Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran IPA Sederhana Bagi Guru IPA SD di Kabupaten Sleman Yusman Wiyatmo; Bambang Ruwanto; Suparno Suparno; Jumadi Jumadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.35 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v1i1.12972

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) memberikan  pengetahuan bagi guru IPA SD untuk merancang media pembelajaran IPA sederhana, 2) melatih keterampilan guru IPA untuk membuat media pembelajaran IPA sederhana, dan 3) melatih keterampilan guru IPA dalam menggunakan media pembelajaran IPA sederhana.  Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pelatihan kepada 7 guru IPA SD di Kabupaten Sleman tentang merancang, membuat, dan menggunakan alat peraga IPA sederhana.  Pelatihan dilakukan di Ruang Perpustkaan Fisika pada tanggal 4 November 2016.  Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa: 1) peserta memiliki pengetahuan dalam merancang alat peraga, 2) peserta memiliki keterampilan dalam merancang alat peraga IPA, dan 3) peserta terampil menggunakan alat peraga IPA. Kata kunci: pelatihan, media pembelajaran, IPA
Pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak bagi masyarakat Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Ariswan Ariswan; Rita Prasetyowati; Warsono Warsono; Suparno Suparno; Fika Fauzi; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.42 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.39911

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk melatih masyarakat Widodomartani, Ngemplak, Sleman untuk membuat sabun cuci tangan dengan bahan ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak. Kegiatan PPM ini juga memberikan pendampingan pemberdayaan masyarakat desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman agar dapat meningkatkan keterampilan membuat sabun cuci tangan. Tim PPM melaksanakan pelatihan yang meliputi dua kegiatan yaitu, 1) pemaparan materi tentang manfaat membuat sabun cuci tangan dan teknologi pembuatan sabun cuci tangan; pelatihan membuat sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak; dan 2) pendampingan pembuatan sabun cuci tangan kepada masyarakat desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Hasil yang dicapai dari kegiatan PPM ini adalah peserta PPM dari masyarakat desa Widodomartani, Sleman memperoleh bekal tentang langkah-langkah konkret pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak dan pendampingan dalam praktek pembuatan sabun cuci tangan tersebut. Sehingga masyarakat tersebut dapat memaksimalkan pemanfaatan daun jambu air dan nanopartikel perak guna memproduksi sabun cuci tangan. Kata Kunci: sabun cuci tangan, ekstrak daun jambu air, nanopartikel perak
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan dari Nanopartikel Perak bagi Guru Fisika SMA di Lingkungan MGMP Gunungkidul Yogyakarta Ariswan Ariswan; Rita Prasetyowati; Wipsar Sunu Brams Dwandaru; Warsono Warsono; Suparno Suparno; Fika Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2022): Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.415 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v6i2.52643

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melatih para guru Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA) perwakilan MGMP Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membuat sabun cuci tangan dengan bahan tambahan nanopartikel perak (AgNP). Pelatihan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan keterampilan para guru Fisika dalam menyintesis material nano, yaitu AgNP dan pemanfaatannya dalam pembuatan sabun cuci tangan. Wawasan dan keterampilan ini nantinya dapat diteruskan kepada peserta didik di sekolah masing-masing di kawasan kabupaten Gunungkidul. Tim PkM melaksanakan pelatihan yang meliputi dua kegiatan, yaitu: 1) kegiatan daring yang berisi pemaparan materi tentang teknologi pembuatan sabun cuci tangan dan 2) praktik membuat AgNP dan membuat sabun cuci tangan yang ditambah bahan AgNP untuk para guru Fisika SMA di lingkungan MGMP Gunungkidul. Hasil yang dicapai dari kegiatan PkM ini adalah peserta PkM dari MGMP Gunungkidul memperoleh pengetahuan tentang langkah-langkah konkret pembuatan AgNP dan pembuatan sabun cuci tangan dengan bahan tambahan AgNP.
Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak Erlin Eveline; Suparno Suparno
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.633 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.311

Abstract

Abstract: The objective of this research was to measure higher-order thinking skills (HOTS) of Senior High School students in Pontianak.  The steps in this study include: defining HOTS, determining the measured HOTS aspects and developing the HOTS test instrument, conducting research by giving HOTS questions to 272 senior high school students in Pontianak, and analyzing the students' HOTS as a whole and based on HOTS aspects. Data were analyzed using descriptive analysis techniques. The instrument of the test developed based on two HOTS aspects, namely: analyze and evaluate. The results showed that the percentage of HOTS class XI students in Pontianak for the categories "very-good", "good", "adequate" and "less" were 0%, 11%, 19.5%, and 69.5%, respectively. The highest percentage is in the "less" category so that the majority of HOTS high school students in Pontianak City are in the "poor" category. The average score of each aspect is in the "fair" category. Students' HOTS still needs to be improved. Learning focuses on developing student HOTS must be applied at every level of education. Keywords: Higher-order thinking skills, senior high schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur higher order thinking skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa Sekolah Menengah Atas di kota Pontianak. Langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi: mendefinisikan HOTS, menentukan aspek HOTS yang diukur dan mengembangkan instrumen tes HOTS, melaksanakan penelitian dengan memberikan soal HOTS kepada 272 siswa SMA di Pontianak, dan menganalisis HOTS siswa secara keseluruhan dan berdasarkan aspek HOTS. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Instrumen tes dikembangkan berdasarkan dua aspek HOTS yaitu: menganalisis dan mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase HOTS siswa kelas XI di Kota Pontianak untuk kategori “sangat baik”, “baik”, “cukup” dan “kurang” berturut-turut adalah 0%, 11%, 19,5%, dan 69,5%. Persentase paling besar berada pada kategori “kurang” sehingga dapat dikatakan bahwa mayoritas HOTS siswa SMA di Kota Pontianak pada kategori kurang. Hasil analisis setiap aspek menunjukkan rata-rata skor HOTS siswa dalam kategori “cukup”. HOTS siswa masih perlu ditingkatkan. Pembelajaran yang berfokus mengembangkan HOTS siswa harus diterapkan pada setiap jenjang pendidikan.Kata-kata kunci: Keterampilan berpikir tingkat tinggi, sekolah menengah atas
The Effect of Concentration Variation of Liquid Organic Fertilizer Application on the Growth of Mustard Plants Nadya Amalia Putri Hapsari; Suparno Suparno
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.2837

Abstract

This study aimed to determine the effect of giving Infarm POC concentration variations on the growth of green mustard (Brassica juncea L). The research employed a completely randomized design (CRD) or randomized block design with 6 treatments and 5 replications, resulting in a total of 30 experimental units. The data collection method and mechanism used involved implementing a completely randomized design (CRD) with 6 types of treatment and 5 replications, leading to the cultivation of 30 mustard plants with POC concentrations ranging from 2% to 10%. The findings revealed that the application of POC fertilizer to mustard plants resulted in increased plant height, leaf count, and resistance to leaf pests. Notably, the POC concentration of 6% exhibited the most significant improvements in plant height and leaf count. However, to gain a more comprehensive understanding of the effectiveness of this POC, further research is necessary. It is recommended to extend the duration of the study until harvest to assess the weight and quality of the mustard greens, thereby providing more conclusive insights
