Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer Pada Mahasiswi Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Sipahutar, Brigita Ramayanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23350

Abstract

Abstrak: Nyeri menstruasi atau dismenore primer adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami oleh wanita usia reproduksi, termasuk mahasiswi. Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Meskipun nyeri ini dianggap "normal," sebagian besar wanita merasa kesulitan mengatasinya tanpa penggunaan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan kompres hangat dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sebanyak 35 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan kompres hangat. Mayoritas responden berusia 22 tahun (65,7%). Sebelum perlakuan, nyeri sangat berat dialami oleh 48,6% responden, sementara setelah perlakuan, nyeri ringan meningkat menjadi 40,0% dan nyeri sedang menjadi 42,9%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan (Z = -4,621, p = 0,000). Penggunaan kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer. Intervensi ini dapat menjadi metode alternatif yang aman dan praktis bagi wanita yang ingin mengurangi keluhan nyeri menstruasi tanpa menggunakan obat-obatan
A medical physics review of the use of contrasodium in hysterosalpingography (HSG) examinations Akbar, Aidil; Habib, Alltop Amri Ya; Simanjuntak, Asnika Putri; Emrinaldi, Tengku
Indonesian Physics Communication Vol 22, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.22.2.85-96

Abstract

Hysterosalpingography (HSG) is a widely used radiological procedure for evaluating female infertility, particularly in assessing fallopian tube patency and uterine anatomy. A critical component of HSG is the use of contrast media. Water-based contrast agents, such as contrasodium, are often preferred due to their favorable safety profile. The field of medical physics plays a vital role in ensuring diagnostic image quality while minimizing biological risks from radiation exposure. This article reviews the effectiveness of contrasodium in HSG procedures from a medical physics perspective, comparing it to other contrast agents and examining radiation dose management in women of reproductive age. The study is a literature review of scientific publications from the past decade (2015–2024), including clinical trials, meta-analyses, and international guidelines from the WHO and ICRP. The analysis focuses on imaging physics parameters, contrast efficiency, biological safety, and radiation dose evaluation. Findings indicate that contrasodium provides sufficient radiological imaging with minimal biological risk. Although oil-based contrast agents are associated with higher post-HSG pregnancy rates, they pose greater risks of adverse biological effects. Medical physicists are instrumental in optimizing imaging protocols, managing radiation doses, and selecting exposure parameters in accordance with the ALARA (As Low As Reasonably Achievable) principle. In conclusion, the use of contrasodium in HSG offers an optimal balance between diagnostic efficacy and patient safety. The standardization of evidence-based HSG protocols at the national level is recommended to enhance clinical practice in Indonesia.
Perilaku Emosi Makan Berhubungan Dengan Sindrom Pramenstruasi Pada Siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan Akbar, Aidil; Amalina, Fildzah Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.26084

Abstract

Abstrak: Perilaku emosi makan merupakan salah satu perilaku makan di mana emosi negatif mempengaruhi makan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan fisiologis yang terkait dengan emosi bersamaan dengan adanya kebingungan antara sinyal lapar dan kenyang dan biasanya lebih sering menyerang wanita. Keadaan ini dikaitkan dengan adanya fase luteal pada siklus menstruasi di mana pada fase ini banyak wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi dan mengalami gejala seperti perubahan suasana hati, depresi, kecemasan, kembung, nyeri payudara, dan perubahan nafsu makan terutama makan berlebihan. Pada penelitian terdahulu mengatakan bahwa peningkatan asupan kalori dan makronutrien terjadi pada fase pre-ovulasi dan fase luteal siklus menstruasi yang biasanya diikuti dengan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perilaku emosi makan berhubungan dengan sindrom pramenstruasi pada siswi sma Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling pada 142 siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Data primer didapatkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Terdapat perilaku emosi makan tinggi (52,8%) dan gejala sindrom pramenstruasi sedang (50,7%) yang paling banyak dialami oleh siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Terdapat hubungan antara perilaku emosi makan dengan sindrom pramenstruasi pada siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Aceh Tenggara: Studi Kasus Kontrol Di Puskesmas Biak Muli Hamama, Putri; Faried Lubis, Taufik Akbar; Akbar, Aidil; Rahmi, Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.22614

