Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Toward Sustainable Preservation of Cultural Heritage Buildings: A Combination of Digital Mapping and Architectural mapping for Omah Pencu in the Historic Area of Kudus Kulon Suprapti, Atik; Sejati, Anang Wahyu; Sardjono, Agung Budi; Pandelaki, Edward E.; Malik, Abdul; Huwaida, Nurma Mediasri
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.27922

Abstract

This study aims to map the existence of the wooden houses of Omah Pencu and classifies their potencies as heritage buildings in the historic area of Kudus Kulon. Caring for indigenous cultural heritage will contribute to the strengthening of local identity. The traditional houses of Omah Pencu have been developing as the specific architecture since the end of the 17'th century, as a living place of the ‘Gusjigang' community, and artifacts evident of the city heyday. However, the pressure of modernization-capitalization in the city caused several changes in their built environment and decreased the number of Omah Pencu. This research concern with the GIS interpretation methods and the direct observations use the questionnaire, interview, and architectural documentation. The findings provide an important database for preservation in the digital era. The digital mapping, combined with the mapping of tangible and intangible buildings, produces digital information about the Omah Pencu building condition that has never been done before. Through this mapping, found that the participation effort of the community caused the sustainability of preservation. It is a very significant bottom-up participation.  However, toward sustainable preservation, a strategy, planning, design, and management that integrated all stakeholders and resources by utilizing digital technology are needed.
RUMAH SAKIT SWASTA TIPE C DI KABUPATEN WONOGIRI apriyan hendriyanto; atik suprapti; edi purwanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.013 KB)

Abstract

Wilayah Kabupaten Wonogiri yang memiliki jumlah penduduk padat dengan tingkat pertumbuhan penduduk meningkat menjadikan pemerintahan Kabupaten Wonogiri memikul tanggung jawab ganda dalam pelayanan kesehatan masyarakat yaitu memantau dan melayani kebutuhan kesehatan masyarakat dalam lingkup wilayah kabupaten. Berdasarkan kenyataan tersebut maka perencanaan dan perancangan fasilitas sosial berupa Rumah Sakit Swasta Tipe C yang menampung segala macam aktivitas kesehatan diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan di Kabupaten Wonogiri.
SOCIAL HOUSING IN PARIS WITH HISTORICAL ASPECT APPROACHING Dian Widareni; Agung Dwiyanto; Atik Suprapti
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.829 KB)

Abstract

This booklet aims to give an overview of the social housing sector in Europe. The intention is to identify general patterns and important trajectories, that are likely to impact on future policy. The goal is not to provide detailed descriptions of the sector in every country, but to understand its key attributes and to clarify major trends.There are definitional issues about social housing such as around the position of co-operatives, time limited subsidies, and the role of private suppliers. The profile of the social housing stock differs across countries in terms of age, housing type, and the percentage located on estates. Social housing serves different client groups, some of it for the very poor, while in others it is for working families or even the middle classes while the very poor are accommodated. Actually, the social housing sector generally for number of single-parent families, the elderly, and the poor.Social housing efforts are also being made to introduce a greater mix in the existing stock and to use public assets more effectively.The first thing that begins the study is trying to find out the definition of social housing and some other based things about it, such as the standard of the layout itself. Trying to obey the regulation on the site around the neighbourhood is also be considered.The concept of the design is based on the surrounding condition. Trying to maximize the potential of the site is the main purpose that need to be reached. The form of the building is refered to the tourism point and the meeting point around the site.
Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi. Untuk memperlancar mobilitas orang maupun arus barang dan untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda alat transportasi secara tertib dan lancar, di tempat-tempat terte krisno akbar; edi purwanto; atik suprapti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.071 KB)

Abstract

Sistem transportasi menjadi bagian yang penting untuk menunjang mobilisasi. Untuk memperlancar mobilitas orang maupun arus barang dan untuk terlaksananya keterpaduan intra dan antar moda alat transportasi secara tertib dan lancar, di tempat-tempat tertentu dapat dibangun dan diselenggarakan terminal. Adanya kebijakan mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Temanggung tahun 2011 – 2031 pasal 15, direncanakan terminal induk Madureso akan dilakukan pengembangan supaya terbentuk struktur pelayanan transportasi yang efisien sesuai hirarki pelayanan dan moda transportasi. Terminal Bus Induk Madureso akan mewadahi 3 moda transportasi yaitu AKAP (Angkutan Kota Antar Propinsi), AKDP (Angkutan Kota Dalam Propinsi), dan angkutan umum kota maupun desa. Terminal ini akan dirancang untuk memenuhi kapasitas ketiga moda tersebut hingga 10 tahun ke depan. Perancangan terminal tidak lepas dari masalah berbagai aspek yang saling berkaitan. Beberapa aspek yang paling menonjol yaitu kejelasan orientasi, keselamatan, dan sistem sirkulasi yang efektif dan efisien.
PASAR BUKU KOTA SEMARANG Aryo Seto Nugroho; Atik Suprapti; Totok Roesmanto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3808.419 KB)

