Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Penentuan Metode Pemeliharaan dan Penanganan Lapis Permukaan Lentur Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) Setiawan, Dian; Suprapto, Heri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.748 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.4616

Abstract

Jalan yang baik akan berpengaruh baik terhadap kinerja masyarakat, seperti: aktivitas jual beli komoditas pangan oleh masyarakat, keperluan kesehatan masyarakat, pendidikan anak dan lain sebagainya. Dalam mewujudkan jalan yang baik dan nyaman bagi masyarakat, pemerintah tidak hanya membangun jalan, melainkan pemerintah melakukan pemeliharaan jalan terhadap jalan yang mengalami kerusakan. Kebutuhan adanya pemeliharaan pada lapis permukaan lentur untuk mempertahankan kemantapan jalan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan pada jalan dengan perkerasan lentur dan Menentukan jenis pemeliharaan yang diperlukan sesuai dengan tingkat kerusakan jalan tersebut. Data kerusakan didapatkan dengan pengamatan langsung / visual pada objek penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu data informasi yang dapat membantu dalam memperoleh informasi dan melakukan analisis terhadap jenis penanganan prasarana jalan. Metode yang digunakan untuk menganalisis dan pengambilan keputusan menggunakan Sistem Pavement Condition Index (PCI) dengan menghitung kadar kerusakan (Density), nilai pengurangan (Deduct Value), Total Deduct Value (TDV), Corect Deduct Value (CDV) dan Nilai PCI. Analisa data. Hasil analisa terhadap 7 ruas jalan di kota bogor didapat nilai PCI yang berbeda – beda dan jenis penanganan yang berbeda. Jl. Kencana Nilai PCI 70 jenis pemeliharaan rehabilitas, Jl. Beo Nilai PCI 95 jenis pemeliharaan rutin, Jl. Bincarung nilai PCI 75 jenis pemeliharaan berkala, Jl. Kesehatan nilai PCI 91 Jenis pemeliharaan Rutin, Jl. Kukupu Nilai PCI 59 jenis pemeliharaan berkala, Jl. Pemuda Nilai PCI 89 jenis pemeliharaan rutin, Jl. Puter nilai PCI 28 jenis penanganan rehabilitas. Berdasarkan hasil survey lapangan didapatkan Jenis dan tingkat kerusakan pada ruas jalan tersebut adalah Patching 55 %, Potholes 34%, Alligator Cracking 7%, Block craking 5%, LT Cracking 3%, Depresion 3%. Berdasarkan nilai PCI yang didapatkan maka persentase Jenis penanganan yang diperlukan sesuai dengan tingkat kerusakan jalan diantaranya Pemeliharaan rutin 43%, Pemeliharaan berkala 29%, Pemeliharaan rehabilitas 14 % dan Pemeliharaan Rekontruksi 14%.
Analisis Unmet Sistem Penyediaan Air Bersih Kawasan Perkotaan Sumbawa Besar dengan Weap Nurjannah Aji Ichsani; Heri Suprapto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.847 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.5168

Abstract

Kabupaten Sumbawa Besar merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai Kabupaten yang mempunyai luas terbesar se Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Besar memiliki tantangan untuk mampu menyediakan air bersih untuk seluruh warga masyarakatnya. Kawasan perkotaan Sumbawa Besar yang terdiri dari 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kecamatan Unter Iwis, Kecamatan Moyo Hilir, dan Kecamatan Moyo Utara yang sebenarnya memiliki persediaan sumber air yang sudah cukup memadai, akan tetapi untuk distribusi air bersih dari sistem perpipaan PDAM belum merata dan belum terhubung dengan baik antara sumber air dengan kawasan perkotaan Sumbawa Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi Unmet (kekurangan Supply) sistem penyediaan air bersih dengan menggunakan program WEAP. Hasil penelitian menunjukkan pada rentang waktu 2016 - 2020 masih terdapat unmet (kekurangan supply) yang cukup signifikan yaitu sebesar 21.764.753.1 m3 dengan kekurangan supply terbesar pada Kecamatan Sumbawa sebesar 11.937.238.7 m3 sedangkan kekurangan supply terkecil pada Kecamatan Labuhan Badas yaitu sebesar 774.623,3 m3. Dari hasil penelitian ini diharapkan kedepannya PDAM mampu melakukan peningkatan kuantitas debit air serta memperbaiki sistem perpipaan PDAM agar bisa berkembang dan terkoneksi dengan baik sehingga bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat di wilayah studi.
Analisis Risiko Perizinan yang Berpengaruh pada Kinerja Proyek Pembangunan Sodetan Waduk Site B ke Waduk Site C di Kec. Cakung Kota ADM. Jakarta Timur Tengku Saugi Zikri; Heri Suprapto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.686 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6795

