan Metode edukasi modifikasi CBIA dalam proses edukasi pasien DM terutama pada perawatan kaki. CBIA juga efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan self care pasien diabetes mellitus. Maka itu perlunya meningkatkan pengetahuan dan perawatan kaki pada penyandang Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Tujuan kegiatan untuk mengharapkan meningkatnya pengetahuan tentang perawatan kaki pada penyandang Diabetes Melitus dan meningkatnya kemampuan atau prilaku tentang perawatan kaki pada penyandang Diabetes Melitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Ceramah dengan konvensional, Ceramah dengan media gambar, menonton video perawatan kaki. Populasi adalah semua pasien DM yang ada di Puskesmas Lubuk buaya Padang dan sampel diambil secara total sampling. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan adalah Rata rata usia responden adalah 59,81 tahun dengan standar deviasi 7,38. Selanjutnya rata –rata lama 8, 38 tahun dan rata – rata pengetahuan, sikap, dan perilaku responden meningkat setelah diberikan intervensi modifikasi CBIA. Dimana rata-rata skor pengetahuan awal adalah 5,3, meningkat menjadi 43. Rata – rata skor sikap diawal adalah 25,12 meningkat menjadi 35,62, dan skor perilaku diawal yang sebesar 7,68, meningkat menjadi 12,75. Peningkatan skor pengetahuan, sikap, dan perilaku juga terjadi setelah setiap tahap intervensi pada CBIA. Bagi penanggung jawab Program DM sebaiknya menggunakan Metode edukasi modifikasi CBIA dalam proses edukasi pasien DM terutama pada perawatan kaki. Kata kunci: DM, CBIA