Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Per Vaginam dan Caesarean Section Akbar, Aidil; Parhusip, Tiara Aulia
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19416

Abstract

Abstrak: Persalinan ialah proses pengeluaran janin, plasenta dan membran dari rahim. Persalinan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu per vaginam dan per abdominal. Persalinan caesarean section 55% lebih cenderung mengalami komplikasi dibandingkan persalinan per vaginam. Ibu  yang menjalani persalinan caesarean section dapat mengalami komplikasi, yang mana salah satu penyebab tingginya kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu bersalin secara per vaginam dan caesarean section. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, Sampel pada penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 185 sampel. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh tidak terdapat pengaruh usia ibu P-value = 0.767, paritas P-value = 0.842, Indeks Massa Tubuh P-value= 0.709, jarak kehamilan P-value= 0.536, kadar Hemoglobin P-value= 0.159, riwayat penyakit P-value= 0.44 terhadap jenis persalinan. Hasil penelitian yang didapatkan ialah tidak terdapat pengaruh usia, paritas, indeks massa tubuh, jarak kehamilan, kadar hemoglobin, dan riwayat penyakit terhadap jenis persalinan.
Micronutrient Supplementation Therapy in Subfertile Men: A Systematic Study Akbar, Aidil
Buletin Farmatera Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v6i3.8920

Abstract

In Indonesia, the infertility rate reaches 16% of couples of childbearing age, and 50% of cases are caused by male reproductive disorders. In the current study, micronutrient substitution therapy can increase sperm count and motility in subfertile men but has not shown consistent results. This study is a systematic study that aims to determine the effectiveness of micronutrient supplementation therapy for subfertile cases and what micronutrients are used for subfertile therapy. A literature search was carried out using the Google Scholar application with the keywords supplementation therapy in subfertile, from the results of a literature search using the prism method, 18 articles were found that included in the inclusion criteria, and it was found that almost all articles stated that micronutrition supplementation therapy in subfertile patients showed improved results. the number and motility of sperm cells and the micronutrients that are widely used are zinc, carnitine, Co-Q10, Vitamin E, Vitamin C, Selenium, Vitamin B12. It can be concluded that micronutrient supplementation can improve the number of live sperm cells and sperm motility.
Pengaruh Olahraga Terhadap Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Sebuah Systematic Literatur Review Akbar, Aidil
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i2.22993

Abstract

Abstrak :Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin yang umum terjadi pada wanita usia reproduktif dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas. PCOS ditandai dengan ketidakteraturan siklus menstruasi, peningkatan kadar androgen, serta gangguan metabolik yang sering berhubungan dengan resistensi insulin. Olahraga terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan sensitivitas insulin, mengatur keseimbangan hormon, serta memperbaiki metabolisme pada penderita PCOS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pengaruh olahraga terhadap penderita PCOS, khususnya dalam hal keseimbangan hormonal, sensitivitas insulin, dan kesuburan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematic literature review (SLR) dengan mengumpulkan artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks Scopus Q1 selama lima tahun terakhir (2019-2024). Sebanyak 10 referensi yang relevan dipilih untuk dianalisis. Hasil review menunjukkan bahwa olahraga, baik aerobik maupun latihan kekuatan, dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kadar androgen, dan memperbaiki keseimbangan hormon, yang semuanya berkontribusi pada pengelolaan gejala PCOS. Selain itu, olahraga teratur juga berpengaruh positif terhadap fertilitas dengan meningkatkan frekuensi ovulasi dan peluang kehamilan, terutama bila diikuti dengan penurunan berat badan. Jenis olahraga yang disarankan untuk wanita dengan PCOS adalah latihan aerobik dan kekuatan dengan intensitas moderat. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa olahraga memiliki dampak positif yang signifikan dalam pengelolaan PCOS, baik untuk masalah metabolik maupun kesuburan, dan harus menjadi bagian dari pengelolaan klinis PCOS.
Efektivitas Penggunaan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Primer Pada Mahasiswi Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Sipahutar, Brigita Ramayanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23350