Abstract

Banjir menjadi salah satu masalah yang terjadi di kota-kota besar saat ini. Salah satu rencana untuk menambahkan fasilitas penampungan air di dalam Kawasan perumahan pengembang PT. Moderland, maka bersama Pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta berencana untuk membangun sebuah Sodetan di dalam Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Sodetan yang dibangun memiliki manfaat sebagai penampungan air dan untuk menurunkan elevasi air di dalam Waduk Site B dengan mengalirkan air dari Waduk Side B-JGC ke Waduk Side C- JGC, lalu ke Kanal Banjir Timur (KBT) dengan menggunakan sistem pompa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis analisis risiko perizinan yang berpengaruh pada kinerja proyek pembangunan sodetan waduk site b ke waduk site c di kec. cakung kota adm. jakarta timur. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif yaitu suatu metode mengumpulkan data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta menyajikan dan menganalisis sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yang diteliti. Kesimpulan penelitian ini adalah risiko perizinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja waktu Proyek Pembangunan Sodetan Waduk Site B ke Waduk Site C di Kec. Cakung Kota Adm. Jakarta Timur. Walaupun demikian Risiko Perizinan tetap perlu menjadi perhatian dan dilakukan antisipasi yang memadai, sehingga waktu penyelesaian proyek pembangunan sodetan akan dapat selesai sesuai dengan kontrak.
Analisa Kebutuhan Air Irigasi di Daerah Irigasi Bendung Ampera Kabupaten Cirebon Menggunakan Aplikasi Cropwat 8.0 Sufiq Marni Dewi Harum; Heri Suprapto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13708

Abstract

Daerah Irigasi Bendung Ampera yang terletak di 6°41'54"S dan 108°27'28"E berada di Desa Sitiwinangun Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon dibangun tahun 1981. Daerah aliran yang dialiri dari Daerah Irigasi Bendung Ampera memiliki pola tanam hanya untuk tanaman padi oleh petani sekitar sehingga fungsi dari bendungan tersebut tidak digunakan secara optimal dimana seharusnya mempunyai daerah tangkapan irigasi 2770 Ha dan dapat ditanami jenis tanaman lainnya seperti palawija. Kajian kebutuhan air dan pola tanam perlu dilakukan sehingga penyaluran air irigasi dan produksi dapat berjalan secara efisien, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dan penjadwalan pengairan pola tanam I (padi) dan pola tanam II (padi – palawija) di Daerah Irigasi Bendung Ampera. Kebutuhan air irigasi dan pola tanam dimodelkan dengan aplikasi CROPWAT 8.0. Pemodelan menggunakan data 10 tahun terakhir tahun 2012 – 2021, data tanah berasal dari database pada software CROPWAT 8.0 berdasarkan ketentuan FAO (Food Agriculture Organization). Hasil pemodelan menunjukkan untuk pola tanam padi pada bulan Januari – Mei dilakukan penanaman dengan nilai kebutuhan air irigasi total sebesar 0,25 L/dt dengan total area yang teairi adalah 986 Ha. Sedangkan, untuk pola tanam tanaman padi – palawija dapat melakukan penanaman secara efisien pada bulan Januari – Desember dengan kebutuhan air total sebesar 3,48 L/dt untuk padi dan 0,02 L/dt untuk palawija dengan total area yang dapat terairi adalah 2747 Ha, dimana pada bulan Januari 40% untuk palawija dan pada bulan Juni digunakan seluruhnya untuk padi. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan air dan pola tanam padi – palawija adalah yang paling efisien untuk produktivitas tanaman. Perubahan pola tanam akan tetap terjadi jika adanya perubahan ketersediaan air irigasi, keadaan tanah dan luas area tersedia oleh karena itu diusalkan agar kebutuhan air lahan pertanian juga dapat dipenuhi dari sumber air lain seperti waduk atau embung dan terus melakukan evaluasi pola tanam. Selain itu, perlu adanya pengecekan kebutuhan air dan pola tanam secara konvensional sehingga dapat dilakukan perbandingan dengan CROPWAT 8.0.