Effect of Red Bajakah Tampala Flavonoid Concentration as Antibacterial on Bacillus subtilis Devika Khoirul Hafifah; Suparno Suparno
Jurnal Ilmiah Sains Volume 23 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.v23i2.49392

Abstract

Red bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) is one type of bajakah that the Dayak people use as traditional medicine. Red bajakah tampala roots contain chemical compounds, namely flavonoids, which have antibacterial activity. This study aims to determine the effect of flavonoid concentration of red bajakah tampala root extract on the inhibitory power of Bacillus subtilis bacteria and the length of survival time. Bajakah root extract is obtained by decoctation method. The flavonoid content contained in bajakah extract was determined using the visible spectrophotometric method. The particle size was determined by a particle size analyzer (PSA), and the inhibition was tested by the Kirby Bauer technique. In an effort to identify bajakah root extract, density, viscosity, and refractive index were measured. The test results using the visible spectrophotometric method showed that the sample had a flavonoid concentration of 16.28 ppm. Meanwhile, the PSA test results showed that the particle size of bajakah extract was 94.6 nm. The antibacterial test results showed that the diameter of the clear zone increased from (6.23 ± 0.03) mm to (7.18 ± 0.06) mm according to the increase in flavonoid concentration from 10 ppm to 30 ppm. The ability of bajakah extract to survive in inhibiting bacteria varied from 48 hours to 72 hours. The results of measurements of density, viscosity, and refractive index are (0,960  0,002) gram/cm3, (0,890  0,010) , dan 1,3350  0,0005 respectively. Keywords: Bacillus subtilis; decoctation; flavonoids; Red bajakah tampala
EKSTRAK BAJAKAH TAMPALA MERAH (Spatholobus littoralis Hassk.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI XANTHOMONAS ORYZAE Muhammad Rizki; Suparno Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak bajakah tampala merah sebagai agen antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Xanthomonas oryzae. Ekstrak bajakah tampala merah diproduksi menggunakan metode dekoktasi dengan aquades sebagai pelarut. Semua sampel ekstrak bajakah tampala merah dikarakterisasi untuk mendapatkan nilai massa jenis larutan, indeks bias larutan, viskositas larutan, ukuran partikel dengan pengujian menggunakan Particle Size Analyzer Microtac Nanotrac Wave II Q (PSA), dan kadar konsentrasi flavonoid dengan pengujian menggunakan Spektrofotometer visible Vernier Go Direc. Hasil penelitian menunjukkan nilai massa jenis larutan, indeks bias larutan, dan viskositas larutan secara berturut-turut sebesar (0,964 ± 0,005) gr/cm3, (1,3350 ± 0,0005) n, dan (0,96 ± 0,07) Ns/m2. Hasil uji PSA menunjukkan ukuran partikel sebesar 151,6 nm. Hasil uji Spektrofotometri visible menunjukkan adanya 16,28 mg QE/g kadar konsentrasi flavonoid dalam 200 g/l bajakah tampala merah. Hasil uji kemampuan ekstrak bajakah tampala merah sebagai agen antibakteri Xanthomonas oryzae menunjukkan terbentuknya zona bening sampai jam ke-72 dengan diameter rata-rata paling besar di daerah fase stasioner (jam ke-21 sampai jam ke-72) adalah (8,79 ± 0,06) nm pada konsentrasi 30 ppm.
