Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PERUMAHAN BERDASARKAN FASADE Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Baki, Sukoharjo Argo Utomo Soenarto; Atik Suprapti; Titien Woro Murtini
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.742 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i2.16

Abstract

AbstrakKawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta menjadi favorit bermukim didasari kedekatannya dengan pusat Kota Surakarta. Dengan semakin padatnya kawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta, pengembang mulai melirik daerah tetangganya, Kabupaten Sukoharjo. Tahun 2000 banyak dibangun perumahan di Kecamatan Grogol dan Baki, Kabupaten Sukoharjo dan menjadi daya tarik masyarakat yang memilih alternatif hunian di kawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta.Selama ini pola permintaan masyarakat akan perumahan hanya dikira-kira oleh pengembang dan pemerintah kota. Masing-masing mempunyai persepsi sendiri tanpa didasari preferensi yang jelas. Pengembang lebih berorientasi pada profit/keuntungan, membuat pola sendiri, yang kurang memenuhi keinginan masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen hampir tidak pemah dilibatkan langsung, padahal mereka calon penghuni perumahan tersebut. Secara umum, preferensi masyarakat akan perumahan dapat diperoleh jika faktor-faktor internal maupun eksternal yang mendasari pertimbangan pemilihan diketahui. Faktor-faktor tersebut yang menjadi indikator preferensi masyarakat akan perumahan.Melalui survey yang sudah dilakukan, didapat hasil bahwa Mayoritas masyarakat awam akan lebih memilih fasade dengan langgam minimalis dalam preferensinya. Hal ini dipengaruhi trend perumahan saat ini yang selalu memilih langgam minimalis dalam desain rumah, juga dari marketing rumah melalui iklan-iklan di media massa yang menampilkan langgam minimalis dengan pertimbangan lebih laku. Sedikit dari masyarakat yang paham akan desain lebih memilih yang sesuai dengan karakternya. Kata Kunci : preferensi, perumahan, fasade AbstractThe southern suburbs of Surakarta City are favorites to settle based on their proximity to the center of Surakarta. With the increasingly densely populated southern suburbs of Surakarta City, developers began to glance at the neighboring areas of Sukoharjo Regency. In 2000 many built housing in Grogol and Baki Sub-district, Sukoharjo Regency and being the appeal of people who choose residential alternatives in the southern suburbs of Surakarta City.During this time the pattern of community demand for housing is only guess by the developers and the city government. Each has its own perception without a clear preference. Developers are more profit-oriented / profitable, create their own patterns, which less meet the desires of the community. Society as a consumer almost never be directly involved, even though they are prospective residents of such housing. In general, community preferences for housing can be obtained if internal and external factors underlying election considerations are known. These factors are an indicator of people's preference for housing.Through the survey that has been done, obtained the result that the majority of ordinary people will prefer the fasade with minimalist style in its preference. This is influenced by the current housing trend that always choose the minimalist style in the design of the house, also from home marketing through advertisements in mass media featuring minimalist style with the consideration of more sold. Few of the people who understand the design will prefer to match the character. Keywords: preference, housing, facade
PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Ronald Justice; Atik Suprapti; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.878

Abstract

Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran.
IDENTIFIKASI DESIGN ANTROPOLOGI PADA KAWASAN DESA WISATA MELIKAN Wahyu Setyaningrum; Edward E. Pandelaki; Atik - Suprapti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.663

Abstract

Abstract: Melikan Village as a tourist village for pottery craftsmen is the only one in the world with an oblique rotation technique. This village is unique in its anthropological design. This study will discuss how the design anthropology in Melikan Village, which can be seen from the regional design pattern, its composition, the designation function so as to form a relationship of form-function-meaning in the region. The method used is descriptive with journals and books that discuss the anthropology of the Melikan Village area, accompanied by direct observation and study of the state of the Melikan tourist village. Some of the theories used are: figure ground theory, linkage, form and symbols, as well as the forming elements of urban planning which are used to analyze the macro and micro (building) as form-function-meaning relation (region). From the research carried out, it can be concluded that there is a correlation between the form-function-meaning of anthropology found in the Melikan Tourism Village Area. In macro: such as the existence of figure ground theory, Linkage, shapes and symbols, as well as elements of urban planning, In micro (residents' houses,showrooms and Sunan Pandanaran’s mosque) there are several similarities in the shape of the building (Adjusting the state of the room), Building structures that use structures and roofs to adjust the shape of the house, Facades are made of woven bamboo and some of the bricks and ornaments, some of which use earthenware columns, as well as in mosque buildings found in the form of buildings that are symmetrical and taller than the surrounding area, the canopy roof structure containing the crown as a symbol of Allah's power, simple facades and windows made of wood, and ornaments on the door with plant motifs symbolizing closeness to nature. There is integration between residents' houses as a center for pottery craftsmen, a showroom and the Sunan Pandanaran mosque. Abstrak: Desa Melikan sebagai desa wisata pengrajin gerabah satu-satunya di dunia dengan teknik Putaran Miring, desa ini memiliki kekhasan dalam hal desain antropologinya. Kajian ini akan membahas bagaimana antropologi design yang ada di Desa Melikan, yang dapat dilihat dari pola desain wilayah, komposisinya, fungsi peruntukan sehingga membentuk hubungan dari bentuk-fungsi-makna di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jurnal dan buku yang membahas antropologi kawasan Desa Melikan ini, disertai dengan observasi dan studi langsung keadaan Desa Wisata Melikan. Beberapa teori yang digunakan seperti: teori figure ground, linkage, form dan symbol, serta elemen pembentuk tata kota yang digunakan untuk menganalisis relasi bentuk-fungsi-makna ruang secara makro (Wilayah) dan mikro (Bangunan). Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara bentuk–fungsi–makna antropologi yang terdapat di Kawasan Desa Wisata Melikan: seperti adanya teori figure ground, keterkaitan (Linkage), bentuk dan simbol, serta elemen pembentuk tata kota, pada bangunan rumah warga dan showroom terdapat beberapa kesamaan pada bentuk bangunan (Menyesuaikan keadaan ruang), Struktur bangunan yang menggunakaan struktur dan atap menyesuaikan bentuk rumah, Fasad terbuat dari anyaman bambu dan beberapa dari bata serta ornamen ditemui pada rumah tinggal ada yang menggunakan kolom dari gerabah, serta pada bangunan masjid ditemui berupa bentuk bangunan yang simetris dan lebih tinggi dari daerah di sekitarnya, struktur atap tajuk yang terdapat mahkota sebagai simbol kekuasaan Allah, fasad yang sederhana dan jendela yang terbuat dari kayu, serta ornamen pada pintu yang bermotif tanaman melambangkan kedekatan dengan alam. Adanya integrasi antara rumah warga sebagai sentra pengrajin gerabah, showroom dan Masjid Sunan Pandanaran.
MORFOLOGI DARI KAMPUNG NELAYAN MENJADI KAMPUNG BAHARI Puteri Iskandar; R. Siti Rukayah; Atik Suprapti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.970

