Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Kemampuan Kompos Plus dalam Menekan Penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici) pada Tanaman Tomat Noor Istifadah; Toto Sunarto; Dian E. Kkartiwa; Diyan Herdiyantoro
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.139 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.639

Abstract

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Salah satu cara pengendalian penyakit ramah lingkungan yang banyak dikembangkan adalah pengendalian secara biologi (biokontrol). Artikel ini membahas penelitian yang menguji waktu aplikasi dan dosis kompos plus (formulasi campuran jamur antagonis Trychoderma sp., paecilomyces fumosoroseus, dan jamur endofit Papulaspora sp. dalam kompos) yang efektif menekan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos plus yang diaplikasikan pada medium persemaian (1:2, v/v) dan pindah tanam sebanyak 30 g atau 40 g per lubang tanam atau diaplikasikan pada saat pindah tanam saja sebanyak 40 g per lubang tanam, dapat menekan gejala internal penyakit layu fusarium sebesar 77,3 — 87,9%.
Pengaruh Serbuk Tagetes patula L. terhadap Serangan Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Bari, Ichsan Nurul; Rachman, Anisa Puspita
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36770

Abstract

Meloidogyne spp. merupakan nematoda parasit yang dapat menurunkan produktivitas tomat. Pemanfaatan seluruh bagian tanaman Tagetes patula L. dalam bentuk serbuk sebagai nematisida nabati dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian nematoda ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis serbuk T. patula yang efektif dalam menekan serangan nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi dan Rumah Kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa serbuk T. patula), serbuk T. patula sebanyak 10, 20, 30, 40 g per 2 kg tanah dan karbofuran 2 g per 2 kg tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi serbuk T. patula berpengaruh dalam menekan serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Serbuk T. patula berpotensi menurunkan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah dan cenderung menurunkan jumlah gall. Aplikasi serbuk T. patula 40 g/2 kg tanah mengakibatkan jumlah gall terendah (32,25 gall) dengan penekanan 41,36%, dan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah terendah (12,30 ekor) dengan penekanan 51,49% yang menunjukkan setara dengan aplikasi karbofuran 2 g/2 kg tanah.
Deteksi dan Identifikasi Nematoda Radopholus similis Cobb pada Tanaman Hias Anthurium andreanum Nursusilawati, Nursusilawati; Sunarto, Toto; Hersanti, Hersanti
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.51980

Abstract

Radopholus similis merupakan organisme pengganggu tumbuhan karantina di beberapa negara. Nematoda tersebut menjadi salah satu kendala ekspor tanaman hias dari Indonesia. Laporan mengenai serangan nematoda pada tanaman hias masih sangat terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengonfirmasi keberadaan nematoda R. similis pada tanaman Anthurium andreanum dengan mengidentifikasinya secara morfologi, morfometri, dan molekuler. Monitoring keberadaan nematoda tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 50 pot di lahan pembibitan A. andreanum Desa Ciherang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ekstraksi nematoda dilakukan pada sampel akar dengan metode pengkabutan selama 48 jam. Sepuluh ekor nematoda jantan dan betina diidentifikasi secara morfologi dan morfometri dengan pengamatan di bawah mikroskop. DNA satu ekor nematoda betina dewasa diekstraksi dengan DNeasy Blood and Tissue Kit (Qiagen). Identifikasi secara molekuler dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer spesifik RsF1/RsR1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies nematoda adalah R. similis berdasarkan karakter morfologi, morfometri, dan molekuler. Amplifikasi DNA menggunakan primer spesifik RsF1/RsR1 berhasil mendapatkan pita DNA berukuran 271 bp. Analisis runutan nukleotida menunjukkan bahwa R. similis asal Indonesia berkerabat dekat dengan spesies yang sama yang berasal China, Malaysia, Belgia, Australia, Taiwan, India, Mexico, Tanzania dan Spanyol dengan tingkat homologi 100%. Terdeteksinya R. similis pada A. andreanum di lapangan dapat menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder untuk segera melakukan pengendalian agar dapat meningkatkan ekspor tanaman hias Indonesia.
Efektivitas Ekstrak Air Daun Gulma Anting-anting (Acalypha indica L.) dalam Menekan Jumlah Gall Akibat Infeksi Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Sudarjat, Sudarjat; Zahra, Zakiah
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.65170

Abstract

Penyakit bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. merupakan penyakit penting pada tanaman tomat serta dapat menurunkan kualitas dan kehilangan hasil hingga 68%. Ekstrak air daun gulma anting-anting memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting (Acalypha indica L.) yang efektif dalam menekan infeksi Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan rumah kaca, Kebun Percobaan, Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 7 perlakuan dan 4 ulangan. Percobaan terdiri atas kontrol, ekstrak air daun gulma anting-anting 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan karbofuran 2 g/tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak air daun gulma anting-anting menekan jumlah gall pada akar tanaman tomat dibandingkan dengan kontrol, namun tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, terhadap bobot segar bagian atas tanaman dan terhadap bobot segar akar tanaman. Konsentrasi ekstrak air daun gulma anting-anting 10% efektif menekan jumlah gall pada tanaman tomat sebesar 88,79%.