Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

DISAIN PENGERING BIJI KOPI BERENERGI LIMBAH BIOMASSA PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIJI KOPI Soolany, Christian; Aji, Dhimas Oki Permata
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v8i1.5395

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang tumbuh dengan subur dantersebar di seluruh Pulau. Hampir disetiap daerah mempunyai ciri khusus dari penghasil kopi,salah satunya di desa Cilumping yang berada di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten CilacapPropinsi Jawa Tengah berada diketinggian antara 300 – 1.300 meter diatas permukaan laut.Mayoritas mata pencarian utama masyarkat desa Cilumping adalah perkebunan kopi. Kopimenjadi komoditas pertanian unggulan yang ditanam oleh kelompok tani desa Cilumping. Kopiyang ditanam oleh petani desa Cilumping adalah jenis kopi robusta. Bahkan kopi robusta desaCilumping sudah merambah pasar Eropa, dipromosikan pada pameran COTECA di Hamburg,Jerman. Kapasistas produksi kopi robusta mencapai 100 ton ketika musim panen tiba. Namunsarana produksi pasca panen yang dimiliki oleh kelompok tani yang belum memadai secaramenyeleruh menjadi permasalahan tersendiri oleh setiap kelompok tani. Salah satu kendala yangdihadapi oleh kelompok tani yaitu ketika proses pengeringan biji kopi hasil panen. Saat iniproses pengeringan biji kopi hasil panen masih dilakukan dengan menggunakan Pengeringanalami. Proses ini sangat bergantung kepada energi matahari sebagai sumber utama energi untukpengeringan. Pengering alami menjadi tidak efektif ketika musim penghujan tiba bersamaandengan bulan panen kopi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penerapan teknologi tepat gunadibidang pengeringan biji kopi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan alat pengering kopiyang efektif, efisien, dan menghasilkan biji kopi yang kering yang sesuai standar denganmemanfaatkan limbah biomassa pertanian sebagai sumber energi untuk pengeringan.Pemanfaatan limbah biomassa pertanian sebagai sumber energi alat pengering, dikarenakanpotensinya yang melimpah di Desa Cilumping.
Introduksi Sanitasi dan Higiene Industri Pangan berbasis Ikan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Ekonomi di Desa Nelayan Wilayah Pesisir Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Yuliasari, Hikmah; Budiyah, Feriani; Hidayati, Rima; Ridwan, Muhammad; Ridlo, Abdullah; Verry, Verry; Aji, Dhimas Oki Permata
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16924051

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk olahan ikan di desa-desa pesisir melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan pelaku usaha, kelompok nelayan, pemerintah desa, dan pendamping teknis, melalui tahapan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan higiene pangan, efisiensi proses produksi, penurunan risiko kontaminasi mikrobiologis lebih dari 50%, serta perbaikan mutu sensoris produk, termasuk warna, tekstur, dan aroma yang lebih segar. Keberhasilan program ini memperkuat posisi produk olahan ikan di pasar lokal dan membuka peluang penetrasi pasar luar daerah. Model penerapan GMP dan SSOP yang terdokumentasi berpotensi direplikasi di desa pesisir lain sebagai strategi membangun industri perikanan lokal yang higienis, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.
Introduksi Irigasi Otomatis Berenergi Surya pada Tanaman Klengkeng untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Ropiudin, Ropiudin; Syska, Kavadya; Rostaman, Rostaman; Budiyah, Feriani; Margiwiyatno, Agus; Aji, Dhimas Oki Permata; Ridwan, Muhammad; Verry, Verry; Ridlo, Abdullah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16760198