Abstract

Kota Semarang telah berkembang menjadi Kota yang siap di sejajarkan dengan Kota Kota besar yangberada di Indonesia, yaitu dalam pengembangan kegiatan industri, Perdagangan, Pendidikan, Transportasi,Telekomunikasi, dan sistem informasi. Informasi pengetahuan bagi masyarakat kota Semarang sudah menjadikebutuhan, terbukti dengan banyaknya fasilitas pendidikan formal dari tingkat TK hingga SMA, Begitu jugadengan fasilitas pendidikan berupa pendidikan Perguruan Tinggi, dimana terdapat Perguruan Tinggi Negeri danPerguruan Tinggi Swasta yang berjumlah 64 di Kota Semarang. Dengan adanya keberadaan Pendidikan formal dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi danmasyarakat umum Kota Semarang merupakan sasaran potensi pemasaran dengan adanya Pasar Buku KotaSemarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian Pasar Buku, studi lapangan dengan kios buku diStadion Diponegoro dan Kios Buku Pasar Johar sehingga dapat diketahui mengenai potensi jumlah padagangkios buku yang ada di Semarang. Selain itu studi banding juga di lakukan di Pasar Buku Shooping Yogyakartadan Pasar Buku Palasari Bandung. Dari hasil studi banding dapat diperoleh mengenai standar standar ruangkios buku dan beberapa ruang penunjang yang ada di dalam Pasar Buku. Pada bangunan Pasar Buku Kota Semarang ini menggunakan desain Arsitektur Post Modern (DoubleCouding) yang berusaha menggabungkan unsur tradisional dengan unsur modern. Beberapa hal yangditonjolkan pada bangunan ini yaitu : Penerapan antara perpaduan unsur lokal dan non lokal denganmenyesuaikan kondisi lingkungan setempat, jadi dapat beradaptasi dengan bangunan lainnya. SehinggaBangunan Pasar ini lebih dekat dengan masyarakat. Rencana lokasi site yang akan digunakan yaitu pada Jalanhayam wuruk kawasan kampus undip pleburan (bekas kampus sastra undip).
SURAKARTA BATIK CENTER DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR POST-MODERN anna wahidati; edi purwanto; atik suprapti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2427.981 KB)

Abstract

Kota Surakarta adalah sebuah kota kecil yang diapit oleh Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo dan Boyolali. Meskipun begitu, Kota Surakarta menjadi kota yang dinamis selalu memberikan dampak yang amat besar terhadap Provinsi Jawa Tengah serta menjadi kawasan terpadu dengan daerah sekitarnya. Kota Surakarta sebagai kota budaya memiliki kekayaan seni budaya yang melimpah salah satunya berupa seni batik tradisional yang merupakan peninggalan budaya bangsa Indonesia yang menjadi salah satu potensi yang memberi warna dan ciri khas Kota Surakarta. Batik merupakan salah satu peninggalan yang mengandung unsur sejarah dan makna filosofi yang juga merupakan salah satu cinderamata khas Kota Surakarta. Dari tahun ketahun jumlah pengrajin batik di Kota Surakarta semakin meningkat. Potensi batik dimasa yang akan datang masih sangat luas, belum lagi jika mempertimbangkan aspek pengembangan industri kreatif di Indonesia. Batik adalah seni kriya tradisional yang sampai sekarang masih bertahan dan diharapkan akan terus bertahan. Dengan berjalannya waktu akan timbul pembaharuan sehingga jumlah motif batik akan terus bertambah. Buku teknik dan ragam hias batik ini dapat dipakai sebagai panduan dan semoga dapat memberikan dukungan untuk pertumbuhan kreatifitas seni kriya batik dibidang batik maupun lainnya.Melestarikan batik sebagai warisan budaya indonesia adalah hal yang sangat penting. Berbagai macam koleksi batik kuno ada diberbagai wilayah indonesia. Akan tetapi semua itu masih kurang menarik perhatian generasi muda indonesia untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya indonesia karena rasa cinta masyarakat kepada produk batik tanah air minim.
Karakteristik Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Pusat Kota Pekalongan Wahyu Setyaningrum; Edward E. Pandelaki; Atik Suprapti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.608 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15327

Abstract

Karakteristik Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pusat Kota Pekalongan dipengaruhi oleh kegiatan pada sektor formal dan informal yang berdampingan satu dengan yang lainnya yang menjadikan Alun-alun salah satu lokasi yang paling diminati untuk berjualan para Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik PKL. Karakteristik dari PKL ini meliputi : aktivitas dari PKL baik berupa lokasi, waktu berdagang, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya, pola penyebaran PKL dan pola pelayanan PKL. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan langsung di lapangan, dengan didukung studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Pedagang Kaki Lima di Pusat Kota Pekalongan dipengaruhi oleh lokasinya yang strategis, waktu berdagang yang menyesuaikan keramaian lokasi baik pagi, siang hingga malam hari, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya (tidak permanen dan dapat dipindah-pindah dengan menggunakan gerobak, dengan meja dan kursi yang setelah selesai berjualan bisa dibawa pulang kembali), serta pola penyebaran PKL mengelompok dan linear. Sehingga diharapkan akan didapatkan keselarasan adanya PKL ini, tidak mengganggu pejalan kaki dan menimbulkan pengaruh pada lingkungan sekitar tempat berjualannya.
Elemen Fisik Pembentuk Karakter Visual City Walk Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta Agung Nugroho; Atik Suprapti; R. Siti Rukayah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.35 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.15329