Abstract

Abstrak: Nyeri menstruasi atau dismenore primer adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami oleh wanita usia reproduksi, termasuk mahasiswi. Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Meskipun nyeri ini dianggap "normal," sebagian besar wanita merasa kesulitan mengatasinya tanpa penggunaan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan kompres hangat dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sebanyak 35 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan kompres hangat. Mayoritas responden berusia 22 tahun (65,7%). Sebelum perlakuan, nyeri sangat berat dialami oleh 48,6% responden, sementara setelah perlakuan, nyeri ringan meningkat menjadi 40,0% dan nyeri sedang menjadi 42,9%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan (Z = -4,621, p = 0,000). Penggunaan kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore primer. Intervensi ini dapat menjadi metode alternatif yang aman dan praktis bagi wanita yang ingin mengurangi keluhan nyeri menstruasi tanpa menggunakan obat-obatan
Resistance Training Has an Effect on Lowering Insulin Resistance Based on HOMA IR Examination in Poly Cystic Ovarian Syndrome (PCOS) Patients: Meta-Analysis Nasution, Muhammad Solih; Akbar, Aidil
Buletin Farmatera Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i3.24468

Abstract

Abstract: Poly Cystic Ovarian Syndrome (PCOS) is a complex endocrine disorder that affects women of reproductive age. Insulin resistance, obesity, and hormonal imbalances are the main characteristics of this condition. Physical exercise, including weight training or resistance training , is suspected to be effective in lowering insulin resistance, but direct comparisons based on the results of the HOMA IR examination have not been carried out systematically. This meta-analysis aimed to evaluate the effectiveness of weight training in lowering insulin resistance based on the results of the HOMA IR examination in PCOS patients. Four clinical studies that met the inclusion criteria and included 87 women diagnosed with PCOS and 93 women without PCOS were analyzed for their insulin resistance conditions. Insulin resistance check parameters using the HOMA IR test. Statistical analysis using a fixed effect model with a paired t test. Overall, resistance training interventions  showed a negative effect on the difference in HOMA-IR between pre-test and post-test. The mean HOMA-IR score after the intervention was lower compared to the pre-intervention score. This suggests that resistance training can lower insulin resistance in PCOS patients. Resistance training can reduce insulin resistance in PCOS patients as measured by HOMA-IR examination. However, variations in results between studies suggest that the effects of resistance training on insulin resistance are not entirely uniform, depending on factors such as exercise intensity, duration, and characteristics of study participants.
A medical physics review of the use of contrasodium in hysterosalpingography (HSG) examinations Akbar, Aidil; Habib, Alltop Amri Ya; Simanjuntak, Asnika Putri; Emrinaldi, Tengku
Indonesian Physics Communication Vol 22, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.22.2.85-96

Abstract

Hysterosalpingography (HSG) is a widely used radiological procedure for evaluating female infertility, particularly in assessing fallopian tube patency and uterine anatomy. A critical component of HSG is the use of contrast media. Water-based contrast agents, such as contrasodium, are often preferred due to their favorable safety profile. The field of medical physics plays a vital role in ensuring diagnostic image quality while minimizing biological risks from radiation exposure. This article reviews the effectiveness of contrasodium in HSG procedures from a medical physics perspective, comparing it to other contrast agents and examining radiation dose management in women of reproductive age. The study is a literature review of scientific publications from the past decade (2015–2024), including clinical trials, meta-analyses, and international guidelines from the WHO and ICRP. The analysis focuses on imaging physics parameters, contrast efficiency, biological safety, and radiation dose evaluation. Findings indicate that contrasodium provides sufficient radiological imaging with minimal biological risk. Although oil-based contrast agents are associated with higher post-HSG pregnancy rates, they pose greater risks of adverse biological effects. Medical physicists are instrumental in optimizing imaging protocols, managing radiation doses, and selecting exposure parameters in accordance with the ALARA (As Low As Reasonably Achievable) principle. In conclusion, the use of contrasodium in HSG offers an optimal balance between diagnostic efficacy and patient safety. The standardization of evidence-based HSG protocols at the national level is recommended to enhance clinical practice in Indonesia.
Perilaku Emosi Makan Berhubungan Dengan Sindrom Pramenstruasi Pada Siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan Akbar, Aidil; Amalina, Fildzah Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.26084