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksi sistem irigasi otomatis berbasis energi surya pada budidaya tanaman klengkeng khususnya di Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Permasalahan utama di wilayah ini adalah rendahnya efisiensi penggunaan air dan tingginya ketergantungan pada irigasi manual yang menghambat produktivitas dan berisiko terhadap keberlanjutan pertanian. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan teknis, demonstrasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi berbasis partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 60%, penurunan kebutuhan tenaga kerja manual sebesar 50%, serta peningkatan hasil panen klengkeng hingga 50% per pohon. Selain itu, kualitas buah juga meningkat, ditandai dengan peningkatan kadar °Brix dan daya simpan yang lebih baik. Program ini juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya teknologi hijau dan memperkuat fondasi kemandirian pangan serta ekonomi lokal berbasis energi terbarukan. Model ini dapat direplikasi ke wilayah lain dengan karakteristik serupa guna memperluas dampak transformasi pertanian berkelanjutan.
Introduksi Sanitasi dan Higiene Industri Pangan berbasis Ikan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Ekonomi di Desa Nelayan Wilayah Pesisir Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Yuliasari, Hikmah; Budiyah, Feriani; Hidayati, Rima; Ridwan, Muhammad; Ridlo, Abdullah; Verry, Verry; Aji, Dhimas Oki Permata
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16924051

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk olahan ikan di desa-desa pesisir melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan pelaku usaha, kelompok nelayan, pemerintah desa, dan pendamping teknis, melalui tahapan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan higiene pangan, efisiensi proses produksi, penurunan risiko kontaminasi mikrobiologis lebih dari 50%, serta perbaikan mutu sensoris produk, termasuk warna, tekstur, dan aroma yang lebih segar. Keberhasilan program ini memperkuat posisi produk olahan ikan di pasar lokal dan membuka peluang penetrasi pasar luar daerah. Model penerapan GMP dan SSOP yang terdokumentasi berpotensi direplikasi di desa pesisir lain sebagai strategi membangun industri perikanan lokal yang higienis, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.
Introduksi Irigasi Otomatis Berenergi Surya pada Tanaman Klengkeng untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Ropiudin, Ropiudin; Syska, Kavadya; Rostaman, Rostaman; Budiyah, Feriani; Margiwiyatno, Agus; Aji, Dhimas Oki Permata; Ridwan, Muhammad; Verry, Verry; Ridlo, Abdullah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16760198

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksi sistem irigasi otomatis berbasis energi surya pada budidaya tanaman klengkeng khususnya di Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Permasalahan utama di wilayah ini adalah rendahnya efisiensi penggunaan air dan tingginya ketergantungan pada irigasi manual yang menghambat produktivitas dan berisiko terhadap keberlanjutan pertanian. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, pelatihan teknis, demonstrasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi berbasis partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 60%, penurunan kebutuhan tenaga kerja manual sebesar 50%, serta peningkatan hasil panen klengkeng hingga 50% per pohon. Selain itu, kualitas buah juga meningkat, ditandai dengan peningkatan kadar °Brix dan daya simpan yang lebih baik. Program ini juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya teknologi hijau dan memperkuat fondasi kemandirian pangan serta ekonomi lokal berbasis energi terbarukan. Model ini dapat direplikasi ke wilayah lain dengan karakteristik serupa guna memperluas dampak transformasi pertanian berkelanjutan.
Pendidikan Masyarakat Sehat Glikemik pada Keluarga Pengrajin Gula Kelapa Sari Manggar Desa Sunyalangu Kabupaten Banyumas Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Soolany, Christian; Budiyah, Feriani; Aji, Dhimas Oki Permata; Azzizzah, Frida Amriyati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 11 (2024): February
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10694503