Abstract

Abstrak: Anemia merujuk pada suatu kondisi patologis yang ditandai dengan konsentrasi hemoglobin (Hb) di bawah normal. Sementara itu, Anemia Gizi Besi ialah istilah yang banyak sekali digunakan di Indonesia untuk memberikan gambaran terkait dengan anemia karena disebabkan oleh kurangnya kadar zat besi. Adapun ibu hamil akan mengalami anemia karena disebabkan oleh adanya berbagai variabel, termasuk peningkatan perdarahan yang parah, jarak antar kehamilan yang terlalu pendek, memiliki banyak anak, usia ibu yang sudah lanjut, tingkat pendidikan ibu yang rendah, dan sebagainya. Tujuan: Untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Biak Muli Aceh Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan mempergunakan rancangan penelitian case control dan menggunakan data sekunder dengan jumlah subjek 80 responden, kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Terdapat 40 ibu hamil yang tengah menderita anemia pada saat kehamilan, sementara itu 40 ibu hamil yang tidak sedang menderita anemia pada saat kehamilan. Merujuk pada hasil dari uji statistik menunjukkan tidak ditemukan hubungan di antara usia (p=1,000), status gizi (p=1,000), frekuensi ANC (p=0,233), pekerjaan (p=0,115), jumlah partus (p=0,441) dan pendidikan (p=0,687) terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Biakmuli Aceh Tenggara. Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan anemia pada ibu hamil terhadap faktor usia, status gizi, frekuensi ANC, pekerjaan, jumlah partus, dan pendidikan di Puskesmas Biak Muli Aceh Tenggara.
Persentase Lemak Tubuh Berhubungan Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Larasati, Alda; Sinaga, Rahmanita; Asfur, Robitah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28907

Abstract

Abstrak : Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada wanita usia reproduktif yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Persentase lemak tubuh berperan sebagai faktor penting karena jaringan adiposa berfungsi sebagai organ endokrin yang memengaruhi regulasi hormon reproduksi. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui hubungan Persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 127 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan metode Relative Fat Mass (RFM), sedangkan data siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persentase lemak tubuh tidak normal (63%) dan mengalami siklus menstruasi tidak teratur (59,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan siklus menstruasi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa persentase lemak tubuh berhubungan secara signifikan dengan siklus menstruasi pada mahasiswi.
Tingkat Stres Akademik Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Ariqah, Nona Nisrina; Hamzah, Errol; Nurshasanah, Nurshasanah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28905

Abstract

Abstrak : Stres akademik merupakan tekanan psikologis yang umum dialami mahasiswi akibat tuntutan perkuliahan yang tinggi, seperti beban tugas, evaluasi akademik, serta tekanan untuk meraih prestasi. Aktivasi hormon stres, khususnya kortisol, dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi sehingga memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Kondisi ini sering terjadi pada mahasiswi fakultas kedokteran yang memiliki beban akademik lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 128 mahasiswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Holmes and Rahe Stress Scale, Perception of Academic Stress Scale (PASS), dan kuesioner siklus menstruasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi (p = 0,001). Mahasiswi dengan tingkat stres tinggi lebih banyak mengalami siklus menstruasi tidak normal (72,6%) dibandingkan mahasiswi dengan tingkat stres sedang (43,9%). Mayoritas mahasiswi yang memiliki tingkat stres akademik tinggi menunjukkan kecenderungan lebih besar mengalami gangguan siklus menstruasi. Oleh karena itu, pengelolaan stres dan perhatian terhadap kesehatan reproduksi mahasiswi perlu ditingkatkan untuk meminimalkan dampak akademik dan fisiologis.
Usia Pertama Berhubungan Seksual Terhadap Tipe Histopatologi Kanker Serviks Aidil Akbar; Sanjay Saputra; Nanda Bagus Pratiktio; Abdul Gafar Parinduri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.28898

Abstract

Abtrak : Usia pertama kali berhubungan seksual merupakan salah satu faktor risiko kanker serviks, namun hubungannya dengan tipe histopatologi belum jelas. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan usia pertama kali berhubungan seksual dengan tipe histopatologi kanker serviks pada pasien Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medis 54 pasien kanker serviks periode Januari–November 2025. Data dianalisis secara deskriptif dan hubungan antara variabel utama diuji menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien menderita squamous cell carcinoma (SCC) sebanyak 40 orang (74,1%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia pertama kali berhubungan seksual tidak berhubungan secara signifikan dengan tipe histopatologi kanker serviks (p = 0,279). Usia pertama kali berhubungan seksual berperan sebagai faktor risiko umum kanker serviks, tetapi tidak menentukan tipe histopatologi secara spesifik. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini risiko kanker serviks secara umum.
The Association Between Preeclampsia and Low Birth Weight in Hospitals in Medan: A Case-Control Study Aidil Akbar; Muhammad Solih Nasution; Alltop Amri Ya Habib
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26771