Abstract

Abstrak: Perilaku emosi makan merupakan salah satu perilaku makan di mana emosi negatif mempengaruhi makan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan fisiologis yang terkait dengan emosi bersamaan dengan adanya kebingungan antara sinyal lapar dan kenyang dan biasanya lebih sering menyerang wanita. Keadaan ini dikaitkan dengan adanya fase luteal pada siklus menstruasi di mana pada fase ini banyak wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi dan mengalami gejala seperti perubahan suasana hati, depresi, kecemasan, kembung, nyeri payudara, dan perubahan nafsu makan terutama makan berlebihan. Pada penelitian terdahulu mengatakan bahwa peningkatan asupan kalori dan makronutrien terjadi pada fase pre-ovulasi dan fase luteal siklus menstruasi yang biasanya diikuti dengan peningkatan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perilaku emosi makan berhubungan dengan sindrom pramenstruasi pada siswi sma Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling pada 142 siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Data primer didapatkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Terdapat perilaku emosi makan tinggi (52,8%) dan gejala sindrom pramenstruasi sedang (50,7%) yang paling banyak dialami oleh siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. Terdapat hubungan antara perilaku emosi makan dengan sindrom pramenstruasi pada siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Aceh Tenggara: Studi Kasus Kontrol Di Puskesmas Biak Muli Hamama, Putri; Faried Lubis, Taufik Akbar; Akbar, Aidil; Rahmi, Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.22614

Abstract

Abstrak: Anemia merujuk pada suatu kondisi patologis yang ditandai dengan konsentrasi hemoglobin (Hb) di bawah normal. Sementara itu, Anemia Gizi Besi ialah istilah yang banyak sekali digunakan di Indonesia untuk memberikan gambaran terkait dengan anemia karena disebabkan oleh kurangnya kadar zat besi. Adapun ibu hamil akan mengalami anemia karena disebabkan oleh adanya berbagai variabel, termasuk peningkatan perdarahan yang parah, jarak antar kehamilan yang terlalu pendek, memiliki banyak anak, usia ibu yang sudah lanjut, tingkat pendidikan ibu yang rendah, dan sebagainya. Tujuan: Untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Biak Muli Aceh Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan mempergunakan rancangan penelitian case control dan menggunakan data sekunder dengan jumlah subjek 80 responden, kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Terdapat 40 ibu hamil yang tengah menderita anemia pada saat kehamilan, sementara itu 40 ibu hamil yang tidak sedang menderita anemia pada saat kehamilan. Merujuk pada hasil dari uji statistik menunjukkan tidak ditemukan hubungan di antara usia (p=1,000), status gizi (p=1,000), frekuensi ANC (p=0,233), pekerjaan (p=0,115), jumlah partus (p=0,441) dan pendidikan (p=0,687) terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Biakmuli Aceh Tenggara. Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan anemia pada ibu hamil terhadap faktor usia, status gizi, frekuensi ANC, pekerjaan, jumlah partus, dan pendidikan di Puskesmas Biak Muli Aceh Tenggara.
Micronutrient Intervention In The Preconception Period: Literature Review Akbar, Aidil; Lubis, Rinova Dinda Amelya; Lestari, Seintya Gimi
Buletin Farmatera Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v11i1.27280

Abstract

Abstract: Micronutrient intervention in the preconception period is an important strategy in improving maternal and child health as a whole. The pre-pregnancy period is a critical phase that affects the success of the pregnancy process and fetal growth. This study aims to systematically review various scientific findings regarding the impact of preconception micronutrient supplementation on maternal nutritional status, pregnancy outcomes, and child development. The method used is in the form of literature reviews of reputable international articles published between 2021 and 2025. A search was conducted for several articles, and 10 of them were selected based on inclusion criteria such as a focus on preconception interventions, available in full text, and from globally indexed journals. The results of the study showed that micronutrient supplementation such as iron, folic acid, and multivitamins can reduce the risk of premature birth and low birth weight babies, as well as improve children's cognitive abilities. Primary service-based interventions and communication technology are considered to be able to reach women of childbearing age effectively. However, low public awareness of the importance of preconception nutrition is still an obstacle in the implementation of the program. This study recommends the integration of preconception nutrition policies in the national health system in a sustainable manner.
Persentase Lemak Tubuh Berhubungan Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Akbar, Aidil; Larasati, Alda; Sinaga, Rahmanita; Asfur, Robitah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28907

Abstract

Abstrak : Siklus menstruasi yang tidak teratur merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada wanita usia reproduktif yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Persentase lemak tubuh berperan sebagai faktor penting karena jaringan adiposa berfungsi sebagai organ endokrin yang memengaruhi regulasi hormon reproduksi. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui hubungan Persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 127 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan metode Relative Fat Mass (RFM), sedangkan data siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persentase lemak tubuh tidak normal (63%) dan mengalami siklus menstruasi tidak teratur (59,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan siklus menstruasi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa persentase lemak tubuh berhubungan secara signifikan dengan siklus menstruasi pada mahasiswi.