Abstract

Fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pendidikan kesehatan glikemik untuk keluarga pengrajin gula kelapa Sari Manggar di Desa Sunyalangu, Kabupaten Banyumas. Dengan pendekatan partisipatif, program ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan glikemik dan mengurangi risiko diabetes mellitus. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat dengan menekankan gaya hidup sehat glikemik di kalangan keluarga pengrajin gula kelapa. Kegiatan ini menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan kesehatan glikemik khusus pada keluarga pengrajin gula kelapa Sari Manggar Desa Desa Sunyalangu Kabupaten Banyumas, sebagai langkah krusial dalam mencegah dan mengelola diabetes mellitus di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memberikan wawasan berharga untuk program pendidikan kesehatan berbasis masyarakat lebih lanjut, khususnya yang menargetkan kesejahteraan glikemik dalam pengaturan sosio-kultural serupa. Berdasarkan hasil analisis evaluasi menggunakan model CIPP (Context,  Input,  Process, and Product) pencapaian pelaksanaan kegiatan dengan persentase  82,65%  termasuk  dalam  kategori sangat  baik dengan peningkatan pengetahuan sebesar 84,0%,  peningkatan sikap sebesar 82,0%, dan peningkatan psikomotor sebesar 81,0%.
INOVASI DALAM HILIRISASI INDUSTRI GLOBAL: LITERATUR REVIEW TENTANG PELUANG, TANTANGAN, DAN ARAH KEBIJAKAN Aditya, Aditya Hera Nurmoko; Wahyudi, Heru; Indriyanti, Aris; Subekti, Aan; Suyud Nusanto, Tri; Permata Aji, Dhimas Oki
PRIMA EKONOMIKA Vol. 16 No. 2 (2025): Prima Ekonomika
Publisher : STIE "YKP" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37330/prima.v16i2.289

Abstract

Industri hilir menjadi strategi penting dalam transformasi ekonomi global, terutama di negara-negara berkembang yang kaya akan sumber daya alam. Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka yang komprehensif terhadap inovasi dalam industri hilir global dengan menyoroti bentuk inovasi, peluang strategis, tantangan implementasi, dan implikasi kebijakan. Melalui pendekatan analisis tematik terhadap 25 jurnal relevan dari 100 jurnal terindeks Scopus (2003–2023), penelitian ini mengidentifikasi peran penting inovasi teknologi dan digitalisasi — seperti bioproses, penerimaan informasi real-time (RTIR), serta adopsi Industri 4.0 — dalam meningkatkan efisiensi dan nilai tambah di sektor hilir. Studi ini juga menyoroti peluang integrasi bioekonomi dan ekonomi sirkular, dan tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya, dan hambatan regulasi. Implikasi kebijakan menunjukkan pentingnya sinergi antara regulasi industri, lingkungan, dan inovasi, serta perlunya dukungan terhadap UMKM, R&D, dan infrastruktur hilir. Hasil studi ini memberikan landasan konseptual dan praktis untuk perumusan strategi hilir berdasarkan inovasi adaptif terhadap dinamika global dan lokal. ABSTRACT Downstream industry become an important strategy in transformation global economy , especially in developing countries rich in resources Power nature . article serve review literature comprehensive to innovation in downstream global industry with highlight forms innovation , opportunities strategic , challenges implementation , and implications policy . Through approach analysis thematic against 25 journals relevant of 100 journals indexed by Scopus (2003–2023), research This identify role crucial innovation technology and digitalization — such as bioprocess , real-time information receiving (RTIR), as well as adoption of Industry 4.0 — in increase efficiency and value add in sector downstream . This study also highlights opportunity integration bioeconomics and economics circular , and challenge like limitations infrastructure , costs height , and obstacles regulation . Implications policy show importance synergy between regulation industry , environment , and innovation , as well as the need support towards MSMEs, R&D, and infrastructure downstream . Study results This give runway conceptual and practical for formulation of downstream strategy based on adaptive innovation to global and local dynamics . Keywords : downstreaming industry;, innovation; digitalization;, economy circular;, policy industry
Pengaruh Kecepatan terhadap Efisiensi Energi dan Jarak Tempuh pada Sepeda Listrik dengan Baterai Lithium-Ion 18650 60V 15Ah Permata Aji, Dhimas Oki; Soolany, Christian; Azzizzah, Frida Amriyati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.12317

