Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Air Daun Gulma Anting-anting (Acalypha indica L.) dalam Menekan Jumlah Gall Akibat Infeksi Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Sudarjat, Sudarjat; Zahra, Zakiah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.65170

Abstract

Penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. merupakan penyakit penting pada tanaman tomat serta dapat menurunkan kualitas dan kehilangan hasil hingga 68%. Ekstrak air daun gulma anting-anting memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting (Acalypha indica L.) yang efektif dalam menekan infeksi Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan rumah kaca, Kebun Percobaan, Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 7 perlakuan dan 4 ulangan. Percobaan terdiri atas kontrol, ekstrak air daun gulma anting-anting 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan karbofuran 2 g/tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak air daun gulma anting-anting menekan jumlah gall pada akar tanaman tomat dibandingkan dengan kontrol, namun tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, terhadap bobot segar bagian atas tanaman dan terhadap bobot segar akar tanaman. Konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting 10% efektif menekan jumlah gall pada tanaman tomat sebesar 88,79%.
Penyuluhan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Kentang Berwawasan Lingkungan Di Balai Penyuluhan Pertanian Pangalengan, Kabupaten Bandung Sunarto, Toto
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 2 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i2.54199

Abstract

Kecamatan Pangalengan merupakan salah satu sentra produksi kentang di Jawa Barat.  Kelompok tani kentang di Kecamatan Pangalengan sebagian besar sebagai penangkar benih kentang.  Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani kentang adalah produksi kentang menurun karena terdapat serangan OPT (Orgsnisme Pengganggu Tanaman).  Berdasarkan observasi, pengendalian OPT pada tanaman kentang yang dilakukan oleh petani umumnya masih menggunakan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan.Dalam rangka mendukung upaya pengembangan produksi benih kentang berkualitas dan penanganan OPT kentang, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura Tahun 2023 mengadakan bimbingan teknis “Pengelolaan OPT kentang ramah lingkungan” di Balai Penyuluhan Pertanian Pangalengan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendidikan (penyuluhan) kepada kelompok tani kentang, dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi kelompok tani kentang dan PPL tentang pengendalian OPT kentang yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kelompok tani kentang dan PPL tentang cara pengendalian OPT kentang yang ramah lingkungan
Pemangkasan dan pemupukan tanaman buah jeruk siam dan buah naga sebagai fungsi perawatan tanaman dan pengendalian hama di Desa Pajagan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Dono, Danar; Hidayat, Yusup; Sudarjat, Sudarjat; Sunarto, Toto; Meliyansyah, Rika; Widayani, Neneng Sri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.59267

Abstract

Perawatan tanaman buah merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman. Pemangkasan termasuk salah satu teknik pemeliharaan yang penting untuk dilakukan. Pemupukan berimbang dan mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman juga termasuk salah satu cara menjaga kesehatan tanaman. Artikel ini membahas mengenai pemangkasan dan pemupukan dalam perannya sebagai cara perawatan tanaman dan dalam kontek pengendalian hama pada tanaman buah di Desa Pajagan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Materi disampaikan secara informatif dengan awalan teoritis dan dilanjutkan dengan praktik langsung pada tanaman. Pemangkasan dilakukan untuk mengontrol ukuran dan bentuk tanaman, mengoptimalkan penetrasi cahaya dan sirkulasi udara hingga dapat mengurangi kelembaban dan kepadatan bagian tanaman yang memiliki populasi hama tinggi atau bagian tanaman sakit. Pemupukan berdasarkan dosis rekomendasi dan tepat waktu aplikasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangan.  Pendampingan petani di Desa Pajagan harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat secara mandiri melaksanakan budidaya tanaman secara baik dan benar.
Pengenalan Nematoda pada Tanaman Kopi dan Metode Pengendaliannya Di Desa Panca Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung Sunarto, Toto
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50138

Abstract

Dalam budidaya tanaman kopi, petani di Desa Panca Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung menghadapi kendala yaitu adanya kerusakan pada tanaman kopi akibat serangan oleh nematoda parasit tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendidikan (penyuluhan) kepada para petani kopi. Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka (KKN-PPM Integratif Tahun 2023) ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat (petani kopi) tentang nematoda pada tanaman kopi dan metode pengendaliannya. Hasil kegiatan KKN-PPM Integratif Tahun 2023 ini, petani dapat memahami tentang nematoda pada tanaman kopi dan metode pengendaliannya.
Effectiveness of Several Concentrations of Entomopathogenic Nematode (Steinernema spp.) On Mortality of Spodoptera exigua Hub. in Onions Sunarto, Toto; Natawigena, Wahyu Daradjat; Irwan, Aep Wawan; Tyas, Widya Wening
CROPSAVER Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i1.46681

Abstract

Spodoptera exigua is one of the main pests that attack onion. An alternative that can be done to control onion caterpillars is by using the entomopathogenic nematode (Steinernema spp.) that environmentally friendly. This research aimed to obtain the concentration of the entomopathogenic nematode Steinernema spp. that is most effective in causing mortality of S. exigua in onion plants. The experiment was carried out from January to August 2020 at Citeureup, North Cimahi, Cimahi City West Java. The method used in this research was an experimental method with a randomized block design, consisted of six treatments and four replications.  The treatments (number of infective juvenile -IJ) were 0 IJ ml-1 (control), 1000 IJ ml-1, 2000 IJ ml-1, 3000 IJ ml-1, 4000 IJ ml-1, and 5000 IJ ml-1. The results showed that Steinernema spp. application at a concentration of 2000 IJ ml-1 was the most effective concentrations in causing S. exigua mortality in shallot plants (85.0 ± 5.0 %) at 72 hours after application. However, there was a tendency for treatment above a density of 2000 IJ ml-1 to decrease the mortality of S. frugiperda. Therefore, it is very necessary to consider the optimum population of nematoentomopathogens to produce high mortality of target insect pests.
The Effect of Water Extract of Salam Koja Leaf (Murraya koenigii (L.) spreng) Against Root-Knot Nematode (Meloidogyne spp.) in Tomato Plants Sunarto, Toto; Angelia, Brigitta
CROPSAVER Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v5i2.43005

Abstract

Root-knot nematodes (Meloidogyne spp.) is one of the pathogens that attack tomato plants so that it can reduce tomato production. One alternative to control Meloidogyne spp. environmentally friendly is to use botanical nematicides. Salam Koja (Murraya koenigii (L.) Spreng) has potential as a botanical nematicide because its leaves contain secondary metabolites which are antihelmintic. The purpose of this study was to determine the effect of water extract of M. koenigii leaves and to obtain the best concentration in suppressing the attack of Meloidogyne spp. on tomato plants. This research was conducted at the Greenhouse, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. The study used an experimental method with a randomized block design consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatments included control (without water extract of M. koenigii leaves), concentrations of water extract of M. koenigii leaves 6%, 9%, 12%, 15%, and carbofuran 2 g/plant. The results showed that the water extract of M. koenigii leaves had an effect on suppressing root-knot nematodes (Meloidogyne spp.) on tomato plants. The water extract of M. koenigii leaves at the highest concentration of 15% is effective in suppression of the number of galls in the roots (38.57%) and suppression of the number of juvenile 2 (J2) Meloidogyne spp. in 100 ml of soil (81.03%). Murraya koenogii leaf water extract can be used to control Meloidogyne spp. in tomato plants.