PENGARUH MASSA KEMIRI TERHADAP VOLUME DAN KARAKTERISASI MINYAK KEMIRI HASIL PENGOLAHAN TRADISIONAL SEBAGAI BAHAN DASAR BIOFUEL THE EFFECT OF MASS OF HAZELNUT ON THE VOLUME OF TRADITIONALLY PROCESSED HAZELNUT OIL AS THE FUNDAMENTAL SUBSTANCE OF BIOFUEL AND ITS CHARACTERITATION Lia Desi Parwati; Suparno Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa kemiri terhadap volume minyak kemiri dan mengetahui sifat-sifat fisik (viskositas, massa jenis, kekeruhan, tegangan permukaan) minyak kemiri. Pembuatan minyak kemiri ini dengan cara tradisional yaitu dengan menghaluskan kemiri kemudian diambil santan kemiri lalu dimasak diatas kompor hingga mendidih dan kemudian memperoleh hasil minyak kemiri dengan memisahkan ampas kemiri dengan minyak kemiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak massa kemiri yang digunakan sebagai bahan pembuatan minyak, maka volume hasil minyak kemiri akan semakin besar, kemudian sifat-sifat fisik minyak kemiri yaitu sebagai berikut massa jenis minyak kemiri masuk dalam rentan massa jenis kemiri yaitu massa jenis minyak kemiri masuk dalam rentang massa jenis kemiri yaitu sebesar (0,932 ± 0,002) g/cm3, kekeruhan minyak kemiri yang diukur dengan sistem transmisi cahaya diperoleh rata-rata sebesar (72 ± 2)%, viskositas sebesar (11,80 ± 0,06) Ns/m2, dan tegangan permukaan minyak kemiri diperoleh sebesar (114,8 ± 0,6) mN/m. Kata kunci: Kemiri, Minyak Kemiri, Karakterisasi Minyak Kemiri, AbstractThis study aims to determine the effect of hazelnut mass on the production of hazelnut oil and to know the physical properties (viscosity, mass type, turbidity, surface stress). Hazelnut oil was made in a traditional manner by smoothing hazelnut and  then coconut milk from hazelnut was taken and being heated until it was boiled and then separated the dreg to produce hazelnut oil. The results of this study showed that the more mass of hazelnut used as an oil-making material hence the greater the yield of the hazelnut oil, then the Characteristic Physical of the hazelnut oil are as follows, the mass of the type of hazelnut oil entering the susceptible type of nutrient ie (0.932 ± 0.002) gr/cm3, light transmission of hazelnut oil obtained an average of  (72 ± 2)% the viscosity of (11.8 ± 0.06) Ns / m2, and the surface tension of hazelnut oil obtained at (114.8 ± 0.6) mN/m.  Keywords: Hazelnut, Hazelnut Oil, Characteristic physical of the hazelnut oil
TEKNIK PENYARINGAN LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM FAS (FILTRASI, ABSORBSI DAN SEDIMENTASI) FILTRATION TECHNIQUE OF LAUNDRY LIQUID WASTE USING FAS (FILTRATION, ABSORPTION, AND SEDIMENTATION) SYSTEM Rizky Aji Saputra Aji Rizky Aji Saputra; Suparno Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh volume dan jenis absorbent pada penyaringan limbah cair laundry terhadap tegangan permukaan, viskositas, intensitas transmisi cahaya, pH, dan TDS, (2) mengetahui pengaruh jenis absorbent pada penyaringan limbah cair laundry terhadap kadar fosfat, (3) mengetahui komposisi variasi jenis absorbent pada penyaringan limbah cair laundry terhadap tegangan permukaan, viskositas, intensitas transmisi cahaya, TDS, pH, dan kadar fosfat. Metode yang digunakan dalam proses penjernihan limbah cair laundry adalah sistem FAS. Proses absorbsi dilakukan dengan melewatkan air kotor (sampel limbah cair laundry) ke dalam sistem FAS, kemudian hasil penyaringan ditampung untuk selanjutnya diteliti. kemudian hasil penyaringan ditampung untuk selanjutnya diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fosfat dipengaruhi oleh banyaknya karbon yang digunakan dalam proses penyaringan. Untuk semua absorbent, kadar fosfat terbaik diperoleh pada saat volume maksimal karbon aktif pada volume 2.450 ml (0,44 mg/l), pasir pada volume 3.300 ml (2,59 mg/l) dan kerikil pada volume 2.700 ml (21,65 mg/l). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa volume absorbent berpengaruh terhadap kejernihan dan kandungan deterjen. Absorbsi maksimum terdapat pada karbon akif bambu pada volume 2.450 ml dengan nilai efisiensi transmisi (89,90 ± 1,61) %, tegangan permukaan (72 ± 2) mN/m, viskositas (0,89 ± 0,01) cP dan pH (6,9). Sedangkan untuk nilai TDS maksimum terdapat pada pasir pada volume 3.300 ml (220,0 ± 0,5) ppm. Bahan absorbent berupa karbon aktif bambu memiliki daya serap yang terbaik dibandingkan pasir pantai Indrayanti dan kerikil sungai Krasak.Kata Kunci: karbon aktif bambu, pasir pantai Indrayanti, kerikil sungai Krasak, fosfat, efisiensi transmisi (A), sistem FAS.AbstractThis research is aimed to (1)determine the effect of volum andy type of absorbent in laundry liquid waste filtration toward surface tension, visvosity, light transmission effeciency, pH, and TDS, (2) determine the effect of type of absorbent in laundry liquid waste filtration toward level of phospate, (3) determine composition of varied type of absorbent in laundry liquid waste filtration toward surface tension, viscosity, light transmission effciency, pH, TDS, and level of Phospate The method used in laundry liquid waste purification process is FAS system. Absorption process occured when soiled water (laundry liquid waste sample) entering FAS system, while the result of purification process is collected for investigation. The result of research shows that the level of phospate is affected by the amount of carbon used in purification process. Among all absorbent, the best phospate level is gained when the maximum volum of activated carbon is 2.450 ml (0,44 mg/l), sand 3.300 ml (2,59 mg/l), and pebble 2.450 ml (21,65 mg/l). The result also indicates that absorbent volum affects the purity and the level of contained detergent. Maximum absorption is gained when the volum of activated carbon is 2.450 ml with transmission efficiency value (89,90 ± 1,61) %, surface tension (72 ± 2) mN/m, viscosity (0,89 ± 0,01) cP, and pH (6,9). While for maximum value of TDS is gained when the volum of sand is 3.300 ml (220,0 ± 0,5) ppm. Activated bamboo carbon as absorbent material has best level in absorption compared with Indrayanti beach sand and Krasak river pebble.Keywords: Activated bamboo carbon, sand of Indrayanti beach, pebble of Krasak river, absorption efficiency (A), FAS system, Phospate
SISTEM FILTRASI DENGAN KARBON AKTIF KAYU SENGON, KERIKIL AKTIF SUNGAI KRASAK, DAN PASIR AKTIF PANTAI INDRAYANTI PADA AIR SUMUR DI LPPMP UNY SEBAGAI AIR MINUM FILTRATION SYSTEM WITH USING ACTIVE CARBON OF SENGON WOOD, ACTIVE GRAVEL OF KRASAK RIVER, AND ACTIVE SAND OF INDRAYANTI BEACH AT WELL WATER IN THE LPPMP UNY AS THE MINERAL WATER Zulia Nur Rachma Zulia Nur Rachma; Suparno Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh volume absorben dan jenis absorben terhadapkejernihan air, total disolved solid (TDS), dan pH, (2) pengaruh jenis absorben terhadap kadar Fe, (3) pengaruhvariasi komposisi jenis absorben terhadap Intensitas transmisi cahaya, total disolved solid (TDS), pH, dan kadar Fe,dan (4) pengaruh daya serap sistem FAS (Filtrasi, Absorbsi, Sedimentasi) terhadap penurunan kadar total coliformdalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY. Penelitian ini menggunakan sistem penjernihan air FAS(Filtration, Absorbstion, and Sedimentation water purification system). Sistem ini menggunakan 5 kolom pipa danair dialirkan melalui pipa pralon. Filtrasi dan absorbsi terjadi pada semua pipa, sedangkan sedimentasi terjadi saatair mengalir ke atas. Hasil proses filtrasi ini diukur menggunakan alat transmisi cahaya lux meter untuk ujikejernihan air, dengan TDS meter digital untuk uji total zat padat terlarut, pH meter digital untuk uji derajatkeasaman, dan uji kadar Fe dan uji total coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Efisiensi transmisi cahaya(ET) dan TDS untuk variasi volume tertinggi adalah karbon aktif kayu sengon yaitu (92±1)% dan 150 ppm. Hasilpengukuran pH konstan dari sebelum proses filtrasi dan setelah proses filtrasi, efisiensi penyerapan kadar Fetertinggi yaitu karbon aktif kayu sengon yaitu (96,88±0,32)%, ET dan TDS pada variasi komposisi jenis absorbenyang tertinggi adalah variasi karbon-karbon-pasir-pasir