Abstract

Sepeda listrik telah menjadi solusi mobilitas yang ramah lingkungan dengan baterai lithium-ion sebagai sumber daya utama. Namun, kinerja baterai ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan berkendara, yang berdampak pada konsumsi energi dan jarak tempuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan terhadap efisiensi energi dan jarak tempuh pada sepeda listrik yang menggunakan baterai lithium-ion 18650 60V 15Ah. Dengan pendekatan analisis teoretis berbasis data eksperimen sebelumnya, penelitian ini menguji beberapa kecepatan konstan untuk mengevaluasi jarak tempuh dan konsumsi energi per kilometer. Pada kecepatan rendah (20 km/jam), baterai mampu menempuh jarak rata-rata 40 km dengan konsumsi energi sebesar 1,5 Wh/km. Di sisi lain, pada kecepatan sedang (30 km/jam), jarak tempuh menurun hingga 30 km dengan konsumsi energi sekitar 2 Wh/km, dan pada kecepatan tinggi (40 km/jam), jarak tempuh lebih jauh berkurang hingga 20 km dengan konsumsi 3 Wh/km. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan, semakin besar konsumsi energi per kilometer, yang mengurangi jarak tempuh secara signifikan. Kecepatan moderat dianjurkan untuk efisiensi energi optimal. Temuan ini diharapkan dapat membantu pengguna sepeda listrik dalam mengatur kecepatan guna memaksimalkan daya baterai dan memberikan wawasan bagi pengembangan kendaraan listrik yang lebih efisien.
Kajian Penggunaan Pompa Hydram Untuk Pengairan Lahan Menggunakan Sistem Tekanan Hidrostatis Soolany, Christian; Permata Aji , Dhimas Oki; Tri Marwanto, Sugeng
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang menjadi faktor penting dalam kehidupan makhluk hidup. Salah satunya yaitu pada kegiatan di bidang pertanian. Air menjadi fungsi vital pada media tumbuh tanaman di lahan. Proses pengairan lahan untuk kegiatan pertanian umumnya menggunakan pompa air yang menggunakan motor bakar, khususnya di daerah yang berada cukup jauh dari sumber mata air. Cara ini kurang efisien karena biaya operasional tinggi untuk pembelian bahan bakar pompa selama 8 jam dioperasikan. Salah satu solusi yang dikaji pada penelitian ini yaitu menggunakan pompa hydram untuk proses pengangkatan air ke lahan yang jauh dari sumber mata air. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancang Bangun Konvensional yang dilanjutkan dengan uji kinerja dari pompa hydram. Hasil uji kinerja dari pompa hydram yang dirancang mampu mengangkat air hingga ketinggian 8 meter dari sumber air, dengan debit rata – rata air yang diangkat adalah 3,72 liter/menit, efisiensi kinerja pompa yaitu 52,69 %. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pompa hydram dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan pompa khusunya untuk daerah – daerah lahan pertanian yang jauh dari sumber mata air. Kata kunci : air; bidang pertanian; pompa; pompa hydram.
Introduksi Pengeringan Cabai Menggunakan Pengering Efek Rumah Kaca untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Pascapanen di Desa Yuliasari, Hikmah; Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Verry, Verry; Budiyah, Feriani; Ridwan, Muhammad; Aji, Dhimas Oki Permata
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 11 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18796405

Abstract

This community service activity aimed to introduce a greenhouse-effect solar dryer (GESD) technology for chili postharvest processing in Kedungweru Village. The main issue faced by farmers was high postharvest losses due to unpredictable weather and conventional open sun-drying methods. The implementation included problem identification, technical training, field demonstrations, and participatory-based mentoring and monitoring. The results showed a 40–60% reduction in drying time compared to traditional sun drying, improved product quality in terms of color and hygiene, and increased selling prices by 25–35%. The activity enhanced community technical capacity in postharvest management, strengthened food resilience, and promoted village-based economic development through appropriate renewable energy technology. This model is replicable in other chili-producing regions with similar agroclimatic conditions.