Abstract

Kampung nelayan identik dengan masyarakatnya yang bekerja sebagai nelayan. Tingkat Pendidikan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya yang rendah berpengaruh pada kualitas lingkungan dan standar kelayakan permukiman. Intervensi Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menata dan meningkatkan kualitas lingkungan kampung nelayan Tambak Lorok dengan tahap awal menjadikan kampung nelayan Tambak Lorok sebagai kampung bahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap morfologi yang terjadi dari kampung nelayan menjadi kampung bahari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan survey kelapangan dan serial peta yang diambil dari beberapa sumber. Selanjutnya, penyampaian data-data historis dan kondisi Kampung Tambak Lorok kini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan berkurangnya jumlah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan morfologi yang semula adalah membentuk order pusat dengan ujung cabang-cabangnya sebagai dermaga menjadi berkurang. Morfologi yang terbentuk dari kampung nelayan menjadi kampung bahari adalah morfologi arah daratan diakibatkan perkembangan dari koridor utama yang semula kecil dan kini berubah menjadi besar.
PENGARUH ELEMEN INTERIOR STUDIO ANIMAXX TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Ronald Justice; Atik Suprapti; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.878

Abstract

Abstract: Dynamic education must be able to follow the progress of the times that continue to develop. The demands of 21st century skills have an impact on improving the quality of vocational education through innovation of educational facilities and infrastructure that are in line with sustainable development goals in realizing quality education. To achieve this goal, the school seeks to improve the quality of learning through structuring the interior elements of the learning space. The purpose of this study was to describe the interior elements of Animaxx studio in terms of lighting, color, shape, and material aspects and to determine the effect of interior elements on the learning process in terms of motifs, affective, and learning achievement. Combined research methods (mix methods) were used in this study, quantitative methods were used to collect data about user perceptions of interior elements and responses to motives, affective, and learning achievement through questionnaire collection. Strengthened by qualitative methods with data collection techniques through interviews, literature studies and direct observation to the object of research. The data collected were analyzed descriptively and hypothesis testing through regression analysis. From this research, it was found that the effect of user perception on Animaxx studio interior elements had an effect on motive and affective. While the motive and affective simultaneously affect the achievement of learning. So it can be concluded that there is a significant influence between Animaxx studio interior elements on the learning process.Abstrak: Pendidikan yang dinamis harus dapat mengikuti kemajuan zaman yang terus berkembang. Tuntutan keterampilan abad 21 berdampak pada peningkatan mutu pendidikan kejuruan melalui inovasi sarana dan prasarana pendidikan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Maka dari itu sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penataan elemen interior ruang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan elemen interior studio Animaxx ditinjau dari aspek pencahayaan, warna, bentuk, dan material dan mengetahui pengaruh elemen interior terhadap proses pembelajaran yang dilihat dari motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran. Metode penelitian kombinasi (mix methods) digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi pengguna terhadap elemen interior dan respon tentang motif, afektif, dan ketercapaian pembelajaran melalui pengumpulan kuesioner. Dikuatkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur dan observasi langsung ke obyek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan uji hipotesis melalui analisis regresi. Dari penelitian ini diperoleh hasil penelitian adanya pengaruh persepsi pengguna terhadap elemen interior studio Animaxx berpengaruh terhadap motif dan afektif. Sedangkan motif dan afektif secara simultan berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Sehingga disimpulkan ada pengaruh signifikan antara elemen interior studio Animaxx terhadap proses pembelajaran.