Abstract

Preeclampsia is a medical condition that causes increased blood pressure occurring during pregnancy, which significantly contributes to poor prenatal outcomes, such as low birth weight (LBW). In Indonesia, especially in North Sumatra, the prevalence of preeclampsia remains significant; however, data concerning its correlation with low birth weight in hospital environments is still scarce. This research was intended to ascertain the correlation between preeclampsia and the incidence of low birth weight among mothers delivering in hospitals in Medan City. A hospital-based case–control study utilized secondary data from medical records at H. Adam Malik Hospital and Dr. Pirngadi Hospital, Medan, from January 2022 to June 2024. A total of 180 postpartum women participated, comprising 90 cases (women who gave birth to babies with low birth weight) and 90 controls (women who gave birth to babies with normal birth weight). We used multivariable logistic regression and chi-square testing to find adjusted odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals (CIs). A strong link existed between low birth weight and preeclampsia. Mothers with preeclampsia exhibited a significantly elevated probability of delivering low birth weight infants in comparison to those without preeclampsia (adjusted OR = 6.21; 95% CI: 3.10–12.30; p < 0.001). Advanced maternal age (>35 years) and preterm gestational age (<37 weeks) were independently correlated with low birth weight (LBW), whereas parity exhibited no significant correlation. Preeclampsia is significantly correlated with the incidence of low birth weight in mothers delivering in hospitals in Medan City. To improve maternal and child health and lower the risk of bad outcomes for newborns, it is important to improve early detection and comprehensive antenatal management of preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Low Birth Weight, Maternal Age, Gestational Age, Case-Control Study.
PEMBERDAYAAN REMAJA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROGRAM KIE DENGAN METODE PENYULUHAN INTERAKTIF Aidil Akbar; Asnika Putri Simanjuntak; Alltop Amri Ya Habib; Nita Andrini; Rahmanita Sinaga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38843

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih ditandai oleh keterbatasan pengetahuan, rasa malu untuk bertanya, dan rendahnya keberanian mengakses informasi yang benar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja sekolah tentang kesehatan reproduksi melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan dilaksanakan pada 40 remaja sekolah dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, tanya jawab, pre-test, post-test, dan evaluasi melalui angket. Evaluasi dilakukan berdasarkan respons instrumen yang terkumpul. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 91,0 menjadi 98,0 atau naik 7,7%. Sebanyak 65% responden mengalami peningkatan skor, 35% tetap, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Selain itu, 79,2% peserta menilai kegiatan sangat baik dan 20,8% menilai baik. Program KIE efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kenyamanan remaja dalam memahami kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescent reproductive health problems are still characterized by limited knowledge, embarrassment in asking questions, and low confidence in accessing accurate information. This community service aimed to improve students’ knowledge of reproductive health through a Communication, Information, and Education (CIE) program. The activity involved 40 students and was conducted through interactive counseling, discussion, question-and-answer sessions, pre-test, post-test, and questionnaire-based evaluation. The evaluation was based on returned responses. The results showed that the mean knowledge score increased from 91.0 to 98.0, or by 7.7%. A total of 65% of respondents improved their scores, 35% remained unchanged, and none showed a decrease. In addition, 79.2% of participants rated the activity as very good and 20.8% as good. The CIE program effectively improved adolescents’ knowledge, awareness, and comfort in understanding reproductive health.
Perbandingan Antara Konsumsi Kopi Dan Susu Hewani Terhadap Terjadinya Gejala Premenstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Aidil Akbar; Sri Dwi Putri Harahap; Amelia Eka Damayanty
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11510

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi kopi dan susu semakin populer di kalangan remaja, termasuk mahasiswa kedokteran, yang sering menggunakannya untuk meningkatkan energi dan konsentrasi. Kopi mengandung kafein yang dapat memperburuk gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dengan memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, sementara susu mengandung vitamin D dan K yang dapat membantu mengurangi gejala PMS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan konsumsi kopi dan susu hewani terhadap gejala Pre-menstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan rancangan penelitian Cross-Sectional. Penentuan besar sampel dilakukan dengan rumus Slovin, menghasilkan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi kopi dan susu, serta Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk menilai gejala pramenstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi kopi murni mengalami gejala PMS sebanyak 73%. Sebaliknya, mayoritas mahasiswi yang mengonsumsi susu hewani tidak mengalami gejala PMS, yaitu sebesar 90,5%. Nilai rata-rata untuk konsumsi kopi adalah 33,0, sedangkan untuk konsumsi susu adalah 29,25 dengan P-Value untuk perbandingan ini adalah 0,000 (α = 0,05). Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi kopi dan susu terhadap premenstrual syndrome pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.