yaitu (90±1)% dan 151 ppm. Efisiensi penyerapanion Fetertinggi untuk variasi komposisi jenis absorben adalah karbon-pasir-pasir-kerikil dan karbon-pasir-kerikil-kerikilyaitu (93,75±0,33)%. Hasil total coliform pada karbon aktif kayu sengon menunjukkan penurunan dari210MPN/100ml menjadi 43MPN/100mlKata Kunci: karbon aktif kayu sengon, kerikil aktif sungai krasak, pasir aktif pantai indrayanti, filtrasi, absorbsi.AbstractThis research aims to reved: (1) the effect of absorbent volumes and the types, to the clarity of water, totaldisolved solid (TDS) , and pH, (2) the efeect of the types of absorbent on Fe ion concentration, (3) the effect ofcompotition variation of absorbent types on the clarity of water, TDS, pH, and Fe ion concentration, and (4) theeffect of the absorbstion on FAS system to the reduction of coliform cencentration in filtration process of wellwater in LPPMP UNY. This research uses water purification of FAS (filtration, absorbstion, and sedimendation)water purification system. This system employs 5pvc columns and the water is flowedthrouby the columns.Filtration and absorbstion occurs at all columns, while, the sedimentation occurs when the water flowes upward.The result of this filtration process was measured by the light transmission lux meter for test the clarity of water,with the pH digital meter for test the similarity of degree, and assay the fe and to test the total of coliform. Theresult showed that the highest light transmition efficiency was found to be in sengon wood activated carbon(96,88±0,32)%. This was supported by the lowest level of TDS 150 ppm. Which was found to be in the sameabsorbent the higest absorbtion efficiency of Fe ion was also found in sengon wood activated carbon (96,88±0,32).However the pH level remains constant. In terms of composition variation showed the highest light transmistionefficiency and the lowest TDS on the other hand carbon-sand-sand-gravel and carbon-sand-gravel-gravel (90±1)%and 151 ppm showed highest Fe ion absorption efficiency (93,75±0,33)%. Here pH level also remains constant.Coliform test on sengon wood activated carbon showed reduction from 210 MPN/100ml to 43 MPN/100mlKeyword: the active carbon
Co-Authors Abdul Aziz N Rohman Agustihana, Seftyan ahmad rizani ahmad rizani aldian nindya aldian nindya Ali, Mohammad Ryan Mahsun andri nur priyatno andri nur priyatno Ariswan Ariswan Ariswan Ariswan Ariswan Ariswan Arwan, Nur Anisa Bambang Ruwanto Beatrix Elvi Dasilva Beatrix Elvi Dasilva Devi Afriani Devika Khoirul Hafifah Devy Nurmayanti Djemari Mardapi Doni saputra Edi Istiyono Erlin Eveline Febrina Rosa Winda Fika Fauzi FISSA SEPTY PRIMAWATI FISSA SEPTY PRIMAWATI Fitria Arifiyanti Handoyo Saputro Havid Noor Pamungkas Heru Kuswanto Himawan, Nur Arviyanto Ivandra Immanuela Latumakulita Jumadi Jumadi Khaireni Puspaningtyas Khasanah, Ayu Hana Umi Lia Desi Parwati Listanti, Anita Mardhiyyatin Naqiyah Mega Safana Mohamad Heru Mudilarto Mudilarto Muhammad Rizki Muhammad Zaini Nadhiroh, Nuraini Nadia Natalia Simamora Nadya Amalia Putri Hapsari Nadya Amalia Putri Hapsari Ningsih, Anissa Dwi Arista Nugroho Prasetya Adi Puji Hariati Winingsih Purwita, Tanty Dwi Purwoko Haryadi Santoso Puthy Nurlina Sari R. Yossi Aprian Sari Rahmatullah, R. Rangga Alif Faresta Rany, Tiara Delvika Ratna Dwi Astuti Rattiwizal Alpin Y Riki Perdana Rio Sebastian Rita Prasetyowati Rizky Aji Saputra Aji Rizky Aji Saputra Saraswati Kendis Intan Palupi Setyawati, Fadhilah Fitria Singgih Hutomo Aji Syayid Qosim M.J.A Tiara Delvika Rany Tiara Kusuma Ardiyati Tiara Kusuma Ardiyati Tri Utami Tuada, R N Vegisari Vegisari, Vegisari Warsono Warsono Warsono Warsono Widiastuti Tri Widiastuti Wipsar Sunu Brams Dwandaru Yeni Ristya Wardani Yohanes Kurniawan Yusman Wiyatmo Zuhdan Kun Prasetyo Zul Hidayatullah Zulia Nur Rachma Zulia Nur Rachma