Abstract

Kegiatan suatu kota dapat terefleksikan pada ruang publik kota. Salah satu ruang publik kawasan perkotaan yang paling utama yaitu koridor jalan. Dalam hubungannya dengan sistem perencanaan perkotaan, koridor jalan merupakan sarana yang menghubungkan dua tempat atau lebih pada suatu kawasan. Tanpa adanya jalan tentunya akan sulit untuk mencapai tujuan tertentu. Sejak tahun 2007, Kota Surakarta membangun kawasan untuk pejalan kaki atau orang sering menyebutnya dengan City Walk. City Walk dibangun di ruang milik Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan arteri primer di Kota Surakarta. Jalan Slamet Riyadi dipilih karena mempunyai banyak titik menarik yang mendukung City Walk. Pada kawasan tersebut terdapat bangunan-bangunan bersejarah yang beberapa diantaranya masih tegak berdiri, dapat dijumpai. Riset ini dilakukan dengan memakai pendekatan riset deskriptif ialah sesuatu wujud riset yang diperuntukan untuk mendeskripsikan fenomena- fenomena yang terdapat, baik fenomena alamiah ataupun fenomena buatan manusia. Hasil dari penelitian ini adalah kajian mengenai karakter visual City Walk jika ditinjau dari elemen fisik pembentuknya. Dari aspek karakter visual unsur dominasi menjadi aspek yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakter visual di City Walk tersebut, sedangkan dari aspek elemen fisik City Walk, elemen activity support memberikan dukungan terhadap perwujudan dari sebuah bangunan.
KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PUSAT KOTA PEKALONGAN Wahyu Setyaningrum; Edward E. Pandelaki; Atik - Suprapti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 2: Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v18i2.13613

Abstract

Karakteristik Pedagang Kaki Lima di Pusat kota Pekalongan dipengaruhi oleh kegiatan pada sektor formal dan informal yang berdampingan satu dengan yang lainnya yang menjadikan Alun-alun salah satu lokasi yang paling diminati untuk berjualan para Pedagang Kaki Lima. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik PKL. Karakteristik dari PKL ini meliputi : aktivitas dari PKL baik berupa lokasi, waktu berdagang, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya, Pola penyebaran PKL dan Pola Pelayanan PKL. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan langsung di lapangan, dengan didukung studi pustaka dan wawancara. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa Karakteristik Pedagang Kaki Lima di Pusat Kota Pekalongan dipengaruhi oleh lokasinya yang strategis, waktu berdagang yang menyesuaikan keramaian lokasi baik pagi, siang hingga malam hari, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya (Yang tidak permanen dan bisa dipindah-pindahkan dengan menggunakan gerobak dengan meja dan kursi yang setelah selesai berjualan bisa dibawa pulang kembali), serta pola penyebaran PKL mengelompok dan linear. Sehingga diharapkan akan didapatkan keselarasan adanya PKL ini, tidak menggganggu pejalan kaki dan menimbulkan pengaruh pada lingkungan sekitar tempat berjualannya. 
A Living Heritage Approach Toward Sustainability of Islamic City in The Northern Coastal of Java, Indonesia Atik Suprapti
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 4, No 1 (2021): Vol 4 No 1, 2021
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v4i1.13006

Abstract

Cultural diversity is one of the global issue underlined by UN. Indonesia known as a very rich country has more than 300 ethnic cultures. One of them is Islamic architecture and cities that spread in the North Coast of Java. In the span of 6 centuries, we can still witness the existence of these works as living heritage that saves tangible and intangible culture. The role of the community is very significant which are take care, plan and develop  for the next generation. However, the changes that have occurred are caused by urbanization, and the shift in the political and economic map poses a threat to the sustainability of this legacy. The purpose of writing this article is to provide views on the importance of an approach to the process of preserving living cultural heritage by involving community participation in order to maintain the sustainability of cultural heritage. The locus in the North Coast of Java is based on the consideration that the cities in this region inherit the distinctive Islamic culture of the Coastal Java and its dynamics. The digital-legacy approach combines the use of information technology in this case is Web GIS for archiving artifact data. Meanwhile, the living heritage approach encourages community participation to play an active role with stakeholders on an ongoing basis in the preservation of artifacts. Kudus Kulon is an interesting and unique case with the Gusjigang community who have cared for Omah Joglo Pencu for almost three centuries. Architectural sustainability – Muslim cities include historical and cultural sustainability, function, and maintenance